http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 25 Oktober 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. ORANG YANG MAU MEMPERJUANGKAN ACHEH MEMAKAI JARINGAN ROTI JALA BUATAN KUALA LUMPUR. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG MAU MEMPERJUANGKAN ACHEH MEMAKAI JARINGAN ROTI JALA BUATAN KUALA LUMPUR. Dia memang terkesan asal oceh, dia juga menganggap dirinya yang paling pintar dan paling hebat, dia juga tidak mau dikritik oleh orang lain. Merasa lebih tahu masalah Aceh, padahal pengetahuannya tentang masalah Aceh tidaklah seujung kuku jari kita. (Siti Maryam Ali Noordien, [EMAIL PROTECTED] , 25 oktober 2006 04:48:44) Kelihatannya sdr Siti Maryam Ali Noordien yang melambungkan hasil pikirannya melalui server XDSLSTREAMYX milik Telekom Malaysia Berhad, Kuala Lumpur, Malaysia mencoba untuk memformulasikan hasil perasan pikirannya yang menyangkut sejarah Acheh dalam bentuk langkah awal dengan mengajukan jurus Merasa lebih tahu masalah Aceh, padahal pengetahuannya tentang masalah Aceh tidaklah seujung kuku jari kita. Nah, di mimbar bebas ini kita ingin melihat, membaca dan menganalisa hasil perasan pikiran sdr Siti Maryam Ali Noordien yang menyangkut tentang sejarah Acheh yang katanya memiliki pengetahuan tentang Acheh tidak seujung kuku jari. Sekarang coba dipersilahkan sdr Siti Maryam Ali Noordien untuk membeberkan tentang sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dengan disertai fakta dan bukti hukum yang kuat untuk bisa dijadikan sebagai dasar argumentasi bahwa Acheh dianeksasi atau dijajah oleh pihak RI. Dimana nantinya setelah sdr Siti Maryam Ali Noordien menjelaskan secara terperinci dan sistematis serta ilmiah tentang hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI kita akan mengujinya dan membandingkannya secara sistematis dan ilmiah apakah memang benar apa yang ditulis oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien, atau hanya sekedar angin kosong yang tidak mempunyai kekuatan sedikitpun guna dipakai sebagai dasar argumentasi fakta dan bukti hukum kuat Acheh untuk dijadikan sebagai senjata pembebasan Acheh. Nah, sambil kita bersama-sama menunggu sdr Siti Maryam Ali Noordien mempersiapkan karya ilmiahnya tentang Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI, kita akan mengupas lebih lanjut apa yang telah dinyatakan oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien dalam tanggapannya itu. Sdr Siti Maryam Ali Noordien seterusnya menulis Strategy Intelijen ( Intelijen Informasi ) yang dia gunakan selama ini adalah dengan cara menggunakan jembatan sejarah, terutama sejarah Aceh. Dengan mencari ruang lingkup ini maka dia boleh bebas berberak. Karena dia yakin, banyak 'syedara ' kita yang tidak mempelajari sejarah. Nah, kelihatan disini sdr Siti Maryam Ali Noordien tidak mengerti dan tidak memahami apa itu yang dinamakan dengan strategy intelijen ( intelijen informasi )? Mengapa? Karena Sdr Siti Maryam Ali Noordien tidak memahami strategy intelijen ( intelijen informasi ), sehingga ketika ia membaca apa yang telah dikupas oleh Ahmad Sudirman yang menyangkut Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI, maka ia menganggap bahwa kupasan tersebut adalah merupakan strategy intelijen ( intelijen informasi ) yang seterusnya di-supply ke BIN di Jakarta. Nah, itulah kesimpulan yang diambil oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien tentang apa yang ditulis oleh Ahmad Sudirman yang menyangkut hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI. Padahal sebenarnya kalau sdr Siti Maryam Ali Noordien mengerti dan memahami pengertian kata-kata