Betul sekali, kalau ada swing naik, dan yang masih hold GIAA, itulah kesempatan terbaik untuk melepas/distribusi, bukan malah akumulasi. Rp500 juga banyak yang tidak tertarik beli. Saham yang jelas-jelas ramah dan terbantu dengan inflasi saja masih banyak yang diskon, untuk apa berspekulasi dengan yang jelas-jelas 'loser', bukan hanya di pasar lokal, tapi regional dan global. Bukan hanya GIAA, tapi mayoritas saham-saham penerbangan dunia.
'+' 2011/2/14 ahmad saharjo <[email protected]> > > > Wah kalau GIAA bernasib sama dengan CEBU AIR, bisa2 harganya akan menuju ke > 500an dong om? > > --- On *Sun, 2/13/11, positif01 <[email protected]>* wrote: > > > From: positif01 <[email protected]> > Subject: [saham] GIAA sekali lagi untuk investor: Pelajaran Cebu Air > To: > Date: Sunday, February 13, 2011, 6:11 PM > > > > > Senin, 14 Pebruari, ini akan menjadi hari kedua pasca listing GIAA (Garuda > Airlines) yang mengecewakan pada Jumat, 11 Pebruari kemarin, dengan seketika > anjlok -17,33%. Bagaimana hari-hari ke depan, setidaknya hari ini? Adakah > 'swing' sesaat akan membantu? Jawabnya, khususnya bagi para investor jangan > lupa memperhatikan apa yang terjadi pada bursa regional sekitar Anda. > > Sejumlah alasan kunci telah di-posting kemarin mengapa investor asing dan > investor yang cermat tidak akan mengakumulasi saham penerbangan bahkan > dengan harga diskon yang memadai ( > http://groups.yahoo.com/group/saham/message/101776). Selain, perkembangan > indeks 'aviation' S&P500 yang justru menyusutkan portofolio investor selama > 20 tahun terakhir dibandingkan dengan kenaikan indeks utama S&P 500 di AS, > belum lama ini dari bursa yang bertetangga dengan Indonesia dan masuk dalam > kateogri 'emerging market' telah me-listing satu 'airline'-nya juga. Perlu > diperhatikan bahwa emiten penerbangan global tidak sebanyak emiten-emiten > sub-group industry lain sehingga 'listing' satu emiten penerbangan akan > menjadi sorotan terhadap prospek saham-saham penerbangan lainnya. > > Cebu Air Inc. belum lama 'listed' di PSE (bursa Filipina) pada 25 Oktober > 2010 lalu. Jika Anda masuk para investor itu yang begitu bergembira dengan > kenaikan Cebu Air pada hari ke-2 listing-nya yang sampai 8% maka dengan > berlalunya waktu dan sekarang memasuki bulan ke-4, Anda bisa menyaksikan ke > belakang 'chart' yang begitu mencekam karena sampai hari ini Cebu Air sudah > merosot -30% (http://www.bloomberg.com/apps/quote?ticker=CEB:PM). Jangan > lupa Cebu Air, 'listing' sebelum 'emerging market' mengalami kontraksi pada > awal tahun 2011, dan fakta itu saja sendiri tidak mampu menyelamatkan saham > penerbangan tersebut. Dan, 'historical chart' menunjukkan bahwa pada listing > dan hari ke-2, saham Cebu Air masih bisa naik, bandingkan dengan GIAA yang > sudah harus merosot sejak detik awal 'listing'. > > Cebu Air merupakan perusahaan penerbangan terbesar kedua di Filipina dan > dalam IPO-nya Oktober lalu meraup P23,33 miliar atau Rp4,7 triliun sekaligus > tercatat sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah Filipina sejak 'listing' SM > Investment Corp pada 2005 lalu. > > '+' > > > >
