Stockholm, 1 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB 
[62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm dan Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] di Reston, Virginia, USA.

Kelihatan saudara Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] untuk sementara 
diparkir dulu dan sebagai gantinya dipakai saudara Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] di Reston, Virginia, USA.

Setelah membaca isi komentar saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] 
ternyata isinya kosong, artinya gersang dari fakta, bukti hukum dan sejarah. 
Mengapa ?

Karena saudara  Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] hanya mampu memberikan 
tanggapan "Sudahlah mamat, jangan kau perbanyak lagi dosamu apatah lagi di 
bulan suci ini, lebih baik kau kurangi kemunafikanmu dengan memperbanyak 
bacaan asma Allah."

Nah model jawaban dan tanggapan diatas adalah hanya keluar dari orang yang 
memang sudah tidak memiliki lagi faka, bukti hukum dan sejarah yang bisa 
dipertangungjawabkan secara hukum dan ilmiah untuk menunjang pendapatnya.

Begitu juga dengan apa yang dituliskan oleh saudara  Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] bahwa "Orang pun sudah pada tahu jikalau kau adalah seorang 
piaraan intellijen Indonesia yang disusupkan ke Mesir, lalu mencari suaka ke 
Sweden untuk memperbaiki kehidupanmu sekaligus memonitor gerakan sosialis 
dan gerakan Aceh Merdeka di sana. Sayangnya GAM malek cs tak punya nalar 
yang tinggi untuk mengenal siapa lawan dan kawan."

Nah, disinipun saudara  Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] hanya sekedar 
membuka mulut saja. Mengapa ?

Karena tidak dijelaskan secara fakta, bukti dan hukum siapa yang disebut 
"Orang pun sudah pada tahu". Begitu juga tidak ada fakta, bukti hukum dan 
sejarah yang bisa dijadikan sebagai alat penunjang pada pernyataan bahwa 
Ahmad Sudirman "adalah seorang piaraan intellijen Indonesia yang disusupkan 
ke Mesir, lalu mencari suaka ke Sweden".

Kalau hanya sekedar memberikan tanggapan seperti saudara  Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] ini, anak yang tidak mengenyam bangku sekolahpun bisa 
membuatnya. Artinya hanya sekedar membuka mulut dan tangannya diketikkan ke 
atas keyboard.

Saran Ahmad Sudirman kepada saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] kalau 
mau juga ikut berdiskusi di mimbar bebas ini, terlebih dahulu perlu 
meningkatkan pengetahuan tentang Acheh sendiri dan perjuangan GAM 
dihubungkan dengan jalur pertumbuhan dan perkembangan RI, bukan hanya 
sekedar mengkorek-korek saja, agar supaya kalau menulis pandangan dan 
pendapat bisa dimengerti dan dipahami oleh orang lain yang membacanya karena 
ditunjang oleh kekuatan fakta, bukti hukum dan sejarah yang bisa 
dipertanggungjawabkan.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 1 Oktober 2006.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN 
DARI SUDUT ROMATOR.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN 
AHMAD SUDIRMAN DARI SUDUT ROMATOR.

“Tetapi setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman 
itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, 
maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi 
keselamatan perjuangan.  Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya 
paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada 
persoalan peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, 
dimana kami tidak bisa kompromi sama sekali. Setelah tidak ada hubungan 
dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk 
Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, 
dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Tetapi setelah dia 
menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan 
mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai 
dikait2kan.” (Yusuf Daud, [EMAIL PROTECTED] , 83.251.20.204,  30 
september 2006 23:34:41)

Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB 
[62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm, Swedia.

Setelah membaca pernyataan yang disampaikan oleh saudara Yusuf Daud kepada 
saudara Muhammad al Qubra yang didalamnya menyinggung Ahmad Sudirman, 
ternyata ditemukan beberapa masalah yang perlu diluruskan demi kebenaran 
jalannya jalur hasil cerita yang dipaparkan oleh saudara Yusuf Daud 
tersebut.

Dimana saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa Ahmad Sudirman “menyusup ke dalam 
kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan mulailah ia 
membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan.”

Nah, dari apa yang dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud tersebut adalah penuh 
dengan hasil dorongan subjektifitasnya saja. Mengapa ?

Karena, kalau Ahmad Sudirman telah menggali, mempelajari, mendalami, 
menganalisa dan menyimpulkan sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses 
pertumbuhan dan perkembangan RI, kemudian dengan dasar fakta dan bukti 
pengetahuan dan sejarah tersebut Ahmad Sudirman menyatakan sikap penyokongan 
dan pendukungan penuh kepada perjuangan GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan 
Muhammad di Tiro, maka sikap dan tindakan politik Ahmad Sudirman tersebut 
adalah bukan sikap dan tindakan politik penyusupan kedalam GAM yang dipimpin 
oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Selanjutnya pimpinan tinggi GAM dibawah 
pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah mengetahui dari sejak pertama 
kali mereka menginjakkan kakinya di bumi Swedia. Pimpinan tinggi GAM 
mengenal siapa Ahmad Sudirman dan Ahmad Sudirman juga mengenal siapa mereka.

Jadi, kalau dukungan dan sokongan penuh Ahmad Sudirman yang diberikan kepada 
pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya itu 
adalah bukan merupakan sikap dan tindakan Ahmad Sudirman yang ”menyusup ke 
dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream” seperti yang 
dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud, melainkan sikap dan tindakan politik 
yang terbuka secara umum dari pihak Ahmad Sudirman.

Nah, kalau dari pihak saudara Yusuf Daud cs merasa dan berpikir bahwa dengan 
adanya sikap dan tindakan politik penyokongan penuh dari Ahmad Sudirman 
kepada pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dianggap 
sebagai suatu usaha penyusupan kedalam kelompok GAM, maka perasaan dan 
pikiran saudara Yusuf Daud cs itu masih berada ditingkat kulit-politik-nya 
saja.

Kemudian, saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa ”setelah terjadi beberapa 
“peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, 
tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak 
berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan.  Peristiwa2 yang 
saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman 
sendiri menghendakinya.”.

Nah, kalau memang ada beberapa ”peristiwa” penting seperti yang disebutkan 
oleh saudara Yusuf Daud yang dijadikan alasan untuk memutuskan hubungan 
Yusuf Daud cs dengan pihak Ahmad Sudirman, maka dipersilahkan untuk 
dikemukakan dengan jelas dan terperinci di mimbar bebas ini agar supaya bisa 
diklarifikasikan kebenaran ”peristiwa” penting tersebut dan agar supaya para 
pembaca di mimbar bebas ini mengetahui secara jelas dan benar.

Seterusnya, saudara Yusuf Daud menuliskan: ”Ahmad Sudirman mulai 
mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah 
membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu 
jalannya perjuangan kami.”

Nah, apa yang ditulis oleh saudara Yusuf Daud itu adalah diambil dari hasil 
analisa saudara Usman Harun di Jorpeland, Rogaland, Norway yang telah 
dijawab oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan ”Mereka hanya menafsirkan 
tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja” ( 
http://www.dataphone.se/~ahmad/060815.htm ). Dimana dasar pemikiran yang 
menjadi pernyataan saudara Yusuf Daud tersebut juga adalah setelah ia 
membaca tulisan Ahmad Sudirman tentang ”Penyelesaian Aceh ditinjau dari UUM” 
( http://www.dataphone.se/~ahmad/990728.htm ) yang ditulis 7 tahun yang 
lalu. Dan Ahmad Sudirman telah memberikan tanggapan dan jawaban atas hasil 
pemikiran saudara Yusuf daud tersebut dalam tulisan ”Mereka hanya 
menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja”.

Selanjutnya, memang pada tahun 1990-an beberapa kali Ahmad Sudirman diundang 
oleh pihak Yusuf Daud cs untuk datang menghadiri ”maulid Nabi atau pertemuan 
dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi”. Ahmad Sudirman datang menghadiri 
acara-acara tersebut adalah sebagai tamu dan pendengar saja, walaupun 
sekali-kali ada sedikit pembicaraan dan sedikit diskusi, tetapi tidak ada 
yang istimewa dalam pertemuan atau acara tersebut.

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan tentang pernyataan yang 
disampaikan oleh pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka itu 
bukan berarti Ahmad Sudirman memulai ”perang” terhadap pihak Yusuf Daud cs, 
melainkan Ahmad Sudirman memberikan tanggapan berdasarkan hasil galian, 
pemahaman, analisa dan kesimpulan Ahmad Sudirman tentang pernyataan PERMAS 
dan Komite Free Acheh Democratic.

Nah kalau pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic menganggap bahwa 
tanggapan Ahmad Sudirman tersebut bertentangan dengan garis politik dari 
pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka dipersilahkan untuk 
membantahnya secara jelas dan terbuka agar supaya bangsa dan semua rakyat 
Acheh mengetahui secara gamblang dan benar.

Ahmad Sudirman sangat senang sekali kalau ada dari pihak PERMAS dan Komite 
Free Acheh Democratic yang memberikan tanggapannya secara terbuka atas apa 
yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman tersebut. Jadi, dalam masalah diskusi 
dan perdebatan yang terbuka ini adalah bukan dengan tujuan saling memusuhi, 
melainkan untuk mencari titik-titik yang bisa dijadikan garis lurus bersama. 
Tetapi, kalau pihak saudara Yusuf Daud menganggap bahwa tanggapan yang 
disampaikan oleh Ahmad Sudirman itu sebagai  suatu sikap ke arah ”perang”, 
maka  anggapan tersebut adalah anggapan yang dangkal dan sempit saja.

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman menulis seperti yang dinyatakan oleh 
saudara Yusuf Daud bahwa "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi 
permas "akan dijerat" adalah itu bukan suatu ancaman, melainkan kalau ada 
pihak yang menulis secara terbuka yang isinya fitnah dan penghinaan pribadi, 
misalnya seperti yang ditulis oleh Paya Bujok bahwa Ahmad Sudirman mengambil 
binik orang, Ahmad Sudirman kawin dengan janda tua, Ahmad Sudirman mencuri 
data dari komputer punya orang, maka tindakan orang tersebut adalah tindakan 
pidana penghinaan dan fitnah pribadi (bukan politik) yang bisa dijerat oleh 
pihak yang berwenang di Swedia. Kemudian soal PERMAS, kalau memang 
organisasi ini tidak didaftarkan secara resmi sebagai organisasi politik dan 
diakui resmi sebagai organisasi yang berasas dan bertujuan politik, kemudian 
dipakai alat untuk tindakan dan perjuangan politik yang melibatkan negara 
lain, maka sudah pasti akan terkena jeratan hukum di negara tersebut, 
misalnya di Swedia.

Seterusnya soal MoU Helsinki. Ahmad Sudirman mendukung perjanjian yang 
dijalankan oleh pihak GAM dan pemerintah RI yang dituangkan dalam MoU 
Helsinki 15 Agustus 2005. Dimana MoU tersebut menurut Ahmad Sudirman adalah 
sebagai salah satu alat bagi pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan 
Muhammad di Tiro dan Stafnya untuk mencapai tujuan penentuan nasib sendiri.

Nah, kalau saudara Yusuf Daud cs bersama PERMAS dan Komite Free Acheh 
Democratic tidak menerima MoU Helsinki, maka itu adalah hak politik saudara 
Yusuf Daud cs. Tidak ada paksaan dalam hal ini. Lagi pula saudara Yusuf Daud 
dan  PERMAS serta Komite Free Acheh Democratic tidak ada memiliki hubungan 
secara lembaga atau institusi politik dengan GAM dibawah pimpinan Teungku 
Hasan Muhammad di Tiro. Saudara Yusuf Daud cs secara kelembagaan politik 
adalah berada diluar GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Jadi kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan terhadap mereka yang 
menentang MoU Helsinki, maka itu bukan berarti Ahmad Sudirman 
”menjahannamkan secara agresif siapa saja, siapa saja,  yang tidak sesuai 
dengan pikirannya atau mengkritisi MoU” seperti yang ditulis oleh saudara 
Yusuf Daud, melainkan tanggapan Ahmad Sudirman itu adalah merupakan 
tanggapan politik dan hukum dilihat dari sudut isi MoU Helsinki hasil 
kesepakatan politik antara pihak GAM dan pemerintah RI.

Selanjutnya lagi, kalau Ahmad Sudirman menyatakan bahwa saudara Yusuf Daud 
adalah secara fakta dan bukti hukum pengguna nama Paya Bujok dengan email 
[EMAIL PROTECTED] adalah memang benar secara hukum karena ada bukti 
hukumnya. Jadi, dalam hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi atau dibantah 
lagi. Hanya yang masih perlu pembuktian adalah masih adanya orang selain 
dari saudara Yusuf Daud yang memakai nama Paya Bujok dan email 
[EMAIL PROTECTED] dengan password yang sama untuk dipakai menyebarkan 
tulisan-tulisan yang isinya tidak senonoh, seperti saudara Paya Bujok 
Telianet [195.252.42.4] dan terakhir ini saudara Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134]. Dimana ketiga orang ini tidak akan mungkin bisa membaca 
emailnya lewat Yahoo.com kalau mereka bertiga tidak memiliki password yang 
sama, karena mereka bertiga memiliki email adres yang sama yaitu 
[EMAIL PROTECTED] yang hanya bisa diterima, dibuka dan dibaca melalui 
Yahoo.com yang diperlukan password dan username yang sama. Dan mereka yang 
memakai nama Paya Pujok dan email [EMAIL PROTECTED] yang isinya penuh 
fitnah dan penghinaan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan politik 
dan hukum. Dimana fitnah dan penghinaan pribadi inilah yang bisa dijerat 
oleh hukum di Swedia. Bukan masalah perbedaan pandangan atau pikiran politik 
yang bisa dijerat oleh hukum di Swedia, melainkan adanya fitnah dan 
penghinaan pribadi yang bisa divonis hukum dalam pengadilan di Swedia.

Kalau dalam tulisan sebelumnya pernah disinggung saudara Yahya dan saudara 
Anwar yang menurut saudara Yusuf Daud adalah keduanya adik ipar saudara 
Yusuf Daud, maka dipersilahkan kepada saudara Yahya dan saudara Anwar dengan 
terbuka menyatakan diri bahwa tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan 
memakai email  [EMAIL PROTECTED] . Dan pernyataan ini pernah Ahmad 
Sudirman juga kemukakan dalam tulisan sebelum ini, tetapi sampai detik 
sekarang ini tidak pernah ada tanggapan dan jawaban yang jelas dan pasti 
dari saudara Yahya dan Anwar ini kepada pihak Ahmad Sudirman. Kalau memang 
mereka berdua tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan email 
[EMAIL PROTECTED] , maka tidak perlu mereka takut untuk menyatakan secara 
terbuka di mimbar bebas ini. Misalnya contohnya saudara Yusuf Daud yang 
telah menyatakan dirinya secara terbuka bahwa ia adalah pemakai nama Paya 
Bujok dan pengguna email [EMAIL PROTECTED] .

Terakhir, dengan telah diluruskannya apa yang telah disampaikan oleh sadara 
Yusuf Daud tersebut, diharapkan para pembaca di mimbar bebas ini memperoleh 
gambaran yang jelas dan terang dimana kedudukan Ahmad Sudirman dan dimana 
kedudukan saudara Yusuf Daud. Sehingga akan memberikan gambaran yang jelas 
tentang perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro 
dikaitkan dengan pihak Ahmad Sudirman dan pihak saudara Yusuf Daud serta 
pihak PERMAS juga Komite Free Acheh Democratic.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Received: from [83.251.20.204] by web26710.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Sat, 
30 Sep 2006 23:34:41 CEST
Fran:  Yusuf Daud [EMAIL PROTECTED]
Svarsadress:  [email protected]
Skickat:  den 30 september 2006 23:34:41
Till:  [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [email protected]
Amne:  [Lantak] SV: [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK

Muhammad al qubra atau Husaini Daud?

Saya tidak tahu kalau Husaini sudah pernah berjumpa dengan Ahmad Sudirman 
atau kenal dengan tulisan2 via emailnya saja.

Saya kenal baik dengan Ahmad Sudirman dan isterinya, pernah ke rumah saya, 
pernah kami undang ke Menasah Aceh beberapa kali ketika ada kenduri2 maulid 
Nabi atau pertemuan dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi. Saya kenal 
juga beberapa kawan Ahmad Sudirman yang se ide dengan nya, dimana menurut 
mereka indonesia merupakan sebuah negara Islam yang terbesar di dunia, dan… 
memecah belah indonesia itu sama dengan menghancurkan Islam - lebih kurang 
seperti yang ditulis Ahmad Sudirman dalam homepage nya.