strategy intelijen ( intelijen informasi ) dihubungkan dengan BIN, maka apa yang dibeberkan oleh Ahmad Sudirman yang menyangkut hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI bukan merupakan keuntungan bagi pihak BIN, tetapi sebaliknya, justru pihak BIN telah kebobolan oleh adanya pembeberan tentang hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI. Atau dengan kata lain benteng pertahanan Acheh yang dijaga oleh pihak BIN telah bisa dirobohkan dan dihancurkan oleh adanya serangan yang terkumpul dalam gulungan hasil pemikiran yang dituangkan dalam bentuk uraian yang terarah, sistematis dan ilmiah yang mengandung butiran-butiran sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI serta kaitannya dengan penganeksasian dan pendudukan yang dilakukan oleh pihak RI yang diluncurkan oleh Ahmad Sudirman. Jadi, kalau memang sdr Siti Maryam Ali Noordien memiliki amunisi baru yang isinya menyangkut hubungan Acheh dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dengan disertai fakta dan bukti hukumnya mau dilambungkan dimimbar bebas ini bisa jadi akan diambil oleh pihak BIN untuk dipakai sebagai alat memukul serangan yang dilancarkan oleh Ahmad Sudirman yang diarahkan ke pihak BIN tersebut. Karena itu pihak BIN sekarang sedang menunggu-nunggu karya ilmiah sdr Siti Maryam Ali Noordien tentang Acheh, harap-harap karya ilmiahnya itu bisa memperkuat pihak BIN guna selanjutnya dipakai sebagai bahan amunisi untuk menyerang balik pukulan Ahmad Sudirman yang telah berhasil merobohkan benteng Acheh yang dibangun salah satunya oleh BIN dibawah pimpinan Syamsir Siregar. Selanjutnya, kita secara bersama-sama akan mengupas apa yang dinyatakan oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien Yang sangat kita sayangkan, ada sebahagian dari syedra kita, macam Pak Cik Razali Paya Bujok Lorong C - Langsa. Menyembah - nyembah dan manut kepadanya. Memang hal ini wajar terjadi memandangkan ilmu beliau juga walau sudah tua masih dangkal dalam " sejarah perjuangan '" Aceh. Nah, Teungku Omar Puteh tidak menyembah dan manut kepada Ahmad Sudirman, tetapi beliau adalah memilki ilmu tentang sejarah Acheh yang luas, sehingga ketika Ahmad Sudirman membeberkan uraian sejarah Acheh yang terperinci, sistematis dan ilmiah tersebut, dengan mudah dapat dimengerti dan dipahami oleh Teungku Omar Puteh. Justru, yang disayangkan adalah pihak sdr Siti Maryam Ali Noordien yang sampai detik sekarang ini tidak pernah sedikitpun mengupas tentang sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan pekembangan RI dalam kaitannya dengan proses penganeksasian dan pendudukan yang dijalankan oleh pihak RI. Nah, justru orang-orang semodel atau se-type sdr Siti Maryam Ali Noordien yang katanya memiliki pengetahuan Acheh lebih besar dan lebih banyak dibandingkan dengan pengetahuan sejarah Acheh yang dimiliki oleh Teungku Omar Puteh, tetapi dalam kenyataannya tidak pernah terlihat sekalimatpun yang isinya mengarah kepada sejarah Acheh dan kaitannya dengan proses penganeksasian dan pendudukan pihak RI terhadap Acheh. Jadi, bagi sdr Siti Maryam Ali Noordien agar supaya tidak dikenakan dan dinyatakan sebagai orang yang hanya pandai berbicara yang isinya kosong, maka untuk membuktikan bahwa sdr Siti Maryam Ali Noordien mampu untuk memperjuangkan kemerdekaan Acheh melalui salah satunya senjata sejarah Acheh hubungannya dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dipersilahkan untuk membeberkan hasil penelitian ilmiah sejarah Acheh itu, agar supaya kita bisa mengerti dan bisa memahami yang lebih mendalam, dan sekaligus Ahmad Sudirman bisa membandingkan apakah