Dia kan gak bilang sell om? abu2 ya? hehehe

Menurut ane, jgn lihat email dari +, sebagai bagian dari usaha menyelamatkan 
investor retail dari kerugian (atau apapun)

Cuma review saham aja koq
*mungkin sekalian belajar, manjur kagak artikelnya mengerakkan retail (kalau 
ngga salah 10rb org lho di milis ini)


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Mon, 14 Feb 2011 06:54:04 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] BMRI: Lapkeu Mengecewakan

Tp om + bank mandiri kan tetap bank terbesar di negara ini kan? Kalau ke dpnnya 
masa sell ? Midterm msh bs kan? Mandiri kan bkn perusahaan abal2. Kalau sel2 
terus aduh yg beli bandar pula. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 14 Feb 2011 13:08:15 
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] BMRI: Lapkeu Mengecewakan

Meski laporan keuangan tahunan 2010 belum dirilis, namun demikian laporan
keuangan yang belum diaudit ke Bank Indonesia memberikan indikasi yang jelas
tentang gambaran umum kuartal 4-2010 yang tidak cemerlang (
http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/58905/Laba-bersih-BMRI-naik-237).
Dalam berita tersebut disebutkan jika laba bersih BMRI naik 23,7% sementara
pendapatan bunga bersih naik 13,14%. Namun demikian, persentase tersebut
dalam hitungan year-on-year (full year), dan bukan quarter-on-quarter (a
year ago; quarter 4 only). Investor/trader yang memantau laporan keuangan
paham benar bagaimana bereaksi terhadap laporan keuangan secara kuartal-an
dan bukan tahunan mengingat data tiap kuartal telah terdiskon/refleksi dalam
pergerakan harga setelah laporan tiap kuartal dirilis.

Berdasarkan data pembanding yang ada (misalnya dari Factset), laporan BMRI
un-audited ke BI tersebut meleset dari ekspektasi pasar ('missed
expectation').

Q-on-Q4 only

Revenues (net interest income) est. = Rp7,179 triliun
Actual = Rp3,328 triliun
miss = -53,58%

EPS (excluding extraordinary) est. = Rp95,208
Actual (including extraordinary) = Rp122,214
Sepintas EPS meningkat 28,37%, which is not bad. Namun demikian, kualifikasi
EPS tersebut termasuk 'extraordinary income' yang bukan refleksi operasional
kinerja BMRI. Jika diperbandingkan secara 'apple-to-apple' excluding
extraordinary items maka EPS actual hanya sebesar Rp89,07
miss = -27,12%

Pada akhir Januari lalu sebagaimana diberitakan oleh Bisnis Indonesia, Bank
Mandiri menyebutkan extracomptable 2010 yang sudah dihapusbukukan namun
tetap ditagihkan sebagai pendapatan non-operasion. Hal ini yang menyebabkan
EPS 'tampak' lebih besar sebelum penyesuian dari ekspektasi.

"PT Bank Mandiri Tbk mendapat Rp2,4 triliun dari hasil perhitugan kredit
yang dihapusbukukan  atau extracomptable selama 2010. Direktur Treasury,
Financial Institution, and Special Asset Management Bank Mandiri Thomas
Arifin mengatakan sebagian besar hasil penagihan itu dalam bentuk tunai,
yakni Rp1,87 triliun, sisanya dalam bentuk non tunai sebesar Rp514 miliar."
(
http://www.bisnis.com/finansial/perbankan/10304-mandiri-peroleh-rp24-triliun-dari-extracomptable-2010
)

Mempertimbangkan kinerja Q-on-Q kuartal 4-2010 dan 'a year ago' sebagai
indikator ekspektasi kinerja saham ke depan maka status 'sell' untuk BMRI
sejalan dengan likudasi Indonesian large-caps bank selama 2011
terjustifikasi dan 'maintained'. Kemungkinan akan adanya variasi dari
laporan unaudited ke BI dan yang akan dirilis pada 17 Maret depan, dirasakan
sangat kecil untuk bisa dikatakan signifikan.

'+'

Kirim email ke