Tetapi setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu 
tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka 
kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan 
perjuangan.  Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan 
disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada persoalan 
peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, dimana kami 
tidak bisa kompromi sama sekali.

Setelah tidak ada hubungan dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai 
mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah 
membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu 
jalannya perjuangan kami.

Tetapi setelah dia menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM 
mainstream” dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama 
saya pun mulai dikait2kan.

Kamu Husaini harus ingat, Ahmad Sudirman yang memulai "perang" ini, 
mengcounter tulisan2 pribadi kami, termasuk pernyataan2 PERMAS dan Komite 
Free Acheh Democratic, yang orang Aceh sendiri yang berseberangan dengan 
kami jarang membantahnya; Ahmad Sudirman yang mula2 dan berkali kali 
menggunakan kata2 "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi permas 
"akan dijerat" dls sebelum orang lain menggunakan kata2 yang sama; dan dalam 
kaitan dengan MoU, Ahmad Sudirman yang sering menjahannamkan secara agresif 
siapa saja, siapa saja,  yang tidak sesuai dengan pikirannya atau 
mengkritisi MoU.

Secara pribadi saya tidak pernah berdiskusi dengan Ahmad Sudirman, sebab 
tidak ada yang bisa didiskusikan. Kadang2 ketika nama saya terus dibawa 
bawa, sejumlah email dikatakan milik saya, dan tulisan2 yang dibawah 
standard dikatakan saya berada dibelakangnya, maka perlu diluruskan dan 
diklarifikasikan.

Sekarang Ahmad Sudirman sudah tahu bahwa email paya_bujok pernah saya pakai 
atau mungkin saya sendiri pemilik email paya_bujok yang sekarang dipakai 
orang lain? Ini kita serahkan kepadan Ahmad Sudirman untuk menyelidiknya.

Kamu jangan terburu-buru menuduh orang tanpa bukti. Untuk menghadapi Ahmad 
Sudirman saya cukup bukti dan argumen, tidak harus memaki-maki, apa lagi 
mengancam. Kamu Husaini tidak akan bisa membuktikan kalau saya, Yusuf Daud, 
pernah mengancam orang. Tapi saya bisa membuktikan yang Ustaz kamu telah 
berkali kali mengancam saya. Kalau kamu memang orang yang jeli,….. lihat, 
teliti dan pelajari percakapan email saya (bukan diskusi) dengan Ahmad 
Sudirman dalam seminggu ini. Apa yang terjadi???

Semua orang yang normal dan tidak buta bisa melihat bahwa Ahmad Sudirman 
menuduh dan bertubi tubi mengancam saya untuk dipengadilankan. Reaksi saya: 
silakan, paparkan buktinya – itu saja, bukan? Sekali sekali saya tegur kalau 
saya lihat Ahmad Sudirman sudah ngaur dan salah tebak, apa lagi bulan puasa: 
email dari Amerika dibilang dari ”Fittja-Norsborg”, orang2 yang tidak pernah 
tinggal di Stockholm pun dibilang dari ”Fittja-Norsborg” dst. Husaini, siapa 
yang harus tobat dibulan suci ini???

Husaini, baca baik baik tulisan Ahmad Sudirman yang dikirim tiga hari yang 
lalu: begitu optimis dan meyakinkan, bukan?
“...artinya (email bujok_paya) bukan hanya dipakai oleh saudara Yusuf Daud, 
tetapi juga oleh sindikat atau bisa juga disebut keluarga dekat saudara 
Yusuf Daud seperti saudara Anwar dan saudara Yahya.Jadi, ketika saudara 
Yusuf Daud sedang sibuk bekerja di perusahaan mekanik ROMATOR AB yang 
terletak di sekitar daerah Bandhagen, Sockholm, maka saudara Yusuf Daud cs 
seperti saudara Anwar dan saudara Yahya siap memakai email 
[EMAIL PROTECTED] dengan menyambungkan internetnya ke server Telianet 
untuk bermain di sekitar PPDI dan di arena International Aceh Civil Society
Forum”

Kenapa Ahmad Sudirman memilih kedua adik ipar saya sebagai korbannya dan 
dimulutnya selalu dimuntahkan kata2 ”Fittja-Norsborg” walaupun email2 
tersebut bukan dari Norsborg dan walaupun orang2 yang berkenaan tidak pernah 
tinggal di Norsborg?  Ini terpulang kepada pembaca untuk menafsir sendiri.
Tapi sayang dan kasihan juga………….
Bulan puasa, bulan suci Ramadhan, Ahmad Sudirman (Ustaz? Na’uzubillah min 
zaalik) sanggup menuduh tanpa bukti dan memfitnah orang begitu saja. Dan 
selalu menggunakan nama Allah, Bismillah...., Assalamualaikum...dan 
mengakhiri dengan memohon doa kepada Allah? Sampai2 nama Allah pun sanggup 
dimonopoli untuk menipu para pembaca….
Husaini, siapa yang harus bertobat sekarang???
Siapa2 yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Ahmad Sudirman, 
silakan kirim emailnya kepada saya. Mungkin masih ada tiga-empat hari lagi, 
setelah itu layanan untuk Ahmad Sudirman saya tutup buat sementara waktu.

Mudah2an dengan sedikit penjelasan ini bisa terbuka mata mu dalam melihat 
fakta dan kebenaran.
----------

Received: from [83.108.160.68] by web86906.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Fri, 
29 Sep 2006 21:23:17 CEST
Fran:  Muhammad al qubra [EMAIL PROTECTED]
Svarsadress:  [EMAIL PROTECTED]
Skickat:  den 29 september 2006 21:23:17
Till:  [EMAIL PROTECTED], [email protected]
Amne:  [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK

Dicatatan harian saya ada beberapa email yang saya palang tidak layak untuk 
kita layani yaitu atas nama Paya Bujok, Tgk Maad, Darwis Jiniep dan 
email-email dari Tarmizi alias Puteh sarong yang puluhan banyaknya dan 
demikian juga yang lain sebagainya. Email-email ini kerap kali menggunakan 
bahasa yang sangat tidak pantas. Kali ini saya benar-benar tersentak ketika 
ada keterangan bahwa email atas nama Paya Bujok itu tidak lain Yusuf Daud 
Sendiri. Sebab saya lihat sebelumnya Yusuf Daud ini agak sopan, namun 
belakangan ini ketika berdiskusi dengan Ustaz Ahmad Sudirman ternyata juga 
menggunakan bahasa yang lazim digunakan Paya Bujok.

Wahai Tuan Yusuf Daud sebaiknya anda bertaubat sajalah mulai bulan Ramadhan 
ini. Sesungguhnya Allah senantiasa melihat tingkah laku kita. Kita mungkin 
saja menyembunyikan nama untuk mencela orang lain buat sementara waktu, 
namun suatu saat pasti kita kan mendapat balasannya. Kemudian kita takperlu 
mengancam orang lain, Malaikat Maut saja tak pernak mengancam orang yang 
memiliki kuasa (semoga Allah mengampuni saya dari berkata seperti ini).  
Kenapa kita tidak mengambil pelajaran pada hal yang demikian?

