jadi maksudnya kita tunggu saja. the time will tell. persoalan pertama nya adalah pernyataan anggota DPR itu yang kontroversial yang melecehkan BI dan menyatakan bahwa anak SD saja bisa hitung lebih bagus daripada BI. seandai nya bisa dibahas dengan kata2 yang lebih luwes mungkin lebih baik.
dan yang jelas, di dunia ini masih lebih banyak yang percaya dan melaksanakan policy seperti yang dilakukan BI. dan herannya mereka berhasil..... fbs ________________________________ From: Vernichtung <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wed, February 16, 2011 8:34:59 AM Subject: Re: [saham] Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate Begin pak Susanto menurut apa yg saya tahu, secara teori kenaikan suku bunga akan meredam jumlah uang yg beredar di masyarakat melalui bbrp hal antara lain savings dan investasi/belanja usaha sehingga terjadi pengetatan prospek pendapatan pada masyarakat. Mungkin hal ini bida didebat sebagai sesuatu yg tdk efektif, tetapi ini adalah salah satu alat yg tersedia bagi bank sentral dalam mengatur ekonomi secara makro. Kalau menurut saya anggota hewan yg sudah bicara itu salah karena beliau tidak mengerti substansi pengaturan ekonomi makro dan keterbatasan alat yg dapat dipakai oleh bank sentral untuk mengaturnya. Menaikkan suku bunga hanya 25bps mungkin terlihat tidak akan memberikan efek yg signifikan bagi kita2 yg terbiasa mengatur peredaran uang yg dalam jumlah relatif kecil, namun bagi para pelaku ekonomi yg mengatur perputaran uang dalam jumlah besar, tentulah cukup signifikan. bank sentral juga tidak mungkin seenaknya menaikkan suku bunga acuan secara drastis karena bisa memberikan persepsi yg salah mengenai situasi ekonomi makro Indonesia, yg hasilnya bisa membahayakan sektor investasi yg akan merembet ke berbagai sektor lainnya (efek domino). Saya juga tidak bilang bahwa bank sentral benar dalam hal ini karena inflasi yg terjadi sebenarnya bukan karena meningkatnya permintaan/demand tetapi karena terjadinya penurunan pada supply (terutama bahan pangan). Jadi menaikkan suku bunga untuk menurunkan supply bisa malah menjadi bumerang yang dapat membuat inflasi malah naik lebih tinggi (karena supply sudah turun sehingga tidak dapat memenuhi permintaan). Kembali lagi, mungkin langkah ini diambil karena keterbatasan alat yg dapat dipergunakan oleh bank sentral utk meredam inflasi. Mungkin ada baiknya mereka bisa lebih obyektif dan kreatif sehingga bisa mengambil langkah yg dapat lebih efekif dalam meredam inflasi yg terjadi di Indonesia. On 2/15/11, Susanto Salim <[email protected]> wrote: > Meski si anggota dewan jelas belum tentu benar, tapi saya kira alasannya > cukup logis. Orang yang belajar ekonomi bisa saja menertawakan doi, karena > seumur hidup kan memang sudah di doktrin bahwa kalo bunga naik ya inflasi > turun. Tapi pernahkah kita bertanya apa memang begitu, bagaimana cara riset > nya dilakukan sehingga sampai pada kesimpulan yang demikian? Benarkah efek > dari menyusutnya jumlah duit yang beredar jauh lebih besar dari naiknya > biaya untuk ngutang? > > Saya percaya bank sentral juga bisa salah makanya ada krisis ekonomi yang > berulang. Ini bukan soal smart ato tidak, saya yakin bank sentral itu isinya > pasti banyak orang pinter, tapi karena pemenang nobel juga bisa bankrut maka > bolehlah kita bilang bahwa orang pinter juga bisa salah. > > Akhir kata, kalau bagi saya. bukan masalah salah atau benar di sini, tapi > sekedar mencoba memandang teori yang belaku dengan kacamata kritis. > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links http://docs.yahoo.com/info/terms/
