Stockholm, 1 Oktober 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr.
Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB [62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm dan Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] di Reston, Virginia, USA. Kelihatan saudara Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] untuk sementara diparkir dulu dan sebagai gantinya dipakai saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] di Reston, Virginia, USA. Setelah membaca isi komentar saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] ternyata isinya kosong, artinya gersang dari fakta, bukti hukum dan sejarah. Mengapa ? Karena saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] hanya mampu memberikan tanggapan "Sudahlah mamat, jangan kau perbanyak lagi dosamu apatah lagi di bulan suci ini, lebih baik kau kurangi kemunafikanmu dengan memperbanyak bacaan asma Allah." Nah model jawaban dan tanggapan diatas adalah hanya keluar dari orang yang memang sudah tidak memiliki lagi faka, bukti hukum dan sejarah yang bisa dipertangungjawabkan secara hukum dan ilmiah untuk menunjang pendapatnya. Begitu juga dengan apa yang dituliskan oleh saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] bahwa "Orang pun sudah pada tahu jikalau kau adalah seorang piaraan intellijen Indonesia yang disusupkan ke Mesir, lalu mencari suaka ke Sweden untuk memperbaiki kehidupanmu sekaligus memonitor gerakan sosialis dan gerakan Aceh Merdeka di sana. Sayangnya GAM malek cs tak punya nalar yang tinggi untuk mengenal siapa lawan dan kawan." Nah, disinipun saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] hanya sekedar membuka mulut saja. Mengapa ? Karena tidak dijelaskan secara fakta, bukti dan hukum siapa yang disebut "Orang pun sudah pada tahu". Begitu juga tidak ada fakta, bukti hukum dan sejarah yang bisa dijadikan sebagai alat penunjang pada pernyataan bahwa Ahmad Sudirman "adalah seorang piaraan intellijen Indonesia yang disusupkan ke Mesir, lalu mencari suaka ke Sweden". Kalau hanya sekedar memberikan tanggapan seperti saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] ini, anak yang tidak mengenyam bangku sekolahpun bisa membuatnya. Artinya hanya sekedar membuka mulut dan tangannya diketikkan ke atas keyboard. Saran Ahmad Sudirman kepada saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] kalau mau juga ikut berdiskusi di mimbar bebas ini, terlebih dahulu perlu meningkatkan pengetahuan tentang Acheh sendiri dan perjuangan GAM dihubungkan dengan jalur pertumbuhan dan perkembangan RI, bukan hanya sekedar mengkorek-korek saja, agar supaya kalau menulis pandangan dan pendapat bisa dimengerti dan dipahami oleh orang lain yang membacanya karena ditunjang oleh kekuatan fakta, bukti hukum dan sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 1 Oktober 2006. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN DARI SUDUT ROMATOR. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN DARI SUDUT ROMATOR. Tetapi setelah terjadi beberapa peristiwa penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan. Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada persoalan peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, dimana kami tidak bisa kompromi sama sekali. Setelah tidak ada hubungan dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Tetapi setelah dia menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan. (Yusuf Daud, [EMAIL PROTECTED] , 83.251.20.204, 30 september 2006 23:34:41) Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB [62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm, Swedia. Setelah membaca pernyataan yang disampaikan oleh saudara Yusuf Daud kepada saudara Muhammad al Qubra yang didalamnya menyinggung Ahmad Sudirman, ternyata ditemukan beberapa masalah yang perlu diluruskan demi kebenaran jalannya jalur hasil cerita yang dipaparkan oleh saudara Yusuf Daud tersebut. Dimana saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa Ahmad Sudirman menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan. Nah, dari apa yang dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud tersebut adalah penuh dengan hasil dorongan subjektifitasnya saja. Mengapa ? Karena, kalau Ahmad Sudirman telah menggali, mempelajari, mendalami, menganalisa dan menyimpulkan sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI, kemudian dengan dasar fakta dan bukti pengetahuan dan sejarah tersebut Ahmad Sudirman menyatakan sikap penyokongan dan pendukungan penuh kepada perjuangan GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro, maka sikap dan tindakan politik Ahmad Sudirman tersebut adalah bukan sikap dan tindakan politik penyusupan kedalam GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Selanjutnya pimpinan tinggi GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah mengetahui dari sejak pertama kali mereka menginjakkan kakinya di bumi Swedia. Pimpinan tinggi GAM mengenal siapa Ahmad Sudirman dan Ahmad Sudirman juga mengenal siapa mereka. Jadi, kalau dukungan dan sokongan penuh Ahmad Sudirman yang diberikan kepada pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya itu adalah bukan merupakan sikap dan tindakan Ahmad Sudirman yang menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream seperti yang dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud, melainkan sikap dan tindakan politik yang terbuka secara umum dari pihak Ahmad Sudirman. Nah, kalau dari pihak saudara Yusuf Daud cs merasa dan berpikir bahwa dengan adanya sikap dan tindakan politik penyokongan penuh dari Ahmad Sudirman kepada pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dianggap sebagai suatu usaha penyusupan kedalam kelompok GAM, maka perasaan dan pikiran saudara Yusuf Daud cs itu masih berada ditingkat kulit-politik-nya saja. Kemudian, saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa setelah terjadi beberapa peristiwa penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan. Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya.. Nah, kalau memang ada beberapa peristiwa penting seperti yang disebutkan oleh saudara Yusuf Daud yang dijadikan alasan untuk memutuskan hubungan Yusuf Daud cs dengan pihak Ahmad Sudirman, maka dipersilahkan untuk dikemukakan dengan jelas dan terperinci di mimbar bebas ini agar supaya bisa diklarifikasikan kebenaran peristiwa penting tersebut dan agar supaya para pembaca di mimbar bebas ini mengetahui secara jelas dan benar. Seterusnya, saudara Yusuf Daud menuliskan: Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Nah, apa yang ditulis oleh saudara Yusuf Daud itu adalah diambil dari hasil analisa saudara Usman Harun di Jorpeland, Rogaland, Norway yang telah dijawab oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan Mereka hanya menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja ( http://www.dataphone.se/~ahmad/060815.htm ). Dimana dasar pemikiran yang menjadi pernyataan saudara Yusuf Daud tersebut juga adalah setelah ia membaca tulisan Ahmad Sudirman tentang Penyelesaian Aceh ditinjau dari UUM ( http://www.dataphone.se/~ahmad/990728.htm ) yang ditulis 7 tahun yang lalu. Dan Ahmad Sudirman telah memberikan tanggapan dan jawaban atas hasil pemikiran saudara Yusuf daud tersebut dalam tulisan Mereka hanya menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja. Selanjutnya, memang pada tahun 1990-an beberapa kali Ahmad Sudirman diundang oleh pihak Yusuf Daud cs untuk datang menghadiri maulid Nabi atau pertemuan dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi. Ahmad Sudirman datang menghadiri acara-acara tersebut adalah sebagai tamu dan pendengar saja, walaupun sekali-kali ada sedikit pembicaraan dan sedikit diskusi, tetapi tidak ada yang istimewa dalam pertemuan atau acara tersebut. Kemudian, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan tentang pernyataan yang disampaikan oleh pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka itu bukan berarti Ahmad Sudirman memulai perang terhadap pihak Yusuf Daud cs, melainkan Ahmad Sudirman memberikan tanggapan berdasarkan hasil galian, pemahaman, analisa dan kesimpulan Ahmad Sudirman tentang pernyataan PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic. Nah kalau pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic menganggap bahwa tanggapan Ahmad Sudirman tersebut bertentangan dengan garis politik dari pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka dipersilahkan untuk membantahnya secara jelas dan terbuka agar supaya bangsa dan semua rakyat Acheh mengetahui secara gamblang dan benar. Ahmad Sudirman sangat senang sekali kalau ada dari pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic yang memberikan tanggapannya secara terbuka atas apa yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman tersebut. Jadi, dalam masalah diskusi dan perdebatan yang terbuka ini adalah bukan dengan tujuan saling memusuhi, melainkan untuk mencari titik-titik yang bisa dijadikan garis lurus bersama. Tetapi, kalau pihak saudara Yusuf Daud menganggap bahwa tanggapan yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman itu sebagai suatu sikap ke arah perang, maka anggapan tersebut adalah anggapan yang dangkal dan sempit saja. Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman menulis seperti yang dinyatakan oleh saudara Yusuf Daud bahwa "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi permas "akan dijerat" adalah itu bukan suatu ancaman, melainkan kalau ada pihak yang menulis secara terbuka yang isinya fitnah dan penghinaan pribadi, misalnya seperti yang ditulis oleh Paya Bujok bahwa Ahmad Sudirman mengambil binik orang, Ahmad Sudirman kawin dengan janda tua, Ahmad Sudirman mencuri data dari komputer punya orang, maka tindakan orang tersebut adalah tindakan pidana penghinaan dan fitnah pribadi (bukan politik) yang bisa dijerat oleh pihak yang berwenang di Swedia. Kemudian soal PERMAS, kalau memang organisasi ini tidak didaftarkan secara resmi sebagai organisasi politik dan diakui resmi sebagai organisasi yang berasas dan bertujuan politik, kemudian dipakai alat untuk tindakan dan perjuangan politik yang melibatkan negara lain, maka sudah pasti akan terkena jeratan hukum di negara tersebut, misalnya di Swedia. Seterusnya soal MoU Helsinki. Ahmad Sudirman mendukung perjanjian yang dijalankan oleh pihak GAM dan pemerintah RI yang dituangkan dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Dimana MoU tersebut menurut Ahmad Sudirman adalah sebagai salah satu alat bagi pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya untuk mencapai tujuan penentuan nasib sendiri. Nah, kalau saudara Yusuf Daud cs bersama PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic tidak menerima MoU Helsinki, maka itu adalah hak politik saudara Yusuf Daud cs. Tidak ada paksaan dalam hal ini. Lagi pula saudara Yusuf Daud dan PERMAS serta Komite Free Acheh Democratic tidak ada memiliki hubungan secara lembaga atau institusi politik dengan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Saudara Yusuf Daud cs secara kelembagaan politik adalah berada diluar GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Jadi kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan terhadap mereka yang menentang MoU Helsinki, maka itu bukan berarti Ahmad Sudirman menjahannamkan secara agresif siapa saja, siapa saja, yang tidak sesuai dengan pikirannya atau mengkritisi MoU seperti yang ditulis oleh saudara Yusuf Daud, melainkan tanggapan Ahmad Sudirman itu adalah merupakan tanggapan politik dan hukum dilihat dari sudut isi MoU Helsinki hasil kesepakatan politik antara pihak GAM dan pemerintah RI. Selanjutnya lagi, kalau Ahmad Sudirman menyatakan bahwa saudara Yusuf Daud adalah secara fakta dan bukti hukum pengguna nama Paya Bujok dengan email [EMAIL PROTECTED] adalah memang benar secara hukum karena ada bukti hukumnya. Jadi, dalam hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi atau dibantah lagi. Hanya yang masih perlu pembuktian adalah masih adanya orang selain dari saudara Yusuf Daud yang memakai nama Paya Bujok dan email [EMAIL PROTECTED] dengan password yang sama untuk dipakai menyebarkan tulisan-tulisan yang isinya tidak senonoh, seperti saudara Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] dan terakhir ini saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134]. Dimana ketiga orang ini tidak akan mungkin bisa membaca emailnya lewat Yahoo.com kalau mereka bertiga tidak memiliki password yang sama, karena mereka bertiga memiliki email adres yang sama yaitu [EMAIL PROTECTED] yang hanya bisa diterima, dibuka dan dibaca melalui Yahoo.com yang diperlukan password dan username yang sama. Dan mereka yang memakai nama Paya Pujok dan email [EMAIL PROTECTED] yang isinya penuh fitnah dan penghinaan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan politik dan hukum. Dimana fitnah dan penghinaan pribadi inilah yang bisa dijerat oleh hukum di Swedia. Bukan masalah perbedaan pandangan atau pikiran politik yang bisa dijerat oleh hukum di Swedia, melainkan adanya fitnah dan penghinaan pribadi yang bisa divonis hukum dalam pengadilan di Swedia. Kalau dalam tulisan sebelumnya pernah disinggung saudara Yahya dan saudara Anwar yang menurut saudara Yusuf Daud adalah keduanya adik ipar saudara Yusuf Daud, maka dipersilahkan kepada saudara Yahya dan saudara Anwar dengan terbuka menyatakan diri bahwa tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan memakai email [EMAIL PROTECTED] . Dan pernyataan ini pernah Ahmad Sudirman juga kemukakan dalam tulisan sebelum ini, tetapi sampai detik sekarang ini tidak pernah ada tanggapan dan jawaban yang jelas dan pasti dari saudara Yahya dan Anwar ini kepada pihak Ahmad Sudirman. Kalau memang mereka berdua tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan email [EMAIL PROTECTED] , maka tidak perlu mereka takut untuk menyatakan secara terbuka di mimbar bebas ini. Misalnya contohnya saudara Yusuf Daud yang telah menyatakan dirinya secara terbuka bahwa ia adalah pemakai nama Paya Bujok dan pengguna email [EMAIL PROTECTED] . Terakhir, dengan telah diluruskannya apa yang telah disampaikan oleh sadara Yusuf Daud tersebut, diharapkan para pembaca di mimbar bebas ini memperoleh gambaran yang jelas dan terang dimana kedudukan Ahmad Sudirman dan dimana kedudukan saudara Yusuf Daud. Sehingga akan memberikan gambaran yang jelas tentang perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dikaitkan dengan pihak Ahmad Sudirman dan pihak saudara Yusuf Daud serta pihak PERMAS juga Komite Free Acheh Democratic. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- Received: from [83.251.20.204] by web26710.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Sat, 30 Sep 2006 23:34:41 CEST Fran: Yusuf Daud [EMAIL PROTECTED] Svarsadress: [email protected] Skickat: den 30 september 2006 23:34:41 Till: [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [email protected] Amne: [Lantak] SV: [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK Muhammad al qubra atau Husaini Daud? Saya tidak tahu kalau Husaini sudah pernah berjumpa dengan Ahmad Sudirman atau kenal dengan tulisan2 via emailnya saja. Saya kenal baik dengan Ahmad Sudirman dan isterinya, pernah ke rumah saya, pernah kami undang ke Menasah Aceh beberapa kali ketika ada kenduri2 maulid Nabi atau pertemuan dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi. Saya kenal juga beberapa kawan Ahmad Sudirman yang se ide dengan nya, dimana menurut mereka indonesia merupakan sebuah negara Islam yang terbesar di dunia, dan memecah belah indonesia itu sama dengan menghancurkan Islam - lebih kurang seperti yang ditulis Ahmad Sudirman dalam homepage nya. Tetapi setelah terjadi beberapa peristiwa penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan. Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada persoalan peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, dimana kami tidak bisa kompromi sama sekali. Setelah tidak ada hubungan dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Tetapi setelah dia menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan. Kamu Husaini harus ingat, Ahmad Sudirman yang memulai "perang" ini, mengcounter tulisan2 pribadi kami, termasuk pernyataan2 PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, yang orang Aceh sendiri yang berseberangan dengan kami jarang membantahnya; Ahmad Sudirman yang mula2 dan berkali kali menggunakan kata2 "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi permas "akan dijerat" dls sebelum orang lain menggunakan kata2 yang sama; dan dalam kaitan dengan MoU, Ahmad Sudirman yang sering menjahannamkan secara agresif siapa saja, siapa saja, yang tidak sesuai dengan pikirannya atau mengkritisi MoU. Secara pribadi saya tidak pernah berdiskusi dengan Ahmad Sudirman, sebab tidak ada yang bisa didiskusikan. Kadang2 ketika nama saya terus dibawa bawa, sejumlah email dikatakan milik saya, dan tulisan2 yang dibawah standard dikatakan saya berada dibelakangnya, maka perlu diluruskan dan diklarifikasikan. Sekarang Ahmad Sudirman sudah tahu bahwa email paya_bujok pernah saya pakai atau mungkin saya sendiri pemilik email paya_bujok yang sekarang dipakai orang lain? Ini kita serahkan kepadan Ahmad Sudirman untuk menyelidiknya. Kamu jangan terburu-buru menuduh orang tanpa bukti. Untuk menghadapi Ahmad Sudirman saya cukup bukti dan argumen, tidak harus memaki-maki, apa lagi mengancam. Kamu Husaini tidak akan bisa membuktikan kalau saya, Yusuf Daud, pernah mengancam orang. Tapi saya bisa membuktikan yang Ustaz kamu telah berkali kali mengancam saya. Kalau kamu memang orang yang jeli, .. lihat, teliti dan pelajari percakapan email saya (bukan diskusi) dengan Ahmad Sudirman dalam seminggu ini. Apa yang terjadi??? Semua orang yang normal dan tidak buta bisa melihat bahwa Ahmad Sudirman menuduh dan bertubi tubi mengancam saya untuk dipengadilankan. Reaksi saya: silakan, paparkan buktinya itu saja, bukan? Sekali sekali saya tegur kalau saya lihat Ahmad Sudirman sudah ngaur dan salah tebak, apa lagi bulan puasa: email dari Amerika dibilang dari Fittja-Norsborg, orang2 yang tidak pernah tinggal di Stockholm pun dibilang dari Fittja-Norsborg dst. Husaini, siapa yang harus tobat dibulan suci ini??? Husaini, baca baik baik tulisan Ahmad Sudirman yang dikirim tiga hari yang lalu: begitu optimis dan meyakinkan, bukan? ...artinya (email bujok_paya) bukan hanya dipakai oleh saudara Yusuf Daud, tetapi juga oleh sindikat atau bisa juga disebut keluarga dekat saudara Yusuf Daud seperti saudara Anwar dan saudara Yahya.Jadi, ketika saudara Yusuf Daud sedang sibuk bekerja di perusahaan mekanik ROMATOR AB yang terletak di sekitar daerah Bandhagen, Sockholm, maka saudara Yusuf Daud cs seperti saudara Anwar dan saudara Yahya siap memakai email [EMAIL PROTECTED] dengan menyambungkan internetnya ke server Telianet untuk bermain di sekitar PPDI dan di arena International Aceh Civil Society Forum Kenapa Ahmad Sudirman memilih kedua adik ipar saya sebagai korbannya dan dimulutnya selalu dimuntahkan kata2 Fittja-Norsborg walaupun email2 tersebut bukan dari Norsborg dan walaupun orang2 yang berkenaan tidak pernah tinggal di Norsborg? Ini terpulang kepada pembaca untuk menafsir sendiri. Tapi sayang dan kasihan juga . Bulan puasa, bulan suci Ramadhan, Ahmad Sudirman (Ustaz? Nauzubillah min zaalik) sanggup menuduh tanpa bukti dan memfitnah orang begitu saja. Dan selalu menggunakan nama Allah, Bismillah...., Assalamualaikum...dan mengakhiri dengan memohon doa kepada Allah? Sampai2 nama Allah pun sanggup dimonopoli untuk menipu para pembaca . Husaini, siapa yang harus bertobat sekarang??? Siapa2 yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Ahmad Sudirman, silakan kirim emailnya kepada saya. Mungkin masih ada tiga-empat hari lagi, setelah itu layanan untuk Ahmad Sudirman saya tutup buat sementara waktu. Mudah2an dengan sedikit penjelasan ini bisa terbuka mata mu dalam melihat fakta dan kebenaran. ---------- Received: from [83.108.160.68] by web86906.