memang benar dan ada fakta dan bukti hukumnya atau tidak. Kemudian juga kita secara bersama-sama akan meneliti apa yang dikatakan oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien yaitu Kini semakin hari semakin nyata bagi kita, siapa sebenarnya Ahmad Sudirman ini. Kalau dulu dia dengan berbagai cara ini masuk dan menerobos pertahanan GAM, pada saat setelah dia berhasil masuk ke kubu GAM melalui 'Pak Cik' kita Razali Paya. Mulailah sang Ustad kita mengacaukannya dari dalam. Nah, disinipun kelihatan dengan jelas bahwa sdr Siti Maryam Ali Noordien tidak mengerti dan tidak memahami sejarah GAM di Swedia dihubungkan dengan Ahmad Sudirman. Mengapa ? Karena pertama, Ahmad Sudirman tidak melakukan penerobosan kedalam pertahanan GAM melalui Teungku Omar Puteh. Kedua, Pimpinan Tinggi GAM telah mengenal Ahmad Sudirman sejak 1981 dan bukan hal yang baru tentang hal jalinan hubungan kemanusiaan. Ketiga, Ahmad Sudirman tidak melakukan tindakan pengkacauan dari dalam tubuh GAM. Keempat, Ahmad Sudirman secara penuh mendukung dan menyokong perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya. Kelima, Ahmad Sudirman menggali, membaca, meneliti, memahami dan menganalisa tentang Acheh hubungannya dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dikaitkan dengan penganeksasian dan pendudukan pihak RI terhadap Acheh. Keenam, Ahmad Sudirman sebagai seorang yang melihat GAM dari luar berusaha untuk mempertahankan perjuangan GAM dengan melalui penulisan untuk meluruskan dan membetulkan tanggapan-tanggapan yang menyimpang yang dikenakan kepada GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Seterusnya kita akan mengulit apa yang ditulis oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien Lihat saja upaya adu domba dalam tubuh GAM yang sedang dia jalankan. Kali ini, sasarannya adalah Bang Bachtiar Abdullah dan Bang Munawar Liza. Dia sedang menggalang opini untuk mengadu domba antara Elit muda GAm dengan Elit tua. Dia akan merasa puas kalau sekiranya GAM itu telah tercerai berai. Nah disinipun sdr Siti Maryam Ali Noordien ketika menuliskan hasil pikirannya itu isinya hanya berupapa gumpalan-gumpalan buih yang kosong dan hampa saja. Mengapa ? Karena, kalau Ahmad Sudirman mengupas dan menulis tentang saudara Munawarliza Zein dan saudara Bakhtiar Abdullah dihubungkan dengan masalah top-down dan buttom-up yang berkaitan dengan demokrasi model partai Sosial Demokrat Swedia dengan Olof Palme Center-nya dan dihubungkan dengan GAM, memang benar fakta dan bukti hukumnya. Coba saja teliti yang dilakukan oleh saudara Munawarliza Zein dan saudara Bakhtiar Abdullah ketika mengaflikasikan istilah buttom-up dalam bentuk penentangan dan pembangkangan terhadap Pimpinan Tinggi GAM melalui cara penggunaan lembaga atau institusi KPA secara resmi bersama saudara Sofyan Dawood untuk dijadikan alat menyokong saudara Irwandi Yusuf dan saudara Muhammad Nazar sebagai calon Kepala dan Wakil kepala Pemerintahan Acheh tanpa mendapat persetujuan hukum dari pihak Pimpinan Tinggi GAM. Dimana fakta dan bukti ini adalah sudah menjadi umum, dimuat di berbagai media massa. Jadi, sekarang kalau Ahmad Sudirman menulis masalah yang menyangkut saudara Munawarliza Zein dan saudara Bakhtiar Abdullah dihubungkan dengan masalah top-down dan buttom-up yang berkaitan dengan demokrasi model partai Sosial Demokrat Swedia dengan Olof Palme Center-nya dan dihubungkan dengan GAM adalah bukan merupakan usaha Ahmad Sudirman untuk mengadu domba antara elit muda GAM dengan elit tua GAM sebagaimana yang dinyatakan oleh sdr Siti Maryam Ali Noordien. Terakhir, saran Ahmad Sudirman kepada sdr Siti Maryam Ali Noordien yaitu sebelum memberikan tanggapan, maka terlebih dahulu harus dipelajari, diteliti, dianalisa dan dipahami apa yang telah dilambungkan oleh Ahmad Sudirman itu, karena kalau tidak tidak, maka akan jatuh kedalam jurang. Contohnya seperti tanggapan dan analisa sdr Siti Maryam Ali Noordien sekarang ini. Kan hasilnya nihil, dimana maksud dan tujuan dari sdr Siti Maryam Ali Noordien ingin mendapatkan sokongan dan pengertian dari pembaca di mimbar bebas ini, tetapi akhirnya hanyalah sokongan angin saja. Karena memang tanggapan sdr Siti Maryam Ali Noordien adalah tidak lebih dan tidak kurang hanyalah gumpalan asap yang keluar dari hutan yang terbakar saja. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- Received: from [60.48.101.141] by web33014.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Tue, 24 Oct 2006 19:48:44 PDT Från: Siti Maryam Ali Noordien [EMAIL PROTECTED] Return address: [email protected] Date: 25 oktober 2006 04:48:44 To: [email protected] Subject: Re: «PPDi» DEMOKRASI-IMPORT MADE IN SOSIAL DEMOKTRAT SWEDEN TIDAK AKAN BERJALAN KALAU TIDAK Rekan - rekan seperjuangan ; Sudah beberapa kali saya ingatkan kepada rekan - rekan, kalau bisa jangan coba - coba untuk mendekati Achmad Sudirman. Ustad kita yang satu ini sudah lama terindentifikasi virus " anjing gila ". Jadi sekiranya rekan - rekan tidak ingin terkontaminasi dengan penyakit " sawannya " yang suka " menggonggong " siapa saja yang lewat. Bahkan terkadang gunung juga di " droih " sama beliau. Juga tak kira majikannya sekalipun. Selama ini banyak pihak yang melayan " ocehan dan gonggongannya " yang ngalur ngidul tanpa arah. Sehingga, semakin kita layan, semakin banyak informasi yang keluar dari pihak kita ( Bangsa Aceh ), yang seterusnya dia Supply ke BIN di Jakarta. Dia memang terkesan asal oceh, dia juga menganggap dirinya yang paling pintar dan dan paling hebat, dia juga tidak mau dikritik oleh orang lain. Merasa lebih tahu masalah Aceh, padahal penetahuannya tentang masalah Aceh tidaklah seujung kuku jari kita. Strategy Intelijen ( Intelijen Informasi ) yang dia gunakan selama ini adalah dengan cara menggunakan jembatan sejarah, terutama sejarah Aceh. Dengan mencari ruang lingkup ini maka dia boleh bebas berberak. Karena dia yakin, banyak 'syedara ' kita yang tidak mempelajari sejarah. Yang sangat kita sayangkan, ada sebahagian dari syedra kita, macam Pak Cik Razali Paya Bujok Lorong C - Langsa. Menyembah - nyembah dan manut kepadanya. Memang hal ini wajar terjadi memandangkan ilmu beliau juga walau sudah tua masih dangkal dalam " sejarah perjuangan '" Aceh. Kini semakin hari semakin nyata bagi kita, siapa sebenarnya Ahmad Sudirman ini. Kalau dulu dia dengan berbagai cara ini masuk dan menerobos pertahanan GAM, pada saat setelah dia berhasil masuk ke kubu GAM melalui 'Pak Cik' kita Razali Paya. Mulailah sang Ustad kita mengacaukannya dari dalam. Lihat saja upaya adu domba dalam tubuh GAM yang sedang dia jalankan. Kali ini, sasarannya adalah Bang Bachtiar Abdullah dan Bang Munawar Liza. Dia sedang menggalang opini untuk mengadu domba antara Elit muda GAm dengan Elit tua. Dia akan merasa puas kalau sekiranya GAM itu telah tercerai berai. Kepada rekan - rekan ada baiknya berhati - hati, mari kita satukan langkah untuk menghancurkan musuh bangsa. Kepalkan tangan, teriakkan kata " Allhu Akbar, Merdeka...!!! " Hancurlah Indonesia....!!! Saya yakin kali ini si manusia busuk ini pasti akan berikan komen banyak dengan tulisan saya ini. Kalau perlu dia akan memaki alias menggongong kita. Karena dia sangat takut kalau ada pihak yang ingin membocorkan rahasia dan strategy busuknya. Akhir kata salam kompak kepada rekan - rekan seperjuangan. MERDEKA. Siti ---------- From: Siti Maryam Ali Noordien <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: [email protected] To: [email protected] Subject: Re: «PPDi» DEMOKRASI-IMPORT MADE IN SOSIAL DEMOKTRAT SWEDEN TIDAK AKAN BERJALAN KALAU TIDAK Date: Tue, 24 Oct 2006 19:48:44 -0700 (PDT) MIME-Version: 1.0 X-Originating-IP: 209.191.69.129 X-Sender: [EMAIL PROTECTED] Received: from n15a.bullet.scd.yahoo.com ([66.94.237.32]) by bay0-mc2-f12.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Tue, 24 Oct 2006 19:57:43 -0700 Received: from [66.218.66.58] by n15.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 25 Oct 2006 02:56:47 -0000 Received: from [66.218.66.27] by t7.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 25 Oct 2006 02:56:47 -0000 Received: (qmail 12733 invoked from network); 25 Oct 2006 02:48:55 -0000 Received: from unknown (66.218.67.33) by m21.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 25 Oct 2006 02:48:55 -0000 Received: from unknown (HELO web33014.mail.mud.yahoo.com) (209.191.69.129) by mta7.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 25 Oct 2006 02:48:45 -0000 Received: (qmail 90632 invoked by uid 60001); 25 Oct 2006 02:48:44 -0000 Received: from [60.48.101.141] by web33014.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Tue, 24 Oct 2006 19:48:44 PDT X-Message-Info: LsUYwwHHNt3660MmjhEvYg2f34OAemlKtU9j2Z7TuGo= Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; d=yahoogroups.com;b=VP1KF12hProvvRxtyVAorbkYcS8dVkT+2RGz5v2bgpqlLX6M2iNBcivrvX7fpIvRKwvjVGAhyfVVNrFGJNgNvge/3hY7hOhpE7YC6ucPQecirqU0MVO36/GoV2xfJwfe; X-Yahoo-Newman-Id: 2530892-m15459 X-Apparently-To: [email protected] X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0 X-Yahoo-Profile: sitimaryam_acheh Mailing-List: list [email protected]; contact [EMAIL PROTECTED] Delivered-To: mailing list [email protected] List-Id: <PPDi.yahoogroups.com> Precedence: bulk List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> X-Yahoo-Newman-Property:groups-email-trad Return-Path: [EMAIL PROTECTED] X-OriginalArrivalTime: 25 Oct 2006 02:57:43.0034 (UTC) FILETIME=[5742DDA0:01C6F7E1] Rekan - rekan seperjuangan ; Sudah beberapa kali saya ingatkan kepada rekan - rekan, kalau bisa jangan coba - coba untuk mendekati Achmad Sudirman. Ustad kita yang satu ini sudah lama terindentifikasi virus " anjing gila ". Jadi sekiranya rekan - rekan tidak ingin terkontaminasi dengan penyakit " sawannya " yang suka " menggonggong " siapa saja yang lewat. Bahkan terkadang gunung juga di " droih " sama beliau. Juga tak kira majikannya sekalipun. Selama ini banyak pihak yang melayan " ocehan dan gonggongannya " yang ngalur ngidul tanpa arah. Sehingga, semakin kita layan, semakin banyak informasi yang keluar dari pihak kita ( Bangsa Aceh ), yang seterusnya dia Supply ke BIN di Jakarta. Dia memang terkesan asal oceh, dia juga menganggap dirinya yang paling pintar dan dan paling hebat, dia juga tidak mau dikritik oleh orang lain. Merasa lebih tahu masalah Aceh, padahal penetahuannya tentang masalah Aceh tidaklah seujung kuku jari kita. Strategy Intelijen ( Intelijen Informasi ) yang dia gunakan selama ini adalah dengan cara menggunakan jembatan sejarah, terutama sejarah Aceh. Dengan mencari ruang lingkup ini maka dia boleh bebas berberak. Karena dia yakin, banyak 'syedara ' kita yang tidak mempelajari sejarah. Yang sangat kita sayangkan, ada sebahagian dari syedra kita, macam Pak Cik Razali Paya Bujok Lorong C - Langsa. Menyembah - nyembah dan manut