Kalau negara lain naik 0,25 point itu gede..kalau di indo naik segitu mah capek lah :d gak usah dipikirin :d
powered by love -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Tue, 15 Feb 2011 10:34:01 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate Memang menaikkan suku bunga adalah senjata ampuh untuk menahan inflasi. Dan biasanya kenaikan bunga bank sentral juga diikuti kenaikan bunga pinjaman, walaupun, untuk saat ini beberapa bank plat merah beritanya berkomitmen untuk tidak menaikkan bunga pinjaman. Selain dari bank,perusahaan sendiri juga memiliki sumber pembiayaan yang lain,dimana perusahaan seharusnya juga pandai menyesuaikan dengan kondisi. Hampir semua teori dan model di text book menyertakan syarat ceterus paribus,suatu syarat yang hampir tidak mungkin di dunia nyata,apalagi di sistem perekonomian yang cukup kompleks. Jika seorang anggota DPR bilang keputusan BI menaikkan suku bunga adalah salah dan menambah inflasi,apakah dia ada dasar dan modelnya?apakah dewan itu cukup kompetitif untuk mengolah data yang ada?dan berarti dia juga lebih pintar dan menyalahkan bank sentral negara lain yang saat ini menaikkan suku bunga juga?bahkan lebih agresif. Powered by TK.Berry® -----Original Message----- From: ahmad saharjo <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 15 Feb 2011 16:56:15 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate Kalau boleh sharing, secara teoritis kalau suku bunga bank naik berpengaruh terhadap jumlah uang yang beredar sehingga bisa meredam inflasi. Dari sektor penabung, suku bunga yang tinggi akan memberikan daya tarik masyarakat untuk menabung dan cenderung mengurangi belanja/konsumtif, sehingga uang yang ditabung akan masuk ke system perbankan. Dari sektor perkreditan, tingginya suku bunga akan mengurangi minat orang yang akan meminta kredit bank karena mahalnya suku bunga, ini berarti cash drain dari system perbankan menjadi berkurang yang akibatnya tidak menambah jumlah uang beredar. Ini secara teoritis saja lho. --- On Mon, 2/14/11, Susanto Salim <[email protected]> wrote: From: Susanto Salim <[email protected]> Subject: Re: [saham] Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate To: [email protected] Date: Monday, February 14, 2011, 11:34 AM Saya melihat banyak yang komentar negatif tentang logika anak SD DPR ini, tapi saya kira argumennya cukup masuk akal. Bisakah kira2 temen2 yang menertawakan anggota dewan ini memberi sanggahan dengan alasannya, as to why he is so damn wrong? (pake bahasa linggis dikit biar keliatan intelek katanya :)) Saya paham secara teori memang katanya kalo BI rate naik, maka inflasi akan berkurang, karena jumlah duit yang beredar berkurang...Ada yang tahu mengapaa kalo bunga naik jumlah duit yang beredar berkurang? (selain karena kumpeni jadi kurang termotivasi untuk pinjam duit) Apakah berkurangnya duit yang beredar ini cukup besar untuk mengkompensasi kenaikan harga yang bakal terjadi karena modal untuk memproduksi barang jadi bertambah sebagai akibat dari bunga pinjaman yang diasumsikan akan naik juga dengan kenaikan BI rate? Ada yang sudah ngitung...or simply maen comot aja dari text book ekonomi dengan teorinya yang menghasilkan krisis demi krisis... 2011/2/14 caknoval <[email protected]> Wah, hebat bener DPR. Pakai hitungan anak SD berani mengkritik BI yang banyak doktor ekonominya. Wassalam, Noval http://www.detikfinance.com/read/2011/02/14/163154/1571078/5/pakai-hitungan-anak-sd-dpr-kritik-kenaikan-bi-rate?f9911013 Senin, 14/02/2011 16:31 WIB Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate Suhendra - detikFinance Jakarta - DPR mengkritik langkah BI menaikkan suku bunga acuan, BI Rate 25 basis poin menjadi 6,75% karena dinilai bisa memicu inflasi. Padahal BI sebelumnya menaikkan BI Rate untuk merespons inflasi yang melonjak tinggi. Adalah anggota Komisi XI DPR-RI Arif Budimanta yang mengkritik kebijakan itu. Anggota DPR dari PDIP itu mempertanyakan alasan BI menaikan BI Rate 25 basis poin menjadi 6,75% pada 4 Februari 2011 lalu. Berdasarkan hitungan sederhana saja, jika BI rate naik maka implikasinya justru pada kenaikan inflasi lagi. "BI rate naik suku bunga pinjaman otomatis naik, apakah akan melawan pasar? Biaya produksi naik, di tingkat konsumen akan naik. Ya inflasi naik. Ini matematika sederhana saja, anak SD, saya nggak tahu kalau BI lebih canggih," kata Arif dalam raker BI dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/2/2011) Ia mengatakan selama ini usulan DPR terhadap BI selalu tak diperhatikan sehingga terkesan percuma saja. Namun ia mengusulkan agar setiap triwulan dalam rangka anggaran tahunan Bank Indonesia (ATBI), Arif meminta suatu laporan korelasi kebijakan moneter BI dengan pengendalian inflasi. "BI selaku Bank Sentral dikaitkan core inflation," katanya. Ia juga mengkritik soal konsistensi target inflasi tahun 2011 yang menurut versi pemerintah sebesar 5,3%. Sementara BI, menggunakan pola target inflasi 2011 dengan pola 5% plus minus 1%. Ditempat yang sama Gubernur BI. Darmin Nasution menyatakan optimisnya terhadap inflasi 2011 pada rentang 5% plus minus 1%. "Melalui bauran kebijakan moneter dan makroprudensial tersebut, serta langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi tingginnya harga komoditi pangan, BI meyakini inflasi dapat dijaga pada sasarannya yakni 5% plus minus 1% untuk 2011," katanya. BI dalam rapat terakhirnya memang memutuskan kenaikan BI Rate 25 basis poin menjadi 6,75%. Keputusan ini diambil akibat peningkatan inflasi yang dipicu oleh pergerakan harga pangan dunia yang tinggi. (hen/qom)
