begitulah yang saya maksudkan. setuju dengan pendapat Bang Firman.

AR kiri kanan itu akan menciptakan anomali lagi di bursa kita. investor 
dapat dilindungi dengan cara lain kok. kalau bicara investor, crash 
semacam ini cuma bagian kecil dari big picture. misalnya begini, kalau 
memang harga TLKM valuasi nya ke 2000, tapi karena adanya AR, ya itu hanya 
memperlama proses penurunan dan rebound pada ujungnya. Dan malahan 
menghilangkan kesempatan untuk beli di titik tertentu.

andaikata memang semua harga harus turun drastis, ya, kalau memang ekonomi 
dan keadaan memaksa begitu, biarkan terjadi secara natural. toh, kalo 
investor pasti juga dapat membeli di harga terendahnya bukan?

ekonomi gak selamanya kelabu, pasti bakal bangkit lagi, cuma butuh 
waktu...lalu apa gunanya AR? apa untuk meredam panik? ada AR atau tidak, 
tetap aja panik itu bagian dari manusia kok. seharusnya AR tidak perlu ada 
karena seakan2 melindungi kepentingan tertentu saja, sejatinya, investor 
tulen sudah tau tentang yang namanya resiko pasar....crash ini salah 
satunya.

saya setuju dengan bung IAN bilang bahwa short sell sudah dilarang, nah, 
berarti buat apa ada AR lagi?

saya rasa ini bukan masalah orang gak bisa jualan tapi justru membatasi 
orang yang ingin beli.

mungkin suatu hari nanti baru akan terlihat, jika ada studi yang 
melakukan, kenapa AR ini tidak efektif dan malah merugikan investor. hal 
ini sama saja dengan efek negatif subsidi BBM, listrik, dan sebagainya.



Jeremia Jefferson


PT ORIX Indonesia Finance 
Wisma Kyoei Prince 24th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 3-4, Jakarta 10220
Telp.   +62 572 0007 ext. 4222
Hp.     +62 817 607 7006
Fax.    +62 572 3071 
E-mail [EMAIL PROTECTED]
http     www.orix.co.id 

Information provided in this email, including any attachments, are 
intended for the addressee named and deemed confidential property of ORIX 
Indonesia Finance. Any use of information provided herein, including but 
not limited to the registered ORIX name and logo are prohibited without 
the written permission of PT ORIX Indonesia Finance. If you are not the 
intended recipient, any use, printing, copying or distribution of this 
e-mail or of any attachments to it is strictly prohibited. If you received 
this e-mail in error, please advise the sender immediately and delete the 
e-mail and any attachments from your system. Thank you. 





"Firman Surbakti" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
11/01/2008 04:02 AM
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
RE: [saham] AR Asimetris , good or bad?









Keluhan dari beberapa investor mungkin dikarenakan dengan adanya 
pembatasan AR ini mengakibatkan kondisi pergerakan indeks menjadi tidak 
mencerminkan keadaaan yang sebenarnya,  tidak seperti yang terjadi di 
bursa –bursa salam lainnya.
Meskipun memang kebijakan pembatasan AR ini tujuannya untuk melindungi 
investor juga.
 


From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
Irwan Ariston Napitupulu
Sent: Thursday, October 30, 2008 10:56 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [saham] AR Asimetris , good or bad?
 

Menurut saya, semua tergantung situasinya, Pak.
Tidak ada yg bisa memastikan sesuatu yang sifatnya
masih masa mendatang. Tidak ada yg bisa memastikan
kalau nantinya asimetris ini dicabut, pasti loyo. Karena,
bisa saja setelah dicabut, malah makin ngejos. Semua
tergantung situasinya.

Kebijakan asimetris ini lebih ditujukan untuk melindungi
bursa dari kepanikan bila turun, dan memberi kesempatan
cukup lebar bila mau naik. Tujuan turunnya dipagari,
karena menyangkut juga masalah kepentingan ekonomi
nasional, supaya memberikan kesempatan BI untuk
secara bertahap menyerap dana yg mau nyerah dari bursa.

Yang jelas, pihak otoritas bursa tidak melarang saham
mau turun, hanya dibatasi saja per harinya 10%.
Saham tetap saja bisa turun dengan pemberlakukan asimetris
ini. Ruang untuk turun tetap diberikan oleh otoritas bursa,
hanya dibatasi saja besaran perharinya.

Yang membuat saya bingung adalah adanya keluhan2 yg
merasakan tidak fair. Saya tidak mengerti, dimana tidak
fairnya antara AR 10 persen kiri dan 10% kanan vs
AR 10 persen kiri dan 20% kanan. Toh, AR kirinya tidak
diutak-atik, tidak dirubah2. Fasilitas short sudah tidak
diperbolehkan. Jadi, kenapa masih pada mengeluh bagi
yg mau jualan saham padahal tidak ada yg dirubah
batas AR kiri 10% nya. Kalau AR kiri dirubah jadi 5%,
barulah boleh mengeluh.

Saya pribadi malah melihat batasan AR kanan 20% itu
masih kurang. Karena dulu2 pas jatuhnya ke level sekarang
khan tiap harinya bisa sampai 30% atau bahkan lebih.
Turunnya bisa cepat, giliran naiknya sekarang tertahan
karena dibatasi.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2008/10/31 priareiki <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> Efek mid-long term - nya adalah ...
>
> - Memperlihatkan pada dunia internasional bahwa pemerintah cemas /
> desperate , kredibilitas
> - AR asimetris ini ibarat obat kuat yg harus terus menerus dikonsumsi
> .. (ketergantungan) begitu asimetris ini dicabut pasti langsung loyo ,
> bakan bisa lebih loyo dr sebelumnya .....
>
> Kalau jangka pendek sekali sih mungkin bullish,mid-term ...not sure
>
>
 

Kirim email ke