Saya melihat baru-baru ini ada orang yang dulunya menuduh yang bukan-bukan 
terhadap Ustaz Ahmad Sudirman, malah sekarang itu orang sudah mulai pada 
memujinya. Mudah-mudahan itu orang benar-benar sudah insaf dari 
kesalahannya.   Semoga Allah melindungi hambanya yang mau bertaubat serta 
takut kepadaNya.  Aamin ya Rabbal 'aalamin,-

Muhammad Al Qubra.
----------


From: abu meulaboh <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [email protected]
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [email protected],  
[email protected]
CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED]
Subject: [Lantak] Re: «PPDi» Re: SV: [IACSF] Re: PPDi» Kekuatan hukum, fakta 
dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik
Date: Sun, 1 Oct 2006 03:19:14 -0700 (PDT)
MIME-Version: 1.0
X-Originating-IP: 216.252.111.229
X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
Received: from n23.bullet.scd.yahoo.com ([66.94.237.52]) by 
bay0-mc5-f18.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Sun, 1 
Oct 2006 03:26:15 -0700
Received: from [66.218.66.58] by n23.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 
2006 10:26:09 -0000
Received: from [66.218.67.94] by t7.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 
2006 10:26:09 -0000
Received: (qmail 89660 invoked from network); 1 Oct 2006 10:21:38 -0000
Received: from unknown (66.218.66.172)  by m37.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 
1 Oct 2006 10:21:38 -0000
Received: from unknown (HELO web57213.mail.re3.yahoo.com) (216.252.111.229)  
by mta4.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 1 Oct 2006 10:21:37 -0000
Received: (qmail 74772 invoked by uid 60001); 1 Oct 2006 10:19:14 -0000
Received: from [213.212.1.52] by web57213.mail.re3.yahoo.com via HTTP; Sun, 
01 Oct 2006 03:19:14 PDT
X-Message-Info: LsUYwwHHNt3660MmjhEvYg2f34OAemlKtU9j2Z7TuGo=
Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; 
d=yahoogroups.com;b=CqyxSVEZR9mBjct2zYcNNvgUpfXVdcQWbqv5Uj6DtxaMvm3ZMKYuLf3IfLq8X6lKvU3MEdLmH5v7KjB3FDUZ//uQNvmhR2cP7ar3X65FVIeUU4aGLCrsCqUPXCca707x;
X-Yahoo-Newman-Property: groups-email
X-Yahoo-Newman-Id: 3332471-m9164
X-Apparently-To: [email protected]
X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
Mailing-List: list [email protected]; contact 
[EMAIL PROTECTED]
Delivered-To: mailing list [email protected]
List-Id: <Lantak.yahoogroups.com>
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Return-Path: 
[EMAIL PROTECTED]
X-OriginalArrivalTime: 01 Oct 2006 10:26:15.0018 (UTC) 
FILETIME=[0623BCA0:01C6E544]


SEPERTI KATA TGK IRWANDI YUSUF : SI AMAT JAWA INI MEMANG LAHIR SEBAGAI 
TOKANG FITNAH. SEKARANG MENCOBA MEMECAHBELAHKAN GAM BERDASARKAN INFORMASI 
YANG DIBERI OLEH SAHABATNYA MUZAKIR HAMID, ADIK KANDUNG ISTERI ZAINI 
ABDULLAH.

     From:  mirah pati [EMAIL PROTECTED]
Date:  4 augusti 2006 17:41:18
To:  [email protected], [email protected],
[EMAIL PROTECTED]
Subject:  «PPDi» Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman
seorang munafik


Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik


Pembaca yg budiman,

Assalamualaikum wr.wb,

Untuk membuktikan secara hukum dan fakta bahwa Ahmad Sudirman seorang 
munafik anda tidak perlu pusing pusing untuk memaparkan buktinya.
Kalau saja anda membaca sebagian tulisan2nya yg disimpan dalam
homepage: http://www.dataphone.se/~ahmad, anda akan mengetahui
langsung bahwa mulutnya Ahmad Sudirman sangat berlawanan dengan hati
nuraninya – alias munafik.

AHMAD SUDIRMAN DAN INDONESIANYA

Kalau dilihat sepintas lalu Ahmad Sudirman adalah seorang yg anti
Indonesia yang selalu menyerang dan memaki maki pemerintah Indonesia
dalam hal apa saja. Tetapi kalau mandalami tulisan2nya dengan cermat,
akan jelas ia seorang yg paling nasionalis atau lebih tepat
lagi "indonesialist" yg mati2an mempertahankan keutuhan bangsa
Indonesia melebihi daripada perjuangannya terhadap Islam yg ditonjol-
tonjolkan selama ini.

Sebelum Ahmad Sudirman melanglangbuana ke Aceh, ia telah banyak
menulis tentang Indonesia yg disimpan rapi dalam homepagenya
http://www.dataphone.se/~ahmad,  dimana tulisan awal awalnya selalu
dimulai dengan judul: INDONESIA TANAH AIRKU, yg ditulis tgl 15, 17,
19, 20 Mei 1998 dll, menjelang jatuhnya Suharto. Ahmad Sudirman
mengkritisi dwifungsi ABRI tetapi tetap mempertahankan keutuhan ABRI
yg menurutnya sebagai tulang pungungnya Indonesia yang telah
memerdekakan Indonesia, menumpas komunis dan mempertahankan negara
dari musuh (baca: gerakan2 pemisah). Ahmad Sudirman juga mengakui
tidak memusuhi ABRI selama tugas Abri terbatas menjaga ketertiban dan
keamanan negara Indonesia yg ia cintainya. Dibawah ini cuplikan kata2
Ahmad Sudirman sendiri yang ditulis tgl. 24 Mei, 1998, dengan
rubriknya:

ABRI HANYA PENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN


"Saya akui, bahwa ABRI tulang punggung Indonesia, tanpa ABRI tidak
mungkin Indonesia lepas dari penjajahan Belanda, tanpa ABRI tidak
mungkin gerakan komunis Indonesia dapat dihancurkan, namun, hal ini
tidak menjadi suatu alasan untuk menjadikan ABRI sebagai faktor yang
menentukan dalam pemerintahan.

"Saudara-saudaraku di tanah air. Saya tidak menentang ABRI, tetapi
saya mau melihatABRI bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu menjaga
keamanan dan ketertiban serta membela dan mempertahankan negara dari
ancaman musuh *.*"

Dalam tulisan awal2 yang dikutip diatas, Ahmad Sudirman tidak begitu
spesifik dengan " mempertahankan negara dari ancaman musuh", tapi
kala kita berjingkrak jauh kedepan, yang dimaksud dengan "musuh"
tersebut adalah gerakan2 pejuang kemerdekaan diluar pulau Jawa.

Setelah Suharto jatuh, Sudirman mulai menulis tentang negeri
kayangannya Daulah Islamiyah Rasulullah (DIR) dengan Undang Undang
Madinahnya (UUM). Dalam kampanye DIRnya, nasionalisme Indonesia Ahmad 
Sudirman semakin bertambah kental. Tanpa spesifik referensi untuk
Aceh, Timtim dan Papua Merdeka yg sedang berusaha melepaskan diri
dari penjajah Indonesia kala itu, Ahmad Sudirman dengan terang
terangan menulis bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia sekarang
tidak dapat diselesaikan atas dasar "sukuisme", dengan membiarkan
lahirnya Daulah2 seperti Daulah Aceh, Daulah Jawa, Daulah Pasundan,
Daulah Bugis dls. Dengan kata lain, kodok Ahmad Sudirman yang anti
perjuangan kemerdekaan di Aceh, Papua Barat, Maluku dll sudah mulai
terbuka dan ciri ciri kemunafikinnya dalam membela Aceh terlihat
sejak dari sini. Dalam tulisannya tgl 8 April, 1999 untuk ummat Islam
di Indonesia, Ahmad Sudirman menghimbau, dengan judulnya:

MEMBANGUN KEMBALI SATU DAULAH ISLAM RASULULLAH YANG BERPUSAT APAKAH DI 
SUNDA, DI MAKASAR, DI RIAU, DI LAMPUNG, DI PADANG ATAU DI ACEH, JADI BUKAN 
MEMBANGUN DAULAH KESUKUAN YANG BERCERAI-BERAI.

"Untuk kaum Muslimin dan Muslimat yang tinggal di Indonesia.

"Suatu kerugian yang besar apabila kaum Muslimin yang tinggal dan
hidup di Indonesia dipecah belah menjadi beberapa kelompok Daulah
Kesukuan, seperti Daulah Sunda, Daulah Riau, Daulah Padang, Daulah
Lampung, Daulah Sulawesi, Daulah Kalimantan, Daulah Aceh, Daulah
Ambon, Daulah Bali, Daulah Irian Jaya, Daulah Jawa dsb.

„Bagi seorang Muslim menegakkan suatu Daulah adalah diatas dasar
akidah Islam dan ukhuwah Islam, bukan kesukuan, kebangsaan,
nasionalitas atau ras. Dengan akidah Islam dan ukhuwah Islam inilah
yang akan menjadi tali pengikat kesatuan ummat yang tergabung dalam
satu naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya.
Dalam Islam tidak memandang nasionalitas, kesukuan, kebangsaan, warna
kulit, ras, melainkan yang dipandang adalah akidah Islam dan ukhuwah
Islam.

„Suatu kebodohan apabila kaum muslimin membangun Daulah Islamnya
berdasarkan kepada kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas-nya.
yang berdasarkan akidah Islam yang tidak mengenal nasionalitas,
kebangsaan, kesukuan dan ras dengan tujuan untuk beribadah dan
bertakwa kepada Allah SWT. „

Nah, dari petikan diatas tadi kelihatan dengan jelas sekali  bahwa
Ahamad Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang ingin
memperjuangkan kemerdekaannya. Bukan itu saja, double standard atau
kemunafikin Ahmad Sudirman lebih terang disini: ia paling anti
kebangsaan, kesukuan, dan nasionalitas tetapi selalu mengagung-
agungkan dan mempertahannkan nasionalitas Indonesianya. Dalam sekian
banyak tulisannya Ahmad Sudirman hampir tidak pernah lupa mengingati
pembacanya tentang " kesatuan ummat dan keutuhan bangsa Indonesia" ,
seperti dalam judul tulisan dibawah ini.

MENUJU KESATUAN UMMAT DENGAN MISI MENEGAKKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR GUNA 
MEMELIHARA KESATUAN UMMAT DAN KEUTUHAN BANGSA, Stockholm, 25 Mei 1999, dan 
banyak yang lain lagi.

AHMAD SUDIRMAN VERSUS ACEH

Pertama sekali Ahmad Sudirman tergerak untuk mencampuri urusan
perjuangan bangsa Aceh yaitu setelah pembantaian oleh TNI di Beutong
Ateuëh terhadap Tengku Bantaqiah dan sekitar 60 pengikutnya pada
bulan Juli 1999. Ketergerakan hati Ahmad Sudirman, menurut
pengakuannya, karena yang dibantai itu seorang ulama dan "ummat Islam
Aceh", tetapi dalam sebuah tulisan lain, tanpa disadari Ahmad
Sudirman yang munafik itu telah membongkar kedoknya sendiri. Ahmad
Sudirman membeberkan dengan nuraninya bahwa Aceh akan lepas seperti
Timtim kalau telalu banyak rakyak Aceh yang dikorbankan oleh TNI,
masyarakat Internasional tidak akan tinggal diam dan daerah daerah
lain pun akan menyusul sehingga terjadi disintegrasi di Indonesia.
Selanjutnya Ahmad Sudirman mengatakan bahwa Indonesia harus segera
berunding dengan rakyat Aceh selama belum ada satu negara yang
mengakui GAM, kalau tidak Aceh akan terjadi seperti di Timtim
(merdeka). Dalam diskusi panjang dengan kawan2 Indonesianya di Banda
Aceh dan Saudi Arabia dengan tajuk:

ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA , Stockholm, 11 Nopember
1999,

Ahmad Sudirman sempat lupa memakai topengnya dan untuk sekali ini
membiarkan nuraninya berbicara sbb:

"SELAMA TIDAK ADA NEGARA LAIN YANG TERLIBAT DALAM MASALAH ACEH, SELAMA ITU 
BISA DISELESAIKAN DENGAN JALAN PERUNDINGAN

"Sejauh yang saya lihat dalam krisis Aceh sekarang adalah belum
adanya keterlibatan langsung negara lain. Nah disini saya
beranggapan, bahwa apabila telah ada satu atau lebih negara lain ikut
melibatkan diri langsung dalam penyelesaian krisi Aceh, maka saat
itulah akan timbul api pergolakan yang hebat di bumi Daulah
Pancasila. Sebagaimana terjadi di Timor Timur.

"Apabila ada dari pihak-pihak rakyat Aceh melibatkan PBB untuk
membantu penyelesaian krisi Aceh, maka kemungkinan besar menurut
pemikiran saya, yang akan ditangggapi oleh PBB adalah masalah-masalah
pelanggaran hak asasi manusia, seperti pembunuhan masal rakyat Aceh
oleh TNI, baik selama Rezim militer diktator Soeharto dan Rezim
Habibie.

"Nah, kalau pihak Gus Dur tidak jeli dalam mengamati masalah
pelanggaran hak asasi manusia, maka pelanggaran hak asasi manusia
akan dijadikan senjata tajam oleh rakyat Aceh untuk memukul
pemerintah Gus Dur. Apalagi nantinya melibatkan badan PBB dan badan
Hak asasi manusia-nya.
Karena menurut pemikiran saya, lewat jalan pelanggaran hak asasi
manusia yang telah dilakukan oleh rezim Daulah Pancasila inilah yang
akan dijadikan landasan perjuangan Rakyat Aceh di dunia
Internasional."

Dari tulisan diatas pembaca bisa melihat sendiri bahwa "kepedulian"
Ahmad Sudirman terhadap Aceh bukan atas dasar keikhlasan atau simpati
karena bangsa Aceh Islam yg dizalimi, tetapi lebih cenderung kepada
ketakutannya yg luar bisa terhadap lepasnya Aceh dari Indonesia.

Sehubungan dengan pembantaian Beutong Ateuëh, Ahmad Sudirman dalam
sebuah tulisannya tanpa segan2 langsung mengusulkan kepada GAM dan
rakyat Aceh supaya berdialog dengan pemerintahan Habibie dengan
solusinya OTONOMI  yg berbasis kepada Undang Undang Madinahya Ahmad Sudirman 
(UUM):

PENYELESAIAN ACEH DITINJAU DARI UUM, Stockholm, 28 Juli 1999

"Untuk rakyat Aceh dengan National Liberation Front of Acheh Sumatra
dan Penguasa Sekarang, setelah melihat dan membaca dasar-dasar yang akan 
dijadikan penyelesaian rakyat Aceh dengan pihak Penguasa Indonesia, saya 
mengajukan jalan pemecahannya yaitu,

Pertama, rakyat Aceh disatukan dengan dasar aqidah Islam, bukan
berdasarkan kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas. Menerapkan
hukum Islam secara menyeluruh dengan mencontoh Rasulullah saw dengan
Daulah Islam Rasulullah-nya.

Kedua, dalam dialog terbuka tersebut dibicarakan masa depan rakyat
Aceh dengan diberikan hak menentukan nasibnya sendiri dengan
pemerintahan sendiri dalam bentuk daerah otonomi.

Ketiga, kekayaan bumi yang ada di daerah otonomi Aceh dikelola,
diatur dan diolah oleh rakyat Aceh dibawah pengawasan pemerintahan
otonomi Aceh.

Keempat, daerah otonomi Aceh adalah daerah bebas tempat hijrah untuk
setiap muslim.

Inilah untuk sementara hasil pemikiran saya untuk rakyat Aceh dengan
National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Penguasa Indonesia di
bawah Presiden Habibie."

Ketika perjuangan SIRA sudah mencapai klimaksnya dan HUDA
mengeluarkan fatwa menyokong referendum, dengan tangan dan lututnya
yg bergementar Ahmad Sudirman terus beraksi, tak kenal lelah
mempromosikan usul2 OTONOMI diatas tadi sebagai satu2nya jalan keluar
untuk  membendung gerakan sipil yg menuntut referendum. Ahmad
Sudirman tahu betul bahwa Aceh akan merdeka kalau referendum
dilakukan dan dia tahu juga kemerdekaan Aceh kala itu sudah diambang
pintu, mengingat HUDA, SIRA, NGO dan golongan intelektual plus
sebagian birokrat sudah bersatu dalam satu kata: REFERENDUM – yg
dikumandangkan oleh penyanyi tenar Aceh Yacob Tailah dan Syech Yuldi.
Kekecewaan Ahmad Sudirman waktu itu sempat dituangkan dalam nada yg
sinis:

ACEH AKAN MENJADI PUSAT DIR
Stockholm, 17 September 1999

"….Setelah saya membaca hasil keputusan para ulama Dayah se-Aceh
diatas yang menjadi suatu fatwa dan rekomendasi, maka timbul
pertanyaan dalam pemikiran saya yaitu, apakah Aceh akan menjadi pusat
Daulah Islam Rasulullah yang mempunyai konstitusi yang mengacu kepada
Undang Undang Madinah?"

Tetapi yg lebih memberangkan Ahmad Sudirman lagi adalah sikapnya
presiden Gusdur yang berpura pura menyokong referendum. Dalam banyak
tulisannya, Ahmad Sudirman bertubi tubi menghantam Gusdur yang
katanya Gusdur belum mengerti aspirasi rakyat Aceh dan Gusdur tidak
mengerti sama sekali Aceh akan merdeka lewat referendum. Dalam diskusi

ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA, Stockholm, 11 Nopember
1999,

Ahmad Sudirman meratapi kekecewaannya sbb:


"Apabila referendum ditetapkan, maka saya menggambarkan bahwa
mayoritas rakyat Aceh memilih keluar dari kesatuan Daulah Pancasila.
Dan ini yang menurut saya Gus Dur masih belum memahami benar
keinginan rakyat Aceh. Gus Dur masih yakin kepada orang-orang yang
duduk dibelakang meja pemerintah, yang masih dianggap loyal kepada
pemerintah.
Dan saya yakin, bahwa Daulah Pancasila apabila tidak berhasil
penguasanya, yaitu Gus Dur dan kabinetnya, ditambah MPR/DPR-nya, maka 
falsafah pancasila yang dijadikan alat pemersatu bangsa ternyata
tidak mampu dijadikan sebagai alat pemersatu, yang akhirnya mengalami
kehancuran total bersamaan dengan pecah-belahnya Daulah Pancasila
menjadi kepingan-kepingan kecil yang satu sama lain saling menganggap
bahwa kesukuan dan kebangsaan merupakan identitas negara."

AHMAD SUDIRMAN MEMUSUHI FREE ACHEH DEMOCRATIC

Setelah membidik,mempelajari, mengkaji, menelaah, menguliti dan
menelanjangi sosok Ahmad Sudirman dengan materi dari pikiran dan
perbuatannya sendiri, maka sudah terjawab semua teka teki mengapa
Ahmad Sudirman sangat memusuhi Free Acheh Demokratik dan Persatuan
Masyarakat Aceh di Skandinavia sebelumnya. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu 
bahwa hanya kedua dua organisasi tersebut yg masih berjalan
diatas relnya –menuju merdeka. Dan sudah terjawab juga semua teka
teki mengapa Ahmad Sudirman sangat menyokong, memuja-muja dan
mengagung-agungkan MoU Helsinki. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu
bahwa hanya dengan jalan inilah Aceh dapat diabadikan kedalam NKRI
dan NKRI sendiri selamat dari disintegrasi.

Ahmad Sudirman, dengan keahliannya mempermainkan  kata kata, telah
berhasil menipu sebagian pembacanya, khususnya masyarakat Aceh.
Dengan terbuka kedok khianatnya, maka diharapkan supaya pembaca yg
budiman, khususnya masyarakat Aceh yg telah terlanjur mempercayai
Ahmad Sudirman, supaya menarik diri dan dengan demikian polimik
dengan Ahmad Sudirman berakhirlah sudah.

Wabillahittaufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb.

Wassalam


Usman Harun

PS: Artikel lengakap dari semua kutipan diatas, sila baca di
http://www.dataphone.se/~ahmad, milik Ahmad Sudirman. Dan Saya tutup
tulisan ini dengan  sebuah tulisan Ahmad Sudirman, untuk hiburan
pembaca.



PEMERINTAH ACHEH BERDIRI DENGAN WALI NEGARA, KANUN, BENDERA, LAMBANG & LAGU 
KEBANGSAAN ACHE, Stockholm, 15 Agustus 2005

BANGSA ACHEH MENUJU KEBEBASAN DAN KEDAMAIAN DIBAWAH PEMERINTAH SENDIRI ACHEH 
DALAM NAUNGAN WALI NEGARA ACHEH TEUNGKU HASAN MUHAMMAD
DI TIRO

Hari ini, Senin, 15 Agustus 2005 bangsa Acheh memasuki wilayah yang
aman dan damai di Acheh yang nantinya akan berada dibawah lindungan
Wali Negara dan Pemerintah Sendiri Acheh dengan diiringi lagu
kebangsaan Negeri Acheh, dengan kibaran bendera Negara Acheh beserta
lambang identitas bangsa Acheh.
Bangsa Acheh mendapat kebebasan untuk melakukan hubungan dagang
dengan pihak dalam negeri dan luar negeri. Sumber kehidupan yang ada
di Acheh akan diatur dan dinikmati oleh bangsa Acheh. Sumber alam gas
dan minyak bumi 70% adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa
Acheh.
Keamanan dalam negeri Acheh akan diatur dan diawasi oleh Polisi Acheh
yang Kepala Polisinya diangkat oleh Kepala Pemerintah Sendiri Acheh.
Penerimaan anggota Kepolisian Acheh dilakukan setelah konsultasi
dengan Kepala Pemerintah Sendiri Acheh.
Selamat bagi Bangsa Acheh dan Negara Acheh. Semoga Allah SWT meridhai 
perjuangan bangsa Acheh. Amin.
----------


 >             From:  mirah pati [EMAIL PROTECTED]
 >   Date:  4 augusti 2006 17:41:18
 >   To:  [email protected], [email protected],
[EMAIL PROTECTED]
 >   Subject:  «PPDi» Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman
seorang munafik
 >
 >
 >   Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik
 >
 >
 >   Pembaca yg budiman,
 >
 >   Assalamualaikum wr.wb,
 >
 >   Untuk membuktikan secara hukum dan fakta bahwa Ahmad Sudirman
seorang munafik anda tidak perlu pusing pusing untuk memaparkan
buktinya. Kalau saja anda membaca sebagian tulisan2nya yg disimpan
dalam homepage: http://www.dataphone.se/~ahmad, anda akan mengetahui
langsung bahwa mulutnya Ahmad Sudirman sangat berlawanan dengan hati
nuraninya – alias munafik.
 >
 >   AHMAD SUDIRMAN DAN INDONESIANYA
 >   Kalau dilihat sepintas lalu Ahmad Sudirman adalah seorang yg anti
Indonesia yang selalu menyerang dan memaki maki pemerintah Indonesia
dalam hal apa saja. Tetapi kalau mandalami tulisan2nya dengan cermat,
akan jelas ia seorang yg paling nasionalis atau lebih tepat
lagi "indonesialist" yg mati2an mempertahankan keutuhan bangsa
Indonesia melebihi daripada perjuangannya terhadap Islam yg ditonjol-
tonjolkan selama ini.
 >
 >   Sebelum Ahmad Sudirman melanglangbuana ke Aceh, ia telah banyak
menulis tentang Indonesia yg disimpan rapi dalam homepagenya
http://www.dataphone.se/~ahmad,  dimana tulisan awal awalnya selalu
dimulai dengan judul: INDONESIA TANAH AIRKU, yg ditulis tgl 15, 17,
19, 20 Mei 1998 dll, menjelang jatuhnya Suharto. Ahmad Sudirman
mengkritisi dwifungsi ABRI tetapi tetap mempertahankan keutuhan ABRI
yg menurutnya sebagai tulang pungungnya Indonesia yang telah
memerdekakan Indonesia, menumpas komunis dan mempertahankan negara
dari musuh (baca: gerakan2 pemisah). Ahmad Sudirman juga mengakui
tidak memusuhi ABRI selama tugas Abri terbatas menjaga ketertiban dan
keamanan negara Indonesia yg ia cintainya. Dibawah ini cuplikan kata2
Ahmad Sudirman sendiri yang ditulis tgl. 24 Mei, 1998, dengan
rubriknya:
 >
 >   ABRI HANYA PENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN
 >
 >
 >   "Saya akui, bahwa ABRI tulang punggung Indonesia, tanpa ABRI
tidak mungkin Indonesia lepas dari penjajahan Belanda, tanpa ABRI
tidak mungkin gerakan komunis Indonesia dapat dihancurkan, namun, hal
ini tidak menjadi suatu alasan untuk menjadikan ABRI sebagai faktor
yang menentukan dalam pemerintahan.
 >
 >   "Saudara-saudaraku di tanah air. Saya tidak menentang ABRI,
tetapi saya mau melihatABRI bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu
menjaga keamanan dan ketertiban serta membela dan mempertahankan
negara dari ancaman musuh *.*"
 >
 >   Dalam tulisan awal2 yang dikutip diatas, Ahmad Sudirman tidak
begitu spesifik dengan " mempertahankan negara dari ancaman musuh",
tapi kala kita berjingkrak jauh kedepan, yang dimaksud dengan "musuh"
tersebut adalah gerakan2 pejuang kemerdekaan diluar pulau Jawa.
 >
 >   Setelah Suharto jatuh, Sudirman mulai menulis tentang negeri
kayangannya Daulah Islamiyah Rasulullah (DIR) dengan Undang Undang
Madinahnya (UUM). Dalam kampanye DIRnya, nasionalisme Indonesia Ahmad 
Sudirman semakin bertambah kental. Tanpa spesifik referensi untuk
Aceh, Timtim dan Papua Merdeka yg sedang berusaha melepaskan diri
dari penjajah Indonesia kala itu, Ahmad Sudirman dengan terang
terangan menulis bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia sekarang
tidak dapat diselesaikan atas dasar "sukuisme", dengan membiarkan
lahirnya Daulah2 seperti Daulah Aceh, Daulah Jawa, Daulah Pasundan,
Daulah Bugis dls. Dengan kata lain, kodok Ahmad Sudirman yang anti
perjuangan kemerdekaan di Aceh, Papua Barat, Maluku dll sudah mulai
terbuka dan ciri ciri kemunafikinnya dalam membela Aceh terlihat
sejak dari sini. Dalam tulisannya tgl 8 April, 1999 untuk ummat Islam
di Indonesia, Ahmad Sudirman menghimbau, dengan judulnya:
 >
 >   MEMBANGUN KEMBALI SATU DAULAH ISLAM RASULULLAH YANG BERPUSAT APAKAH DI 
SUNDA, DI MAKASAR, DI RIAU, DI LAMPUNG, DI PADANG ATAU DI ACEH, JADI BUKAN 
MEMBANGUN DAULAH KESUKUAN YANG BERCERAI-BERAI.
 >
 >   "Untuk kaum Muslimin dan Muslimat yang tinggal di Indonesia.
 >
 >   "Suatu kerugian yang besar apabila kaum Muslimin yang tinggal dan
hidup di Indonesia dipecah belah menjadi beberapa kelompok Daulah
Kesukuan, seperti Daulah Sunda, Daulah Riau, Daulah Padang, Daulah
Lampung, Daulah Sulawesi, Daulah Kalimantan, Daulah Aceh, Daulah
Ambon, Daulah Bali, Daulah Irian Jaya, Daulah Jawa dsb.
 >
 >   „Bagi seorang Muslim menegakkan suatu Daulah adalah diatas dasar
akidah Islam dan ukhuwah Islam, bukan kesukuan, kebangsaan,
nasionalitas atau ras. Dengan akidah Islam dan ukhuwah Islam inilah
yang akan menjadi tali pengikat kesatuan ummat yang tergabung dalam
satu naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya.
Dalam Islam tidak memandang nasionalitas, kesukuan, kebangsaan, warna
kulit, ras, melainkan yang dipandang adalah akidah Islam dan ukhuwah
Islam.
 >
 >   „Suatu kebodohan apabila kaum muslimin membangun Daulah Islamnya
berdasarkan kepada kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas-nya.
yang berdasarkan akidah Islam yang tidak mengenal nasionalitas,
kebangsaan, kesukuan dan ras dengan tujuan untuk beribadah dan
bertakwa kepada Allah SWT. „
 >
 >   Nah, dari petikan diatas tadi kelihatan dengan jelas sekali
bahwa Ahamad Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang
ingin memperjuangkan kemerdekaannya. Bukan itu saja, double standard
atau kemunafikin Ahmad Sudirman lebih terang disini: ia paling anti
kebangsaan, kesukuan, dan nasionalitas tetapi selalu mengagung-
agungkan dan mempertahannkan nasionalitas Indonesianya. Dalam sekian
banyak tulisannya Ahmad Sudirman hampir tidak pernah lupa mengingati
pembacanya tentang " kesatuan ummat dan keutuhan bangsa Indonesia" ,
seperti dalam judul tulisan dibawah ini.
 >
 >   MENUJU KESATUAN UMMAT DENGAN MISI MENEGAKKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR 
GUNA MEMELIHARA KESATUAN UMMAT DAN KEUTUHAN BANGSA, Stockholm, 25 Mei 1999, 
dan banyak yang lain lagi.

 >
 >   AHMAD SUDIRMAN VERSUS ACEH
 >   Pertama sekali Ahmad Sudirman tergerak untuk mencampuri urusan
perjuangan bangsa Aceh yaitu setelah pembantaian oleh TNI di Beutong
Ateuëh terhadap Tengku Bantaqiah dan sekitar 60 pengikutnya pada
bulan Juli 1999. Ketergerakan hati Ahmad Sudirman, menurut
pengakuannya, karena yang dibantai itu seorang ulama dan "ummat Islam
Aceh", tetapi dalam sebuah tulisan lain, tanpa disadari Ahmad
Sudirman yang munafik itu telah membongkar kedoknya sendiri. Ahmad
Sudirman membeberkan dengan nuraninya bahwa Aceh akan lepas seperti
Timtim kalau telalu banyak rakyak Aceh yang dikorbankan oleh TNI,
masyarakat Internasional tidak akan tinggal diam dan daerah daerah
lain pun akan menyusul sehingga terjadi disintegrasi di Indonesia.
Selanjutnya Ahmad Sudirman mengatakan bahwa Indonesia harus segera
berunding dengan rakyat Aceh selama belum ada satu negara yang
mengakui GAM, kalau tidak Aceh akan terjadi seperti di Timtim
(merdeka). Dalam diskusi panjang dengan kawan2 Indonesianya di Banda
 >  Aceh dan Saudi Arabia dengan tajuk:
 >
 >   ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA , Stockholm, 11
Nopember 1999,
 >
 >   Ahmad Sudirman sempat lupa memakai topengnya dan untuk sekali ini
membiarkan nuraninya berbicara sbb:
 >
 >   "SELAMA TIDAK ADA NEGARA LAIN YANG TERLIBAT DALAM MASALAH ACEH, SELAMA 
ITU BISA DISELESAIKAN DENGAN JALAN PERUNDINGAN
 >
 >   "Sejauh yang saya lihat dalam krisis Aceh sekarang adalah belum
adanya keterlibatan langsung negara lain. Nah disini saya
beranggapan, bahwa apabila telah ada satu atau lebih negara lain ikut
melibatkan diri langsung dalam penyelesaian krisi Aceh, maka saat
itulah akan timbul api pergolakan yang hebat di bumi Daulah
Pancasila. Sebagaimana terjadi di Timor Timur.
 >
 >   "Apabila ada dari pihak-pihak rakyat Aceh melibatkan PBB untuk
membantu penyelesaian krisi Aceh, maka kemungkinan besar menurut
pemikiran saya, yang akan ditangggapi oleh PBB adalah masalah-masalah
pelanggaran hak asasi manusia, seperti pembunuhan masal rakyat Aceh
oleh TNI, baik selama Rezim militer diktator Soeharto dan Rezim
Habibie.
 >
 >   "Nah, kalau pihak Gus Dur tidak jeli dalam mengamati masalah
pelanggaran hak asasi manusia, maka pelanggaran hak asasi manusia
akan dijadikan senjata tajam oleh rakyat Aceh untuk memukul
pemerintah Gus Dur. Apalagi nantinya melibatkan badan PBB dan badan
Hak asasi manusia-nya.
 >   Karena menurut pemikiran saya, lewat jalan pelanggaran hak asasi
manusia yang telah dilakukan oleh rezim Daulah Pancasila inilah yang
akan dijadikan landasan perjuangan Rakyat Aceh di dunia
Internasional."
 >
 >   Dari tulisan diatas pembaca bisa melihat sendiri
bahwa "kepedulian" Ahmad Sudirman terhadap Aceh bukan atas dasar
keikhlasan atau simpati karena bangsa Aceh Islam yg dizalimi, tetapi
lebih cenderung kepada ketakutannya yg luar bisa terhadap lepasnya
Aceh dari Indonesia.
 >
 >   Sehubungan dengan pembantaian Beutong Ateuëh, Ahmad Sudirman
dalam sebuah tulisannya tanpa segan2 langsung mengusulkan kepada GAM
dan rakyat Aceh supaya berdialog dengan pemerintahan Habibie dengan
solusinya OTONOMI  yg berbasis kepada Undang Undang Madinahya Ahmad
Sudirman (UUM):
 >
 >   PENYELESAIAN ACEH DITINJAU DARI UUM, Stockholm, 28 Juli 1999
 >
 >   "Untuk rakyat Aceh dengan National Liberation Front of Acheh
Sumatra dan Penguasa
 >   Sekarang, setelah melihat dan membaca dasar-dasar yang akan
dijadikan penyelesaian rakyat Aceh dengan pihak Penguasa Indonesia,
saya mengajukan jalan pemecahannya yaitu,
 >
 >   Pertama, rakyat Aceh disatukan dengan dasar aqidah Islam, bukan
berdasarkan kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas. Menerapkan
hukum Islam secara menyeluruh dengan mencontoh Rasulullah saw dengan
Daulah Islam Rasulullah-nya.
 >
 >   Kedua, dalam dialog terbuka tersebut dibicarakan masa depan
rakyat Aceh dengan diberikan hak menentukan nasibnya sendiri dengan
pemerintahan sendiri dalam bentuk daerah otonomi.
 >
 >   Ketiga, kekayaan bumi yang ada di daerah otonomi Aceh dikelola,
diatur dan diolah oleh rakyat Aceh dibawah pengawasan pemerintahan
otonomi Aceh.
 >
 >   Keempat, daerah otonomi Aceh adalah daerah bebas tempat hijrah
untuk setiap muslim.
 >
 >   Inilah untuk sementara hasil pemikiran saya untuk rakyat Aceh
dengan National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Penguasa
Indonesia di bawah Presiden Habibie."
 >
 >   Ketika perjuangan SIRA sudah mencapai klimaksnya dan HUDA
mengeluarkan fatwa menyokong referendum, dengan tangan dan lututnya
yg bergementar Ahmad Sudirman terus beraksi, tak kenal lelah
mempromosikan usul2 OTONOMI diatas tadi sebagai satu2nya jalan keluar
untuk  membendung gerakan sipil yg menuntut referendum. Ahmad
Sudirman tahu betul bahwa Aceh akan merdeka kalau referendum
dilakukan dan dia tahu juga kemerdekaan Aceh kala itu sudah diambang
pintu, mengingat HUDA, SIRA, NGO dan golongan intelektual plus
sebagian birokrat sudah bersatu dalam satu kata: REFERENDUM – yg
dikumandangkan oleh penyanyi tenar Aceh Yacob Tailah dan Syech Yuldi.
Kekecewaan Ahmad Sudirman waktu itu sempat dituangkan dalam nada yg
sinis:
 >
 >   ACEH AKAN MENJADI PUSAT DIR
 > Stockholm, 17 September 1999
 >
 >   "….Setelah saya membaca hasil keputusan para ulama Dayah se-Aceh
diatas yang menjadi suatu fatwa dan rekomendasi, maka timbul
pertanyaan dalam pemikiran saya yaitu, apakah Aceh akan menjadi pusat
Daulah Islam Rasulullah yang mempunyai konstitusi yang mengacu kepada
Undang Undang Madinah?"
 >
 >   Tetapi yg lebih memberangkan Ahmad Sudirman lagi adalah sikapnya
presiden Gusdur yang berpura pura menyokong referendum. Dalam banyak
tulisannya, Ahmad Sudirman bertubi tubi menghantam Gusdur yang
katanya Gusdur belum mengerti aspirasi rakyat Aceh dan Gusdur tidak
mengerti sama sekali Aceh akan merdeka lewat referendum. Dalam diskusi
 >
 >   ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA, Stockholm, 11 Nopember 1999,
 >
 >    Ahmad Sudirman meratapi kekecewaannya sbb:
 >
 >
 >   "Apabila referendum ditetapkan, maka saya menggambarkan bahwa
mayoritas rakyat Aceh memilih keluar dari kesatuan Daulah Pancasila.
Dan ini yang menurut saya Gus Dur masih belum memahami benar
keinginan rakyat Aceh. Gus Dur masih yakin kepada orang-orang yang
duduk dibelakang meja pemerintah, yang masih dianggap loyal kepada
pemerintah.
 >   Dan saya yakin, bahwa Daulah Pancasila apabila tidak berhasil
penguasanya, yaitu Gus Dur dan kabinetnya, ditambah MPR/DPR-nya, maka 
falsafah pancasila yang dijadikan alat pemersatu bangsa ternyata
tidak mampu dijadikan sebagai alat pemersatu, yang akhirnya mengalami
kehancuran total bersamaan dengan pecah-belahnya Daulah Pancasila
menjadi kepingan-kepingan kecil yang satu sama lain saling menganggap
bahwa kesukuan dan kebangsaan merupakan identitas negara."
 >
 >   AHMAD SUDIRMAN MEMUSUHI FREE ACHEH DEMOCRATIC
 >
 >   Setelah membidik,mempelajari, mengkaji, menelaah, menguliti dan
menelanjangi sosok Ahmad Sudirman dengan materi dari pikiran dan
perbuatannya sendiri, maka sudah terjawab semua teka teki mengapa
Ahmad Sudirman sangat memusuhi Free Acheh Demokratik dan Persatuan
Masyarakat Aceh di Skandinavia sebelumnya. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu 
bahwa hanya kedua dua organisasi tersebut yg masih berjalan
diatas relnya –menuju merdeka. Dan sudah terjawab juga semua teka
teki mengapa Ahmad Sudirman sangat menyokong, memuja-muja dan
mengagung-agungkan MoU Helsinki. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu
bahwa hanya dengan jalan inilah Aceh dapat diabadikan kedalam NKRI
dan NKRI sendiri selamat dari disintegrasi.
 >
 >   Ahmad Sudirman, dengan keahliannya mempermainkan  kata kata,
telah berhasil menipu sebagian pembacanya, khususnya masyarakat Aceh.
Dengan terbuka kedok khianatnya, maka diharapkan supaya pembaca yg
budiman, khususnya masyarakat Aceh yg telah terlanjur mempercayai
Ahmad Sudirman, supaya menarik diri dan dengan demikian polimik
dengan Ahmad Sudirman berakhirlah sudah.
 >
 >   Wabillahittaufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb.
 >
 >   Wassalam
 >
 >
 >   Usman Harun
 >
 >   PS: Artikel lengakap dari semua kutipan diatas, sila baca di
http://www.dataphone.se/~ahmad, milik Ahmad Sudirman. Dan Saya tutup
tulisan ini dengan  sebuah tulisan Ahmad Sudirman, untuk hiburan
pembaca.
 >
 >
 >
 >   PEMERINTAH ACHEH BERDIRI DENGAN WALI NEGARA, KANUN, BENDERA,LAMBANG & 
LAGU KEBANGSAAN ACHE, Stockholm, 15 Agustus 2005
 >
 >   BANGSA ACHEH MENUJU KEBEBASAN DAN KEDAMAIAN DIBAWAH PEMERINTAHSENDIRI 
ACHEH DALAM NAUNGAN WALI NEGARA ACHEH TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO
 >
 >   Hari ini, Senin, 15 Agustus 2005 bangsa Acheh memasuki wilayah
yang aman dan damai di Acheh yang nantinya akan berada dibawah
lindungan Wali Negara dan Pemerintah Sendiri Acheh dengan diiringi
lagu kebangsaan Negeri Acheh, dengan kibaran bendera Negara Acheh
beserta lambang identitas bangsa Acheh.
 >   Bangsa Acheh mendapat kebebasan untuk melakukan hubungan dagang
dengan pihak dalam negeri dan luar negeri. Sumber kehidupan yang ada
di Acheh akan diatur dan dinikmati oleh bangsa Acheh. Sumber alam gas
dan minyak bumi 70% adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa
Acheh.
 >   Keamanan dalam negeri Acheh akan diatur dan diawasi oleh Polisi
Acheh yang Kepala Polisinya diangkat oleh Kepala Pemerintah Sendiri
Acheh. Penerimaan anggota Kepolisian Acheh dilakukan setelah
konsultasi dengan Kepala Pemerintah Sendiri Acheh.
 >   Selamat bagi Bangsa Acheh dan Negara Acheh. Semoga Allah SWT
meridhai perjuangan bangsa Acheh. Amin.
 >   ----------
 >
 >



---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business.




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke