Ulama brilliant, Ayatullah Ali Khamenei
   
  Iran Tuntut Pengusutan Sisa-Sisa Kejahatan Saddam                             
    
   
        Resolusi Anti Nuklir Iran Tak Berikan Tekanan Yang Berarti 
         Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dalam 
safarinya ke-24, mengunjungi Provinsi Khuzistan, bagian selatan Iran. Dalam 
kunjungannya ini, Sabtu malam, beliau mengatakan, "Kekuatan-kekuatan ilegal 
berpikir bahwa ratifikasi resolusi anti nuklir Iran dapat menghalangi ....      
                Financial Times: Iran, Kekuatan Baru Nuklir di Tahun 2007
      Koran Financial Times, terbitan Inggris, menulis, "Di tahun 2007, Iran 
dengan nuklirnya, akan muncul sebagai kekuatan baru di kawasan." Sebagaimana 
dilaporkan Kantor Berita Fars, Koran Financial Times menulis, perjuangan Iran 
dalam menghadapi serangkaian tekanan Uni Eropa,             
            Ahmadinejad: Kekuatan Ilegal Rusak Kedaulatan Irak
      
    Iran Tuntut Pengusutan Sisa-Sisa Kejahatan Saddam
        Sekjen Baru PBB: Irak dan Negara-Negara Lain Berhak Eksekusi Saddam
        Tentara AS Tembak Mati Tentara Irak
        Hamas Tak Protes Eksekusi Saddam
        Para Penentang Pemerintah Lebanon Masih Lanjutkan Aksi Unjuk Rasa
      Ahmadinejad: Iran Tak Terima Resolusi Inkonstitusional DK PBB      
Rekaman Eksekusi Saddam Bermasalah         Marinir AS Tembak Mati Seorang 
Tentara Irak
      
    Pemerintahan Sinora Dituding Tak Acuhkan Krisis Lebanon
        Bujet Militer Tahun 2007 Israel Cetak Rekor Tertinggi
        Sepuluh Unit Pesawat Zionis Langgar Zona Udara Lebanon
        Jepang dan Thailand Bahas Program Nuklir Korut
        Malaysia Kirim 100 Tentaranya ke Lebanon Selatan
                   POLITIK
              ....           
   Posisi Dewan Ahli dalam Sistem Pemerintahan Islam Iran              Pada 
tanggal 15 Desember, rakyat Iran datang ke kotak pemilihan umum untuk memilih 
anggota sebuah lembaga yang istimewa dan tidak ditemukan di negara lain, yaitu 
lembaga bernama Majlis-e Khubregan atau Dewan Ahli.       
    Lebanon, Jejak Keruntuhan Imperialisme AS 
       
    Kegagalan Sidang Kelompok 5+1           [  Index Politik  ] 
      .....

[EMAIL PROTECTED] skrev:   
Sangat menarik artikel dari Mas Yuli ......dimana salah satu yang paling 
menurut ana menarik adalah ungkapan dari ketua MPR RI Hidayat Nurwahid.: 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengharapkan agar setiap manusia
dapat mengenal sejarah dengan baik, terutama sejarah Islam."Islam masuk
ke Indonesia tanpa kekerasan atau perang tetapi dengan misi membawa
kedamaian," katanya. 


Semoga saja setelah mendengar ceramah Ketua MPR dan Presedium PKS , anggota PKS 
juga mau membuka sejarah ......11 H , detik2x kematian Rosul ...., Saqifah ? , 
Perang Jamal ? perang Shiffin ? Tragedi Karbala ......... dsb . 

bukankah itu adalah sejarah Islam ??? 

Semoga saja ............................. 



----- Forwarded by Rudy Aryoko/CON/PTTU on 03/01/2007 08:21 ----- 
          Yuli Supriono   03/01/2007 06:49 

          
        To:         
        cc:        (bcc: Rudy Aryoko/CON/PTTU) 
        Subject:        PKS KUTUK eksekusi Sadam 


PKS Kutuk Pelaksanaan Eksekusi Saddam

PK-Sejahtera Online: Kami mengutuk keras tindakan pengadilan yang
menjadi boneka Amerika yang mengeksekusi Saddam pada hari idul Adha.
Demikian disampaikan Presiden PKS Tifatul Sembiring. Hal senada juga
disampaikan Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid.

Kami mengutuk keras tindakan pengadilan yang menjadi boneka Amerika yang
mengeksekusi Saddam pada hari idul Adha. Demikian disampaikan Presiden
PKS Tifatul Sembiring di Jakarta (31/12/6).

Tifatul juga mengecam penyiaran detik-detik eksekusi terhadap Saddam
yang ditayangkan televisi AS hingga berulang kali. Penayangan itu
dinilai terlalu demonstratif
Menurut Tifatul, eksekusi terhadap Saddam seharusnya ditunda. Hal ini
untuk memberikan kesempatan Saddam membela diri.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid. Menurut
Hidayat, eksekusi mati terhadap mantan Presiden Irak Saddam Husein
(Sabtu 30/12) lalu masih jauh dari unsur keadilan karena banyak pelaku
kejahatan perang yang tidak dihukum mati.

"Saddam memang membunuh banyak orang, namun hukuman mati terhadap
dirinya sangat jauh dari unsur keadilan karena banyak penjahat perang
dalam perang di Bosnia tidak dihukum setimpal," tegas Hidayat 

Lebih lanjut Hidayat mengatakan bahwa dalam perang di Bosnia maupun
kasus invansi Amerika ke Irak terjadi banyak pembunuhan yang dilakukan
tentara Amerika dan tidak ada yang dihukum mati.(ary/mim)

Pengirim: Ningsih 
Update: 02/01/2007 Oleh: Ningsih

-------------------

http://www.republika.co.id/Online_detail.asp?id=277274&kat_id=23

Senin, 01 Januari 2007  19:32:00
Ketua MPR: Eksekusi Mati Saddam Husein Jauh dari Keadilan

Yogyakarta-RoL-- Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berpendapat eksekusi mati
terhadap mantan Presiden Irak Saddam Husein (Sabtu 30/12) lalu masih
jauh dari unsur keadilan karena banyak pelaku kejahatan perang yang
tidak dihukum mati. 

"Saddam memang membunuh banyak orang, namun hukuman mati terhadap
dirinya sangat jauh dari unsur keadilan karena banyak penjahat perang
dalam perang di Bosnia tidak dihukum setimpal," kata Hidayat Nur Wahid
pada pengajian akbar bersama Amir Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI),
Abu Bakar Baasyir di desa Candirejo, Tegaltirto, Berbah, Kabupaten
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin.
    
Di depan ratusan masyarakat yang hadir dalam pengajian tersebut, Hidayat
menyayangkan hukuman mati yang dijatuhkan terhadap Saddam Husein karena
sangat jauh dari keadilan."Dalam perang di Bosnia maupun kasus invansi
Amerika ke Irak juga terjadi banyak pembunuhan yang dilakukan tentara
Amerika dan tidak ada yang dihukum mati," katanya.
    
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengharapkan agar setiap manusia
dapat mengenal sejarah dengan baik, terutama sejarah Islam."Islam masuk
ke Indonesia tanpa kekerasan atau perang tetapi dengan misi membawa
kedamaian," katanya.
    
Ia mengatakan, perubahan dalam Islam sedikit banyak juga dipengaruhi
oleh kolonialisme Eropa ke Indonesia seperti penjajahan Inggris dan
Belanda. "Dulu masyarakat Islam tidak mengenal teror, namun pada era
kolonialisme Eropa perubahan itu mulai terjadi dan umat Islam dituduh
sebagai teroris," kata dia.
    
Lebih lanjut ia mengatakan, manusia tidak boleh terjebak sifat-sifat
pesimis maupun gundah gulana. "Perubahan waktu jangan membuat kita jauh
dari iman," kata dia. Setelah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid selesai
memberikan ceramah, giliran Abu Bakar Baasyir naik ke panggung untuk
memberikan ceramah tentang Islam. Pengajian akbar tersebut dihadiri
sekitar 150 umat Islam. antara/mim     

------------------


        
===========================================================================  
This email is confidential.  If  you are not the  addressee tell the sender  
immediately  and destroy this  email without using,  sending or storing it.  
Emails are not secure  and may suffer  errors, viruses, delay, interception  
and amendment.  The Trakindo Group of Companies do not accept liability for  
damage   caused   by   this   email   and   may   monitor   email  traffic.  
Unless expressly stated, any opinions are the sender's and are not approved  by 
 the  Trakindo  Group  of  Companies  and  this  email  is not an offer,  
solicitation,     recommendation     or    agreement    of    any     kind.  
===========================================================================  


 __________________________________________________
Bruker du Yahoo!?
Lei av spam?  Yahoo! Mail har den beste spambeskyttelsen 
http://no.mail.yahoo.com 

Kirim email ke