Stockholm, 1 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB 
[62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm dan Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] di Reston, Virginia, USA.

Kelihatan saudara Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] untuk sementara 
diparkir dulu dan sebagai gantinya dipakai saudara Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] di Reston, Virginia, USA.

Setelah membaca isi komentar saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] 
ternyata isinya kosong, artinya gersang dari fakta, bukti hukum dan sejarah. 
Mengapa ?

Karena saudara  Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] hanya mampu memberikan 
tanggapan "Sudahlah mamat, jangan kau perbanyak lagi dosamu apatah lagi di 
bulan suci ini, lebih baik kau kurangi kemunafikanmu dengan memperbanyak 
bacaan asma Allah."

Nah model jawaban dan tanggapan diatas adalah hanya keluar dari orang yang 
memang sudah tidak memiliki lagi faka, bukti hukum dan sejarah yang bisa 
dipertangungjawabkan secara hukum dan ilmiah untuk menunjang pendapatnya.

Begitu juga dengan apa yang dituliskan oleh saudara  Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] bahwa "Orang pun sudah pada tahu jikalau kau adalah seorang 
piaraan intellijen Indonesia yang disusupkan ke Mesir, lalu mencari suaka ke 
Sweden untuk memperbaiki kehidupanmu sekaligus memonitor gerakan sosialis 
dan gerakan Aceh Merdeka di sana. Sayangnya GAM malek cs tak punya nalar 
yang tinggi untuk mengenal siapa lawan dan kawan."

Nah, disinipun saudara  Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] hanya sekedar 
membuka mulut saja. Mengapa ?

Karena tidak dijelaskan secara fakta, bukti dan hukum siapa yang disebut 
"Orang pun sudah pada tahu". Begitu juga tidak ada fakta, bukti hukum dan 
sejarah yang bisa dijadikan sebagai alat penunjang pada pernyataan bahwa 
Ahmad Sudirman "adalah seorang piaraan intellijen Indonesia yang disusupkan 
ke Mesir, lalu mencari suaka ke Sweden".

Kalau hanya sekedar memberikan tanggapan seperti saudara  Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] ini, anak yang tidak mengenyam bangku sekolahpun bisa 
membuatnya. Artinya hanya sekedar membuka mulut dan tangannya diketikkan ke 
atas keyboard.

Saran Ahmad Sudirman kepada saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] kalau 
mau juga ikut berdiskusi di mimbar bebas ini, terlebih dahulu perlu 
meningkatkan pengetahuan tentang Acheh sendiri dan perjuangan GAM 
dihubungkan dengan jalur pertumbuhan dan perkembangan RI, bukan hanya 
sekedar mengkorek-korek saja, agar supaya kalau menulis pandangan dan 
pendapat bisa dimengerti dan dipahami oleh orang lain yang membacanya karena 
ditunjang oleh kekuatan fakta, bukti hukum dan sejarah yang bisa 
dipertanggungjawabkan.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

From: abu meulaboh <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [email protected], 
  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
CC: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [IACSF] "GAM Xenofobi"
Date: Sun, 1 Oct 2006 03:12:12 -0700 (PDT)
MIME-Version: 1.0
X-Originating-IP: 216.252.111.231
X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
Received: from n17.bullet.sc5.yahoo.com ([66.163.187.112]) by 
bay0-mc2-f9.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Sun, 1 
Oct 2006 03:15:04 -0700
Received: from [66.163.187.121] by n17.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 01 
Oct 2006 10:14:50 -0000
Received: from [66.218.69.6] by t2.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 
2006 10:14:50 -0000
Received: from [66.218.66.106] by t6.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 
2006 10:14:50 -0000
Received: (qmail 28205 invoked from network); 1 Oct 2006 10:13:21 -0000
Received: from unknown (66.218.67.34)  by m32.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 1 
Oct 2006 10:13:21 -0000
Received: from unknown (HELO web57215.mail.re3.yahoo.com) (216.252.111.231)  
by mta8.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 1 Oct 2006 10:13:12 -0000
Received: (qmail 92595 invoked by uid 60001); 1 Oct 2006 10:12:12 -0000
Received: from [213.212.1.52] by web57215.mail.re3.yahoo.com via HTTP; Sun, 
01 Oct 2006 03:12:12 PDT
X-Message-Info: LsUYwwHHNt3660MmjhEvYg2f34OAemlKtU9j2Z7TuGo=
X-Yahoo-Newman-Property: groups-email
X-Yahoo-Newman-Id: 15440234-m2259
X-Apparently-To: [EMAIL PROTECTED]
X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; contact 
[EMAIL PROTECTED]
Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED]
List-Id: <IACSF.yahoogroups.com>
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Return-Path: 
[EMAIL PROTECTED]
X-OriginalArrivalTime: 01 Oct 2006 10:15:04.0498 (UTC) 
FILETIME=[767A8120:01C6E542]


SEPERTI KATA TGK IRWANDI YUSUF : SI AMAT JAWA INI MEMANG LAHIR SEBAGAI 
TOKANG FITNAH. SEKARANG MENCOBA MEMECAHBELAHKAN GAM BERDASARKAN INFORMASI 
YANG DIBERI OLEH SAHABATNYA MUZAKIR HAMID, ADIK KANDUNG ISTERI ZAINI 
ABDULLAH.

