itu hasilnya = PBV ya mbah?
intangible asset-nya diitung juga kah?
jsx_consultant wrote:
>
>
> Rully,
>
> Ngitungnya harus seperti cara analis Danareksa yg pernah
> diposting di OB.
>
> Ide perhitungannya sbb:
> - Hitung hasil penjualan semua saham anak perusahaan dengan
> harga MARKET: BUMI, UNSP, ELTY dst... + anak perusahaan yg
> tidak go publik.
> - Kurangi dengan jumlah utang dan kewajiban
> - Tambah dengan piutang + cash/bank + Fixed asset
> - Akirnya didapat NILAI BERSIH
> - Harga wajar BNBR = NILAI BERSIH / Jumlah saham beredar.
>
> --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com
> <mailto:obrolan-bandar%40yahoogroups.com>, "Rully"
> <rullymainsa...@...> wrote:
> >
> > Kalau Anda percaya, aneh juga... Lha wong induknya aja ngga percaya
> nilai anak perusahaannya segitu koq!
> >
> > Kalau ada yang bisa hitung, berapa proporsi BUMI di BNBR, mestinya
> bisa lihat bahwa BUMI dari 385 ke 2000an sekarang ini mestinya
> mengangkat BNBR dari 20 ke berapa?
> >
> > Taruhlah proporsi BUMI di BNBR itu 30%. Kalau harga BUMI naik 1.600,
> artinya BNBR mesti naik 480 rupiah, tapi Yang Empunya BNBR rela
> menjual BNBR di 90an!
> >
> > aneh? Anda yang percaya BUMI harganya 3.000, itulah yang aneh,
> karena induknya aja ngga melihat harga BUMI sekian.
> >
> > Salam,
> > Oetomo Rully Susanto
> > ========================
> > "A lot of people die fighting tyranny. The least I can do is vote
> against it."
> > - Carl Icahn at Texaco annual meeting. Jan. 20, 1988
> > ========================
> >
>