kepadanya. Memang hal ini wajar terjadi memandangkan ilmu beliau juga walau sudah tua masih dangkal dalam " sejarah perjuangan '" Aceh. Kini semakin hari semakin nyata bagi kita, siapa sebenarnya Ahmad Sudirman ini. Kalau dulu dia dengan berbagai cara ini masuk dan menerobos pertahanan GAM, pada saat setelah dia berhasil masuk ke kubu GAM melalui 'Pak Cik' kita Razali Paya. Mulailah sang Ustad kita mengacaukannya dari dalam. Lihat saja upaya adu domba dalam tubuh GAM yang sedang dia jalankan. Kali ini, sasarannya adalah Bang Bachtiar Abdullah dan Bang Munawar Liza. Dia sedang menggalang opini untuk mengadu domba antara Elit muda GAm dengan Elit tua. Dia akan merasa puas kalau sekiranya GAM itu telah tercerai berai. Kepada rekan - rekan ada baiknya berhati - hati, mari kita satukan langkah untuk menghancurkan musuh bangsa. Kepalkan tangan, teriakkan kata " Allhu Akbar, Merdeka...!!! " Hancurlah Indonesia....!!! Saya yakin kali ini si manusia busuk ini pasti akan berikan komen banyak dengan tulisan saya ini. Kalau perlu dia akan memaki alias menggongong kita. Karena dia sangat takut kalau ada pihak yang ingin membocorkan rahasia dan strategy busuknya. Akhir kata salam kompak kepada rekan - rekan seperjuangan MERDEKA Siti ================================================================ Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 24 Oktober 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. DEMOKRASI-IMPORT MADE IN SOSIAL DEMOKTRAT SWEDEN TIDAK AKAN BERJALAN KALAU TIDAK SESUAI DENGAN ACHEH DAN GAM. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. SEKILAS MENYOROT DEMOKRASI-IMPORT MADE IN SOSIAL DEMOKRAT SWEDEN YANG DICOBAKAN UNTUK DITERAPKAN DI ACHEH MELALUI ORANG-ORANG YANG TIDAK MENGETAHUI KARATERISTIK ORANG-ORANG SWEDIA. Ketika pada tahun 1887 rakyat di Swedia disibukkan dengan pemilihan umum untuk parlemen, ternyata banyak aktifis yang berasal dari negara luar yang tinggal dan hidup di Swedia memilih dan masuk kedalam partai yang berkuasa pada waktu itu, yaitu partai politik Sosial Demokrat. Karena kalau memilih partai yang berkuasa dalam pemilihan umum, kemudian partai tersebut terpilih kembali, maka mereka yang masuk kedalamnya akan ikut juga dari belakang berkuasa dalam berbagai bidang. Tetapi, sebaliknya Ahmad Sudirma pada waktu itu tidak masuk kedalam partai Sosial Demokrat yang berkuasa, melainkan masuk kedalam partai oposisi, yaitu partai Moderat, yang waktu itu dipimpin oleh Carl Bild, sekarang Menteri Luar Negeri Swedia. Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah mengapa Ahmad Sudirman memilih partai politik Moderat, bukan partai Sosial Demokrat yang merupakan partai yang berkuasa? Karena, Ahmah Sudirman ingin mengetahui dimana letak positiv dan negativnya partai Sosial Demokrat yang berkuasa itu dilihat dari sudut partai oposisi, yaitu partai Moderat. Nah, dengan mempergunakan kacamata partai oposisi Moderat inilah Ahmad Sudirman salah satunya bisa melihat sejauh mana partai Sosial Demokrat itu menjalankan taktik dan strateginya juga sejauh mana menerapkan demokrasi yang digembar-gemborkannya itu. Selama 9 tahun Ahmad Sudirman berkecimpung dalam partai politik Moderat dan sekaligus mempelajari taktik dan strategi yang dijalankan oleh partai Sosial Demokrat ketika mereka berkuasa. Dalam pemilihan umum tahun 1987, memang partai Sosial Demokrat keluar sebagai pemenang. Nah, dari saat itulah Ahmad Sudirman bergerak meneliti, mempelajari dan mendalami taktik dan strategi dalam kebijaksanaan politik yang dijalankan oleh partai Sosial Demokrat dengan mempergunakan kacamata partai politik Moderat. Dalam pemilihan umum tahun 1991, ternyata partai Sosial Demokrat kalah, yang keluar sebagai pemenang adalah partai Moderat bersama dengan partai Tengah (Center Parti) dan Partai Rakyat (Folk Parti). Nah ketika partai Moderat memegang kekuasaan dibawah Perdana Menteri Carl Bild, kemudian Ahmad Sudirman bisa mempelajari langsung dari dalam partai bagaimana taktik dan strategi dalam menjalankan kebijaksanaan politik yang diterapkan oleh partai Moderat. Selanjutnya dalam pemilihan umum tahun 1994, 1998 dan tahun 2002 kembali partai Sosial Demokrat menguasai gelanggang kekuasaan di Swedia. Tetapi dalam pemilihan umum tahun 2006 bulan lalu, kembali partai Moderat dan aliansinya meraih kembali kekuasaan. Sekarang, selama 9 tahun, dari tahun 1987 sampai tahun 1996 Ahmad Sudirman berkecimpung dalam partai politik Moderat. Selama 9 tahun itu sedikitnya sudah banyak asam garam yang menyangkut perpolitikan yang berlangsung di Swedia termakan oleh Ahmad Sudirman. Nah, ketika partai Sosial Demokrat kehilangan Olof Palme pada tanggal 28 Februari 1986 karena dibunuh, maka Partai politik Sosial Demokrat dan keluarga Olof Palme mendirikan The Olof Palme Memorial Fund for International Understanding and Common Security. Juga Partai politik Sosial Demokrat mendirikan Olof Palme Center yang sekarang dipimpin oleh Sekretaris General Viola Furubjelke yang dibantu diantaranya oleh Birgitta Silen sebagai Kepala Bantuan dan Jan Hodann sebagai Pembantu Pengembangan Kerjasama di Asia dan Kuba. Olof Palme Center ini ikut banyak membantu perkembangan di negara-negara Asia dan Afrika serta di Amerika Latin. Nah, tujuan Olof Palme Center ini adalah untuk mendukung atau menyokong pembentukan partai politik di negara-negara yang dibantunya. Tentu saja dengan ideologi Sosial Demokrat-nya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sekarang, selama 9 tahun Ahmad Sudirman mempelajari taktik dan strategi partai politik Sosial Demokrat dalam menjalankan kebijaksanaan politik yang didasarkan pada ideologi sosial demokrat-nya, maka ditemukan salah satunya adalah yang namanya demokrasi tidak diterapkan sepenuhnya dalam partai politik Sosial Demokrat. Mengapa ? Karena yang menyetir dan mengontrol partai politik Sosial Demokrat adalah hanya segelintir para elit Sosial Demokrat. Kelompok kecil yang mempunyai jaringan kuat dalam tubuh partai yang sulit untuk ditembus. Mereka kelompok elit yang duduk dipuncak singgasana partai politik Sosial demokrat inilah yang menentukan arah perjuangan dan kebiajksanaan politik yang akan dijalankan dan diterapkan di Swedia. Walaupun ada Kongres Partai, tetapi tink-tank-nya ada dan duduk disinggasana kursi tertinggi elit politik Sosial Demokrat yang mengerumuni Göran Persson. Jadi kalau Olof Palme Center memberikan pendidikan tentang masalah demokrasi, sebenarnya adalah demokrasi model partai Sosial Demokrat yang diajarkannya itu. Kemudian kalau Olof Palme Center memberikan pendidikan demokrasi dan bagaimana membangun partai politik model partai politik Sosial Demokrat untuk diterapkan misalnya di Acheh, maka hasilnya akan nihil apabila orang-orang yang menjalankan patai politik made in Sosial Demokrat ini tidak mengetahui bagaimana karakteristik orang-orang Swedia yang duduk diatas singgasana kursi elit partai politik Sosial Demokrat di Swedia. Nah sekarang, misalnya kalau ada orang-orang Acheh yang telah dididik masalah demokrasi dan bagaimana membentuk partai politik gaya dan model partai politik Sosial Demokrat Swedia, tanpa mempelajari dan memahami karakteristik orang-orang Swedia yang duduk diatas singgasana kursi elit partai politik Sosial Demokrat di Swedia, kemudian orang-orang Acheh tersebut berbicara buttom-up model gaya Sosial Demokrat Swedia, seperti yang pernah dikemukakan oleh saudara Munawarliza Zein yang menyatakan Sekarang yang sangat indah dalam tubuh GAM bahwa sistem telah berubah. Kalau dulu banyak top-down, sekarang pasca MoU, buttom-up. Kita mengelola aspirasi dari rakyat di bawah. Dan ini telah berjalan dengan baik. (Munawarliza Zein, [EMAIL PROTECTED] , Sat, 26 Aug 2006 18:09:00 -0700 (PDT)). Maka model dan gaya partai politik Sosial Demokrat melalui Olof Palme Center ini yang menyangkut demokrasi gaya Sosial demokrat tidak dimengerti dan tidak dipahami oleh saudara Munawarliza Zein. Mengapa ? Karena saudara Munawarliza Zein berpikir bahwa gaya dan model demokrasi Sosial Demokrat-nya Olof Palme Center dengan taktik buttom-up direalisasikan dalam bentuk penentangan dan pembangkangan terhadap Pimpinan Tinggi GAM melalui pendukungan penuh resmi memakai KPA bersama saudara Sofyan Daud dan saudara Bakhtiar Abdullah kepada calon Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh saudara Irwandi Yusuf dan saudara Muhammad Nazar tanpa mendapat restu dan izin dari Pimpinan Tinggi GAM. Nah gaya taktik buttom-up yang diterapkan oleh saudara Munawarliza Zein cs ternyata tidak seperti yang diterapkan oleh para elit politik Sosial Demokrat Swedia. Dimana dalam partai politik Sosial Demokrat Swedia tidak ada itu istilah buttom-up seperti yang dijalankan oleh saudara Munawarliza Zein cs terhadap Pimpinan Tinggi GAM. Yang ada adalah penyetiran dari elit politik Sosial Demokrat dari atas ke bawah. Walaupun dalam kertas ditulis inilah demokrasi gaya Sosial Demokrat. Apalagi kalau ada orang-orang disekitar saudara Munawarliza Zein cs membentuk kelompok tersendiri yang mempunyai link langsung kepada Olof Palme Center untuk keuntungan kelompoknya, dengan alasan inilah gaya taktik demokrasi buttom-up yang diajarkan oleh orang-orang dari Olof Palme Center. Pimpinan Tinggi dan Pimpinan Tertinggi GAM dibawah Teungku Hasan Muhammad di Tiro sudah dianggap tiada dan dianggap enteng, yang ada adalah demokrasi dengan gaya tarian buttom-up hasil ciptaan Olof Palme Center dengan partai politik Sosial Demokrat-nya. Nah, saudara Munawarliza Zein cs termasuk saudara Bakhtiar Abdullah inilah yang tidak mengerti dan tidak memahami karakteristik orang-orang elit dari partai politik Sosial Demokrat Swedia ketika menjalankan demokrasi gaya Sosial Demokrat-nya di Swedia. Terakhir, jadi kalau Ahmad Sudirman membaca, memperhatikan dan menganalisa apa itu demokrasi gaya Sosial Demokrat Swedia, maka tidak ada bedanya dengan gaya tarian top-down. Tetapi, diartikan oleh saudara Munawarliza Zein cs termasuk saudara Bakhtiar Abdullah dengan istilah tarian buttom-up, yang akhirnya ternyata dalam pelaksanaannya demokrasi dalam tubuh GAM yang salah kaprah. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- __________________________________________________________ Dags att flytta till större? http://sokbostad.msn.se --------------------------------- Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. _________________________________________________________________ Gör karriär! http://monster.msn.se/ Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)... beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Salam perjuangan. -------------- ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!! **UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK: kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED] http://lantak.cjb.net *PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
