Right on, santai saja nikmati alunan ombak ya mbah. ... ----- Original Message ----- From: "jsx_consultant" <[EMAIL PROTECTED]> To: <obrolan-bandar@yahoogroups.com> Sent: Monday, January 07, 2008 11:13 AM Subject: [obrolan-bandar] Re: I saw lots of monkeys today
> > --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com, "gambler" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: >> >> Hehehe kalau menurut hemat saya sih ini semata2 karena jumlah > member milis yg udah aujubileh so kuantitas sudah mengalahkan > kualitas, semakin banyak member semakin intens komunikasinya dalam > jumlah kuantitas sehingga kualitas dirasa menurun, ditambah lagi > banyak para senior yg mulai kurang/tidak aktif lagi - mungkin karena > kesibukan dalam hidup dan lain sebagainya. > > > Pernah denger engga: > - Jika kita minta advis dari 6 market expert, maka akan > ada 1 right opinion. Jadi advis embah buat expert > pasar modal, SANTAI aja... Business as USUAL... > > Kasarnya, hanya expert yg HOKIE atu yg MUKANYA TEBAL yg > bisa SURVIVE di Pasar yg goblok ini, termasuk dimilis ini. > > Jangan salahkan RAKYAT karena RAKYAT adalah pasar meskipun > pasar itu sering gila (termasuk milis ini) > > Kalo milis mau dijadikan teratur, BISA dan MUDAH saja, > tapi milis ini tidak akan jadi REAL MARKET. > > Contoh: > - Embah tidak bisa masuk kemilis saham tertentu karena > embah tidak mau kasih identitas embah. > > Begitu juga para bandar, meraka tidak akan masuk milis > OB kalo embah minta identitas mereka. Embah bisa menolak > anggota pemula kalo diinginkan posting OB lebih berkwalitas. > Jika bandar dan pemula tidak masuk milis ini, milis > ini TIDAK menggambarkan PASAR yg sebenarnya. > > Jadi BIARLAH yg sudah berjalan TETAP bejalan, PASAR > haruslah RIGHT atau has the RIGHT to be stupid, tidak > usah kita MENDISTORSI pasar dengan regulasi yg berlebihan. > > Market will do NATURAL selection including in this milist, > the FITTEST will survive, yg mukanya ENGGA TEBEL will > leave. > > Tapi ALAM itu punya DAYA HEALING yg sangat luar biasa, > ESA HILANG DUA TEBILANG, seperti moto nya pasukan > Siliwangi. > >