Pak DE, semakin Anda tidak ingin ikut kontes Nyohor, semakin Anda
kesohor. :P. Kenapa? Simply karena, the fact that you don't want to be
popular and being already one of popular people, will increase people
simpathy. Buktinya. Favorit gue adalah Anda pak DE. Hehehe. Di samping
karena tulisan2 Anda memang very clear dan paling mencerahkan. Atas
nama para trader dan investor di milis ini Thank you pak DE. Di
samping Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang lain tentunya.
Yak, begitulah nasib Anda pak DE, gak pengen jadi populer tapi malah
makin populer :P

Dari tulisan Anda di bawah ini aja saya mendapatkan informasi yang
banyak, yang sebelumnya saya sebagai newcomer tidak temukan di
manapun.

BTW, keinginan saya sih, saya gak suka dengan informasi Anda yang
mengatakan bahwa ternyata pemerintah ingin mengarahkan BEI sebagai
ajang trading. Karena hal itu akan menghalangi keinginan saya yang
liar untuk pengen cepet kaya hahaha. Tapi sesungguhnya, untuk
membangun mental anak bangsa, bagus sekali. Mendidik. BEI is not for
people who want to get easy money! That is very good and corresponds
to everybody's deepest heart.

Back to the popularity contest, please keep posting Pak. Dipuji gini
jangan malah kabur atau malah kege-eran lho Pak ya hehehe

On Jan 6, 2008 5:59 PM, Dean Earwicker <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau pengamatan saya, semakin volatile market, semakin dikit yang posting.
> Kenapa? Karena volatile market = ketidakpatian arah. Mungkin banyak trader
> sekarang yang pindah haluan jadi investor, atau masuk ke reksadana. Did you
> know, komunitas trader tidak secara langsung didukung oleh
> pemerintah/bapepam, karena kita tahu sifat trader adalah oportunis.
> Pemerintah inginnya BEI sebagai wadah INVESTASI, bukan SPEKULASI. BUMN
> banyak IPO untuk cari uang, bukan bagi-bagi uang. Kalaupun didukung kayanya
> banyakan dikerjainnya (!)
>
> Nah, para pendekar yang menghilang ini mungkin kedapatan "salam tempel"
> untuk agenda ini, entah bagaimana caranya, saya nggak ngerti.
>
> Tahun ini banyak sekali produk investasi yang mungkin launching, bahkan ada
> juga yangportfolionya terdiri dari saham-saham eksotik dan listed di
> wallstreet. NAH, produk ini perlu diisi (belanja). Duit sudah siap. Tinggal
> pinter-pinternya mereka cari harga yang bagus.
>
> Itu makanya trader semakin berat bebannya, karena sekarang gajah makin
> banyak berkeliaran. Maka dibuatlah agenda pemberantasan kaum marginal
> (maksudnya pemain margin :), yang intinya ingin merubah mindset trader
> menjadi investor. Yang malas akan tersingkir, yang smart akan berjaya.
> Seleksi alam. Karena bursa saham menganut kapitalisme (capital market =
> pasar modal), Yang besar yang menang. Modal bukan hanya uang, tapi akses
> informasi juga.
>
> Tapi layaknya high risk & high gain (loss), semuanya bisa dipelajari. Tapi
> memang tidak semua orang punya kelebihan (ilmu dan fasilitas) untuk menjadi
> trader. Apalagi jika berhadapan dengan para big player, yang sudah PASTI
> punya modal yang lebih besar.
>
> Saya setuju market is always right. Saya juga setuju kalau market is stupid.
> So kesimpulannya "Market has the right to be stupid"
>
> Ke 2400? No problem. Ke 3000? No problem. Ikutin maunya pasar saja. :) They
> might be stupid, but they have the right to be stupid.
>
> Anyway, saya tidak begitu suka ikut ajang "Popularity Contest". Berat, man!
> Lagipula nanti jadi gak asik, pake acara sirik-sirikan lah, kaya ABG aja.
> Jadi, kalau memang suka/sebel dgn posting seseorang, baiknya sih  kasih
> kritik/pujian lewat japri ya pak/bu. Thanks.
>
> Regards,
> DE
>  hehe
>
>
> On Jan 5, 2008 4:30 PM, boyz < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > mungkin maksudnya udah sedikit, mBah
> > bukan nggak ada sama sekali, tapi dibanding dulu, udah semakin sedikit.
> > cuma bahasanya di generalisir.
> >
> > yang saya lihat,
> > yang masih konsisten mengirim good posting belakangan ini tinggal sedikit.
> > mBah, DE, kang ocoy (habis liburan yah), pak Eka Suwandana.
> > ABN dengan ulasan2 singkat-ya
> > bung rei dengan perspektif investor-nya.
> > pak ALX dengan target price-nya.
> >
> > dibandingkan dengan dulu, jauh lebih sedikit.
> > dulu kita punya banyak master seperti yg disebut oleh mr.espur.
> >
> > just my thought.
> > salam,

Kirim email ke