Bank Mandiri Cetak Laba Rp 8,8 Triliun di 2010 Wahyu Daniel - detikFinance
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba bersih sebanyak Rp 8,851 triliun (unaudited) hingga akhir 2010 lalu. Angka tersebut naik 23,6% dibandingkan laba bersih 2009 sebesar Rp 7,16 triliun (audited). Seperti dikutip detikFinance dari laporan bulanan Bank Mandiri ke Bank Indonesia (BI), Senin (14/2/2011) pertumbuhan laba bersih perseroan didukung oleh pendapatan bunga senilai Rp 30,4 triliun di 2010. Selain itu Bank Mandiri di 2010 juga memperoleh pendapatan non bunga sebesar Rp 8,3 triliun antara lain dari surat berharga dan transaksi spot dan derivatif. Dana pihak ketiga yang ada di Mandiri berupa giro, tabungan, dan simpanan berjangka (deposito) hingga akhir 2010 nilainya mencapai Rp 332,1 trilun. (dnl/qom) (+) said : Revenues (net interest income) est. = Rp7,179 triliun Actual = Rp3,328 triliun miss = -53,58% Jd pengin tanya : Data yg dipergunakan (+) berasal dari mana, kok angkanya meleset jauh Pak, berdasar data audited LK 30 Sept 2010 lalu (bisa diakses di situs Bursa) NIM BMRI sebesar Rp.14,36 T dengan Laba Bersih Rp. 6,38 T. Angka ekspektasi pasar yg disebut berapa? (pasar yg mana?) Kalo pendapatan bunga sebesar Rp. 30 T meleset 53% dari target, emang analis mengharapkan BMRI tumbuh dengan pendapatan bunga berapa? Rp. 60 T? Serem amat..... ________________________________ Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sen, 14 Februari, 2011 14:20:06 Judul: Re: [saham] BMRI: Lapkeu Mengecewakan Dibaca gpp, how u take his writing is your own risk indahnya berbagi ________________________________ From: "heru" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 14 Feb 2011 07:13:50 +0000 To: Saham<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] BMRI: Lapkeu Mengecewakan Dia kan gak bilang sell om? abu2 ya? hehehe Menurut ane, jgn lihat email dari +, sebagai bagian dari usaha menyelamatkan investor retail dari kerugian (atau apapun) Cuma review saham aja koq *mungkin sekalian belajar, manjur kagak artikelnya mengerakkan retail (kalau ngga salah 10rb org lho di milis ini) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ________________________________ From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Mon, 14 Feb 2011 06:54:04 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] BMRI: Lapkeu Mengecewakan Tp om + bank mandiri kan tetap bank terbesar di negara ini kan? Kalau ke dpnnya masa sell ? Midterm msh bs kan? Mandiri kan bkn perusahaan abal2. Kalau sel2 terus aduh yg beli bandar pula. Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 14 Feb 2011 13:08:15 +0700 ReplyTo: [email protected] Subject: [saham] BMRI: Lapkeu Mengecewakan Meski laporan keuangan tahunan 2010 belum dirilis, namun demikian laporan keuangan yang belum diaudit ke Bank Indonesia memberikan indikasi yang jelas tentang gambaran umum kuartal 4-2010 yang tidak cemerlang (http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/58905/Laba-bersih-BMRI-naik-237). Dalam berita tersebut disebutkan jika laba bersih BMRI naik 23,7% sementara pendapatan bunga bersih naik 13,14%. Namun demikian, persentase tersebut dalam hitungan year-on-year (full year), dan bukan quarter-on-quarter (a year ago; quarter 4 only). Investor/trader yang memantau laporan keuangan paham benar bagaimana bereaksi terhadap laporan keuangan secara kuartal-an dan bukan tahunan mengingat data tiap kuartal telah terdiskon/refleksi dalam pergerakan harga setelah laporan tiap kuartal dirilis. Berdasarkan data pembanding yang ada (misalnya dari Factset), laporan BMRI un-audited ke BI tersebut meleset dari ekspektasi pasar ('missed expectation'). Q-on-Q4 only Revenues (net interest income) est. = Rp7,179 triliun Actual = Rp3,328 triliun miss = -53,58% EPS (excluding extraordinary) est. = Rp95,208 Actual (including extraordinary) = Rp122,214 Sepintas EPS meningkat 28,37%, which is not bad. Namun demikian, kualifikasi EPS tersebut termasuk 'extraordinary income' yang bukan refleksi operasional kinerja BMRI. Jika diperbandingkan secara 'apple-to-apple' excluding extraordinary items maka EPS actual hanya sebesar Rp89,07 miss = -27,12% Pada akhir Januari lalu sebagaimana diberitakan oleh Bisnis Indonesia, Bank Mandiri menyebutkan extracomptable 2010 yang sudah dihapusbukukan namun tetap ditagihkan sebagai pendapatan non-operasion. Hal ini yang menyebabkan EPS 'tampak' lebih besar sebelum penyesuian dari ekspektasi. "PT Bank Mandiri Tbk mendapat Rp2,4 triliun dari hasil perhitugan kredit yang dihapusbukukan atau extracomptable selama 2010. Direktur Treasury, Financial Institution, and Special Asset Management Bank Mandiri Thomas Arifin mengatakan sebagian besar hasil penagihan itu dalam bentuk tunai, yakni Rp1,87 triliun, sisanya dalam bentuk non tunai sebesar Rp514 miliar." (http://www.bisnis.com/finansial/perbankan/10304-mandiri-peroleh-rp24-triliun-dari-extracomptable-2010) Mempertimbangkan kinerja Q-on-Q kuartal 4-2010 dan 'a year ago' sebagai indikator ekspektasi kinerja saham ke depan maka status 'sell' untuk BMRI sejalan dengan likudasi Indonesian large-caps bank selama 2011 terjustifikasi dan 'maintained'. Kemungkinan akan adanya variasi dari laporan unaudited ke BI dan yang akan dirilis pada 17 Maret depan, dirasakan sangat kecil untuk bisa dikatakan signifikan. '+'
