Sekarang lagi misi menjatuhkan saham2 bank ya om + ?
Bulan lalu misi mendorong orang buy-buy-buy-buy...

--- On Mon, 2/14/11, positif01 <[email protected]> wrote:


From: positif01 <[email protected]>
Subject: [saham] BMRI: Lapkeu Mengecewakan
To: 
Date: Monday, February 14, 2011, 1:08 AM


  



Meski laporan keuangan tahunan 2010 belum dirilis, namun demikian laporan 
keuangan yang belum diaudit ke Bank Indonesia memberikan indikasi yang jelas 
tentang gambaran umum kuartal 4-2010 yang tidak cemerlang 
(http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/58905/Laba-bersih-BMRI-naik-237).
 Dalam berita tersebut disebutkan jika laba bersih BMRI naik 23,7% sementara 
pendapatan bunga bersih naik 13,14%. Namun demikian, persentase tersebut dalam 
hitungan year-on-year (full year), dan bukan quarter-on-quarter (a year ago; 
quarter 4 only). Investor/trader yang memantau laporan keuangan paham benar 
bagaimana bereaksi terhadap laporan keuangan secara kuartal-an dan bukan 
tahunan mengingat data tiap kuartal telah terdiskon/refleksi dalam pergerakan 
harga setelah laporan tiap kuartal dirilis.


Berdasarkan data pembanding yang ada (misalnya dari Factset), laporan BMRI 
un-audited ke BI tersebut meleset dari ekspektasi pasar ('missed expectation'). 


Q-on-Q4 only


Revenues (net interest income) est. = Rp7,179 triliun
Actual = Rp3,328 triliun
miss = -53,58%


EPS (excluding extraordinary) est. = Rp95,208
Actual (including extraordinary) = Rp122,214
Sepintas EPS meningkat 28,37%, which is not bad. Namun demikian, kualifikasi 
EPS tersebut termasuk 'extraordinary income' yang bukan refleksi operasional 
kinerja BMRI. Jika diperbandingkan secara 'apple-to-apple' excluding 
extraordinary items maka EPS actual hanya sebesar Rp89,07
miss = -27,12%


Pada akhir Januari lalu sebagaimana diberitakan oleh Bisnis Indonesia, Bank 
Mandiri menyebutkan extracomptable 2010 yang sudah dihapusbukukan namun tetap 
ditagihkan sebagai pendapatan non-operasion. Hal ini yang menyebabkan EPS 
'tampak' lebih besar sebelum penyesuian dari ekspektasi.


"PT Bank Mandiri Tbk mendapat Rp2,4 triliun dari hasil perhitugan kredit yang 
dihapusbukukan  atau extracomptable selama 2010. Direktur Treasury, Financial 
Institution, and Special Asset Management Bank Mandiri Thomas Arifin mengatakan 
sebagian besar hasil penagihan itu dalam bentuk tunai, yakni Rp1,87 triliun, 
sisanya dalam bentuk non tunai sebesar Rp514 miliar." 
(http://www.bisnis.com/finansial/perbankan/10304-mandiri-peroleh-rp24-triliun-dari-extracomptable-2010) 


Mempertimbangkan kinerja Q-on-Q kuartal 4-2010 dan 'a year ago' sebagai 
indikator ekspektasi kinerja saham ke depan maka status 'sell' untuk BMRI 
sejalan dengan likudasi Indonesian large-caps bank selama 2011 terjustifikasi 
dan 'maintained'. Kemungkinan akan adanya variasi dari laporan unaudited ke BI 
dan yang akan dirilis pada 17 Maret depan, dirasakan sangat kecil untuk bisa 
dikatakan signifikan.


'+'















      

Kirim email ke