Dean Earwicker wrote:
/Anyway, saya tidak begitu suka ikut ajang "Popularity Contest". Berat, man! Lagipula nanti jadi gak asik, pake acara sirik-sirikan lah, kaya ABG aja. Jadi, kalau memang suka/sebel dgn posting seseorang, baiknya sih kasih kritik/pujian lewat *japri *ya pak/bu. Thanks./__,_
* embah dulu pernah bilang, semakin terkenal dan populer seseorang dibursa, akan semakin tumpul dan bias analisanya.* http://finance.groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/message/20628
Tapi embah ingatkan: - KETENARAN atau KEHEBATAN dibursa besifat SELF DESTRUCTION !!!! Makin HEBAT analisa seseorang MAKIN TUMPUL hasilnya !!!! Banyak analis JAGOAN memasuki SENJA KARIERnya jika tulisan nya mulai ditunggu-tunggu PEMBACAnya dikoran. Sejarah sudah banyak mencatat phenomena INI... Note: - Phenomena ini mungkin terjadi karena terlalu banyak PIGGYBACK alias gerbong penumpang terlalu penuh dengan FANS yang ikut naik gerbong karena membaca rekomendasi si Jagoan. - Ketika BB melihat gerbong penuh, ia melihat gerbong tsb seperti gerbong berisi Pinokio dan anak anak kecil yang lagi diajak ke WONDER LAND untuk disembelih... - Bursa berbeda dengan Politik, makin tenar seseorang makin mungkin PRINSIP CONTRARIAN berlaku padanya. Makin hebat dia makin MUNGKIN dia diTELAN ikan HIU berikut FANSnya ikut tertelan...
http://finance.groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/message/40285
Bertambah HEBAT seseorang dibursa saham, MAKIN HANCUR dia... Hukum ini bukan hanya berlaku di BEJ, dibursa manapun berlaku. JIka seseorang TAMBAH HEBAT, TAMBAH TERKENAL maka bertambah BERKURANG ketepatan dia meramal dibursa... karena dia HARUS berhadapan dengan para BIG BROTHERS.... Sejarah BURSA sudah banyak memberi bukti tentang kebenaran hukum INI...
salam,