Formulasi Harga LNG Tangguh Sangat Aneh dan Merugikan
Laurencius Simanjuntak - detikFinance
var m3_u =
(location.protocol=='https:'?'https://openx.detik.com/delivery/ajs.php':'http://openx.detik.com/delivery/ajs.php');
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("");
Jakarta - Formulasi harga LNG
Tangguh yang diteken pada masa pemerintahan Megawati dinilai sangat
aneh dan merugikan. Pemerintah harus melakukan negosiasi ulang secara
maksimal baik dari sisi tatanan maupun formulasi harganya.
Demikian
disampaikan pengamat perminyakan Kurtubi usai rapat panitia hak angket
yang berlangsung tertutup di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu
(27/8/2008). Kurtubi menjadi Ahli dalam Penyelidikan Angket BBM yang dipanggil
untuk memberikan penjelasan.
"Yang
jelas formulasi yang disetujui pemerintah Indonesia ini sangat aneh dan
merugikan. Saya sarankan untuk LNG Tangguh renegosiasi maksimal, baik
tatanan maupun formulanya dan mengacu terhadap harga minyak mentah,"
jelas Kurtubi.
Menurut Kurtubi, penjualan harga LNG Tangguh
salah satunya merupakan dampak dari UU Migas yang dinilainya harus
segera direvisi. Namun Kurtubi tidak melihat adanya penyalahgunaan
wewenang dalam masalah ini.
"Saya tidak lihat secara konkrit
seperti itu, tapi hasilnya itu yang harus dilacak kenapa begitu rendah
dari formula itu, siapa yang menerima formula itu? Siapa yang
mengusulkan formula yang merugikan ini? Jika ini dilacak maka akan
terjawab semua ini," urainya.
Kurtubi menyarankan agar kontrak LNG Tangguh dibatalkan dan dikirim ke negara
yang bersedia membayar dengan harga mahal.
"Saya
sarankan untuk dibatalkan atau diputuskan saja kontraknya, LNG Tangguh
nggak usah dikirim ke luar negeri kirim saja ke negara yang mau
membayar dengan harga yang wajar," sarannya.
Namun jika hal itu
dilakukan, kata Kurtubi, kemungkinan Indonesia harus membayar penalti
atau denda sekitar US$ 300 juta. "Lebih baik bayar sejumlah itu
daripada bangsa ini harus rugi puluhan miliar dolar selama 25 tahun
kontrak," ketusnya.
Sementara Ketua Pansus Hak Angket BBM
Zulkifli Hasan mengatakan berdasarkan pendapat para ahli, terdapat
potensi kerugian negara luar biasa besar dari penjualan LNG Tangguh
yang sedemikian murah.
"Karena ada contoh dari LNG Badak dengan
kontrak 20 dolar per mmbtu, sedangkan Tangguh ini hanya 3,2 dolar.
Rekomendasinya adalah lebih baik membayar US$ 300 juta untuk
membatalkan kontrak itu daripada rugi miliaran dolar untuk 20 tahun ke
depan," ujarnya.
Orang bodoh aje yg mau jual murah, kalau ada yg mau bayar lebih tinggi.