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Fri, 29 Sep 2006 21:23:17 CEST Fran: Muhammad al qubra [EMAIL PROTECTED] Svarsadress: [EMAIL PROTECTED] Skickat: den 29 september 2006 21:23:17 Till: [EMAIL PROTECTED], [email protected] Amne: [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK Dicatatan harian saya ada beberapa email yang saya palang tidak layak untuk kita layani yaitu atas nama Paya Bujok, Tgk Maad, Darwis Jiniep dan email-email dari Tarmizi alias Puteh sarong yang puluhan banyaknya dan demikian juga yang lain sebagainya. Email-email ini kerap kali menggunakan bahasa yang sangat tidak pantas. Kali ini saya benar-benar tersentak ketika ada keterangan bahwa email atas nama Paya Bujok itu tidak lain Yusuf Daud Sendiri. Sebab saya lihat sebelumnya Yusuf Daud ini agak sopan, namun belakangan ini ketika berdiskusi dengan Ustaz Ahmad Sudirman ternyata juga menggunakan bahasa yang lazim digunakan Paya Bujok. Wahai Tuan Yusuf Daud sebaiknya anda bertaubat sajalah mulai bulan Ramadhan ini. Sesungguhnya Allah senantiasa melihat tingkah laku kita. Kita mungkin saja menyembunyikan nama untuk mencela orang lain buat sementara waktu, namun suatu saat pasti kita kan mendapat balasannya. Kemudian kita takperlu mengancam orang lain, Malaikat Maut saja tak pernak mengancam orang yang memiliki kuasa (semoga Allah mengampuni saya dari berkata seperti ini). Kenapa kita tidak mengambil pelajaran pada hal yang demikian? Saya melihat baru-baru ini ada orang yang dulunya menuduh yang bukan-bukan terhadap Ustaz Ahmad Sudirman, malah sekarang itu orang sudah mulai pada memujinya. Mudah-mudahan itu orang benar-benar sudah insaf dari kesalahannya. Semoga Allah melindungi hambanya yang mau bertaubat serta takut kepadaNya. Aamin ya Rabbal 'aalamin,- Muhammad Al Qubra. ---------- From: abu meulaboh <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: [email protected] To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [email protected], [email protected] CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Subject: [Lantak] Re: «PPDi» Re: SV: [IACSF] Re: PPDi» Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik Date: Sun, 1 Oct 2006 03:19:14 -0700 (PDT) MIME-Version: 1.0 X-Originating-IP: 216.252.111.229 X-Sender: [EMAIL PROTECTED] Received: from n23.bullet.scd.yahoo.com ([66.94.237.52]) by bay0-mc5-f18.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Sun, 1 Oct 2006 03:26:15 -0700 Received: from [66.218.66.58] by n23.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 2006 10:26:09 -0000 Received: from [66.218.67.94] by t7.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 2006 10:26:09 -0000 Received: (qmail 89660 invoked from network); 1 Oct 2006 10:21:38 -0000 Received: from unknown (66.218.66.172) by m37.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 1 Oct 2006 10:21:38 -0000 Received: from unknown (HELO web57213.mail.re3.yahoo.com) (216.252.111.229) by mta4.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 1 Oct 2006 10:21:37 -0000 Received: (qmail 74772 invoked by uid 60001); 1 Oct 2006 10:19:14 -0000 Received: from [213.212.1.52] by web57213.mail.re3.yahoo.com via HTTP; Sun, 01 Oct 2006 03:19:14 PDT X-Message-Info: LsUYwwHHNt3660MmjhEvYg2f34OAemlKtU9j2Z7TuGo= Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; d=yahoogroups.com;b=CqyxSVEZR9mBjct2zYcNNvgUpfXVdcQWbqv5Uj6DtxaMvm3ZMKYuLf3IfLq8X6lKvU3MEdLmH5v7KjB3FDUZ//uQNvmhR2cP7ar3X65FVIeUU4aGLCrsCqUPXCca707x; X-Yahoo-Newman-Property: groups-email X-Yahoo-Newman-Id: 3332471-m9164 X-Apparently-To: [email protected] X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0 Mailing-List: list [email protected]; contact [EMAIL PROTECTED] Delivered-To: mailing list [email protected] List-Id: <Lantak.yahoogroups.com> Precedence: bulk List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Return-Path: [EMAIL PROTECTED] X-OriginalArrivalTime: 01 Oct 2006 10:26:15.0018 (UTC) FILETIME=[0623BCA0:01C6E544] SEPERTI KATA TGK IRWANDI YUSUF : SI AMAT JAWA INI MEMANG LAHIR SEBAGAI TOKANG FITNAH. SEKARANG MENCOBA MEMECAHBELAHKAN GAM BERDASARKAN INFORMASI YANG DIBERI OLEH SAHABATNYA MUZAKIR HAMID, ADIK KANDUNG ISTERI ZAINI ABDULLAH. From: mirah pati [EMAIL PROTECTED] Date: 4 augusti 2006 17:41:18 To: [email protected], [email protected], [EMAIL PROTECTED] Subject: «PPDi» Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik Pembaca yg budiman, Assalamualaikum wr.wb, Untuk membuktikan secara hukum dan fakta bahwa Ahmad Sudirman seorang munafik anda tidak perlu pusing pusing untuk memaparkan buktinya. Kalau saja anda membaca sebagian tulisan2nya yg disimpan dalam homepage: http://www.dataphone.se/~ahmad, anda akan mengetahui langsung bahwa mulutnya Ahmad Sudirman sangat berlawanan dengan hati nuraninya alias munafik. AHMAD SUDIRMAN DAN INDONESIANYA Kalau dilihat sepintas lalu Ahmad Sudirman adalah seorang yg anti Indonesia yang selalu menyerang dan memaki maki pemerintah Indonesia dalam hal apa saja. Tetapi kalau mandalami tulisan2nya dengan cermat, akan jelas ia seorang yg paling nasionalis atau lebih tepat lagi "indonesialist" yg mati2an mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia melebihi daripada perjuangannya terhadap Islam yg ditonjol- tonjolkan selama ini. Sebelum Ahmad Sudirman melanglangbuana ke Aceh, ia telah banyak menulis tentang Indonesia yg disimpan rapi dalam homepagenya http://www.dataphone.se/~ahmad, dimana tulisan awal awalnya selalu dimulai dengan judul: INDONESIA TANAH AIRKU, yg ditulis tgl 15, 17, 19, 20 Mei 1998 dll, menjelang jatuhnya Suharto. Ahmad Sudirman mengkritisi dwifungsi ABRI tetapi tetap mempertahankan keutuhan ABRI yg menurutnya sebagai tulang pungungnya Indonesia yang telah memerdekakan Indonesia, menumpas komunis dan mempertahankan negara dari musuh (baca: gerakan2 pemisah). Ahmad Sudirman juga mengakui tidak memusuhi ABRI selama tugas Abri terbatas menjaga ketertiban dan keamanan negara Indonesia yg ia cintainya. Dibawah ini cuplikan kata2 Ahmad Sudirman sendiri yang ditulis tgl. 24 Mei, 1998, dengan rubriknya: ABRI HANYA PENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN "Saya akui, bahwa ABRI tulang punggung Indonesia, tanpa ABRI tidak mungkin Indonesia lepas dari penjajahan Belanda, tanpa ABRI tidak mungkin gerakan komunis Indonesia dapat dihancurkan, namun, hal ini tidak menjadi suatu alasan untuk menjadikan ABRI sebagai faktor yang menentukan dalam pemerintahan. "Saudara-saudaraku di tanah air. Saya tidak menentang ABRI, tetapi saya mau melihatABRI bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu menjaga keamanan dan ketertiban serta membela dan mempertahankan negara dari ancaman musuh *.*" Dalam tulisan awal2 yang dikutip diatas, Ahmad Sudirman tidak begitu spesifik dengan " mempertahankan negara dari ancaman musuh", tapi kala kita berjingkrak jauh kedepan, yang dimaksud dengan "musuh" tersebut adalah gerakan2 pejuang kemerdekaan diluar pulau Jawa. Setelah Suharto jatuh, Sudirman mulai menulis tentang negeri kayangannya Daulah Islamiyah Rasulullah (DIR) dengan Undang Undang Madinahnya (UUM). Dalam kampanye DIRnya, nasionalisme Indonesia Ahmad Sudirman semakin bertambah kental. Tanpa spesifik referensi untuk Aceh, Timtim dan Papua Merdeka yg sedang berusaha melepaskan diri dari penjajah Indonesia kala itu, Ahmad Sudirman dengan terang terangan menulis bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia sekarang tidak dapat diselesaikan atas dasar "sukuisme", dengan membiarkan lahirnya Daulah2 seperti Daulah Aceh, Daulah Jawa, Daulah Pasundan, Daulah Bugis dls. Dengan kata lain, kodok Ahmad Sudirman yang anti perjuangan kemerdekaan di Aceh, Papua Barat, Maluku dll sudah mulai terbuka dan ciri ciri kemunafikinnya dalam membela Aceh terlihat sejak dari sini. Dalam tulisannya tgl 8 April, 1999 untuk ummat Islam di Indonesia, Ahmad Sudirman menghimbau, dengan judulnya: MEMBANGUN KEMBALI SATU DAULAH ISLAM RASULULLAH YANG BERPUSAT APAKAH DI SUNDA, DI MAKASAR, DI RIAU, DI LAMPUNG, DI PADANG ATAU DI ACEH, JADI BUKAN MEMBANGUN DAULAH KESUKUAN YANG BERCERAI-BERAI. "Untuk kaum Muslimin dan Muslimat yang tinggal di Indonesia. "Suatu kerugian yang besar apabila kaum Muslimin yang tinggal dan hidup di Indonesia dipecah belah menjadi beberapa kelompok Daulah Kesukuan, seperti Daulah Sunda, Daulah Riau, Daulah Padang, Daulah Lampung, Daulah Sulawesi, Daulah Kalimantan, Daulah Aceh, Daulah Ambon, Daulah Bali, Daulah Irian Jaya, Daulah Jawa dsb. Bagi seorang Muslim menegakkan suatu Daulah adalah diatas dasar akidah Islam dan ukhuwah Islam, bukan kesukuan, kebangsaan, nasionalitas atau ras. Dengan akidah Islam dan ukhuwah Islam inilah yang akan menjadi tali pengikat kesatuan ummat yang tergabung dalam satu naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya. Dalam Islam tidak memandang nasionalitas, kesukuan, kebangsaan, warna kulit, ras, melainkan yang dipandang adalah akidah Islam dan ukhuwah Islam. Suatu kebodohan apabila kaum muslimin membangun Daulah Islamnya berdasarkan kepada kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas-nya. yang berdasarkan akidah Islam yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras dengan tujuan untuk beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT. Nah, dari petikan diatas tadi kelihatan dengan jelas sekali bahwa Ahamad Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang ingin memperjuangkan kemerdekaannya. Bukan itu saja, double standard atau kemunafikin Ahmad Sudirman lebih terang disini: ia paling anti kebangsaan, kesukuan, dan nasionalitas tetapi selalu mengagung- agungkan dan mempertahannkan nasionalitas Indonesianya. Dalam sekian banyak tulisannya Ahmad Sudirman hampir tidak pernah lupa mengingati pembacanya tentang " kesatuan ummat dan keutuhan bangsa Indonesia" , seperti dalam judul tulisan dibawah ini. MENUJU KESATUAN UMMAT DENGAN MISI MENEGAKKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR GUNA MEMELIHARA KESATUAN UMMAT DAN KEUTUHAN BANGSA, Stockholm, 25 Mei 1999, dan banyak yang lain lagi. AHMAD SUDIRMAN VERSUS ACEH Pertama sekali Ahmad Sudirman tergerak untuk mencampuri urusan perjuangan bangsa Aceh yaitu setelah pembantaian oleh TNI di Beutong Ateuëh terhadap Tengku Bantaqiah dan sekitar 60 pengikutnya pada bulan Juli 1999. Ketergerakan hati Ahmad Sudirman, menurut pengakuannya, karena yang dibantai itu seorang ulama dan "ummat Islam Aceh", tetapi dalam sebuah tulisan lain, tanpa disadari Ahmad Sudirman yang munafik itu telah membongkar kedoknya sendiri. Ahmad Sudirman membeberkan dengan nuraninya bahwa Aceh akan lepas seperti Timtim kalau telalu banyak rakyak Aceh yang dikorbankan oleh TNI, masyarakat Internasional tidak akan tinggal diam dan daerah daerah lain pun akan menyusul sehingga terjadi disintegrasi di Indonesia. Selanjutnya Ahmad Sudirman mengatakan bahwa Indonesia harus segera berunding dengan rakyat Aceh selama belum ada satu negara yang mengakui GAM, kalau tidak Aceh akan terjadi seperti di Timtim (merdeka). Dalam diskusi panjang dengan kawan2 Indonesianya di Banda Aceh dan Saudi Arabia dengan tajuk: ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA , Stockholm, 11 Nopember 1999, Ahmad Sudirman sempat lupa memakai topengnya dan untuk sekali ini membiarkan nuraninya berbicara sbb: "SELAMA TIDAK ADA NEGARA LAIN YANG TERLIBAT DALAM MASALAH ACEH, SELAMA ITU BISA DISELESAIKAN DENGAN JALAN PERUNDINGAN "Sejauh yang saya lihat dalam krisis Aceh sekarang adalah belum adanya keterlibatan langsung negara lain. Nah disini saya beranggapan, bahwa apabila telah ada satu atau lebih negara lain ikut melibatkan diri langsung dalam penyelesaian krisi Aceh, maka saat itulah akan timbul api pergolakan yang hebat di bumi Daulah Pancasila. Sebagaimana terjadi di Timor Timur. "Apabila ada dari pihak-pihak rakyat Aceh melibatkan PBB untuk membantu penyelesaian krisi Aceh, maka kemungkinan besar menurut pemikiran saya, yang akan ditangggapi oleh PBB adalah masalah-masalah pelanggaran hak asasi manusia, seperti pembunuhan masal rakyat Aceh oleh TNI, baik selama Rezim militer diktator Soeharto dan Rezim Habibie. "Nah, kalau pihak Gus Dur tidak jeli dalam mengamati masalah pelanggaran hak asasi manusia, maka pelanggaran hak asasi manusia akan dijadikan senjata tajam oleh rakyat Aceh untuk memukul pemerintah Gus Dur. Apalagi nantinya melibatkan badan PBB dan badan Hak asasi manusia-nya. Karena menurut pemikiran saya, lewat jalan pelanggaran hak asasi manusia yang telah dilakukan oleh rezim Daulah Pancasila inilah yang akan dijadikan landasan perjuangan Rakyat Aceh di dunia Internasional." Dari tulisan diatas pembaca bisa melihat sendiri bahwa "kepedulian" Ahmad Sudirman terhadap Aceh bukan atas dasar keikhlasan atau simpati karena bangsa Aceh Islam yg dizalimi, tetapi lebih cenderung kepada ketakutannya yg luar bisa terhadap lepasnya Aceh dari Indonesia. Sehubungan dengan pembantaian Beutong Ateuëh, Ahmad Sudirman dalam sebuah tulisannya tanpa segan2 langsung mengusulkan kepada GAM dan rakyat Aceh supaya berdialog dengan pemerintahan Habibie dengan solusinya OTONOMI yg berbasis kepada Undang Undang Madinahya Ahmad Sudirman (UUM): PENYELESAIAN ACEH DITINJAU DARI UUM, Stockholm, 28 Juli 1999 "Untuk rakyat Aceh dengan National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Penguasa Sekarang, setelah melihat dan membaca dasar-dasar yang akan dijadikan penyelesaian rakyat Aceh dengan pihak Penguasa Indonesia, saya mengajukan jalan pemecahannya yaitu, Pertama, rakyat Aceh disatukan dengan dasar aqidah Islam, bukan berdasarkan kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas. Menerapkan hukum Islam secara menyeluruh dengan mencontoh Rasulullah saw dengan Daulah Islam Rasulullah-nya. Kedua, dalam dialog terbuka tersebut dibicarakan masa depan rakyat Aceh dengan diberikan hak menentukan nasibnya sendiri dengan pemerintahan sendiri dalam bentuk daerah otonomi. Ketiga, kekayaan bumi yang ada di daerah otonomi Aceh dikelola, diatur dan diolah oleh rakyat Aceh dibawah pengawasan pemerintahan otonomi Aceh. Keempat, daerah otonomi Aceh adalah daerah bebas tempat hijrah untuk setiap muslim. Inilah untuk sementara hasil pemikiran saya untuk rakyat Aceh dengan National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Penguasa Indonesia di bawah Presiden Habibie." Ketika perjuangan SIRA sudah mencapai klimaksnya dan HUDA mengeluarkan fatwa menyokong referendum, dengan tangan dan lututnya yg bergementar Ahmad Sudirman terus beraksi, tak kenal lelah mempromosikan usul2 OTONOMI diatas tadi sebagai satu2nya jalan keluar untuk membendung gerakan sipil yg menuntut referendum. Ahmad Sudirman tahu betul bahwa Aceh akan merdeka kalau referendum dilakukan dan dia tahu juga kemerdekaan Aceh kala itu sudah diambang pintu, mengingat HUDA, SIRA, NGO dan golongan intelektual plus sebagian birokrat sudah bersatu dalam satu kata: REFERENDUM yg dikumandangkan oleh penyanyi tenar Aceh Yacob Tailah dan Syech Yuldi. Kekecewaan Ahmad Sudirman waktu itu sempat dituangkan dalam nada yg sinis: ACEH AKAN MENJADI PUSAT DIR Stockholm, 17 September 1999 " .Setelah saya membaca hasil keputusan para ulama Dayah se-Aceh diatas yang menjadi suatu fatwa dan rekomendasi, maka timbul pertanyaan dalam pemikiran saya yaitu, apakah Aceh akan menjadi pusat Daulah Islam Rasulullah yang mempunyai konstitusi yang mengacu kepada Undang Undang Madinah?" Tetapi yg lebih memberangkan Ahmad Sudirman lagi adalah sikapnya presiden Gusdur yang berpura pura menyokong referendum. Dalam banyak tulisannya, Ahmad Sudirman bertubi tubi menghantam Gusdur yang katanya Gusdur belum mengerti aspirasi rakyat Aceh dan Gusdur tidak mengerti sama sekali Aceh akan merdeka lewat referendum. Dalam diskusi ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA, Stockholm, 11 Nopember 1999, Ahmad Sudirman meratapi kekecewaannya sbb: "Apabila referendum ditetapkan, maka saya menggambarkan bahwa mayoritas rakyat Aceh memilih keluar dari kesatuan Daulah Pancasila. Dan ini yang menurut saya Gus Dur masih belum memahami benar keinginan rakyat Aceh. Gus Dur masih yakin kepada orang-orang yang duduk dibelakang meja pemerintah, yang masih dianggap loyal kepada pemerintah. Dan saya yakin, bahwa Daulah Pancasila apabila tidak berhasil penguasanya, yaitu Gus Dur dan kabinetnya, ditambah MPR/DPR-nya, maka falsafah pancasila yang dijadikan alat pemersatu bangsa ternyata tidak mampu dijadikan sebagai alat pemersatu, yang akhirnya mengalami kehancuran total bersamaan dengan pecah-belahnya Daulah Pancasila menjadi kepingan-kepingan kecil yang satu sama lain saling menganggap bahwa kesukuan dan kebangsaan merupakan identitas negara." AHMAD SUDIRMAN MEMUSUHI FREE ACHEH DEMOCRATIC Setelah membidik,mempelajari, mengkaji, menelaah, menguliti dan menelanjangi sosok Ahmad Sudirman dengan materi dari pikiran dan perbuatannya sendiri, maka sudah terjawab semua teka teki mengapa Ahmad Sudirman sangat memusuhi Free Acheh Demokratik dan Persatuan Masyarakat Aceh di Skandinavia sebelumnya. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu bahwa hanya kedua dua organisasi tersebut yg masih berjalan diatas relnya menuju merdeka. Dan sudah terjawab juga semua teka teki mengapa Ahmad Sudirman sangat menyokong, memuja-muja dan mengagung-agungkan MoU Helsinki. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu bahwa hanya dengan jalan inilah Aceh dapat diabadikan kedalam NKRI dan NKRI sendiri selamat dari disintegrasi. Ahmad Sudirman, dengan keahliannya mempermainkan kata kata, telah berhasil menipu sebagian pembacanya, khususnya masyarakat Aceh. Dengan terbuka kedok khianatnya, maka diharapkan supaya pembaca yg budiman, khususnya masyarakat Aceh yg telah terlanjur mempercayai Ahmad Sudirman, supaya menarik diri dan dengan demikian polimik dengan Ahmad Sudirman berakhirlah sudah. Wabillahittaufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb. Wassalam Usman Harun PS: Artikel lengakap dari semua kutipan diatas, sila baca di http://www.dataphone.se/~ahmad, milik Ahmad Sudirman. Dan Saya tutup tulisan ini dengan sebuah tulisan Ahmad Sudirman, untuk hiburan pembaca. PEMERINTAH ACHEH BERDIRI DENGAN WALI NEGARA, KANUN, BENDERA, LAMBANG & LAGU KEBANGSAAN ACHE, Stockholm, 15 Agustus 2005 BANGSA ACHEH MENUJU KEBEBASAN DAN KEDAMAIAN DIBAWAH PEMERINTAH SENDIRI ACHEH DALAM NAUNGAN WALI NEGARA ACHEH TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO Hari ini, Senin, 15 Agustus 2005 bangsa Acheh memasuki wilayah yang aman dan damai di Acheh yang nantinya akan berada dibawah lindungan Wali Negara dan Pemerintah Sendiri Acheh dengan diiringi lagu kebangsaan Negeri Acheh, dengan kibaran bendera Negara Acheh beserta lambang identitas bangsa Acheh. Bangsa Acheh mendapat kebebasan untuk melakukan hubungan dagang dengan pihak dalam negeri dan luar negeri. Sumber kehidupan yang ada di Acheh akan diatur dan dinikmati oleh bangsa Acheh. Sumber alam gas dan minyak bumi 70% adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Acheh. Keamanan dalam negeri Acheh akan diatur dan diawasi oleh Polisi Acheh yang Kepala Polisinya diangkat oleh Kepala Pemerintah Sendiri Acheh. Penerimaan anggota Kepolisian Acheh dilakukan setelah konsultasi dengan Kepala Pemerintah Sendiri Acheh. Selamat bagi Bangsa Acheh dan Negara Acheh. Semoga Allah SWT meridhai perjuangan bangsa Acheh. Amin. ---------- > From: mirah pati [EMAIL PROTECTED] > Date: 4 augusti 2006 17:41:18 > To: [email protected], [email protected], [EMAIL PROTECTED] > Subject: «PPDi» Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik > > > Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik > > > Pembaca yg budiman, > > Assalamualaikum wr.wb, > > Untuk membuktikan secara hukum dan fakta bahwa Ahmad Sudirman seorang munafik anda tidak perlu pusing pusing untuk memaparkan buktinya. Kalau saja anda membaca sebagian tulisan2nya yg disimpan dalam homepage: http://www.dataphone.se/~ahmad, anda akan mengetahui langsung bahwa mulutnya Ahmad Sudirman sangat berlawanan dengan hati nuraninya alias munafik. > > AHMAD SUDIRMAN DAN INDONESIANYA > Kalau dilihat sepintas lalu Ahmad Sudirman adalah seorang yg anti Indonesia yang selalu menyerang dan memaki maki pemerintah Indonesia dalam hal apa saja. Tetapi kalau mandalami tulisan2nya dengan cermat, akan jelas ia seorang yg paling nasionalis atau lebih tepat lagi "indonesialist" yg mati2an mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia melebihi daripada perjuangannya terhadap Islam yg ditonjol- tonjolkan selama ini. > > Sebelum Ahmad Sudirman melanglangbuana ke Aceh, ia telah banyak menulis tentang Indonesia yg disimpan rapi dalam homepagenya http://www.dataphone.se/~ahmad, dimana tulisan awal awalnya selalu dimulai dengan judul: INDONESIA TANAH AIRKU, yg ditulis tgl 15, 17, 19, 20 Mei 1998 dll, menjelang jatuhnya Suharto. Ahmad Sudirman mengkritisi dwifungsi ABRI tetapi tetap mempertahankan keutuhan ABRI yg menurutnya sebagai tulang pungungnya Indonesia yang telah memerdekakan Indonesia, menumpas komunis dan mempertahankan negara dari musuh (baca: gerakan2 pemisah). Ahmad Sudirman juga mengakui tidak memusuhi ABRI selama tugas Abri terbatas menjaga ketertiban dan keamanan negara Indonesia yg ia cintainya. Dibawah ini cuplikan kata2 Ahmad Sudirman sendiri yang ditulis tgl. 24 Mei, 1998, dengan rubriknya: > > ABRI HANYA PENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN > > > "Saya akui, bahwa ABRI tulang punggung Indonesia, tanpa ABRI tidak mungkin Indonesia lepas dari penjajahan Belanda, tanpa ABRI tidak mungkin gerakan komunis Indonesia dapat dihancurkan, namun, hal ini tidak menjadi suatu alasan untuk menjadikan ABRI sebagai faktor yang menentukan dalam pemerintahan. > > "Saudara-saudaraku di tanah air. Saya tidak menentang ABRI, tetapi saya mau melihatABRI bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu menjaga keamanan dan ketertiban serta membela dan mempertahankan negara dari ancaman musuh *.*" > > Dalam tulisan awal2 yang dikutip diatas, Ahmad Sudirman tidak begitu spesifik dengan " mempertahankan negara dari ancaman musuh", tapi kala kita berjingkrak jauh kedepan, yang dimaksud dengan "musuh" tersebut adalah gerakan2 pejuang kemerdekaan diluar pulau Jawa. > > Setelah Suharto jatuh, Sudirman mulai menulis tentang negeri kayangannya Daulah Islamiyah Rasulullah (DIR) dengan Undang Undang Madinahnya (UUM). Dalam kampanye DIRnya, nasionalisme Indonesia Ahmad Sudirman semakin bertambah kental. Tanpa spesifik referensi untuk Aceh, Timtim dan Papua Merdeka yg sedang berusaha melepaskan diri dari penjajah Indonesia kala itu, Ahmad Sudirman dengan terang terangan menulis bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia sekarang tidak dapat diselesaikan atas dasar "sukuisme", dengan membiarkan lahirnya Daulah2 seperti Daulah Aceh, Daulah Jawa, Daulah Pasundan, Daulah Bugis dls. Dengan kata lain, kodok Ahmad Sudirman yang anti perjuangan kemerdekaan di Aceh, Papua Barat, Maluku dll sudah mulai terbuka dan ciri ciri kemunafikinnya dalam membela Aceh terlihat sejak dari sini. Dalam tulisannya tgl 8 April, 1999 untuk ummat Islam di Indonesia, Ahmad Sudirman menghimbau, dengan judulnya: > > MEMBANGUN KEMBALI SATU DAULAH ISLAM RASULULLAH YANG BERPUSAT APAKAH DI SUNDA, DI MAKASAR, DI RIAU, DI LAMPUNG, DI PADANG ATAU DI ACEH, JADI BUKAN MEMBANGUN DAULAH KESUKUAN YANG BERCERAI-BERAI. > > "Untuk kaum Muslimin dan Muslimat yang tinggal di Indonesia. > > "Suatu kerugian yang besar apabila kaum Muslimin yang tinggal dan hidup di Indonesia dipecah belah menjadi beberapa kelompok Daulah Kesukuan, seperti Daulah Sunda, Daulah Riau, Daulah Padang, Daulah Lampung, Daulah Sulawesi, Daulah Kalimantan, Daulah Aceh, Daulah Ambon, Daulah Bali, Daulah Irian Jaya, Daulah Jawa dsb. > > Bagi seorang Muslim menegakkan suatu Daulah adalah diatas dasar akidah Islam dan ukhuwah Islam, bukan kesukuan, kebangsaan, nasionalitas atau ras. Dengan akidah Islam dan ukhuwah Islam inilah yang akan menjadi tali pengikat kesatuan ummat yang tergabung dalam satu naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya. Dalam Islam tidak memandang nasionalitas, kesukuan, kebangsaan, warna kulit, ras, melainkan yang dipandang adalah akidah Islam dan ukhuwah Islam. > > Suatu kebodohan apabila kaum muslimin membangun Daulah Islamnya berdasarkan kepada kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas-nya. yang berdasarkan akidah Islam yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras dengan tujuan untuk beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT. > > Nah, dari petikan diatas tadi kelihatan dengan jelas sekali bahwa Ahamad Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang ingin memperjuangkan kemerdekaannya. Bukan itu saja, double standard atau kemunafikin Ahmad Sudirman lebih terang disini: ia paling anti kebangsaan, kesukuan, dan nasionalitas tetapi selalu mengagung- agungkan dan mempertahannkan nasionalitas Indonesianya. Dalam sekian banyak tulisannya Ahmad Sudirman hampir tidak pernah lupa mengingati pembacanya tentang " kesatuan ummat dan keutuhan bangsa Indonesia" , seperti dalam judul tulisan dibawah ini. > > MENUJU KESATUAN UMMAT DENGAN MISI MENEGAKKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR GUNA MEMELIHARA KESATUAN UMMAT DAN KEUTUHAN BANGSA, Stockholm, 25 Mei 1999, dan banyak yang lain lagi. > > AHMAD SUDIRMAN VERSUS ACEH > Pertama sekali Ahmad Sudirman tergerak untuk mencampuri urusan perjuangan bangsa Aceh yaitu setelah pembantaian oleh TNI di Beutong Ateuëh terhadap Tengku Bantaqiah dan sekitar 60 pengikutnya pada bulan Juli 1999. Ketergerakan hati Ahmad Sudirman, menurut pengakuannya, karena yang dibantai itu seorang ulama dan "ummat Islam Aceh", tetapi dalam sebuah tulisan lain, tanpa disadari Ahmad Sudirman yang munafik itu telah membongkar kedoknya sendiri. Ahmad Sudirman membeberkan dengan nuraninya bahwa Aceh akan lepas seperti Timtim kalau telalu banyak rakyak Aceh yang dikorbankan oleh TNI, masyarakat Internasional tidak akan tinggal diam dan daerah daerah lain pun akan menyusul sehingga terjadi disintegrasi di Indonesia. Selanjutnya Ahmad Sudirman mengatakan bahwa Indonesia harus segera berunding dengan rakyat Aceh selama belum ada satu negara yang mengakui GAM, kalau tidak Aceh akan terjadi seperti di Timtim (merdeka). Dalam diskusi panjang dengan kawan2 Indonesianya di Banda > Aceh dan Saudi Arabia dengan tajuk: > > ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA , Stockholm, 11 Nopember 1999, > > Ahmad Sudirman sempat lupa memakai topengnya dan untuk sekali ini membiarkan nuraninya berbicara sbb: > > "SELAMA TIDAK ADA NEGARA LAIN YANG TERLIBAT DALAM MASALAH ACEH, SELAMA ITU BISA DISELESAIKAN DENGAN JALAN PERUNDINGAN > > "Sejauh yang saya lihat dalam krisis Aceh sekarang adalah belum adanya keterlibatan langsung negara lain. Nah disini saya beranggapan, bahwa apabila telah ada satu atau lebih negara lain ikut melibatkan diri langsung dalam penyelesaian krisi Aceh, maka saat itulah akan timbul api pergolakan yang hebat di bumi Daulah Pancasila. Sebagaimana terjadi di Timor Timur. > > "Apabila ada dari pihak-pihak rakyat Aceh melibatkan PBB untuk membantu penyelesaian krisi Aceh, maka kemungkinan besar menurut pemikiran saya, yang akan ditangggapi oleh PBB adalah masalah-masalah pelanggaran hak asasi manusia, seperti pembunuhan masal rakyat Aceh oleh TNI, baik selama Rezim militer diktator Soeharto dan Rezim Habibie. > > "Nah, kalau pihak Gus Dur tidak jeli dalam mengamati masalah pelanggaran hak asasi manusia, maka pelanggaran hak asasi manusia akan dijadikan senjata tajam oleh rakyat Aceh untuk memukul pemerintah Gus Dur. Apalagi nantinya melibatkan badan PBB dan badan Hak asasi manusia-nya. > Karena menurut pemikiran saya, lewat jalan pelanggaran hak asasi manusia yang telah dilakukan oleh rezim Daulah Pancasila inilah yang akan dijadikan landasan perjuangan Rakyat Aceh di dunia Internasional." > > Dari tulisan diatas pembaca bisa melihat sendiri bahwa "kepedulian" Ahmad Sudirman terhadap Aceh bukan atas dasar keikhlasan atau simpati karena bangsa Aceh Islam yg dizalimi, tetapi lebih cenderung kepada ketakutannya yg luar bisa terhadap lepasnya Aceh dari Indonesia. > > Sehubungan dengan pembantaian Beutong Ateuëh, Ahmad Sudirman dalam sebuah tulisannya tanpa segan2 langsung mengusulkan kepada GAM dan rakyat Aceh supaya berdialog dengan pemerintahan Habibie dengan solusinya OTONOMI yg berbasis kepada Undang Undang Madinahya Ahmad Sudirman (UUM): > > PENYELESAIAN ACEH DITINJAU DARI UUM, Stockholm, 28 Juli 1999 > > "Untuk rakyat Aceh dengan National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Penguasa > Sekarang, setelah melihat dan membaca dasar-dasar yang akan dijadikan penyelesaian rakyat Aceh dengan pihak Penguasa Indonesia, saya mengajukan jalan pemecahannya yaitu, > > Pertama, rakyat Aceh disatukan dengan dasar aqidah Islam, bukan berdasarkan kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas. Menerapkan hukum Islam secara menyeluruh dengan mencontoh Rasulullah saw dengan Daulah Islam Rasulullah-nya. > > Kedua, dalam dialog terbuka tersebut dibicarakan masa depan rakyat Aceh dengan diberikan hak menentukan nasibnya sendiri dengan pemerintahan sendiri dalam bentuk daerah otonomi. > > Ketiga, kekayaan bumi yang ada di daerah otonomi Aceh dikelola, diatur dan diolah oleh rakyat Aceh dibawah pengawasan pemerintahan otonomi Aceh. > > Keempat, daerah otonomi Aceh adalah daerah bebas tempat hijrah untuk setiap muslim. > > Inilah untuk sementara hasil pemikiran saya untuk rakyat Aceh dengan National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Penguasa Indonesia di bawah Presiden Habibie." > > Ketika perjuangan SIRA sudah mencapai klimaksnya dan HUDA mengeluarkan fatwa menyokong referendum, dengan tangan dan lututnya yg bergementar Ahmad Sudirman terus beraksi, tak kenal lelah mempromosikan usul2 OTONOMI diatas tadi sebagai satu2nya jalan keluar untuk membendung gerakan sipil yg menuntut referendum. Ahmad Sudirman tahu betul bahwa Aceh akan merdeka kalau referendum dilakukan dan dia tahu juga kemerdekaan Aceh kala itu sudah diambang pintu, mengingat HUDA, SIRA, NGO dan golongan intelektual plus sebagian birokrat sudah bersatu dalam satu kata: REFERENDUM yg dikumandangkan oleh penyanyi tenar Aceh Yacob Tailah dan Syech Yuldi. Kekecewaan Ahmad Sudirman waktu itu sempat dituangkan dalam nada yg sinis: > > ACEH AKAN MENJADI PUSAT DIR > Stockholm, 17 September 1999 > > " .Setelah saya membaca hasil keputusan para ulama Dayah se-Aceh diatas yang menjadi suatu fatwa dan rekomendasi, maka timbul pertanyaan dalam pemikiran saya yaitu, apakah Aceh akan menjadi pusat Daulah Islam Rasulullah yang mempunyai konstitusi yang mengacu kepada Undang Undang Madinah?" > > Tetapi yg lebih memberangkan Ahmad Sudirman lagi adalah sikapnya presiden Gusdur yang berpura pura menyokong referendum. Dalam banyak tulisannya, Ahmad Sudirman bertubi tubi menghantam Gusdur yang katanya Gusdur belum mengerti aspirasi rakyat Aceh dan Gusdur tidak mengerti sama sekali Aceh akan merdeka lewat referendum. Dalam diskusi > > ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA, Stockholm, 11 Nopember 1999, > > Ahmad Sudirman meratapi kekecewaannya sbb: > > > "Apabila referendum ditetapkan, maka saya menggambarkan bahwa mayoritas rakyat Aceh memilih keluar dari kesatuan Daulah Pancasila. Dan ini yang menurut saya Gus Dur masih belum memahami benar keinginan rakyat Aceh. Gus Dur masih yakin kepada orang-orang yang duduk dibelakang meja pemerintah, yang masih dianggap loyal kepada pemerintah. > Dan saya yakin, bahwa Daulah Pancasila apabila tidak berhasil penguasanya, yaitu Gus Dur dan kabinetnya, ditambah MPR/DPR-nya, maka falsafah pancasila yang dijadikan alat pemersatu bangsa ternyata tidak mampu dijadikan sebagai alat pemersatu, yang akhirnya mengalami kehancuran total bersamaan dengan pecah-belahnya Daulah Pancasila menjadi kepingan-kepingan kecil yang satu sama lain saling menganggap bahwa kesukuan dan kebangsaan merupakan identitas negara." > > AHMAD SUDIRMAN MEMUSUHI FREE ACHEH DEMOCRATIC > > Setelah membidik,mempelajari, mengkaji, menelaah, menguliti dan menelanjangi sosok Ahmad Sudirman dengan materi dari pikiran dan perbuatannya sendiri, maka sudah terjawab semua teka teki mengapa Ahmad Sudirman sangat memusuhi Free Acheh Demokratik dan Persatuan Masyarakat Aceh di Skandinavia sebelumnya. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu bahwa hanya kedua dua organisasi tersebut yg masih berjalan diatas relnya menuju merdeka. Dan sudah terjawab juga semua teka teki mengapa Ahmad Sudirman sangat menyokong, memuja-muja dan mengagung-agungkan MoU Helsinki. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu bahwa hanya dengan jalan inilah Aceh dapat diabadikan kedalam NKRI dan NKRI sendiri selamat dari disintegrasi. > > Ahmad Sudirman, dengan keahliannya mempermainkan kata kata, telah berhasil menipu sebagian pembacanya, khususnya masyarakat Aceh. Dengan terbuka kedok khianatnya, maka diharapkan supaya pembaca yg budiman, khususnya masyarakat Aceh yg telah terlanjur mempercayai Ahmad Sudirman, supaya menarik diri dan dengan demikian polimik dengan Ahmad Sudirman berakhirlah sudah. > > Wabillahittaufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb. > > Wassalam > > > Usman Harun > > PS: Artikel lengakap dari semua kutipan diatas, sila baca di http://www.dataphone.se/~ahmad, milik Ahmad Sudirman. Dan Saya tutup tulisan ini dengan sebuah tulisan Ahmad Sudirman, untuk hiburan pembaca. > > > > PEMERINTAH ACHEH BERDIRI DENGAN WALI NEGARA, KANUN, BENDERA,LAMBANG & LAGU KEBANGSAAN ACHE, Stockholm, 15 Agustus 2005 > > BANGSA ACHEH MENUJU KEBEBASAN DAN KEDAMAIAN DIBAWAH PEMERINTAHSENDIRI ACHEH DALAM NAUNGAN WALI NEGARA ACHEH TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO > > Hari ini, Senin, 15 Agustus 2005 bangsa Acheh memasuki wilayah yang aman dan damai di Acheh yang nantinya akan berada dibawah lindungan Wali Negara dan Pemerintah Sendiri Acheh dengan diiringi lagu kebangsaan Negeri Acheh, dengan kibaran bendera Negara Acheh beserta lambang identitas bangsa Acheh. > Bangsa Acheh mendapat kebebasan untuk melakukan hubungan dagang dengan pihak dalam negeri dan luar negeri. Sumber kehidupan yang ada di Acheh akan diatur dan dinikmati oleh bangsa Acheh. Sumber alam gas dan minyak bumi 70% adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Acheh. > Keamanan dalam negeri Acheh akan diatur dan diawasi oleh Polisi Acheh yang Kepala Polisinya diangkat oleh Kepala Pemerintah Sendiri Acheh. Penerimaan anggota Kepolisian Acheh dilakukan setelah konsultasi dengan Kepala Pemerintah Sendiri Acheh. > Selamat bagi Bangsa Acheh dan Negara Acheh. Semoga Allah SWT meridhai perjuangan bangsa Acheh. Amin. > ---------- > > --------------------------------- Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)... beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Salam perjuangan. -------------- ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!! **UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK: kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED] http://lantak.cjb.net *PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