     From:  mirah pati [EMAIL PROTECTED]
Date:  4 augusti 2006 17:41:18
To:  [email protected], [email protected],
[EMAIL PROTECTED]
Subject:  «PPDi» Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman
seorang munafik


Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik


Pembaca yg budiman,

Assalamualaikum wr.wb,

Untuk membuktikan secara hukum dan fakta bahwa Ahmad Sudirman seorang 
munafik anda tidak perlu pusing pusing untuk memaparkan buktinya.
Kalau saja anda membaca sebagian tulisan2nya yg disimpan dalam
homepage: http://www.dataphone.se/~ahmad, anda akan mengetahui
langsung bahwa mulutnya Ahmad Sudirman sangat berlawanan dengan hati
nuraninya – alias munafik.

AHMAD SUDIRMAN DAN INDONESIANYA

Kalau dilihat sepintas lalu Ahmad Sudirman adalah seorang yg anti
Indonesia yang selalu menyerang dan memaki maki pemerintah Indonesia
dalam hal apa saja. Tetapi kalau mandalami tulisan2nya dengan cermat,
akan jelas ia seorang yg paling nasionalis atau lebih tepat
lagi "indonesialist" yg mati2an mempertahankan keutuhan bangsa
Indonesia melebihi daripada perjuangannya terhadap Islam yg ditonjol-
tonjolkan selama ini.

Sebelum Ahmad Sudirman melanglangbuana ke Aceh, ia telah banyak
menulis tentang Indonesia yg disimpan rapi dalam homepagenya
http://www.dataphone.se/~ahmad,  dimana tulisan awal awalnya selalu
dimulai dengan judul: INDONESIA TANAH AIRKU, yg ditulis tgl 15, 17,
19, 20 Mei 1998 dll, menjelang jatuhnya Suharto. Ahmad Sudirman
mengkritisi dwifungsi ABRI tetapi tetap mempertahankan keutuhan ABRI
yg menurutnya sebagai tulang pungungnya Indonesia yang telah
memerdekakan Indonesia, menumpas komunis dan mempertahankan negara
dari musuh (baca: gerakan2 pemisah). Ahmad Sudirman juga mengakui
tidak memusuhi ABRI selama tugas Abri terbatas menjaga ketertiban dan
keamanan negara Indonesia yg ia cintainya. Dibawah ini cuplikan kata2
Ahmad Sudirman sendiri yang ditulis tgl. 24 Mei, 1998, dengan
rubriknya:

ABRI HANYA PENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN


"Saya akui, bahwa ABRI tulang punggung Indonesia, tanpa ABRI tidak
mungkin Indonesia lepas dari penjajahan Belanda, tanpa ABRI tidak
mungkin gerakan komunis Indonesia dapat dihancurkan, namun, hal ini
tidak menjadi suatu alasan untuk menjadikan ABRI sebagai faktor yang
menentukan dalam pemerintahan.

"Saudara-saudaraku di tanah air. Saya tidak menentang ABRI, tetapi
saya mau melihatABRI bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu menjaga
keamanan dan ketertiban serta membela dan mempertahankan negara dari
ancaman musuh *.*"

Dalam tulisan awal2 yang dikutip diatas, Ahmad Sudirman tidak begitu
spesifik dengan " mempertahankan negara dari ancaman musuh", tapi
kala kita berjingkrak jauh kedepan, yang dimaksud dengan "musuh"
tersebut adalah gerakan2 pejuang kemerdekaan diluar pulau Jawa.

Setelah Suharto jatuh, Sudirman mulai menulis tentang negeri
kayangannya Daulah Islamiyah Rasulullah (DIR) dengan Undang Undang
Madinahnya (UUM). Dalam kampanye DIRnya, nasionalisme Indonesia Ahmad 
Sudirman semakin bertambah kental. Tanpa spesifik referensi untuk
Aceh, Timtim dan Papua Merdeka yg sedang berusaha melepaskan diri
dari penjajah Indonesia kala itu, Ahmad Sudirman dengan terang
terangan menulis bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia sekarang
tidak dapat diselesaikan atas dasar "sukuisme", dengan membiarkan
lahirnya Daulah2 seperti Daulah Aceh, Daulah Jawa, Daulah Pasundan,
Daulah Bugis dls. Dengan kata lain, kodok Ahmad Sudirman yang anti
perjuangan kemerdekaan di Aceh, Papua Barat, Maluku dll sudah mulai
terbuka dan ciri ciri kemunafikinnya dalam membela Aceh terlihat
sejak dari sini. Dalam tulisannya tgl 8 April, 1999 untuk ummat Islam
di Indonesia, Ahmad Sudirman menghimbau, dengan judulnya:

MEMBANGUN KEMBALI SATU DAULAH ISLAM RASULULLAH YANG BERPUSAT APAKAH DI 
SUNDA, DI MAKASAR, DI RIAU, DI LAMPUNG, DI PADANG ATAU DI ACEH, JADI BUKAN 
MEMBANGUN DAULAH KESUKUAN YANG BERCERAI-BERAI.

"Untuk kaum Muslimin dan Muslimat yang tinggal di Indonesia.

"Suatu kerugian yang besar apabila kaum Muslimin yang tinggal dan
hidup di Indonesia dipecah belah menjadi beberapa kelompok Daulah
Kesukuan, seperti Daulah Sunda, Daulah Riau, Daulah Padang, Daulah
Lampung, Daulah Sulawesi, Daulah Kalimantan, Daulah Aceh, Daulah
Ambon, Daulah Bali, Daulah Irian Jaya, Daulah Jawa dsb.

„Bagi seorang Muslim menegakkan suatu Daulah adalah diatas dasar
akidah Islam dan ukhuwah Islam, bukan kesukuan, kebangsaan,
nasionalitas atau ras. Dengan akidah Islam dan ukhuwah Islam inilah
yang akan menjadi tali pengikat kesatuan ummat yang tergabung dalam
satu naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya.
Dalam Islam tidak memandang nasionalitas, kesukuan, kebangsaan, warna
kulit, ras, melainkan yang dipandang adalah akidah Islam dan ukhuwah
Islam.

