kalo ngomongin reksadana mah, udah puas investor reksadana diboongin.
semua buku reksadana mengajarkan utk jgn pernah redemp. disertai
berbagai analisa statistik. gak tau bener ato gak. cuman liat kondisi
super bearish kyq gini, bener2 teori gila!diset lebih utk melindungi
kepentingan mi daripada nasabah. utk investor baru, apalagi yg bln
mengalami masa bearish, bnyk yg menelan bulet2 dan jadi korban dari
teori ini.

On 10/10/08, Agus Harimurti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Tindakan BEI menutup bursa menurut saya mirip burung onta yang memasukkan
> kepalanya ke pasir jika ada musuh....Menurut Erry Firmansyah eh ma'af maksud
> saya burung onta...jika kita tidak melihat musuh berarti tidak ada
> musuh....Jika tidak membuka bursa maka tidak ada penurunan bursa....
>
>   Keputusan itu didukung penuh oleh Ketua Bapepam (teman sekampusnya Erry)
> bahkan Sri Mulyani (juga sefakultas sama Erry) dan Sofyan Djalil (satu
> universitas sama Erry)....Biar kesannya gagah BUMN  disuruh buy back bahkan
> Mbakyu Sri berani bilang  ada dana 4T untuk buy back...
>
>   Waduh, dalam kondisi gini mau-maunya buang-buang duit untuk buy back???
> BUMN kan sudah mengatur cashflow nya sesuai business plan
> masing-masing...Kalau mereka masuk ke saham, kemudian sahamnya turun, susah
> keluar atau harus cut loss maka semua akan berantakan...Buyback (jika
> akhirnya memang dilakukan) adalah keputusan yang GAGAH tapi GOBLOK...
>
>   Jika saya jadi investor reksadana saya akan gugat Bursa karena keputusan
> menutup bursa menghalangi saya melakukan redeem pada harga yang lebih
> baik....Kalau melihat Sing, HongKong kemaren mestinya ada peluang BEI hijau
> untuk hari kemaren (meski ini dapat diperdebatkan)....Sebentar lagi pasti
> banyak pengacara yanga dapet order ....
>
>
>
>
> ---------------------------------
>   Dapatkan alamat Email baru Anda!
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

-- 
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Kirim email ke