Anak TK mau kritik SD

gak bakalan ngerti :D

2011/2/15 budy darmawan <[email protected]>

>
>
> gampangnya sih kalo BI rate naik orang lebih suka simpen dana di deposito
> dan akhirnya bank yang terima deposito taruh uangnya di SBI otomatis duit yg
> beredar berkurang...CMIIW
>
> regards,
> budy darmawan,s.h.
>
> --- Pada *Sen, 14/2/11, Susanto Salim <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: Susanto Salim <[email protected]>
> Judul: Re: [saham] Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Senin, 14 Februari, 2011, 7:34 PM
>
>
>
> Saya melihat banyak yang komentar negatif tentang logika anak SD DPR ini,
> tapi saya kira argumennya cukup masuk akal. Bisakah kira2 temen2 yang
> menertawakan anggota dewan ini memberi sanggahan dengan alasannya, as to why
> he is so damn wrong? (pake bahasa linggis dikit biar keliatan intelek
> katanya :))
>
> Saya paham secara teori memang katanya kalo BI rate naik, maka inflasi akan
> berkurang, karena jumlah duit yang beredar berkurang...Ada yang tahu
> mengapaa kalo bunga naik jumlah duit yang beredar berkurang? (selain karena
> kumpeni jadi kurang termotivasi untuk pinjam duit)
>
> Apakah berkurangnya duit yang beredar ini cukup besar untuk mengkompensasi
> kenaikan harga yang bakal terjadi karena modal untuk memproduksi barang jadi
> bertambah sebagai akibat dari bunga pinjaman yang diasumsikan akan naik juga
> dengan kenaikan BI rate? Ada yang sudah ngitung...or simply maen comot aja
> dari text book ekonomi dengan teorinya yang menghasilkan krisis demi
> krisis...
>
> 2011/2/14 caknoval 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
> >
>
>
>
> Wah, hebat bener DPR. Pakai hitungan anak SD berani mengkritik BI yang
> banyak doktor ekonominya.
>
> Wassalam,
>
> Noval
>
>
> http://www.detikfinance.com/read/2011/02/14/163154/1571078/5/pakai-hitungan-anak-sd-dpr-kritik-kenaikan-bi-rate?f9911013
>
> Senin, 14/02/2011 16:31 WIB
> Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate
> Suhendra - detikFinance
>
> Jakarta - DPR mengkritik langkah BI menaikkan suku bunga acuan, BI Rate 25
> basis poin menjadi 6,75% karena dinilai bisa memicu inflasi. Padahal BI
> sebelumnya menaikkan BI Rate untuk merespons inflasi yang melonjak tinggi.
>
> Adalah anggota Komisi XI DPR-RI Arif Budimanta yang mengkritik kebijakan
> itu. Anggota DPR dari PDIP itu mempertanyakan alasan BI menaikan BI Rate 25
> basis poin menjadi 6,75% pada 4 Februari 2011 lalu. Berdasarkan hitungan
> sederhana saja, jika BI rate naik maka implikasinya justru pada kenaikan
> inflasi lagi.
>
> "BI rate naik suku bunga pinjaman otomatis naik, apakah akan melawan pasar?
> Biaya produksi naik, di tingkat konsumen akan naik. Ya inflasi naik. Ini
> matematika sederhana saja, anak SD, saya nggak tahu kalau BI lebih canggih,"
> kata Arif dalam raker BI dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,
> Senin (14/2/2011)
>
> Ia mengatakan selama ini usulan DPR terhadap BI selalu tak diperhatikan
> sehingga terkesan percuma saja. Namun ia mengusulkan agar setiap triwulan
> dalam rangka anggaran tahunan Bank Indonesia (ATBI), Arif meminta suatu
> laporan korelasi kebijakan moneter BI dengan pengendalian inflasi.
>
> "BI selaku Bank Sentral dikaitkan core inflation," katanya.
>
> Ia juga mengkritik soal konsistensi target inflasi tahun 2011 yang menurut
> versi pemerintah sebesar 5,3%. Sementara BI, menggunakan pola target inflasi
> 2011 dengan pola 5% plus minus 1%.
>
> Ditempat yang sama Gubernur BI. Darmin Nasution menyatakan optimisnya
> terhadap inflasi 2011 pada rentang 5% plus minus 1%.
>
> "Melalui bauran kebijakan moneter dan makroprudensial tersebut, serta
> langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi tingginnya harga komoditi pangan,
> BI meyakini inflasi dapat dijaga pada sasarannya yakni 5% plus minus 1%
> untuk 2011," katanya.
>
> BI dalam rapat terakhirnya memang memutuskan kenaikan BI Rate 25 basis poin
> menjadi 6,75%. Keputusan ini diambil akibat peningkatan inflasi yang dipicu
> oleh pergerakan harga pangan dunia yang tinggi.
>
> (hen/qom)
>
>
>
>  
>

Kirim email ke