„Suatu kebodohan apabila kaum muslimin membangun Daulah Islamnya
berdasarkan kepada kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas-nya.
yang berdasarkan akidah Islam yang tidak mengenal nasionalitas,
kebangsaan, kesukuan dan ras dengan tujuan untuk beribadah dan
bertakwa kepada Allah SWT. „

Nah, dari petikan diatas tadi kelihatan dengan jelas sekali  bahwa
Ahamad Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang ingin
memperjuangkan kemerdekaannya. Bukan itu saja, double standard atau
kemunafikin Ahmad Sudirman lebih terang disini: ia paling anti
kebangsaan, kesukuan, dan nasionalitas tetapi selalu mengagung-
agungkan dan mempertahannkan nasionalitas Indonesianya. Dalam sekian
banyak tulisannya Ahmad Sudirman hampir tidak pernah lupa mengingati
pembacanya tentang " kesatuan ummat dan keutuhan bangsa Indonesia" ,
seperti dalam judul tulisan dibawah ini.

MENUJU KESATUAN UMMAT DENGAN MISI MENEGAKKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR GUNA 
MEMELIHARA KESATUAN UMMAT DAN KEUTUHAN BANGSA, Stockholm, 25 Mei 1999, dan 
banyak yang lain lagi.

AHMAD SUDIRMAN VERSUS ACEH

Pertama sekali Ahmad Sudirman tergerak untuk mencampuri urusan
perjuangan bangsa Aceh yaitu setelah pembantaian oleh TNI di Beutong
Ateuëh terhadap Tengku Bantaqiah dan sekitar 60 pengikutnya pada
bulan Juli 1999. Ketergerakan hati Ahmad Sudirman, menurut
pengakuannya, karena yang dibantai itu seorang ulama dan "ummat Islam
Aceh", tetapi dalam sebuah tulisan lain, tanpa disadari Ahmad
Sudirman yang munafik itu telah membongkar kedoknya sendiri. Ahmad
Sudirman membeberkan dengan nuraninya bahwa Aceh akan lepas seperti
Timtim kalau telalu banyak rakyak Aceh yang dikorbankan oleh TNI,
masyarakat Internasional tidak akan tinggal diam dan daerah daerah
lain pun akan menyusul sehingga terjadi disintegrasi di Indonesia.
Selanjutnya Ahmad Sudirman mengatakan bahwa Indonesia harus segera
berunding dengan rakyat Aceh selama belum ada satu negara yang
mengakui GAM, kalau tidak Aceh akan terjadi seperti di Timtim
(merdeka). Dalam diskusi panjang dengan kawan2 Indonesianya di Banda
Aceh dan Saudi Arabia dengan tajuk:

ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA , Stockholm, 11 Nopember
1999,

Ahmad Sudirman sempat lupa memakai topengnya dan untuk sekali ini
membiarkan nuraninya berbicara sbb:

"SELAMA TIDAK ADA NEGARA LAIN YANG TERLIBAT DALAM MASALAH ACEH, SELAMA ITU 
BISA DISELESAIKAN DENGAN JALAN PERUNDINGAN

"Sejauh yang saya lihat dalam krisis Aceh sekarang adalah belum
adanya keterlibatan langsung negara lain. Nah disini saya
beranggapan, bahwa apabila telah ada satu atau lebih negara lain ikut
melibatkan diri langsung dalam penyelesaian krisi Aceh, maka saat
itulah akan timbul api pergolakan yang hebat di bumi Daulah
Pancasila. Sebagaimana terjadi di Timor Timur.

"Apabila ada dari pihak-pihak rakyat Aceh melibatkan PBB untuk
membantu penyelesaian krisi Aceh, maka kemungkinan besar menurut
pemikiran saya, yang akan ditangggapi oleh PBB adalah masalah-masalah
pelanggaran hak asasi manusia, seperti pembunuhan masal rakyat Aceh
oleh TNI, baik selama Rezim militer diktator Soeharto dan Rezim
Habibie.

"Nah, kalau pihak Gus Dur tidak jeli dalam mengamati masalah
pelanggaran hak asasi manusia, maka pelanggaran hak asasi manusia
akan dijadikan senjata tajam oleh rakyat Aceh untuk memukul
pemerintah Gus Dur. Apalagi nantinya melibatkan badan PBB dan badan
Hak asasi manusia-nya.
Karena menurut pemikiran saya, lewat jalan pelanggaran hak asasi
manusia yang telah dilakukan oleh rezim Daulah Pancasila inilah yang
akan dijadikan landasan perjuangan Rakyat Aceh di dunia
Internasional."

Dari tulisan diatas pembaca bisa melihat sendiri bahwa "kepedulian"
Ahmad Sudirman terhadap Aceh bukan atas dasar keikhlasan atau simpati
karena bangsa Aceh Islam yg dizalimi, tetapi lebih cenderung kepada
ketakutannya yg luar bisa terhadap lepasnya Aceh dari Indonesia.

