1. gurunya jangan satu tapi harus lebih dr satu untuk pembanding dan jgn
langsung nyebur latihan dulu lah,
2. sy kira masih ada orang yg senang berbuat baik pak, spt di milis ini yg
sdh dg suka rela berbagi ilmunya yg pada akhirnya mendatangkan cuan.
Andrew wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Untuk tau sang pengajar benar atau salah kan baru ketahuan setelah
ada aksi/tindakan (bagi yg belum ngerti/masih belajar, kecuali yg sudah
ngerti), pada saat itu kita mungkin sudah terlanjur berdarah. Siapa sih yg mau
bagi duit ke kita kecuali orang yg pernah berhutang budi dgn kita atau punya
kepentingan terhadap kita (tidak termasuk orang lain yg tidak punya hubungan
darah/perkawinan).
Pada tanggal 24/01/08, Clear Day <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
orang yg tidak mengajarkan ilmunya dg benar berarti bukan orang benar. gak
perlu kita belajar sama org semacam ini
Andrew wijaya < [EMAIL PROTECTED]> wrote: Jangan belajar dari orang yg
benar, tetapi ambil cara orang benar. Dan juga anda harus punya talenta
investasi sendiri. Bila tidak bagilah rejeki sedikit ke orang melalui
reksadana. Orang yg benar belum tentu mau membagi ilmu nya secara benar,
kecuali mungkin adan orang kepercayaannya.
Pada tanggal 24/01/08, Clear Day <[EMAIL PROTECTED] > menulis:
tapi sebelum memutuskan investasi belajar dulu yg bener ke orang yg benr juga,
dijamin hasilnya bener..
Andrew wijaya < [EMAIL PROTECTED]> wrote: Yg pasti putuskan sendiri
investasi anda. Jangan dengarkan para pialang, analis, atau ahli. Tutup telinga
anda saat berada di pasar saham, karena orang yg disebut ahli ini berbicara
demi keuntungan yg akan mereka raih tanpa memperdulikan keuntungan anda.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.