mungkin bisa jadi begitu......masih ada rasa ragu, walaupun perkataan Anda tepat adanya.
emang secara long term tidak ada pengaruhnya bagi suatu value saham. namun saya cuma takut terjadinya suatu anomali karena sesuatu yang tidak natural. memang tujuannya baik, tapi apakah tidak ada side effectnya? ya, seperti yang saya bilang, yang pengen BUY dan pegang peluru pasti jadi wait n see (dan dirugikan). yang pengen SELL, pasti merasa diuntungkan karena adanya kesempatan, yang NONTON, yah, sama serunya lah...=) maksud saya, selalu ada celah untuk menjadikan hal2 positif AR menjadi buruk. bisa jadi seperti margin. margin memang bagus untuk likuiditas bursa, tapi sekarang menjadi momok. begitu juga short sell. mungkin bila ada kesempatan lebih jauh, saya akan coba menggali hal ini lebih dalam. bukan saya tidak setuju kepentingan investor atau saya pembela bagi yang lagi cari barang murah, tapi ya itu tadi,....agak tidak natural. namanya saja asimetris, itu akan menjadi suatu anti thesis. yah, saya mendukung otoritas bursa, dan lebih mendukung pembukaan AR simetris. Jeremia Jefferson PT ORIX Indonesia Finance Wisma Kyoei Prince 24th Floor Jl. Jend. Sudirman Kav. 3-4, Jakarta 10220 Telp. +62 572 0007 ext. 4222 Hp. +62 817 607 7006 Fax. +62 572 3071 E-mail [EMAIL PROTECTED] http www.orix.co.id Information provided in this email, including any attachments, are intended for the addressee named and deemed confidential property of ORIX Indonesia Finance. Any use of information provided herein, including but not limited to the registered ORIX name and logo are prohibited without the written permission of PT ORIX Indonesia Finance. If you are not the intended recipient, any use, printing, copying or distribution of this e-mail or of any attachments to it is strictly prohibited. If you received this e-mail in error, please advise the sender immediately and delete the e-mail and any attachments from your system. Thank you. "Irwan Ariston Napitupulu" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 10/31/2008 02:41 PM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject [saham] Re: AR Asimetris , good or bad? Pak, kalau memang harga TLKM valuasinya 2000, jualan saja sekarang. Toh dengan AR kiri 10% dan AR kanan 20%, tidak ada bedanya dengan AR kiri 10% dan AR kanan 10% bagi yg memang mau jualan. Masa sih rugi kalau bisa jualan lebih tinggi harganya :) Saya masih tidak mengerti penjelasan yg mengeluh. Tolong tunjukan ke saya dimana tidak fairnya bagi yg mau menjual antara dua kebijakan tersebut, 10-10 dan 10-20. Kalau bisa tunjukan dimana letak tidak fairnya bagi yg mau jualan antara kebijakan 10-10 dan 10-20, nanti akan saya dukung. Sejauh ini yg saya lihat, yg dirugikan adalah yang sedang berharap dapat harga saham dengan harga lebih murah. Karena kalau situasi bullish, naiknya bisa 20%, pas lagi bearish hanya turun 10%. Yang nungguin harga murah bisa ngga dapat2. Yang diuntungkan adalah investor yg memang setia pegang saham. Karena, pihak2 yg memang lagi sengaja mau menjatuhkan harga saham, jadi butuh tenaga lebih banyak dalam artian, kalau sehari naik 20%, maka akan dibutuhkan 2 hari untuk nurunin ke sekitar harga sebelum naik. Ditengah lagi sulitnya likuiditas seperti sekarang, dan sangat sensitif terhadap perkembangan global yang dapat memancing kepanikan, para bandar yg ingin menjatuhkan IHSG punya keunggulan lebih karena para peritel dan institusi cenderung wait and see. Walau harga saham sudah murah, bisa jadi mereka menunggu sampai ada sentimen lebih positip. Otoritas bursa mencoba menyeimbangkan situasi tersebut dengan mengeluarkan aturan AR asimetris ini. Saya pribadi seperti di posting beberapa hari lalu malah menyarankan sekalian saja AR dibuka simetris tanpa batasan karena keyakinan saya yang mengatakan situasi sudah mulai terkendali, masing2 pemain sudah bisa meredam kepanikan. Tapi khan otoritas bursa punya pemikiran dan pertimbangan lain dalam menerapkan kebijakan dan lebih memiih asimetris dulu. Saya menghargai hal tersebut karena saya yakini otoritas bursa telah dan tengah bekerjasama dengan otoritas lainnya dalam menjaga kepentingan nasional. Yang pasti, saya tidak percaya aturan asimetris atau simetris dapat mempengaruhi harga suatu saham dalam jangka panjang. Tidak ada teorinya seperti itu. Mau asimetris ataupun simetris, harga saham akan menuju ke titik keseimbangannya dalam jangka panjang, menuju ke fair value nya dalam jangka panjang. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu --- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > begitulah yang saya maksudkan. setuju dengan pendapat Bang Firman. > > AR kiri kanan itu akan menciptakan anomali lagi di bursa kita. investor > dapat dilindungi dengan cara lain kok. kalau bicara investor, crash > semacam ini cuma bagian kecil dari big picture. misalnya begini, kalau > memang harga TLKM valuasi nya ke 2000, tapi karena adanya AR, ya itu hanya > memperlama proses penurunan dan rebound pada ujungnya. Dan malahan > menghilangkan kesempatan untuk beli di titik tertentu. > > andaikata memang semua harga harus turun drastis, ya, kalau memang ekonomi > dan keadaan memaksa begitu, biarkan terjadi secara natural. toh, kalo > investor pasti juga dapat membeli di harga terendahnya bukan? > > ekonomi gak selamanya kelabu, pasti bakal bangkit lagi, cuma butuh > waktu...lalu apa gunanya AR? apa untuk meredam panik? ada AR atau tidak, > tetap aja panik itu bagian dari manusia kok. seharusnya AR tidak perlu ada > karena seakan2 melindungi kepentingan tertentu saja, sejatinya, investor > tulen sudah tau tentang yang namanya resiko pasar....crash ini salah > satunya. > > saya setuju dengan bung IAN bilang bahwa short sell sudah dilarang, nah, > berarti buat apa ada AR lagi? > > saya rasa ini bukan masalah orang gak bisa jualan tapi justru membatasi > orang yang ingin beli. > > mungkin suatu hari nanti baru akan terlihat, jika ada studi yang > melakukan, kenapa AR ini tidak efektif dan malah merugikan investor. hal > ini sama saja dengan efek negatif subsidi BBM, listrik, dan sebagainya. > > > > Jeremia Jefferson > >