Sehubungan dengan pembantaian Beutong Ateuëh, Ahmad Sudirman dalam
sebuah tulisannya tanpa segan2 langsung mengusulkan kepada GAM dan
rakyat Aceh supaya berdialog dengan pemerintahan Habibie dengan
solusinya OTONOMI  yg berbasis kepada Undang Undang Madinahya Ahmad Sudirman 
(UUM):

PENYELESAIAN ACEH DITINJAU DARI UUM, Stockholm, 28 Juli 1999

"Untuk rakyat Aceh dengan National Liberation Front of Acheh Sumatra
dan Penguasa Sekarang, setelah melihat dan membaca dasar-dasar yang akan 
dijadikan penyelesaian rakyat Aceh dengan pihak Penguasa Indonesia, saya 
mengajukan jalan pemecahannya yaitu,

Pertama, rakyat Aceh disatukan dengan dasar aqidah Islam, bukan
berdasarkan kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas. Menerapkan
hukum Islam secara menyeluruh dengan mencontoh Rasulullah saw dengan
Daulah Islam Rasulullah-nya.

Kedua, dalam dialog terbuka tersebut dibicarakan masa depan rakyat
Aceh dengan diberikan hak menentukan nasibnya sendiri dengan
pemerintahan sendiri dalam bentuk daerah otonomi.

Ketiga, kekayaan bumi yang ada di daerah otonomi Aceh dikelola,
diatur dan diolah oleh rakyat Aceh dibawah pengawasan pemerintahan
otonomi Aceh.

Keempat, daerah otonomi Aceh adalah daerah bebas tempat hijrah untuk
setiap muslim.

Inilah untuk sementara hasil pemikiran saya untuk rakyat Aceh dengan
National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Penguasa Indonesia di
bawah Presiden Habibie."

Ketika perjuangan SIRA sudah mencapai klimaksnya dan HUDA
mengeluarkan fatwa menyokong referendum, dengan tangan dan lututnya
yg bergementar Ahmad Sudirman terus beraksi, tak kenal lelah
mempromosikan usul2 OTONOMI diatas tadi sebagai satu2nya jalan keluar
untuk  membendung gerakan sipil yg menuntut referendum. Ahmad
Sudirman tahu betul bahwa Aceh akan merdeka kalau referendum
dilakukan dan dia tahu juga kemerdekaan Aceh kala itu sudah diambang
pintu, mengingat HUDA, SIRA, NGO dan golongan intelektual plus
sebagian birokrat sudah bersatu dalam satu kata: REFERENDUM – yg
dikumandangkan oleh penyanyi tenar Aceh Yacob Tailah dan Syech Yuldi.
Kekecewaan Ahmad Sudirman waktu itu sempat dituangkan dalam nada yg
sinis:

ACEH AKAN MENJADI PUSAT DIR
Stockholm, 17 September 1999

"….Setelah saya membaca hasil keputusan para ulama Dayah se-Aceh
diatas yang menjadi suatu fatwa dan rekomendasi, maka timbul
pertanyaan dalam pemikiran saya yaitu, apakah Aceh akan menjadi pusat
Daulah Islam Rasulullah yang mempunyai konstitusi yang mengacu kepada
Undang Undang Madinah?"

Tetapi yg lebih memberangkan Ahmad Sudirman lagi adalah sikapnya
presiden Gusdur yang berpura pura menyokong referendum. Dalam banyak
tulisannya, Ahmad Sudirman bertubi tubi menghantam Gusdur yang
katanya Gusdur belum mengerti aspirasi rakyat Aceh dan Gusdur tidak
mengerti sama sekali Aceh akan merdeka lewat referendum. Dalam diskusi

ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA, Stockholm, 11 Nopember
1999,

Ahmad Sudirman meratapi kekecewaannya sbb:


"Apabila referendum ditetapkan, maka saya menggambarkan bahwa
mayoritas rakyat Aceh memilih keluar dari kesatuan Daulah Pancasila.
Dan ini yang menurut saya Gus Dur masih belum memahami benar
keinginan rakyat Aceh. Gus Dur masih yakin kepada orang-orang yang
duduk dibelakang meja pemerintah, yang masih dianggap loyal kepada
pemerintah.
Dan saya yakin, bahwa Daulah Pancasila apabila tidak berhasil
penguasanya, yaitu Gus Dur dan kabinetnya, ditambah MPR/DPR-nya, maka 
falsafah pancasila yang dijadikan alat pemersatu bangsa ternyata
tidak mampu dijadikan sebagai alat pemersatu, yang akhirnya mengalami
kehancuran total bersamaan dengan pecah-belahnya Daulah Pancasila
menjadi kepingan-kepingan kecil yang satu sama lain saling menganggap
bahwa kesukuan dan kebangsaan merupakan identitas negara."

AHMAD SUDIRMAN MEMUSUHI FREE ACHEH DEMOCRATIC

Setelah membidik,mempelajari, mengkaji, menelaah, menguliti dan
menelanjangi sosok Ahmad Sudirman dengan materi dari pikiran dan
perbuatannya sendiri, maka sudah terjawab semua teka teki mengapa
Ahmad Sudirman sangat memusuhi Free Acheh Demokratik dan Persatuan
Masyarakat Aceh di Skandinavia sebelumnya. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu 
bahwa hanya kedua dua organisasi tersebut yg masih berjalan
diatas relnya –menuju merdeka. Dan sudah terjawab juga semua teka
teki mengapa Ahmad Sudirman sangat menyokong, memuja-muja dan
mengagung-agungkan MoU Helsinki. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu
bahwa hanya dengan jalan inilah Aceh dapat diabadikan kedalam NKRI
dan NKRI sendiri selamat dari disintegrasi.

Ahmad Sudirman, dengan keahliannya mempermainkan  kata kata, telah
berhasil menipu sebagian pembacanya, khususnya masyarakat Aceh.
Dengan terbuka kedok khianatnya, maka diharapkan supaya pembaca yg
budiman, khususnya masyarakat Aceh yg telah terlanjur mempercayai
Ahmad Sudirman, supaya menarik diri dan dengan demikian polimik
dengan Ahmad Sudirman berakhirlah sudah.

Wabillahittaufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb.

Wassalam


Usman Harun

PS: Artikel lengakap dari semua kutipan diatas, sila baca di
http://www.dataphone.se/~ahmad, milik Ahmad Sudirman. Dan Saya tutup
tulisan ini dengan  sebuah tulisan Ahmad Sudirman, untuk hiburan
pembaca.



PEMERINTAH ACHEH BERDIRI DENGAN WALI NEGARA, KANUN, BENDERA, LAMBANG & LAGU 
KEBANGSAAN ACHE, Stockholm, 15 Agustus 2005

BANGSA ACHEH MENUJU KEBEBASAN DAN KEDAMAIAN DIBAWAH PEMERINTAH SENDIRI ACHEH 
DALAM NAUNGAN WALI NEGARA ACHEH TEUNGKU HASAN MUHAMMAD
DI TIRO

Hari ini, Senin, 15 Agustus 2005 bangsa Acheh memasuki wilayah yang
aman dan damai di Acheh yang nantinya akan berada dibawah lindungan
Wali Negara dan Pemerintah Sendiri Acheh dengan diiringi lagu
kebangsaan Negeri Acheh, dengan kibaran bendera Negara Acheh beserta
lambang identitas bangsa Acheh.
Bangsa Acheh mendapat kebebasan untuk melakukan hubungan dagang
dengan pihak dalam negeri dan luar negeri. Sumber kehidupan yang ada
di Acheh akan diatur dan dinikmati oleh bangsa Acheh. Sumber alam gas
dan minyak bumi 70% adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa
Acheh.
Keamanan dalam negeri Acheh akan diatur dan diawasi oleh Polisi Acheh
yang Kepala Polisinya diangkat oleh Kepala Pemerintah Sendiri Acheh.
Penerimaan anggota Kepolisian Acheh dilakukan setelah konsultasi
dengan Kepala Pemerintah Sendiri Acheh.
Selamat bagi Bangsa Acheh dan Negara Acheh. Semoga Allah SWT meridhai 
perjuangan bangsa Acheh. Amin.
----------


 >             From:  mirah pati [EMAIL PROTECTED]
 >   Date:  4 augusti 2006 17:41:18
 >   To:  [email protected], [email protected],
[EMAIL PROTECTED]
 >   Subject:  «PPDi» Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman
seorang munafik
 >
 >
 >   Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik
 >
 >
 >   Pembaca yg budiman,
 >
 >   Assalamualaikum wr.wb,
 >
 >   Untuk membuktikan secara hukum dan fakta bahwa Ahmad Sudirman
seorang munafik anda tidak perlu pusing pusing untuk memaparkan
buktinya. Kalau saja anda membaca sebagian tulisan2nya yg disimpan
dalam homepage: http://www.dataphone.se/~ahmad, anda akan mengetahui
langsung bahwa mulutnya Ahmad Sudirman sangat berlawanan dengan hati
nuraninya – alias munafik.
 >
 >   AHMAD SUDIRMAN DAN INDONESIANYA
 >   Kalau dilihat sepintas lalu Ahmad Sudirman adalah seorang yg anti
Indonesia yang selalu menyerang dan memaki maki pemerintah Indonesia
dalam hal apa saja. Tetapi kalau mandalami tulisan2nya dengan cermat,
akan jelas ia seorang yg paling nasionalis atau lebih tepat
lagi "indonesialist" yg mati2an mempertahankan keutuhan bangsa
Indonesia melebihi daripada perjuangannya terhadap Islam yg ditonjol-
tonjolkan selama ini.
 >
 >   Sebelum Ahmad Sudirman melanglangbuana ke Aceh, ia telah banyak
menulis tentang Indonesia yg disimpan rapi dalam homepagenya
http://www.dataphone.se/~ahmad,  dimana tulisan awal awalnya selalu
dimulai dengan judul: INDONESIA TANAH AIRKU, yg ditulis tgl 15, 17,
19, 20 Mei 1998 dll, menjelang jatuhnya Suharto. Ahmad Sudirman
mengkritisi dwifungsi ABRI tetapi tetap mempertahankan keutuhan ABRI
yg menurutnya sebagai tulang pungungnya Indonesia yang telah
memerdekakan Indonesia, menumpas komunis dan mempertahankan negara
dari musuh (baca: gerakan2 pemisah). Ahmad Sudirman juga mengakui
tidak memusuhi ABRI selama tugas Abri terbatas menjaga ketertiban dan
keamanan negara Indonesia yg ia cintainya. Dibawah ini cuplikan kata2
Ahmad Sudirman sendiri yang ditulis tgl. 24 Mei, 1998, dengan
rubriknya:
 >
 >   ABRI HANYA PENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN
 >
 >
 >   "Saya akui, bahwa ABRI tulang punggung Indonesia, tanpa ABRI
tidak mungkin Indonesia lepas dari penjajahan Belanda, tanpa ABRI
tidak mungkin gerakan komunis Indonesia dapat dihancurkan, namun, hal
ini tidak menjadi suatu alasan untuk menjadikan ABRI sebagai faktor
yang menentukan dalam pemerintahan.
 >
 >   "Saudara-saudaraku di tanah air. Saya tidak menentang ABRI,
tetapi saya mau melihatABRI bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu
menjaga keamanan dan ketertiban serta membela dan mempertahankan
negara dari ancaman musuh *.*"
 >
 >   Dalam tulisan awal2 yang dikutip diatas, Ahmad Sudirman tidak
begitu spesifik dengan " mempertahankan negara dari ancaman musuh",
tapi kala kita berjingkrak jauh kedepan, yang dimaksud dengan "musuh"
tersebut adalah gerakan2 pejuang kemerdekaan diluar pulau Jawa.
 >
 >   Setelah Suharto jatuh, Sudirman mulai menulis tentang negeri
kayangannya Daulah Islamiyah Rasulullah (DIR) dengan Undang Undang
Madinahnya (UUM). Dalam kampanye DIRnya, nasionalisme Indonesia Ahmad 
Sudirman semakin bertambah kental. Tanpa spesifik referensi untuk
Aceh, Timtim dan Papua Merdeka yg sedang berusaha melepaskan diri
dari penjajah Indonesia kala itu, Ahmad Sudirman dengan terang
terangan menulis bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia sekarang
tidak dapat diselesaikan atas dasar "sukuisme", dengan membiarkan
lahirnya Daulah2 seperti Daulah Aceh, Daulah Jawa, Daulah Pasundan,
Daulah Bugis dls. Dengan kata lain, kodok Ahmad Sudirman yang anti
perjuangan kemerdekaan di Aceh, Papua Barat, Maluku dll sudah mulai
terbuka dan ciri ciri kemunafikinnya dalam membela Aceh terlihat
sejak dari sini. Dalam tulisannya tgl 8 April, 1999 untuk ummat Islam
di Indonesia, Ahmad Sudirman menghimbau, dengan judulnya:
 >
 >   MEMBANGUN KEMBALI SATU DAULAH ISLAM RASULULLAH YANG BERPUSAT APAKAH DI 
SUNDA, DI MAKASAR, DI RIAU, DI LAMPUNG, DI PADANG ATAU DI ACEH, JADI BUKAN 
MEMBANGUN DAULAH KESUKUAN YANG BERCERAI-BERAI.
 >
 >   "Untuk kaum Muslimin dan Muslimat yang tinggal di Indonesia.
 >
 >   "Suatu kerugian yang besar apabila kaum Muslimin yang tinggal dan
hidup di Indonesia dipecah belah menjadi beberapa kelompok Daulah
Kesukuan, seperti Daulah Sunda, Daulah Riau, Daulah Padang, Daulah
Lampung, Daulah Sulawesi, Daulah Kalimantan, Daulah Aceh, Daulah
Ambon, Daulah Bali, Daulah Irian Jaya, Daulah Jawa dsb.
 >
 >   „Bagi seorang Muslim menegakkan suatu Daulah adalah diatas dasar
akidah Islam dan ukhuwah Islam, bukan kesukuan, kebangsaan,
nasionalitas atau ras. Dengan akidah Islam dan ukhuwah Islam inilah
yang akan menjadi tali pengikat kesatuan ummat yang tergabung dalam
satu naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya.
Dalam Islam tidak memandang nasionalitas, kesukuan, kebangsaan, warna
kulit, ras, melainkan yang dipandang adalah akidah Islam dan ukhuwah
Islam.
 >
 >   „Suatu kebodohan apabila kaum muslimin membangun Daulah Islamnya
berdasarkan kepada kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas-nya.
yang berdasarkan akidah Islam yang tidak mengenal nasionalitas,
kebangsaan, kesukuan dan ras dengan tujuan untuk beribadah dan
bertakwa kepada Allah SWT. „
 >
 >   Nah, dari petikan diatas tadi kelihatan dengan jelas sekali
bahwa Ahamad Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang
ingin memperjuangkan kemerdekaannya. Bukan itu saja, double standard
atau kemunafikin Ahmad Sudirman lebih terang disini: ia paling anti
kebangsaan, kesukuan, dan nasionalitas tetapi selalu mengagung-
agungkan dan mempertahannkan nasionalitas Indonesianya. Dalam sekian
banyak tulisannya Ahmad Sudirman hampir tidak pernah lupa mengingati
pembacanya tentang " kesatuan ummat dan keutuhan bangsa Indonesia" ,
seperti dalam judul tulisan dibawah ini.
 >
 >   MENUJU KESATUAN UMMAT DENGAN MISI MENEGAKKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR 
GUNA MEMELIHARA KESATUAN UMMAT DAN KEUTUHAN BANGSA, Stockholm, 25 Mei 1999, 
dan banyak yang lain lagi.

 >
 >   AHMAD SUDIRMAN VERSUS ACEH
 >   Pertama sekali Ahmad Sudirman tergerak untuk mencampuri urusan
perjuangan bangsa Aceh yaitu setelah pembantaian oleh TNI di Beutong
Ateuëh terhadap Tengku Bantaqiah dan sekitar 60 pengikutnya pada
bulan Juli 1999. Ketergerakan hati Ahmad Sudirman, menurut
pengakuannya, karena yang dibantai itu seorang ulama dan "ummat Islam
Aceh", tetapi dalam sebuah tulisan lain, tanpa disadari Ahmad
Sudirman yang munafik itu telah membongkar kedoknya sendiri. Ahmad
Sudirman membeberkan dengan nuraninya bahwa Aceh akan lepas seperti
Timtim kalau telalu banyak rakyak Aceh yang dikorbankan oleh TNI,
masyarakat Internasional tidak akan tinggal diam dan daerah daerah
lain pun akan menyusul sehingga terjadi disintegrasi di Indonesia.
Selanjutnya Ahmad Sudirman mengatakan bahwa Indonesia harus segera
berunding dengan rakyat Aceh selama belum ada satu negara yang
mengakui GAM, kalau tidak Aceh akan terjadi seperti di Timtim
(merdeka). Dalam diskusi panjang dengan kawan2 Indonesianya di Banda
 >  Aceh dan Saudi Arabia dengan tajuk:
 >
 >   ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA , Stockholm, 11
Nopember 1999,
 >
 >   Ahmad Sudirman sempat lupa memakai topengnya dan untuk sekali ini
membiarkan nuraninya berbicara sbb:
 >
 >   "SELAMA TIDAK ADA NEGARA LAIN YANG TERLIBAT DALAM MASALAH ACEH, SELAMA 
ITU BISA DISELESAIKAN DENGAN JALAN PERUNDINGAN
 >
 >   "Sejauh yang saya lihat dalam krisis Aceh sekarang adalah belum
adanya keterlibatan langsung negara lain. Nah disini saya
beranggapan, bahwa apabila telah ada satu atau lebih negara lain ikut
melibatkan diri langsung dalam penyelesaian krisi Aceh, maka saat
itulah akan timbul api pergolakan yang hebat di bumi Daulah
Pancasila. Sebagaimana terjadi di Timor Timur.
 >
 >   "Apabila ada dari pihak-pihak rakyat Aceh melibatkan PBB untuk
membantu penyelesaian krisi Aceh, maka kemungkinan besar menurut
pemikiran saya, yang akan ditangggapi oleh PBB adalah masalah-masalah
pelanggaran hak asasi manusia, seperti pembunuhan masal rakyat Aceh
oleh TNI, baik selama Rezim militer diktator Soeharto dan Rezim
Habibie.
 >
 >   "Nah, kalau pihak Gus Dur tidak jeli dalam mengamati masalah
pelanggaran hak asasi manusia, maka pelanggaran hak asasi manusia
akan dijadikan senjata tajam oleh rakyat Aceh untuk memukul
pemerintah Gus Dur. Apalagi nantinya melibatkan badan PBB dan badan
Hak asasi manusia-nya.
 >   Karena menurut pemikiran saya, lewat jalan pelanggaran hak asasi
manusia yang telah dilakukan oleh rezim Daulah Pancasila inilah yang
akan dijadikan landasan perjuangan Rakyat Aceh di dunia
Internasional."
 >
 >   Dari tulisan diatas pembaca bisa melihat sendiri
bahwa "kepedulian" Ahmad Sudirman terhadap Aceh bukan atas dasar
keikhlasan atau simpati karena bangsa Aceh Islam yg dizalimi, tetapi
lebih cenderung kepada ketakutannya yg luar bisa terhadap lepasnya
Aceh dari Indonesia.
 >
 >   Sehubungan dengan pembantaian Beutong Ateuëh, Ahmad Sudirman
dalam sebuah tulisannya tanpa segan2 langsung mengusulkan kepada GAM
dan rakyat Aceh supaya berdialog dengan pemerintahan Habibie dengan
solusinya OTONOMI  yg berbasis kepada Undang Undang Madinahya Ahmad
Sudirman (UUM):
 >
 >   PENYELESAIAN ACEH DITINJAU DARI UUM, Stockholm, 28 Juli 1999
 >
 >   "Untuk rakyat Aceh dengan National Liberation Front of Acheh
Sumatra dan Penguasa
 >   Sekarang, setelah melihat dan membaca dasar-dasar yang akan
dijadikan penyelesaian rakyat Aceh dengan pihak Penguasa Indonesia,
saya mengajukan jalan pemecahannya yaitu,
 >
 >   Pertama, rakyat Aceh disatukan dengan dasar aqidah Islam, bukan
berdasarkan kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas. Menerapkan
hukum Islam secara menyeluruh dengan mencontoh Rasulullah saw dengan
Daulah Islam Rasulullah-nya.
 >
 >   Kedua, dalam dialog terbuka tersebut dibicarakan masa depan
rakyat Aceh dengan diberikan hak menentukan nasibnya sendiri dengan
pemerintahan sendiri dalam bentuk daerah otonomi.
 >
 >   Ketiga, kekayaan bumi yang ada di daerah otonomi Aceh dikelola,
diatur dan diolah oleh rakyat Aceh dibawah pengawasan pemerintahan
otonomi Aceh.
 >
 >   Keempat, daerah otonomi Aceh adalah daerah bebas tempat hijrah
untuk setiap muslim.
 >
 >   Inilah untuk sementara hasil pemikiran saya untuk rakyat Aceh
dengan National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Penguasa
Indonesia di bawah Presiden Habibie."
 >
 >   Ketika perjuangan SIRA sudah mencapai klimaksnya dan HUDA
mengeluarkan fatwa menyokong referendum, dengan tangan dan lututnya
yg bergementar Ahmad Sudirman terus beraksi, tak kenal lelah
mempromosikan usul2 OTONOMI diatas tadi sebagai satu2nya jalan keluar
untuk  membendung gerakan sipil yg menuntut referendum. Ahmad
Sudirman tahu betul bahwa Aceh akan merdeka kalau referendum
dilakukan dan dia tahu juga kemerdekaan Aceh kala itu sudah diambang
pintu, mengingat HUDA, SIRA, NGO dan golongan intelektual plus
sebagian birokrat sudah bersatu dalam satu kata: REFERENDUM – yg
dikumandangkan oleh penyanyi tenar Aceh Yacob Tailah dan Syech Yuldi.
Kekecewaan Ahmad Sudirman waktu itu sempat dituangkan dalam nada yg
sinis:
 >
 >   ACEH AKAN MENJADI PUSAT DIR
 > Stockholm, 17 September 1999
 >
 >   "….Setelah saya membaca hasil keputusan para ulama Dayah se-Aceh
diatas yang menjadi suatu fatwa dan rekomendasi, maka timbul
pertanyaan dalam pemikiran saya yaitu, apakah Aceh akan menjadi pusat
Daulah Islam Rasulullah yang mempunyai konstitusi yang mengacu kepada
Undang Undang Madinah?"
 >
 >   Tetapi yg lebih memberangkan Ahmad Sudirman lagi adalah sikapnya
presiden Gusdur yang berpura pura menyokong referendum. Dalam banyak
tulisannya, Ahmad Sudirman bertubi tubi menghantam Gusdur yang
katanya Gusdur belum mengerti aspirasi rakyat Aceh dan Gusdur tidak
mengerti sama sekali Aceh akan merdeka lewat referendum. Dalam diskusi
 >
 >   ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA, Stockholm, 11 Nopember 1999,
 >
 >    Ahmad Sudirman meratapi kekecewaannya sbb:
 >
 >
 >   "Apabila referendum ditetapkan, maka saya menggambarkan bahwa
mayoritas rakyat Aceh memilih keluar dari kesatuan Daulah Pancasila.
Dan ini yang menurut saya Gus Dur masih belum memahami benar
keinginan rakyat Aceh. Gus Dur masih yakin kepada orang-orang yang
duduk dibelakang meja pemerintah, yang masih dianggap loyal kepada
pemerintah.
 >   Dan saya yakin, bahwa Daulah Pancasila apabila tidak berhasil
penguasanya, yaitu Gus Dur dan kabinetnya, ditambah MPR/DPR-nya, maka 
falsafah pancasila yang dijadikan alat pemersatu bangsa ternyata
tidak mampu dijadikan sebagai alat pemersatu, yang akhirnya mengalami
kehancuran total bersamaan dengan pecah-belahnya Daulah Pancasila
menjadi kepingan-kepingan kecil yang satu sama lain saling menganggap
bahwa kesukuan dan kebangsaan merupakan identitas negara."
 >
 >   AHMAD SUDIRMAN MEMUSUHI FREE ACHEH DEMOCRATIC
 >
 >   Setelah membidik,mempelajari, mengkaji, menelaah, menguliti dan
menelanjangi sosok Ahmad Sudirman dengan materi dari pikiran dan
perbuatannya sendiri, maka sudah terjawab semua teka teki mengapa
Ahmad Sudirman sangat memusuhi Free Acheh Demokratik dan Persatuan
Masyarakat Aceh di Skandinavia sebelumnya. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu 
bahwa hanya kedua dua organisasi tersebut yg masih berjalan
diatas relnya –menuju merdeka. Dan sudah terjawab juga semua teka
teki mengapa Ahmad Sudirman sangat menyokong, memuja-muja dan
mengagung-agungkan MoU Helsinki. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu
bahwa hanya dengan jalan inilah Aceh dapat diabadikan kedalam NKRI
dan NKRI sendiri selamat dari disintegrasi.
 >
 >   Ahmad Sudirman, dengan keahliannya mempermainkan  kata kata,
telah berhasil menipu sebagian pembacanya, khususnya masyarakat Aceh.
Dengan terbuka kedok khianatnya, maka diharapkan supaya pembaca yg
budiman, khususnya masyarakat Aceh yg telah terlanjur mempercayai
Ahmad Sudirman, supaya menarik diri dan dengan demikian polimik
dengan Ahmad Sudirman berakhirlah sudah.
 >
 >   Wabillahittaufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb.
 >
 >   Wassalam
 >
 >
 >   Usman Harun
 >
 >   PS: Artikel lengakap dari semua kutipan diatas, sila baca di
http://www.dataphone.se/~ahmad, milik Ahmad Sudirman. Dan Saya tutup
tulisan ini dengan  sebuah tulisan Ahmad Sudirman, untuk hiburan
pembaca.
 >
 >
 >
 >   PEMERINTAH ACHEH BERDIRI DENGAN WALI NEGARA, KANUN, BENDERA,LAMBANG & 
LAGU KEBANGSAAN ACHE, Stockholm, 15 Agustus 2005
 >
 >   BANGSA ACHEH MENUJU KEBEBASAN DAN KEDAMAIAN DIBAWAH PEMERINTAHSENDIRI 
ACHEH DALAM NAUNGAN WALI NEGARA ACHEH TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO
 >
 >   Hari ini, Senin, 15 Agustus 2005 bangsa Acheh memasuki wilayah
yang aman dan damai di Acheh yang nantinya akan berada dibawah
lindungan Wali Negara dan Pemerintah Sendiri Acheh dengan diiringi
lagu kebangsaan Negeri Acheh, dengan kibaran bendera Negara Acheh
beserta lambang identitas bangsa Acheh.
 >   Bangsa Acheh mendapat kebebasan untuk melakukan hubungan dagang
dengan pihak dalam negeri dan luar negeri. Sumber kehidupan yang ada
di Acheh akan diatur dan dinikmati oleh bangsa Acheh. Sumber alam gas
dan minyak bumi 70% adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa
Acheh.
 >   Keamanan dalam negeri Acheh akan diatur dan diawasi oleh Polisi
Acheh yang Kepala Polisinya diangkat oleh Kepala Pemerintah Sendiri
Acheh. Penerimaan anggota Kepolisian Acheh dilakukan setelah
konsultasi dengan Kepala Pemerintah Sendiri Acheh.
 >   Selamat bagi Bangsa Acheh dan Negara Acheh. Semoga Allah SWT
meridhai perjuangan bangsa Acheh. Amin.
 >   ----------
 >
 >



---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business.




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke