http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 25 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


ORANG YANG MAU MEMPERJUANGKAN ACHEH MEMAKAI JARINGAN ROTI JALA BUATAN KUALA 
LUMPUR.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG MAU MEMPERJUANGKAN ACHEH MEMAKAI JARINGAN ROTI 
JALA BUATAN KUALA LUMPUR.

“Dia memang terkesan asal oceh, dia juga menganggap dirinya yang paling 
pintar dan paling hebat, dia juga tidak mau dikritik oleh orang lain. Merasa 
lebih tahu masalah Aceh, padahal pengetahuannya tentang masalah Aceh 
tidaklah seujung kuku jari kita.“ (Siti Maryam Ali Noordien,  
[EMAIL PROTECTED] , 25 oktober 2006 04:48:44)

Kelihatannya sdr Siti Maryam Ali Noordien yang melambungkan hasil pikirannya 
melalui server XDSLSTREAMYX milik Telekom Malaysia Berhad, Kuala Lumpur, 
Malaysia mencoba untuk memformulasikan hasil perasan pikirannya yang 
menyangkut sejarah Acheh dalam bentuk langkah awal dengan mengajukan jurus 
“Merasa lebih tahu masalah Aceh, padahal pengetahuannya tentang masalah Aceh 
tidaklah seujung kuku jari kita.“

Nah, di mimbar bebas ini kita ingin melihat, membaca dan menganalisa hasil 
perasan pikiran sdr Siti Maryam Ali Noordien yang menyangkut tentang sejarah 
Acheh yang katanya memiliki pengetahuan tentang Acheh tidak seujung kuku 
jari.

Sekarang coba dipersilahkan sdr Siti Maryam Ali Noordien untuk membeberkan 
tentang sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan 
perkembangan RI dengan disertai fakta dan bukti hukum yang kuat untuk bisa 
dijadikan sebagai dasar argumentasi bahwa Acheh dianeksasi atau dijajah oleh 
pihak RI.

Dimana nantinya setelah sdr Siti Maryam Ali Noordien menjelaskan secara 
terperinci dan sistematis serta ilmiah tentang hubungan Acheh dengan jalur 
proses pertumbuhan dan perkembangan RI kita akan mengujinya dan 
membandingkannya secara sistematis dan ilmiah apakah memang benar apa yang 
ditulis oleh  sdr Siti Maryam Ali Noordien, atau hanya sekedar angin kosong 
yang tidak mempunyai kekuatan sedikitpun guna dipakai sebagai dasar 
argumentasi fakta dan bukti hukum kuat Acheh untuk dijadikan sebagai senjata 
pembebasan Acheh.

Nah, sambil kita bersama-sama menunggu sdr Siti Maryam Ali Noordien 
mempersiapkan karya ilmiahnya tentang Acheh dihubungkan dengan jalur proses 
pertumbuhan dan perkembangan RI, kita akan mengupas lebih lanjut apa yang 
telah dinyatakan oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien dalam tanggapannya itu.

Sdr Siti Maryam Ali Noordien seterusnya menulis “Strategy Intelijen ( 
Intelijen Informasi ) yang dia gunakan selama ini adalah dengan cara 
menggunakan jembatan sejarah, terutama sejarah Aceh. Dengan mencari ruang 
lingkup ini maka dia boleh bebas berberak. Karena dia yakin, banyak 'syedara 
' kita yang tidak mempelajari sejarah.”

Nah, kelihatan disini sdr Siti Maryam Ali Noordien tidak mengerti dan tidak 
memahami apa itu yang dinamakan dengan strategy intelijen ( intelijen 
informasi )? Mengapa? Karena Sdr Siti Maryam Ali Noordien tidak memahami 
strategy intelijen ( intelijen informasi ), sehingga ketika ia membaca apa 
yang telah dikupas oleh Ahmad Sudirman yang menyangkut Acheh dihubungkan 
dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI, maka ia menganggap 
bahwa kupasan tersebut adalah merupakan strategy intelijen ( intelijen 
informasi ) yang seterusnya di-supply ke BIN di Jakarta.

Nah, itulah kesimpulan yang diambil oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien 
tentang apa yang ditulis oleh Ahmad Sudirman yang menyangkut hubungan Acheh 
dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI.

Padahal sebenarnya kalau sdr Siti Maryam Ali Noordien mengerti dan memahami 
pengertian kata-kata  strategy intelijen ( intelijen informasi ) dihubungkan 
dengan BIN, maka apa yang dibeberkan oleh Ahmad Sudirman yang menyangkut  
hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI bukan 
merupakan keuntungan bagi pihak BIN, tetapi sebaliknya, justru pihak BIN 
telah kebobolan oleh adanya pembeberan tentang hubungan Acheh dengan jalur 
proses pertumbuhan dan perkembangan RI. Atau dengan kata lain benteng 
pertahanan Acheh yang dijaga oleh pihak BIN telah bisa dirobohkan dan 
dihancurkan oleh adanya serangan yang terkumpul dalam gulungan hasil 
pemikiran yang dituangkan dalam bentuk uraian yang terarah, sistematis dan 
ilmiah yang mengandung butiran-butiran sejarah Acheh dihubungkan dengan 
jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI serta kaitannya dengan 
penganeksasian dan pendudukan yang dilakukan oleh pihak RI yang diluncurkan 
oleh Ahmad Sudirman.

Jadi, kalau memang sdr Siti Maryam Ali Noordien memiliki amunisi baru yang 
isinya menyangkut  hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan 
perkembangan RI dengan disertai fakta dan bukti hukumnya mau dilambungkan 
dimimbar bebas ini bisa jadi akan diambil oleh pihak BIN untuk dipakai 
sebagai alat memukul serangan yang dilancarkan oleh Ahmad Sudirman yang 
diarahkan ke pihak BIN tersebut.

Karena itu pihak BIN sekarang sedang menunggu-nunggu karya ilmiah sdr Siti 
Maryam Ali Noordien tentang Acheh, harap-harap karya ilmiahnya itu bisa 
memperkuat pihak BIN guna selanjutnya dipakai sebagai bahan amunisi untuk 
menyerang balik pukulan Ahmad Sudirman yang telah berhasil merobohkan 
benteng Acheh yang dibangun salah satunya oleh BIN dibawah pimpinan Syamsir 
Siregar.

Selanjutnya, kita secara bersama-sama akan mengupas apa yang dinyatakan oleh 
sdr Siti Maryam Ali Noordien ”Yang sangat kita sayangkan, ada sebahagian 
dari syedra kita, macam Pak Cik Razali Paya Bujok Lorong C - Langsa. 
Menyembah - nyembah dan manut kepadanya. Memang hal ini wajar terjadi 
memandangkan ilmu beliau juga walau  sudah tua masih dangkal dalam " sejarah 
perjuangan '" Aceh.”

Nah, Teungku Omar Puteh tidak menyembah dan manut kepada Ahmad Sudirman, 
tetapi beliau adalah memilki ilmu tentang sejarah Acheh yang luas, sehingga 
ketika Ahmad Sudirman membeberkan uraian sejarah Acheh yang terperinci, 
sistematis dan ilmiah tersebut, dengan mudah dapat dimengerti dan dipahami 
oleh Teungku Omar Puteh.

Justru, yang disayangkan adalah pihak sdr Siti Maryam Ali Noordien yang 
sampai detik sekarang ini tidak pernah sedikitpun mengupas tentang sejarah 
Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan pekembangan RI dalam 
kaitannya dengan proses penganeksasian dan pendudukan yang dijalankan oleh 
pihak RI.

Nah, justru orang-orang semodel atau se-type sdr Siti Maryam Ali Noordien 
yang katanya memiliki pengetahuan Acheh lebih besar dan lebih banyak 
dibandingkan dengan pengetahuan sejarah Acheh yang dimiliki oleh Teungku 
Omar Puteh, tetapi dalam kenyataannya tidak pernah terlihat sekalimatpun 
yang isinya mengarah kepada sejarah Acheh dan kaitannya dengan proses 
penganeksasian dan pendudukan pihak RI terhadap Acheh.

Jadi, bagi  sdr Siti Maryam Ali Noordien agar supaya tidak dikenakan dan 
dinyatakan sebagai orang yang hanya pandai berbicara yang isinya kosong, 
maka untuk membuktikan bahwa sdr Siti Maryam Ali Noordien mampu untuk 
memperjuangkan kemerdekaan Acheh melalui salah satunya senjata sejarah Acheh 
hubungannya dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI 
dipersilahkan untuk membeberkan hasil penelitian ilmiah sejarah Acheh itu, 
agar supaya kita bisa mengerti dan bisa memahami yang lebih mendalam, dan 
sekaligus Ahmad Sudirman bisa membandingkan apakah memang benar dan ada 
fakta dan bukti hukumnya atau tidak.

Kemudian juga kita secara bersama-sama akan meneliti apa yang dikatakan oleh 
sdr Siti Maryam Ali Noordien yaitu ”Kini semakin hari semakin nyata bagi 
kita, siapa sebenarnya Ahmad Sudirman ini. Kalau dulu dia dengan berbagai 
cara ini masuk dan menerobos pertahanan GAM, pada saat setelah dia berhasil 
masuk ke kubu GAM melalui 'Pak Cik' kita Razali Paya. Mulailah sang Ustad 
kita mengacaukannya dari dalam.”

Nah, disinipun kelihatan dengan jelas bahwa sdr Siti Maryam Ali Noordien 
tidak mengerti dan tidak memahami sejarah GAM di Swedia dihubungkan dengan 
Ahmad Sudirman. Mengapa ?

Karena pertama, Ahmad Sudirman tidak melakukan penerobosan kedalam 
pertahanan GAM melalui Teungku Omar Puteh. Kedua, Pimpinan Tinggi GAM telah 
mengenal Ahmad Sudirman sejak 1981 dan bukan hal yang baru tentang hal 
jalinan hubungan kemanusiaan. Ketiga, Ahmad Sudirman tidak melakukan 
tindakan pengkacauan dari dalam tubuh GAM. Keempat, Ahmad Sudirman secara 
penuh mendukung dan menyokong perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan 
Muhammad di Tiro dan Stafnya. Kelima, Ahmad Sudirman menggali, membaca, 
meneliti, memahami dan menganalisa tentang Acheh hubungannya dengan jalur 
proses pertumbuhan dan perkembangan RI dikaitkan dengan penganeksasian dan 
pendudukan pihak RI terhadap Acheh. Keenam, Ahmad Sudirman sebagai seorang 
yang melihat GAM dari luar berusaha untuk mempertahankan perjuangan GAM 
dengan melalui penulisan untuk meluruskan dan membetulkan 
tanggapan-tanggapan yang menyimpang yang dikenakan kepada GAM dibawah 
pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Seterusnya kita akan mengulit apa yang ditulis oleh sdr Siti Maryam Ali 
Noordien ”Lihat saja upaya adu domba dalam tubuh GAM yang sedang dia 
jalankan. Kali ini, sasarannya adalah Bang Bachtiar Abdullah dan Bang 
Munawar Liza. Dia sedang menggalang opini untuk mengadu domba antara Elit 
muda GAm dengan Elit tua. Dia akan merasa puas kalau sekiranya GAM itu telah 
tercerai berai.”

Nah disinipun sdr Siti Maryam Ali Noordien ketika menuliskan hasil 
pikirannya itu isinya hanya berupapa gumpalan-gumpalan buih yang kosong dan 
hampa saja. Mengapa ?

Karena, kalau Ahmad Sudirman mengupas dan menulis tentang saudara 
Munawarliza Zein dan saudara Bakhtiar Abdullah dihubungkan dengan masalah 
top-down dan buttom-up yang berkaitan dengan demokrasi model partai Sosial 
Demokrat Swedia dengan Olof Palme Center-nya dan dihubungkan dengan GAM, 
memang benar fakta dan bukti hukumnya. Coba saja teliti yang dilakukan oleh 
saudara Munawarliza Zein dan saudara Bakhtiar Abdullah ketika 
mengaflikasikan istilah buttom-up dalam bentuk penentangan dan pembangkangan 
terhadap Pimpinan Tinggi GAM melalui cara penggunaan lembaga atau institusi 
KPA secara resmi bersama saudara Sofyan Dawood untuk dijadikan alat 
menyokong saudara Irwandi Yusuf dan saudara Muhammad Nazar sebagai calon 
Kepala dan Wakil kepala Pemerintahan Acheh tanpa mendapat persetujuan hukum 
dari pihak Pimpinan Tinggi GAM. Dimana fakta dan bukti ini adalah sudah 
menjadi umum, dimuat di berbagai media massa.

Jadi, sekarang kalau Ahmad Sudirman menulis masalah yang menyangkut saudara 
Munawarliza Zein dan saudara Bakhtiar Abdullah dihubungkan dengan masalah 
top-down dan buttom-up yang berkaitan dengan demokrasi model partai Sosial 
Demokrat Swedia dengan Olof Palme Center-nya dan dihubungkan dengan GAM 
adalah bukan merupakan usaha Ahmad Sudirman untuk mengadu domba antara elit 
muda GAM dengan elit tua GAM sebagaimana yang dinyatakan oleh sdr Siti 
Maryam Ali Noordien.

Terakhir, saran Ahmad Sudirman kepada sdr Siti Maryam Ali Noordien yaitu 
sebelum memberikan tanggapan, maka terlebih dahulu harus dipelajari, 
diteliti, dianalisa dan dipahami apa yang telah dilambungkan oleh Ahmad 
Sudirman itu, karena kalau tidak tidak, maka akan jatuh kedalam jurang. 
Contohnya seperti tanggapan dan analisa sdr Siti Maryam Ali Noordien 
sekarang ini. Kan hasilnya nihil, dimana maksud dan tujuan dari sdr Siti 
Maryam Ali Noordien ingin mendapatkan sokongan dan pengertian dari pembaca 
di mimbar bebas ini, tetapi akhirnya hanyalah sokongan angin saja. Karena 
memang tanggapan sdr Siti Maryam Ali Noordien adalah tidak lebih dan tidak 
kurang hanyalah gumpalan asap yang keluar dari hutan yang terbakar saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Received: from [60.48.101.141] by web33014.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Tue, 
24 Oct 2006 19:48:44 PDT
Från:  Siti Maryam Ali Noordien [EMAIL PROTECTED]
Return address: [email protected]
Date: 25 oktober 2006 04:48:44
To: [email protected]
Subject: Re: «PPDi» DEMOKRASI-IMPORT MADE IN SOSIAL DEMOKTRAT SWEDEN TIDAK 
AKAN BERJALAN KALAU TIDAK

Rekan - rekan seperjuangan ;

Sudah beberapa kali saya ingatkan kepada rekan - rekan, kalau bisa jangan 
coba - coba untuk mendekati Achmad Sudirman. Ustad kita yang satu ini sudah 
lama terindentifikasi virus " anjing gila ". Jadi sekiranya rekan - rekan 
tidak ingin terkontaminasi dengan penyakit " sawannya " yang suka " 
menggonggong " siapa saja yang lewat. Bahkan terkadang gunung juga di " 
droih " sama beliau. Juga tak kira majikannya sekalipun.

Selama ini banyak pihak yang melayan " ocehan dan gonggongannya " yang 
ngalur ngidul tanpa arah. Sehingga, semakin kita layan, semakin banyak 
informasi yang keluar dari pihak kita ( Bangsa Aceh ), yang seterusnya dia 
Supply ke BIN di Jakarta.  Dia memang terkesan asal oceh, dia juga 
menganggap dirinya yang paling pintar dan dan paling hebat, dia juga tidak 
mau dikritik oleh orang lain. Merasa lebih tahu masalah Aceh, padahal 
penetahuannya tentang masalah Aceh tidaklah seujung kuku jari kita.

Strategy Intelijen ( Intelijen Informasi ) yang dia gunakan selama ini 
adalah dengan cara menggunakan jembatan sejarah, terutama sejarah Aceh. 
Dengan mencari ruang lingkup ini maka dia boleh bebas berberak. Karena dia 
yakin, banyak 'syedara ' kita yang tidak mempelajari sejarah. Yang sangat 
kita sayangkan, ada sebahagian dari syedra kita, macam Pak Cik Razali Paya 
Bujok Lorong C - Langsa. Menyembah - nyembah dan manut kepadanya. Memang hal 
ini wajar terjadi memandangkan ilmu beliau juga walau  sudah tua masih 
dangkal dalam " sejarah perjuangan '" Aceh.

Kini semakin hari semakin nyata bagi kita, siapa sebenarnya Ahmad Sudirman 
ini. Kalau dulu dia dengan berbagai cara ini masuk dan menerobos pertahanan 
GAM, pada saat setelah dia berhasil masuk ke kubu GAM melalui 'Pak Cik' kita 
Razali Paya. Mulailah sang Ustad kita mengacaukannya dari dalam.

Lihat saja upaya adu domba dalam tubuh GAM yang sedang dia jalankan. Kali 
ini, sasarannya adalah Bang Bachtiar Abdullah dan Bang Munawar Liza. Dia 
sedang menggalang opini untuk mengadu domba antara Elit muda GAm dengan Elit 
tua. Dia akan merasa puas kalau sekiranya GAM itu telah tercerai berai.

Kepada rekan - rekan ada baiknya berhati - hati, mari kita satukan langkah 
untuk menghancurkan musuh bangsa. Kepalkan tangan, teriakkan kata " Allhu 
Akbar, Merdeka...!!! " Hancurlah Indonesia....!!!

Saya yakin kali ini si manusia busuk ini pasti akan berikan komen banyak 
dengan tulisan saya ini. Kalau perlu dia akan memaki alias menggongong kita. 
Karena dia sangat takut kalau ada pihak yang ingin membocorkan rahasia dan 
strategy busuknya.

Akhir kata salam kompak kepada rekan - rekan seperjuangan.
MERDEKA.

Siti
----------


From: Siti Maryam Ali Noordien <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [email protected]
To: [email protected]
Subject: Re: «PPDi» DEMOKRASI-IMPORT MADE IN SOSIAL DEMOKTRAT SWEDEN TIDAK 
AKAN BERJALAN KALAU TIDAK
Date: Tue, 24 Oct 2006 19:48:44 -0700 (PDT)
MIME-Version: 1.0
X-Originating-IP: 209.191.69.129
X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
Received: from n15a.bullet.scd.yahoo.com ([66.94.237.32]) by 
bay0-mc2-f12.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Tue, 24 
Oct 2006 19:57:43 -0700
Received: from [66.218.66.58] by n15.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 25 Oct 
2006 02:56:47 -0000
Received: from [66.218.66.27] by t7.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 25 Oct 
2006 02:56:47 -0000
Received: (qmail 12733 invoked from network); 25 Oct 2006 02:48:55 -0000
Received: from unknown (66.218.67.33)  by m21.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 
25 Oct 2006 02:48:55 -0000
Received: from unknown (HELO web33014.mail.mud.yahoo.com) (209.191.69.129)  
by mta7.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 25 Oct 2006 02:48:45 -0000
Received: (qmail 90632 invoked by uid 60001); 25 Oct 2006 02:48:44 -0000
Received: from [60.48.101.141] by web33014.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Tue, 
24 Oct 2006 19:48:44 PDT
X-Message-Info: LsUYwwHHNt3660MmjhEvYg2f34OAemlKtU9j2Z7TuGo=
Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; 
d=yahoogroups.com;b=VP1KF12hProvvRxtyVAorbkYcS8dVkT+2RGz5v2bgpqlLX6M2iNBcivrvX7fpIvRKwvjVGAhyfVVNrFGJNgNvge/3hY7hOhpE7YC6ucPQecirqU0MVO36/GoV2xfJwfe;
X-Yahoo-Newman-Id: 2530892-m15459
X-Apparently-To: [email protected]
X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
X-Yahoo-Profile: sitimaryam_acheh
Mailing-List: list [email protected]; contact [EMAIL PROTECTED]
Delivered-To: mailing list [email protected]
List-Id: <PPDi.yahoogroups.com>
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
X-Yahoo-Newman-Property:groups-email-trad
Return-Path: 
[EMAIL PROTECTED]
X-OriginalArrivalTime: 25 Oct 2006 02:57:43.0034 (UTC) 
FILETIME=[5742DDA0:01C6F7E1]

Rekan - rekan seperjuangan ;

   Sudah beberapa kali saya ingatkan kepada rekan - rekan, kalau bisa jangan 
coba - coba untuk mendekati Achmad Sudirman. Ustad kita yang satu ini sudah 
lama terindentifikasi virus " anjing gila ". Jadi sekiranya rekan - rekan 
tidak ingin terkontaminasi dengan penyakit " sawannya " yang suka " 
menggonggong " siapa saja yang lewat. Bahkan terkadang gunung juga di " 
droih " sama beliau. Juga tak kira majikannya sekalipun.

   Selama ini banyak pihak yang melayan " ocehan dan gonggongannya " yang 
ngalur ngidul tanpa arah. Sehingga, semakin kita layan, semakin banyak 
informasi yang keluar dari pihak kita ( Bangsa Aceh ), yang seterusnya dia 
Supply ke BIN di Jakarta.  Dia memang terkesan asal oceh, dia juga 
menganggap dirinya yang paling pintar dan dan paling hebat, dia juga tidak 
mau dikritik oleh orang lain. Merasa lebih tahu masalah Aceh, padahal 
penetahuannya tentang masalah Aceh tidaklah seujung kuku jari kita.

   Strategy Intelijen ( Intelijen Informasi ) yang dia gunakan selama ini 
adalah dengan cara menggunakan jembatan sejarah, terutama sejarah Aceh. 
Dengan mencari ruang lingkup ini maka dia boleh bebas berberak. Karena dia 
yakin, banyak 'syedara ' kita yang tidak mempelajari sejarah. Yang sangat 
kita sayangkan, ada sebahagian dari syedra kita, macam Pak Cik Razali Paya 
Bujok Lorong C - Langsa. Menyembah - nyembah dan manut kepadanya. Memang hal 
ini wajar terjadi memandangkan ilmu beliau juga walau  sudah tua masih 
dangkal dalam " sejarah perjuangan '" Aceh.

   Kini semakin hari semakin nyata bagi kita, siapa sebenarnya Ahmad 
Sudirman ini.
   Kalau dulu dia dengan berbagai cara ini masuk dan menerobos pertahanan 
GAM, pada saat setelah dia berhasil masuk ke kubu GAM melalui 'Pak Cik' kita 
Razali Paya. Mulailah sang Ustad kita mengacaukannya dari dalam.

   Lihat saja upaya adu domba dalam tubuh GAM yang sedang dia jalankan.
   Kali ini, sasarannya adalah Bang Bachtiar Abdullah dan Bang Munawar Liza.
   Dia sedang menggalang opini untuk mengadu domba antara Elit muda GAm 
dengan Elit tua. Dia akan merasa puas kalau sekiranya GAM itu telah tercerai 
berai.

   Kepada rekan - rekan ada baiknya berhati - hati, mari kita satukan 
langkah untuk menghancurkan musuh bangsa. Kepalkan tangan, teriakkan kata " 
Allhu Akbar, Merdeka...!!! " Hancurlah Indonesia....!!!

   Saya yakin kali ini si manusia busuk ini pasti akan berikan komen banyak 
dengan tulisan saya ini. Kalau perlu dia akan memaki alias menggongong kita. 
Karena dia sangat takut kalau ada pihak yang ingin membocorkan rahasia dan 
strategy busuknya.


   Akhir kata salam kompak kepada rekan - rekan seperjuangan

   MERDEKA

   Siti

   ================================================================

Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
           http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 24 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

DEMOKRASI-IMPORT MADE IN SOSIAL DEMOKTRAT SWEDEN TIDAK AKAN BERJALAN KALAU
TIDAK SESUAI DENGAN ACHEH DAN GAM.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

SEKILAS MENYOROT DEMOKRASI-IMPORT MADE IN SOSIAL DEMOKRAT SWEDEN YANG
DICOBAKAN UNTUK DITERAPKAN DI ACHEH MELALUI ORANG-ORANG YANG TIDAK
MENGETAHUI KARATERISTIK ORANG-ORANG SWEDIA.

Ketika pada tahun 1887 rakyat di Swedia disibukkan dengan pemilihan umum
untuk parlemen, ternyata banyak aktifis yang berasal dari negara luar yang
tinggal dan hidup di Swedia memilih dan masuk kedalam partai yang berkuasa
pada waktu itu, yaitu partai politik Sosial Demokrat. Karena kalau memilih
partai yang berkuasa dalam pemilihan umum, kemudian partai tersebut terpilih
kembali, maka mereka yang masuk kedalamnya akan ikut juga dari belakang
berkuasa dalam berbagai bidang.

Tetapi, sebaliknya Ahmad Sudirma pada waktu itu tidak masuk kedalam partai
Sosial Demokrat yang berkuasa, melainkan masuk kedalam partai oposisi, yaitu
partai Moderat, yang waktu itu dipimpin oleh Carl Bild, sekarang Menteri
Luar Negeri Swedia.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah mengapa Ahmad Sudirman memilih
partai politik Moderat, bukan partai Sosial Demokrat yang merupakan partai
yang berkuasa?

Karena, Ahmah Sudirman ingin mengetahui dimana letak positiv dan negativnya
partai Sosial Demokrat yang berkuasa itu dilihat dari sudut partai oposisi,
yaitu partai Moderat. Nah, dengan mempergunakan kacamata partai oposisi
Moderat inilah Ahmad Sudirman salah satunya bisa melihat sejauh mana partai
Sosial Demokrat itu menjalankan taktik dan strateginya juga sejauh mana
menerapkan demokrasi yang digembar-gemborkannya itu. Selama 9 tahun Ahmad
Sudirman berkecimpung dalam partai politik Moderat dan sekaligus mempelajari
taktik dan strategi yang dijalankan oleh partai Sosial Demokrat ketika
mereka berkuasa.

Dalam pemilihan umum tahun 1987, memang partai Sosial Demokrat keluar
sebagai pemenang. Nah, dari saat itulah Ahmad Sudirman bergerak meneliti,
mempelajari dan mendalami taktik dan strategi dalam kebijaksanaan politik
yang dijalankan oleh partai Sosial Demokrat dengan mempergunakan kacamata
partai politik Moderat. Dalam pemilihan umum tahun 1991, ternyata partai
Sosial Demokrat kalah, yang keluar sebagai pemenang adalah partai Moderat
bersama dengan partai Tengah (Center Parti) dan Partai Rakyat (Folk Parti).

Nah ketika partai Moderat memegang kekuasaan dibawah Perdana Menteri Carl
Bild, kemudian Ahmad Sudirman bisa mempelajari langsung dari dalam partai
bagaimana taktik dan strategi dalam menjalankan kebijaksanaan politik yang
diterapkan oleh partai Moderat.

Selanjutnya dalam pemilihan umum tahun 1994, 1998 dan tahun 2002 kembali
partai Sosial Demokrat menguasai gelanggang kekuasaan di Swedia. Tetapi
dalam pemilihan umum tahun 2006 bulan lalu, kembali partai Moderat dan
aliansinya meraih kembali kekuasaan.

Sekarang, selama 9 tahun, dari tahun 1987 sampai tahun 1996 Ahmad Sudirman
berkecimpung dalam partai politik Moderat. Selama 9 tahun itu sedikitnya
sudah banyak asam garam yang menyangkut perpolitikan yang berlangsung di
Swedia termakan oleh Ahmad Sudirman.

Nah, ketika partai Sosial Demokrat kehilangan Olof Palme pada tanggal 28
Februari 1986 karena dibunuh, maka Partai politik Sosial Demokrat dan
keluarga Olof Palme mendirikan The Olof Palme Memorial Fund for
International Understanding and Common Security. Juga Partai politik Sosial
Demokrat mendirikan Olof Palme Center yang sekarang dipimpin oleh Sekretaris
General Viola Furubjelke yang dibantu diantaranya oleh Birgitta Silen
sebagai Kepala Bantuan dan Jan Hodann sebagai Pembantu Pengembangan
Kerjasama di Asia dan Kuba. Olof Palme Center ini ikut banyak membantu
perkembangan di negara-negara Asia dan Afrika serta di Amerika Latin.

Nah, tujuan Olof Palme Center ini adalah untuk mendukung atau menyokong
pembentukan partai politik di negara-negara yang dibantunya. Tentu saja
dengan ideologi Sosial Demokrat-nya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Sekarang, selama 9 tahun Ahmad Sudirman mempelajari taktik dan strategi
partai politik Sosial Demokrat dalam menjalankan kebijaksanaan politik yang
didasarkan pada ideologi sosial demokrat-nya, maka ditemukan salah satunya
adalah yang namanya demokrasi tidak diterapkan sepenuhnya dalam partai
politik Sosial Demokrat. Mengapa ?

Karena yang menyetir dan mengontrol partai politik Sosial Demokrat adalah
hanya segelintir para elit Sosial Demokrat. Kelompok kecil yang mempunyai
jaringan kuat dalam tubuh partai yang sulit untuk ditembus. Mereka kelompok
elit yang duduk dipuncak singgasana partai politik Sosial demokrat inilah
yang menentukan arah perjuangan dan kebiajksanaan politik yang akan
dijalankan dan diterapkan di Swedia. Walaupun ada Kongres Partai, tetapi
tink-tank-nya ada dan duduk disinggasana kursi tertinggi elit politik Sosial
Demokrat yang mengerumuni Göran Persson.

Jadi kalau Olof Palme Center memberikan pendidikan tentang masalah
demokrasi, sebenarnya adalah demokrasi model partai Sosial Demokrat yang
diajarkannya itu. Kemudian kalau Olof Palme Center memberikan pendidikan
demokrasi dan bagaimana membangun partai politik model partai politik Sosial
Demokrat untuk diterapkan misalnya di Acheh, maka hasilnya akan nihil
apabila orang-orang yang menjalankan patai politik made in Sosial Demokrat
ini tidak mengetahui bagaimana karakteristik orang-orang Swedia yang duduk
diatas singgasana kursi elit partai politik Sosial Demokrat di Swedia.

Nah sekarang, misalnya kalau ada orang-orang Acheh yang telah dididik
masalah demokrasi dan bagaimana membentuk partai politik gaya dan model
partai politik Sosial Demokrat Swedia, tanpa mempelajari dan memahami
karakteristik orang-orang Swedia yang duduk diatas singgasana kursi elit
partai politik Sosial Demokrat di Swedia, kemudian orang-orang Acheh
tersebut berbicara buttom-up model gaya Sosial Demokrat Swedia, seperti yang
pernah dikemukakan oleh saudara Munawarliza Zein yang menyatakan ”Sekarang
yang sangat indah dalam tubuh GAM bahwa sistem telah berubah. Kalau dulu
banyak top-down, sekarang pasca MoU, buttom-up. Kita mengelola aspirasi dari
rakyat di bawah. Dan ini telah berjalan dengan baik.” (Munawarliza Zein,
[EMAIL PROTECTED] , Sat, 26 Aug 2006 18:09:00 -0700 (PDT)). Maka model dan
gaya partai politik Sosial Demokrat melalui Olof Palme Center ini yang
menyangkut demokrasi gaya Sosial demokrat tidak dimengerti dan tidak
dipahami oleh saudara Munawarliza Zein. Mengapa ?

Karena saudara Munawarliza Zein berpikir bahwa gaya dan model demokrasi
Sosial Demokrat-nya Olof Palme Center dengan taktik buttom-up direalisasikan
dalam bentuk penentangan dan pembangkangan terhadap Pimpinan Tinggi GAM
melalui pendukungan penuh resmi memakai KPA bersama saudara Sofyan Daud dan
saudara Bakhtiar Abdullah kepada calon Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah
Acheh saudara Irwandi Yusuf dan saudara Muhammad Nazar tanpa mendapat restu
dan izin dari Pimpinan Tinggi GAM.

Nah gaya taktik buttom-up yang diterapkan oleh saudara Munawarliza Zein cs
ternyata tidak seperti yang diterapkan oleh para elit politik Sosial
Demokrat Swedia. Dimana dalam partai politik Sosial Demokrat Swedia tidak
ada itu istilah buttom-up seperti yang dijalankan oleh saudara Munawarliza
Zein cs terhadap Pimpinan Tinggi GAM. Yang ada adalah penyetiran dari elit
politik Sosial Demokrat dari atas ke bawah. Walaupun dalam kertas ditulis
inilah demokrasi gaya Sosial Demokrat.

Apalagi kalau ada orang-orang disekitar saudara Munawarliza Zein cs
membentuk kelompok tersendiri yang mempunyai link langsung kepada Olof Palme
Center untuk keuntungan kelompoknya, dengan alasan inilah gaya taktik
demokrasi buttom-up yang diajarkan oleh orang-orang dari Olof Palme Center.
Pimpinan Tinggi dan Pimpinan Tertinggi GAM dibawah Teungku Hasan Muhammad di
Tiro sudah dianggap tiada dan dianggap enteng, yang ada adalah demokrasi
dengan gaya tarian buttom-up hasil ciptaan Olof Palme Center dengan partai
politik Sosial Demokrat-nya.

Nah, saudara Munawarliza Zein cs termasuk saudara Bakhtiar Abdullah inilah
yang tidak mengerti dan tidak memahami karakteristik orang-orang elit dari
partai politik Sosial Demokrat Swedia ketika menjalankan demokrasi gaya
Sosial Demokrat-nya di Swedia.

Terakhir, jadi kalau Ahmad Sudirman membaca, memperhatikan dan menganalisa
apa itu demokrasi gaya Sosial Demokrat Swedia, maka tidak ada bedanya dengan
gaya tarian top-down. Tetapi, diartikan oleh saudara Munawarliza Zein cs
termasuk saudara Bakhtiar Abdullah dengan istilah tarian buttom-up, yang
akhirnya ternyata dalam pelaksanaannya demokrasi dalam tubuh GAM yang salah
kaprah.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

__________________________________________________________
Dags att flytta till större? http://sokbostad.msn.se






---------------------------------
Do you Yahoo!?
  Everyone is raving about the  all-new Yahoo! Mail.

_________________________________________________________________
Gör karriär! http://monster.msn.se/



Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke