Sdr./sdri Seperjuangan Setanahair tercinta Melanesia Barat
  dan Parra Sahabat-Sahabat Pendukung PB Merdeka/OPM.

  Penuh dengan kesedihan hati (pikiranku) dan jiwaku ketika
  membaca isi artikel dibawah ini; kesedihan hati dan jiwa ini
  dikarenakan hendak menjawab menjawab pertanyaan ini yai-
  tu:"MANAKAH BOLEH BANGSA (NEGARA-NEGARA) ASING
  yang kita dan nenek moyang kita tidak kenal mereka bisa
  datang bikin sesuka hati di bumi Papua Barat sana dan sing-
  kirkan kita kepinggir-pinggi jalan dan mereka menjadi tuan
  dan berperintah kepada kita? Siapa yang bilang itu? Dari
  mana mereka datang? Mereka datang untuk bikin apa di
  PB sana?

  Jika memang bangsa (negara) asing yang paling miskin dan
  rakus yang datang ke PB; maka jelaslah bahwa mereka da-
  tang ke PB dengan suatu niat hati yang jahat (busuk) ter-
  hadap kita seluruh rakyat PB yaitu; untuk merampok (me-
  rampas), mencuri,dan menghabiskan segala sumber-sumber
  kekayaan nasional kita sambil menjajah (memperbudak),
  memperkosa,menganiaya, membunuh dan melenyapkan
  jiwa-jiwa rakyat PB yang tidak bersalah di dalam tumpah
  darahnya sendiri yakni; Melanesia Barat (PB) -tanahair kita
  tercinta bersama itulah.

  Sdr./sdri Seperjuangan Setanahair Melanesia Barat,
  mereka (negara-negara) asing yang datang ke PB,
  seperti dikatakan diatas, kita dan nenek moyang kita
  sama sekali tidak kenal mereka,jadi, bisa dikatakan:
  sangat IRRELEVANT (TIDAK KENA-MENGENA) baik
  cara etnik, geografis,budaya (kultur),adat-istiadat,
  bahkan cara beragama sama sekali asing, sungguh-
  sungguh asing, hal mana sangat ngeri untuk kita me-
  lihatnya bukan?

  Berbicara tentang "Bendera Sang Bintang Kejora Berba-
  ris!" Sdr. Agus Alua Ketua MPR PB; mengapa harus rasa
  segan-segan diri terhadap orang-orang miskin pendatang
  itu? Kalau sdrku Alua merasa diri sebagai orang PB yang
  mempunyai hak mutlak dan menjadi tuan diatas tanah
  tumpah darahnya sendiri, kau sdrku tidakperlu pergi ber-
  lutut menyembah sujud dan meminta izin kepada orang-
  orang miskin pendatang untuk menaikkan Bendera Keb-
  angsaan PB "Sang Bintang Kejora Berbaris didepan Kan-
  tor MRP PB dikota Pelabuhan Hollandia? Apakah sdrku
  Alua - ada pernah membaca isi Pidato OPM pada kesem-
  patan pesta perayaan HUT ke 35 Proklamasi Kemerde-
  kaan Bangsa PB pada tanggal 1 juli 2006 di MB OPM/TPN
  di dalam rimbaraya PB? Dimana di dalam Pidato itu ada di-
  terangkan dan dijernihkan tentang keberadaan "Bendera
  Sang Bintang Kejora Berbaris" yang ada sedang berkibar
  siang-malam di setiap Kantor Perwakilan OPM LN (Interna-
  tional)?

  Oleh karena itu, kusarankan (usulkan) kepada sdrku Alua
  Ketua MPR PB; agar supaya jangan sekali-kali mencoba me-
  rubah (mengganti) Kedua Lambang Negara Rep.PB yaitu:
  (1) Lagu Kebangsaan: "Hai Tanahku Papua" dan (2) "Ben-
  dera Sang Bintang Kejora Berbaris" dan menjadi kultur Dae-
  rah PB?  Kumelarang ini atas nama: Seluruh Anggota Staff
  Dewan Pimpinan OPM LN (International) dengan alasan ka-
  rena: (1) Bedera Nasional PB Sang Bintang Kejora Berbaris
  ini telah diterima dan disahkan dengan resmi oleh Dewan
  Nasional PB tahun 1961 atas usul Raja Belanda Mrs.Juliana,
  oleh karena itu; hanya Senat Rep.PB itu yang sangat ber-
  hak merubah (mengganti) Bendera Nasional PB ini, (2) Ben-
  dera Nasional PB Sang Bintang Kejora Berbaris itu pada tgl.
  1 December 1961 - dengan resmi dinaikkan bersama-sama
  dengan Bendera Pemerintah (Negara) Kerajaan Belanda
  Merah,Putih,Biru - berkibar samping kesamping dan melam-
  bai-lambai diatas angksa biru di dalam seluruh pelosok tanah-
  air PB; (3) Para Pejuang-Pejuang Kemerdekaan Nasionalists
  PB (laki-laki,perempuan) yang telah menjadi korban (me-
  ninggal dunia) oleh akibat tindakan-tindakan kekejaman ke-
  kerasan serdadu-serdadu biadab Pem:kolonial RI dibumi PB
  itu; telah dibungkus dengan Bendera Sang Bintang Kejora
  Berbaris dan dikuburkan bersama-sama dengan peti-peti
  mayat mereka baik yang ada di DNPB, baik yang ada di LN
  (Europah,Pacific,USA, dlll tempat didunia ini); oleh karena
  itu,sekali lagi, kumenasihatiku sdrku Alua harus selalu ber-
  hati-hati jika hendak mencoba merubah (mengganti) Ke-
  dua Lambang Negara Rep.PB itu, jika tidak, jiwa-jiwa para
  pejuang-pejuang OPM semuanya akan bangkit kembali dan
  kejar sdrku Alua di PB sana ya? (4) Bendera Nasional PB
  Sang Bintang Kejora Berbaris itu kini ada sedang berkibar
  dan melambai-lambai dimana-mana disetiap Kantor Perwa-
  kilan OPM/TPN LN (International); harap dengan ketega-
  san iini dapat sdrku Alua pahami sendiri soal Kedua Lam-
  bang Negara kita Rep.PB itu ya?

  Akhir kata; "Salam hangat Persaudaraan dan Solidariti"
  ada teriring bersama ini untuk sdrku Alua dkknya di
  DNPB tanahair kita tercinta bersama itu ya?

  Rekan Seperjuangan Setanahair M/Papua Barat,



  J. H. Prai.
  OPM-OIIO Malmö,Sweden.








>From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [email protected]
>To: <Undisclosed-Recipient:;>
>Subject: «PPDi» MRP Inginkan Bintang Kejora Jadi Lambang Daerah Papua
>Date: Wed, 19 Jul 2006 08:10:21 +0200
>
>http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=149752
>
>OTONOMI KHUSUS
>MRP Inginkan Bintang Kejora Jadi Lambang Daerah Papua
>
>
>
>Rabu, 19 Juli 2006
>JAKARTA (Suara Karya): Majelis Rakyat Papua (MRP) menginginkan bendera 
>Bintang Kejora dijadikan lambang daerah Provinsi Papua. Keingingan 
>tersebut, menurut mereka, telah sejalan dengan Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 
>2001 tentang Otonomi Khusus Papua yang menggariskan bahwa Papua memiliki 
>lagu dan bendera kultural.
>
>Demikian diutarakan Ketua MRP Agus A Alua dalam pertemuannya dengan Wakil 
>Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida, kemarin, di Jakarta. 
>Pertemuan itu sendiri membahas pelaksanaan UU Otonomi Khusus Papua dan 
>implementasi hak-hak dasar orang asli Papua. "Kita menginginkan soal 
>bendera Bintang Kejora ini diatur dalam perdasus (peraturan daerah khusus) 
>sebagai simbol kultural untuk bisa dikibarkan di tanah Papua," kata Agus.
>
>Menurut dia, keinginan MRP menetapkan bendera Bintang Kejora sebagai 
>lambang daerah Papua sama sekali tidak bertentangan dengan semangat Negara 
>Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di samping itu, katanya, ditetapkannya 
>Bintang Kejora sebagai lambang Papua bisa meredam keinginan politik 
>sekelompok masyarakat Papua untuk merdeka.
>
>"Bendera Bintang Kejora harus masuk undang-undang, tapi tidak dipakai 
>sebagai bendera kedaulatan, melainkan sebagai bendera kultural supaya 
>orang-orang (Papua) tidak minta merdeka," ujar Agus.
>
>Untuk itu, MRP meminta dukungan DPD agar pelaksanaan UU Otonomi Khusus 
>Papua bisa diimplementasikan secara murni dan konsekuen. Sebab, di 
>tengah-tengah konflik konstitusi antara pemerintah pusat dan DPRP-MRP 
>Papua, MRP sendiri sedang mendorong beberapa perdasus atas pasal-pasal 
>krusial di dalam UU Nomor 21/2001 yang merupakan inti kekhususan 
>undang-undang tersebut.
>
>Meski demikian, Agus mengakui bahwa keinginan MRP ini pasti memiliki 
>pertentangan psikologis dengan pemerintah pusat. Pasalnya, bendera Bintang 
>Kejora identik dengan upaya Papua merdeka. "Tapi UU Otonomi Khusus Papua 
>memutuskan bendera kultural, bukan bendera kedaulatan. Pemerintah jangan 
>juga menafsirkan macam-macam. Kalau soal bendera ini diatur dalam perdasus 
>sebagai simbol kultural, saya yakin tidak akan ada gonjang-ganjing lagi di 
>Papua," ujar Agus.
>
>Sementara itu, Wakil Ketua DPD Laode Ida meminta pemerintah pusat agar 
>tidak terlalu mencurigai keinginan MRP yang sedang menggagas draf perdasus 
>tentang lambang daerah. Dia yakin, MRP yang telah dipilih dan dilantik 
>punya komitmen mempertahankan NKRI.
>
>Menanggapi keinginan MRP agar Bintang Kejora dijadikan simbol daerah, Laode 
>menyatakan bahwa itu bukan masalah. "Kalau sekadar bendera, itu bukan 
>masalah. Pemerintah pusat jangan terlalu mempersoalkan masalah bendera ini. 
>Biarkan saja mereka (masyarakat Papua) menentukan bendera sendiri," 
>katanya.
>
>Meski demikian, Laode menyarankan agar soal simbol daerah di Papua itu 
>untuk disayembarakan - agar lebih demokratis. "Bahwa itu ada faktor sejarah 
>politik karena Bintang Kejora menjadi simbol perjuangan Papua untuk 
>merdeka, itu adalah persoalan lain. Makanya, menurut saya lebih baik 
>penentuan simbol-simbol itu disayembarakan," ujarnya. (M Kardeni)




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke