Meski si anggota dewan jelas belum tentu benar, tapi saya kira alasannya cukup logis. Orang yang belajar ekonomi bisa saja menertawakan doi, karena seumur hidup kan memang sudah di doktrin bahwa kalo bunga naik ya inflasi turun. Tapi pernahkah kita bertanya apa memang begitu, bagaimana cara riset nya dilakukan sehingga sampai pada kesimpulan yang demikian? Benarkah efek dari menyusutnya jumlah duit yang beredar jauh lebih besar dari naiknya biaya untuk ngutang?
Saya percaya bank sentral juga bisa salah makanya ada krisis ekonomi yang berulang. Ini bukan soal smart ato tidak, saya yakin bank sentral itu isinya pasti banyak orang pinter, tapi karena pemenang nobel juga bisa bankrut maka bolehlah kita bilang bahwa orang pinter juga bisa salah. Akhir kata, kalau bagi saya. bukan masalah salah atau benar di sini, tapi sekedar mencoba memandang teori yang belaku dengan kacamata kritis. 2011/2/15 <[email protected]> > > > Memang menaikkan suku bunga adalah senjata ampuh untuk menahan inflasi. Dan > biasanya kenaikan bunga bank sentral juga diikuti kenaikan bunga pinjaman, > walaupun, untuk saat ini beberapa bank plat merah beritanya berkomitmen > untuk tidak menaikkan bunga pinjaman. Selain dari bank,perusahaan sendiri > juga memiliki sumber pembiayaan yang lain,dimana perusahaan seharusnya juga > pandai menyesuaikan dengan kondisi. Hampir semua teori dan model di text > book menyertakan syarat ceterus paribus,suatu syarat yang hampir tidak > mungkin di dunia nyata,apalagi di sistem perekonomian yang cukup kompleks. > Jika seorang anggota DPR bilang keputusan BI menaikkan suku bunga adalah > salah dan menambah inflasi,apakah dia ada dasar dan modelnya?apakah dewan > itu cukup kompetitif untuk mengolah data yang ada?dan berarti dia juga lebih > pintar dan menyalahkan bank sentral negara lain yang saat ini menaikkan suku > bunga juga?bahkan lebih agresif. > > Powered by TK.Berry® > * > * >
