REKTOR 1A1N AR-RANIRY:
   
  M. Yusni Sabi, MA, PhD, Prof. Drs. Lumboi Daftar Gaji: 589
  Tiap bulan merampas hak kaum du'afa: (Rp. 10.000.000) 
   
  REKTOR UNSYIAH: 
  Darni M. Daud. 
  Lumboi Daftar Gadji: 602 
  Tiap bulan merampas hak kaum dhu'afa: (Rp. 10.000.000) 
  


  Peureulee tateupeue peue hak di apakalunjan. Meuken tali barot peunjajah.  
Meukan lageenjan tamarit han meudjan puleh pungo. Njan tjunto ureueng duek bak 
Rektor. Tji seumike hai ureueng-ureueng Acheh njeng sadar,  pakiban mungken 
Acheh ek get masa ukeue. Njan mudel keupala sikula lambong (musang meubulee 
manok).   
   
  Tidakkah kita sadari bahwa umumnya orang-orang yang terlibat dalam mengelola 
Acheh, otaknya diproses di Unsyiah dan IAIN-Arraniry. Bagaimana mungkin Acheh 
bisa lepas dari penjajahan Hindunesia Hipokrit itu?  Sedangkan kebanyakan orang 
GAM tidak menimba ilmu di dapur hipokrit itu. Sementara sisanya yang menimba 
ilmu di sana mudah terperangkap dengan sepakterjang kaum hipokrit itu.
   
  Ketika dana IDT di kucurkan dulu jaman Suharto (raja koruptor), juga 
dimanfaatkan oleh orang-orang kaya atau setengah kaya. Sementara orang miskin 
hanya mendapat nama saja. Ketika kita lihat orang-orang "besar" menyerobot dana 
para korban Tsunami tak ada pihak yang meluruskannya, besar kemungkinan dana 
yang akan dikutjurkan di jaman Irwandi ini juga akan mengalami nasib yang sama. 
   
  http://serambinews. com/index. php?aksi= 
bacaberita&beritaid=28934&rubrik=1&kategori=2&topik=22
  Sementara basyar-basyar lainnya berdaya upaya untuk membuat seminar-seminar 
sebagai suatu metode untuk menghabiskan dana yang seharusnya kita berikan 
kepada orang-orang yang lemah ekonominya agar mereka dapat hidup mulia.   
Dengan cara demikianlah sebahagian besar orang-orang pintar gadongan menggayet 
hak kaum miskin Acheh tanpa disadari oleh rakyat jelata.
   
  Buat apa mereka hendak meneliti penyebab kemiskinan, sementara kodok yang ada 
di Acheh saja tau bahwa penyebab kemiskinan adalah orang-orang yang bermental 
penjajah dan korup (baca penguasa Indonesia dan Kuntoro's group, serta 
orang-orang pintar munafiq seperti rektor IAIN dan rektor UNSYIAH. Sepakterjang 
mereka itu mendapat support dari berbagai media Ilmiah gadongan. pihak media 
gadongan juga akan mendapat cipratan rezeki haram itu melalui tekhnik tertentu. 
 Justru itulah mereka membantah ketika  kita membeberkan sepakterjang 
orang-orang hipokrit itu dengan dalih kita menggunakan bahasa kasar, ha ha ha.
                                             


ajes baek <biru_keriting@ yahoo.com> skrev:       sepakat..... tapi, ada solusi?

fordas <fordas_aceh@ yahoo.com> wrote:         kalau dilihat sepintas isi 
berita ini tidak ada yang luar biasa atau lain daripada yang lain sebagaimna 
kucuran kredit mikro lainnya. dulu pernah ada juga kredit yang diupayakan pemda 
terkenal dengan sebutan dana PER (program ekonomi rakyat) semasa pemerintahan 
syamsuddin mahmud. hasil? gagal total...
   
  namun jika berita ini disimak secara utuh di harian serambi indonesia versi 
hardpaper akan terlihat sejumlah persyaratan yang ketat dan tidak lazim 
diterapkan dalam dunia mikrokredit seperti: jaminan usaha/agunan sebesar 25 
juta.
   
  sy punya instink mengatakan program ini akan mengikuti jejak saudaranya PER 
untuk gagal lagi dlm realisasinya. jika PER gagal dalam pengembalian dana 
mungkin Peumakmu Nanggroe akan gagl dalam penyerapan dana.
   
  perberdayaan ekonmi mikro selalu tidak lepas dari pembinaan dan pendampingan. 
ini yang belum begitu bagus. bisa belajar dari Grameen jika ingin tahu 
bagaimana sukses mendampingi kelompok pengusaha kecil
  

yayasan matahari <mataharifoundation@ yahoo.com> wrote:
          Coba maknai berita berikut ini

Serambi Indonesia, 9 Mei 2007
Gubernur Luncurkan Kredit Peumakmu Nanggroe
Banda Aceh-Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Selasa (8/5), meresmikan
peluncuran kredit Peumakmu Naggroe yang diperuntukkan bagi pengusaha mikro
kecil golongan ekonomi lemah. Alokasi dana untuk program tersebut tak
terbatas dan seluruhnya bersumber dari Bank BPD Aceh.
Dirut BDP Aceh, H. Aminullah Usman SE menjelaskan, program tersebut
merupakan salah satu upaya Bank BPD Aceh dalam rangka membuka lapangan
kerja dan mendukung program pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi daerah.
Kredit tersebut, kata Aminullah diberikan dalam bentuk perorangan maupun
kelompok. Dimana plafond kredit yang disediakan untuk perorangan sampai Rp.
15 juta, sedangkan kelompok (5-10 orang) sampai 100 juta.


nach teman-teman yang menjalankan program kredit mikro apakah respond anda?



  
---------------------------------
  

MTA Aceh <[EMAIL PROTECTED]> skrev:





              Selamat bagi anda yang masih benci kpd Irwandi - Nazar,
  karena saya yakin bahwa anda mempunyai pandangan berbeda terhadap kancah 
perpolitikan di Aceh.
   
  teruslah dengan cacian-cacian yang terus anda sampaikan di milist ini, 
berteriaklah dengan lantang, pantang surut dan diam. Sehingga tepat kata 
pepatah "Anjing menggonggong-2 Kalian tetap berlalu"
   
  Pandangan-2 anda yang lagee nyan that dibutuhkan oleh mereka-2 yang cinta 
damei, yah... damai sesuai dengan pandangan anda sendiri.
   
  saya punya ide lagee njoe, AHA... buat saja milist khusus "barisan caci-maki 
Irwandi-Nazar". Paling-2 kalian di luar negeri, ma dan ku di gampong kalian ada 
di nanggroe, mereka hidup bersama Irwandi-Nazar. kalau boleh saran lebih baik 
ajak juag ma-ku kalian.
   
  oce deh...
   


  
---------------------------------
  Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.  

         

                
---------------------------------

Alt i én. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk.

Kirim email ke