Numpang lewat,
 
Kalau boleh saya memberi saran, sekolah / kursus untuk pelaut sudah cukup banyak belum lagi ditambah yang di daerah seperti Jogja, Bitung, Medan dll. Namun yang perlu dipertanyakan apakah kualitasnya bagus & dapat diandalkan?
Saya sangat ragu untuk mengatakan kualitas sekolah / kursus pelaut saat ini yang ada kualitasnya bagus, sekalipun sekolah negeri seperti BPLP/STIP/BP3IP. 
 
Beberapa tempat kursus yang pernah saya ikuti, belum ada satupun yang bisa memberikan hasil maksimal sesuai dengan tujuan kursus maupun penilaian pribadi saya ( maaf ini bukan mencela / menjelekkan ), beberapa contoh yang mungkin bisa jadi masukan :
1. Hampir semua kursus yang pernah saya ikuti KORUPSI WAKTU, jadwal kursus yang misalnya 4 hari disunat jadi 2 hari dg alasan dipadatkan. Padahal kenyataanya materi yang diberikan juga tidak lengkap.
2. KWALITAS PENGAJAR yang tidak mencukupi, contoh : untuk kursus advance tanker, tenaga pengajar ada yang hanya berpengalaman sbg mualim 3 dan dikapal kecil / DWT di bwh 10.000 t. Saya tidak mengatakan kalau mualim 3 di kapal kecil tidak layak untuk jadi pengajar tapi apakah tidak bisa dicarikan tenaga pengajar yang ex master VLCC yang sudah berpengalaman 10 th lebih dan pelayaran internasional?. Kalau di Indonesia belum ada mungkin bisa undang dosen tamu dari India / Singapore dll, sehingga siswa memperoleh masukan yang maksimal.
3. Sebagian waktu kursus yang pernah saya ikuti hanya MENGHABISKAN WAKTU UNTUK BERCERITA, pengajar banyak menceritakan nostalgia waktu masih kerja dikapal, sering terucap kalau siswa sudah lebih pengalaman & lebih senior jadi pengajar malah kurang menyampaikan materi kursus tapi lebih didominasi ngobrol2 yang kurang perlu
4. Dengan banyaknya kursus, siswa calon pelaut malah jadi KORBAN. Sering sekali terlihat kelas calon pelaut kosong karena dosen lebih senang mengajar di kelas ketrampilan. Sedikit banyak hal ini tentu berpengaruh thd kualitas calon pelaut Indonesia.
5. Sudah jadi rahasia umum kalau mau lulus ujian / tingkatan tertentu harus ada DANA EKSTRA, [EMAIL PROTECTED]^&*()_+...?????????
 
Saran saya lebih baik sistim pengajaran dibenahi / diaudit secara fair demi kemajuan pelaut khususnya & dunia pendidikan Indonesia umumnya. Bukan sarana sekolah / penambahan sekolah yang diutamakan, 100 kapal latih diberikan / 100 sekolah didirikan tapi kalau man power yang ada didalamnya gak baik hanya akan menghabiskan uang negara & rakyat yang sudah menderita.
 
Kalupun akan ada penambahan sekolah lebih baik dialokasikan diluar jawa & dialihkan ke Indonesia Timur, itupun sekolah yang ada sekarang ini diaudit secara ketat, yang tidak standart segera ditutup sehingga tidak mengorbankan siswanya.
 
Sekali lagi mohon maaf, bukan saya bermaksud menuduh pihak tertentu, kalau tulisan yang saya sampaikan tidak sesuai / bertentangan dg kenyataan, anggap saja tulisan diatas tidak pernah ada.
 
hormat saya,
kokok ip  
----- Original Message -----
Sent: Friday, November 11, 2005 9:38 AM
Subject: Re: [pelaut] New poll for pelaut

To whom it may concern (yth pak Budiman ?)
 

At the moment, maritime education and training in Indonesia for various levels are sufficient in amount. It means, it is no reason for us to discuss about establishing a new school. Not this time.

 

The most crucial matter and big problem for us now is, how to ensure that STCW 95 is well implemented, so, every country have no doubt on employing Indonesian seafarers as they satisfy with Indonesian seafarer’s competencies.

 

Existing Education and Training for seafarers in Indonesia both government and non-government are too many, and their quality are mostly doubted. They need to be improved in quality instead of quantity. Like BP2IP Barombong, originally it was established to perform as “Rating school”. Nowadays BP2IP Barombong is not focusing in competencies of “Supporting Level” seafarers as they now more concern in ANT-ATT-IV and V (Operational Level).

Frankly speaking, most of private schools in Indonesia are only want to collect money from participant for they own interest instead of orientation nationally.

 

The most important thing now for us (we, who are thinking intensively for better Indonesian Seafarers in future) is try to fight for getting TRAINING SHIPS.

Ask to Mr. Isogai, how many students for all maritime E/T institutions in Japan? They have 5 training ships. We have roughly more than 5 times in amount of students compares to Japanese. We do not have even a single training ship…….?????????????

 

Intinya pak, kita sekarang ini tidak butuh tambahan sekolah, tetapi perlu membenahi mutu pendidikan dari setiap sekolahan yang sudah ada. Yang sangat kita butuhkan adalah KAPAL LATIH setidaknya seperti TS SEIUN MARU.

Maaf saya bicara idealnya. Kalau tujuannya lain saya nggak tahu…….

Wassalam

 

Capt. Hadi Supriyono, Sp.1, MM. M.Mar

HP.08155086152

                                                                                                     

 


[email protected] wrote:

Enter your vote today!  A new poll has been created for the
pelaut group:

Dengan adanya Sekolah Rating (BP2IP) di Barombong, Surabaya dan Tangerang dan rencana pembangunan dua lagi di Sorong dan Pangkalan Berandan, apakah menurut anda masih diperlukan pembangunan sekolah rating lagi ?

  o Sangat Perlu
  o Sudah cukup
  o Belum perlu utk saat ini


To vote, please visit the following web page:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/surveys?id=2026238

Note: Please do not reply to this message. Poll votes are
not collected via email. To vote, you must go to the Yahoo! Groups
web site listed above.

Thanks!








Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

JALESVEVA YAYAMAHE



SPONSORED LINKS
Bali indonesia hotel Bali indonesia Indonesia hotel
Bali indonesia vacation Bali indonesia travel


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke