ini ada bu..

sumber :
http://www.medicastore.com/cybermed/detail_pyk.php?idktg=4&iddtl=687
(aslinya ada gambar2nya segala)

rgrd

      Informasi tentang..
     NAMA
            cedera kepala
            DEFINISI
            tulang tengkorak yang tebal dan keras membantu melindungi otak.
            tetapi meskipun memiliki helm alami, otak sangat peka terhadap
berbagai jenis cedera.

            cedera kepala telah menyebabkan kematian dan cacat pada usia
kurang dari 50 tahun, dan luka tembak pada kepala merupakan penyebab
kematian nomor 2 pada usisa dibawah 35 tahun.
            hampir separuh penderita yang mengalami cedera kepala meninggal.

            otak bisa terluka meskipun tidak terdapat luka yang menembus
tengkorak.
            berbagai cedera bisa disebabkan oleh percepatan mendadak yang
memungkinkan terjadinya benturan atau karena perlambatan mendadak yang
terjadi jika kepala membentur objek yang tidak bergerak.

            kerusakan otak bisa terjadi pada titik benturan dan pada sisi
yang berlawanan.
            cedera percepatan-perlambatan kadang disebut coup contrecoup
(bahasa perancis untuk hit-counterhit)

            cedera kepala yang berat dapat merobek, meremukkan atau
menghancurkan saraf, pembuluh darah dan jaringan di dalam atau di sekeliling
otak.
            bisa terjadi kerusakan pada jalur saraf, perdarahan atau
pembengkakan hebat.

            perdarahan, pembengkakan dan penimbunan cairan (edema) memiliki
efek yang sama yang ditimbulkan oleh pertumbuhan massa di dalam tengkorak.
            karena tengkorak tidak dapat bertambah luas, maka peningkatan
tekanan bisa merusak atau menghancurkan jaringan otak.

            karena posisinya di dalam tengkorak, maka tekanan cenderung
mendorong otak ke bawah.
            otak sebelah atas bisa terdorong ke dalam lubang yang
menghubungkan otak dengan batang otak, keadaan ini disebut herniasi.

            sejenis herniasi serupa bisa mendorong otak kecil dan batang
otak melalui lubang di dasar tengkorak (foramen magnum) ke dalam medula
spinalis.
            herniasi ini bisa berakibat fatal karena batang otak
mengendalikan fungsi vital (denyut jantung dan pernafasan).

            cedera kepala yang tampaknya ringan kadang bisa menyebabkan
kerusakan otak yang hebat.
            usia lanjut dan orang yang mengkonsumsi antikoagulan (obat untuk
mencegah pembekuan darah), sangat peka terhadap terjadinya perdarahan
disekeliling otak (hematoma subdural).



            kerusakan otak seringkali menyebabkan kelainan fungsi yang
menetap, yang bervariasi tergantung kepada kerusakan yang terjadi, apakah
terbatas (terlokalisir) atau lebih menyebar (difus).
            kelainan fungsi yang terjadi juga tergantung kepada bagian otak
mana yang terkena.
            gejala yang terlokalisir bisa berupa perubahan dalam gerakan,
sensasi, berbicara, penglihatan dan pendengaran.
            kelainan fungsi otak yang difus bisa mempengaruhi ingatan dan
pola tidur penderita, dan bisa menyebabkan kebingungan dan koma.


            cedera kepala khusus

            patah tulang tengkorak

            patah tulang tengkorak merupakan suatu retakan pada tulang
tengkorak.

            patah tulang tengkorak bisa melukai arteri dan vena, yang
kemudian mengalirkan darahnya ke dalam rongga di sekeliling jaringan otak.
            patah tulang di dasar tengkorak bisa merobek meningens (selaput
otak).
            cairan serebrospinal (cairan yang beredar diantara otak dan
meningens) bisa merembes ke hidung atau telinga.

            bakteri kadang memasuki tulang tengkorak melalui patah tulang
tersebut, dan menyebabkan infeksi serta kerusakan hebat pada otak.

            sebagian besar patah tulang tengkorak tidak memerlukan
pembedahan, kecuali jika pecahan tulang menekan otak atau posisinya
bergeser.



            konkusio

            konkusio adalah hilangnya kesadaran (dan kadang ingatan)
sekejap, setelah terajdinya cedera pada otak yang tidak menyebabkan
kerusakan fisik yang nyata.

            konkusio menyebabkan kelainan fungsi otak tetapi tidak
menyebabkan kerusakan struktural yang nyata.
            hal ini bahkan bisa terjadi setelah cedera kepala yang ringan,
tergantung kepada goncangan yang menimpa otak di dalam tulang tengkorak.

            konkusio bisa menyebabkan kebingungan, sakit kepala dan rasa
mengantuk yang abnormal; sebagian besar penderita mengalami penyembuhan
total dalam beberapa jam atau hari.

            beberapa penderita merasakan pusing, kesulitan dalam
berkonsentrasi, menjadi pelupa, depresi, emosi atau perasaannya berkurang
dan kecemasan.
            gejala-gejala ini bisa berlangsung selama beberapa hari sampai
beberapa minggu, jarang lebih dari beberapa minggu. penderita bisa mengalami
kesulitan dalam bekerja, belajar dan bersosialisasi. keadaan ini disebut
sindroma pasca konkusio.

            sindroma pasca konkusio masih merupakan suatu teka-teki; tidak
diketahui mengapa sindroma ini biasanya terjadi setelah suatu cedera kepala
yang ringan.
            para ahli belum sepakat, apakah penyebabkan adalah cedera
mikroskopi atau faktor psikis.
            pemberian obat-obatan dan terapi psikis bisa membantu beberapa
penderita sindroma ini.

            yang lebih perlu dikhawatirkan selain sindroma pasca konkusio
adalah gejala-gejala yang lebih serius yang bisa timbul dalam beberapa jam
atau kadang beberapa hari setelah terjadinya cedera.
            jika sakit kepala, kebingungan dan rasa mengantuk bertambah
parah, sebainya segera mencari pertolongan medis.

            biasanya, jika terbukti tidak terdapat kerusakan yang lebih
berat, maka tidak diperlukan pengobatan.
            setiap orang yang mengalami cedera kepala diberitahu mengenai
pertanda memburuknya fungsi otak.
            selama gejalanya tidak semakin parah, biasanya untuk meredakan
nyeri diberikan asetaminofen.
            jika cederanya tidak parah, aspirin bisa digunakan setelah 3-4
hari pertama.



            gegar otak & robekan otak

            gegar otak (kontusio serebri) merupakan memar pada otak, yang
biasanya disebabkan oleh pukulan langsung dan kuat ke kepala.
            robekan otak adalah robekan pada jaringan otak, yang seringkali
disertai oleh luka di kepala yang nyata dan patah tulang tengkorak.

            gegar otak dan robekan otak lebih serius daripada konkusio.
            mri menunjukkan kerusakan fisik pada otak yang bisa ringan atau
bisa menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh yang diserati dengan
kebingungan atau bahkan koma.

            jika otak membengkak, maka bisa terjadi kerusakan lebih lanjut
pada jaringan otak; pembengkakan yang sangat hebat bisa menyebabkan herniasi
otak.
            pengobatan akan lebih rumit jika cedera otak disertai oleh
cedera lainnya, terutama cedera dada.

            perdarahan intrakranial

            perdarahan intrakranial (hematoma intrakranial) adalah
penimbunan darah di dalam otak atau diantara otak dengan tulang tengkorak.

            hematoma intrakranial bisa terjadi karena cedera atau stroke.
            perdarahan karena cedera biasanya terbentuk di dalam pembungkus
otak sebelah luar (hematoma subdural) atau diantara pembungkus otak sebelah
luar dengan tulang tengkorak (hematoma epidural).
            kedua jenis perdarahan diatas biasanya bisa terlihat pada ct
scan atau mri.
            sebagian besar perdarahan terjadi dengan cepat dan menimbulkan
gejal adalam beberapa menit.
            perdarahan menahun (hematoma kronis) lebih sering terjadi pada
usia lanjut dan membesar secara perlahan serta menimbulkan gejala setelah
beberapa jam atau hari.

            hematoma yang luas akan menekan otak, menyebabkan pembengkakan
dan pada akhirnya menghancurkan jaringan otak.
            hematoma yang luas juga akan menyebabkan otak bagian atas atau
batang otak mengalami herniasi.
            pada perdarahan intrakranial bisa terjadi penurunan kesadaran
sampai koma, kelumpuhan pada salah satu atau kedua sisi tubuh, gangguan
pernafasan atau gangguan jantung, atau bahkan kematian.
            bisa juga terjadi kebingungan dan hilang ingatan, terutama pada

usia lanjut.

            hematoma epidural berasal dari perdarahan di arteri yang
terletak diantara meningens dan tulang tengkorak.
            hal ini terjadi karena patah tulang tengkorak telah merobek
arteri. darah di dalam arteri memiliki tekanan lebih tinggi sehingga lebih
cepat memancar.

            gejala berupa sakit kepala hebat bisa segera timbul tetapi bisa
juga baru muncul beberapa jam kemudian. sakit kepala kadang menghilang,
tetapi beberapa jam kemudian muncul lagi dan lebih parah dari sebelumnya.
            selanjutnya bisa terjadi peningkatan kebingungan, rasa ngantuk,
kelumpuhan, pingsan dan koma.

            diagnosis dini sangat penting dan biasanya tergantung kepada ct
scan darurat.
            hematoma epidural diatasi sesegera mungkin dengan membuat lubang
di dalam tulang tengkorak untuk mengalirkan kelebihan darah, juga dilakukan
pencarian dan penyumbatan sumber perdarahan.

            hematoma subdural berasal dari perdarahan pada vena di
sekeliling otak.
            perdarahan bisa terjadi segera setelah terjadinya cedera kepala
berat atau beberapa saat kemudian setelah terjadinya cedera kepala yang
lebih ringan.

            hematoma subdural yang bertambah luast secara perlahan paling
sering terjadi pada usia lanjut (karena venanya rapuh) dan pada alkoholik.
            pada kedua keadaan ini, cedera tampaknya ringan; selama beberapa
minggu gejalanya tidak dihiraukan. hasil pemeriksaan ct scan dan mri bisa
menunjukkan adanya genangan darah.

            hematoma subdural pada bayi bisa menyebabkan kepala bertambah
besar karena tulang tengkoraknya masih lembut dan lunak.

            hematoma subdural yang kecil pada dewasa seringkali diserap
secara spontan.
            hematoma subdural yang besar, yang menyebabkan gejala-gejala
neurologis biasanya dikeluarkan melalui pembedahan. petunjuk dilakukannya
pengaliran perdarahan ini adalah:
            - sakit kepala yang menetap
            - rasa mengantuk yang hilang-timbul
            - linglung
            - perubahan ingatan
            - kelumpuhan ringan pada sisi tubuh yang berlawanan.




            kerusakan pada bagian otak tertentu

            kerusakan pada lapisan otak paling atas (korteks serebri
biasanya akan mempengaruhi kemampuan berfikir, emosi dan perilaku seseorang.
            daerah tertentu pada korteks serebri biasanya bertanggungjawab
atas perilaku tertentu, lokasi yang pasti dan beratnya cedera menentukan
jenis kelainan yang terjadi.



            kerusakan lobus frontalis

            lobus frontalis pada korteks serebri terutama mengendalikan
keahlian motorik (misalnya menulis, memainkan alat musik atau mengikat tali
sepatu).
            lobus frontalis juga mengatur ekspresi wajah dan isyarat tangan.

            daerah tertentu pada lobus frontalis bertanggungjawab terhadap
aktivitas motor tertentu pada sisi tubuh yang berlawanan.

            efek perilaku dari kerusakan lobus frontalis bervariasi,
tergantung kepada ukuran dan lokasi kerusakan fisik yang terjadi.
            kerusakan yang kecil, jika hanya mengelai satu sisi otak,
biasanya tidak menyebabkan perubahan perilaku yang nyata, meskipun kadang
menyebabkan kejang.

            kerusakan luas yang mengarah ke bagian belakang lobus frontalis
bisa menyebabkan apati, ceroboh, lalai dan kadang inkontinensia.
            kerusakan luas yang mengarah ke bagian depan atau samping lobus
frontalis menyebabkan perhatian penderita mudah teralihkan, kegembiraan yang
berlebihan, suka menentang, kasar dan kejam; penderita mengabaikan akibat
yang terjadi akibat perilakunya.

            kerusakan lobus parietalis

            lobus parietalis pada korteks serebri menggabungkan kesan dari
bentuk, tekstur dan berat badan ke dalam persepsi umum.
            sejumlah kecil kemampuan matematikan dan bahasa berasal dari
daerah ini.

            lobus parietalis juga membantu mengarahkan posisi pada ruang di
sekitarnya dan merasakan posisi dari bagian tubuhnya.

            kerusakan kecil di bagian depan lobus parietalis menyebabkan
mati rasa pada sisi tubuh yang berlawanan.
            kerusakan yang agak luas bisa menyebabkan hilangnya kemampuan
untuk melakukan serangkaian pekerjaan (keadaan ini disebut apraksia) dan
untuk menentukan arah kiri-kanan.

            kerusakan yang luas bisa mempengaruhi kemampuan penderita dalam
mengenali bagian tubuhnya atau ruang di sekitarnya atau bahkan bisa
mempengaruhi ingatan akan bentuk yang sebelumnya dikenal dengan baik
(misalnya bentuk kubus atau jam dinding).
            penderita bisa menjadi linglung atau mengigau dan tidak mampu
berpakaian maupun melakukan pekerjaan sehari-hari lainnya.

            kerusakan lobus temporalis

            lobus temporalis mengolah kejadian yang baru saja terjadi
menjadi dan mengingatnya sebagai memori jangka panjang.
            lobus temporalis juga memahami suara dan gambaran, menyimpan
memori dan mengingatnya kembali serta menghasilkan jalur emosional.

            kerusakan pada lobus temporalis sebelah kanan menyebabkan
terganggunya ingatan akan suara dan bentuk.
            kerusakan pada lobus temporalis sebelah kiri menyebabkan
gangguan pemahaman bahasa yang berasal dari luar maupun dari dalam dan
menghambat penderita dalam mengekspresikan bahasanya.

            penderita dengan lobus temporalis sebelah kanan yang
non-dominan, akan mengalami perubahan kepribadian seperti tidak suka
bercanda, tingkat kefanatikan agama yang tidak biasa, obsesif dan kehilangan
gairah seksual.


            kelainan-kelainan akibat cedera kepala

            epilepsi pasca trauma

            epilepsi pasca trauma adalah suatu kelainan dimana kejang
terjadi beberapa waktu setelah otak mengalami cedera karena benturan di
kepala.

            kejang merupakan respon terhadap muatan listrik abnormal di
dalam otak.
            kejang terjadi padda sekitar 10% penderita yang mengalami cedera
kepala hebat tanpa adanya luka tembus di kepala dan pada sekitar 40%
penderita yang memiliki luka tembus di kepala.

            kejang bisa saja baru terjadi beberapa tahun kemudian setelah
terjadinya cedera.

            obat-obat anti-kejang (misalnya fenitoin, karbamazepin atau
valproat) biasanya dapat mengatasi kejang pasca trauma.
            obat-obat tersebut sering diberikan kepada seseorang yang
mengalami cedera kepala yang serius, untuk mencegah terjadinya kejang.
            pengobatan ini seringkali berlanjut selama beberapa tahun atau
sampai waktu yang tak terhingga.

            afasia

            afasia adalah hilangnya kemampuan untuk menggunakan bahasa
karena terjadinya cedera pada area bahasa di otak.

            penderita tidak mampu memahami atau mengekspresikan kata-kata.
            bagian otak yang mengendalikan fungsi bahasa adalah lobus
temporalis sebelah kiri dan bagian lobus frontalis di sebelahnya. kerusakan
pada bagian manapun dari area tersebut karena stroke, tumor, cedera kepala
atau infeksi, akan mempengaruhi beberapa aspek dari fungsi bahasa.

            gangguan bahasa bisa berupa:
            - aleksia, hilangnya kemampuan untuk memahami kata-kata yang
tertulis
            - anomia, hilangnya kemampuan untuk mengingat atau mengucapkan
nama-nama benda. beberapa penderita anomia tidak dapat mengingat kata-kata
yang tepat, sedangkan penderita yang lainnya dapat mengingat kata-kata dalam
fikirannya, tetapi tidak mampu mengucapkannya.

            disartria merupakan ketidakmampuan untuk mengartikulasikan
kata-kata dengan tepat.
            penyebabnya adalah kerusakan pada bagian otak yang mengendalikan
otot-otot yang digunakan untuk menghasilkan suara atau mengatur gerakan dari
alat-alat vokal.

            afasia wernicke merupakan suatu keadaan yang terjadi setelah
adanya kerusakan pada lobus temporalis.
            penderita tampaknya lancar berbicara, tetapi kalimat yang keluar
kacau (disebut juga gado-gado kata).

            penderita menjawab pertanyaan dengan ragu-ragu tetapi masuk
akal.
            pertanyaan : ini gambar apa? (anjing mengonggong)
            jawaban : a-a-an-j-j-, eh bukan, a-a..aduh..b-b-bin, ya
binatang, binatang..b-b..berisik

            pada afasia broca (afasi ekspresif), penderita memahami arti
kata-kata dan mengetahui bagaimana mereka ingin memberikan jawaban, tetapi
mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata-kata.
            kata-kata keluar dengan perlahan dan diucapkan sekuat tenaga,
seringkali diselingi oleh ungkapan yang tidak memiliki arti.

            penderita menjawab pertanyaan dengan lancar, tetapi tidak masuk
akal.
            pertanyaan : bagaimana kabarmu hari ini?
            jawaban : kapan? mudah sekali untuk melakukannya tapi semua
tidak terjadi ketika matahari terbenam.



            apraksia

            apraksia adalah ketidakmampuan untuk melakukan tugas yang
memerlukan ingatan atau serangkaian gerakan.

            kelainan ini jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh
kerusakan pada lobus parietalis atau lobus frontalis.
            ingatan akan serangkaian gerakan yang diperlukan untuk melakukan
tugas yang rumit hilang; lengan atau tungkai tidak memiliki kelainan fisik
yang bisa menjelaskan mengapa tugas tersebut tidak dapat dilakukan.

            pengobatan ditujukan kepada penyakit yang mendasarinya, yang
telah menyebabkan kelainan fungsi otak.

            agnosia

            agnosia merupakan suatu kelainan dimana penderita dapat melihat
dan merasakan sebuah benda tetapi tidak dapat menghubungkannya dengan peran
atau fungsi normal dari benda tersebut.

            penderita tidak dapat mengenali wajah-wajah yang dulu dikenalnya
dengan baik atau benda-benda umum (misalnya sendok atau pensil), meskipun
mereka dapat melihat dan menggambarkan benda-benda tersebut.

            penyebabnya adalah kelainan fungsi pada lobus parietalis dan
temporalis, dimana ingatan akan benda-benda penting dan fungsinya disimpan.
            agnosia seringkali terjadi segera setelah terjadinya cedera
kepala atau stroke.

            tidak ada pengobatan khusus, beberapa penderita mengalami
perbaikan secara spontan.

            amnesia

            amnesia adalah hilangnya sebagian atau seluruh kemampuan untuk
mengingat peristiwa yang baru saja terjadi atau peristiwa yang sudah lama
berlalu.

            penyebabnya masih belum dapat sepenuhnya dimengerti.
            cedera pada otak bisa menyebabkan hilangnya ingatan akan
peristiwa yang terjadi sesaat sebelum terjadinya kecelakaan (amnesi
retrograd) atau peristiwa yang terjadi segera setelah terjadinya kecelakaan
(amnesia pasca trauma).
            amnesia hanya berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa
jam (tergantung kepada beratnya cedera) dan akan menghilang dengan
sendirinya. pada cedera otak yang hebat, amnesi bisa bersifat menetap.

            jenis ingatan yang bisa terkena amnesia:
            - ingatan segera : ingatan akan peristiwa yang terjadi beberapa
detik sebelumnya
            - ingatan menengah : ingatan akan peristiwa yang terjadi
beberapa detik sampai beberapa hari sebelumnya
            - ingatan jangka panjang : ingatan akan peristiwa di masa lalu.

            mekanisme otak untuk menerima informasi dan mengingatnya kembali
dari memori terutama terletak di dalam lobus oksipitalis, lobus parietalis
dan lobus temporalis.

            amnesia menyeluruh sekejap merupakan serangan lupa akan waktu,
tempat dan orang, yang terjadi secara mendadak dan berat.
            serangan bisa hanya terjadi satu kali seumur hidup, atau bisa
juga berulang.
            serangan berlangsung selama 30 menit sampai 12 jam atau lebih.
            arteri kecil di otak mungkin mengalami penyumbatan sementara
sebagai akibat dari aterosklerosis. pada penderita muda, sakit kepala migren
(yang untuk sementara waktu menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak)
bisa menyebabkan anemia menyeluruh sekejap. peminum alkohol atau pemakai
obat penenang dalam jumlah yang berlebihan (misalnya barbiturat dan
benzodiazepin), juga bisa mengalami serangan ini.
            penderita bisa mengalami kehilangan orientasi ruang dan waktu
secara total serta ingatan akan peristiwa yang terjadi beberapa tahun
sebelumnya.
            setelah suatu serangan, kebingungan biasanya akan segera
menghilang dan penderita sembuh total.

            alkoholik dan penderita kekurangan gizi lainnya bisa mengalami
amnesia yang disebut sindroma wernicke-korsakoff.
            sindroma ini terdiri dari kebingungan akut (sejenis
ensefalopati) dan amnesia yang berlangsung lama.
            kedua hal tersebut terjadi karena kelainan fungsi otak akibat
kekurang vitamin b1 (tiamin). mengkonsumsi sejumlah besar alkohol tanpa
memakan makanan yang mengandung tiamin menyebabkan berkurangnya pasokan
vitamin ini ke otak. penderita kekurangan gizi yang mengkonsumsi sejumlah
besar cairan lainnya atau sejumlah besar cairan infus setelah pembedahan,
juga bisa mengalami ensefalopati wernicke.
            penderita ensefalopai wernicke akut mengalami kelainan mata
(misalnya kelumpuhan pergerakan mata, penglihatan ganda atau nistagmus),
tatapan matanya kosong, linglung dan mengantuk.
            untuk mengatasi masalah ini biasanya diberikan infus tiamin.
            jika tidak diobati bisa berakibat fatal.

            amnesia korsakoff terjadi bersamaan dengan ensefalopati
wernicke.
            jika serangan ensefalopati terjadi berulang dan berat atau jika
terjadi gejala putus alkohol, maka amnesia korsakoff bisa bersifat menetap.
            hilangnya ingatan yang berat disertai dengan agitasi dan
delirium.
            penderita mampu mengadakan interaksi sosial dan mengadakan
perbincangan yang masuk akal meskipun tidak mampu mengingat peristiwa yang
terjadi beberapa hari, bulan atau tahun, bahkan beberapa menit sebelumnya.

            amnesia korsakoff juga bisa terjadi setelah cedera kepala yang
hebat, cardiac arrest atau ensefalitis akut.
            pemberian tiamin kepada alkoholik kadang bisa memperbaiki
ensefalopati wernicke, tetapi tidak selalu dapat memperbaiki amnesi
korsakoff.
            jika pemakaian alkohol dihentikan atau penyakit yang
mendasarinya diobati, kadang kelainan ini menghilang dengan sendirinya.


            prognosis

            cedera kepala bisa menyebabkan kematian atau penderita bisa
mengalami penyembuhan total.
            jenis dan beratnya kelainan tergantung kepada lokasi dan
beratnya kerusakan otak yang terjadi.

            berbagai fungsi otak dapat dijalankan oleh beberapa area,
sehinnga area yang tidak mengalami kerusakan bisa menggantikan fungsi dari
area lainnya yang mengalami kerusakan.
            tetapi semakin tua umur penderita, maka kemampuan otak untuk
menggantikan fungsi satu sama lainnya, semakin berkurang.
            kemampuan berbahasa pada anak kecil dijalankan oleh beberapa
area di otak, sedangkan pada dewasa sudah dipusatkan pada satu area. jika
hemisfer kiri mengalami kerusakan hebat sebelum usia 8 tahun, maka hemisfer
kanan bisa mengambil alih fungsi bahasa. kerusakan area bahasa pada masa
dewasa lebih cenderung menyebabkan kelainan yang menetap.

            beberapa fungsi (misalnya penglihatan serta pergerakan lengan
dan tungkai) dikendalikan oleh area khusus pada salah satu sisi otak.
            kerusakan pada area ini biasanya menyebabkan kelainan yang
menetap.
            dampak dari kerusakan ini bisa diminimalkan dengan menjalani
terapi rehabilitasi.

            penderita cedera kepala berat kadang mengalami amnesia dan tidak
dapat mengingat peristiwa sesaat sebelum dan sesudah terjadinya penurunan
kesadaran.
            jika kesadaran telah kembali pada minggu pertama, maka biasanya
ingatan penderita akan pulih kembali.

            penderita bisa mengalami sindroma pasca konkusio, dimana sakit
kepala terus menerus dirasakan dan terjadi gangguan ingatan.

            status vegetatif kronis merupakan keadaan tak sadarkan diri
dalam waktu yang lama, yang disertai dengan siklus bangun dan tidur yang
mendekati normal.
            keadaan ini merupakan akibat yang paling serius dari cedera
kepala yang non-fatal.
            penyebabnya adalah kerusakan pada bagian atas dari otak (yang
mengendalikan fungsi mental), sedangkan talamus dan batang otak (yang
mengatur siklus tidur, suhu tubuh, pernafasan dan denyut jantung) tetap
ututh.
            jika status vegetatif terus berlangsung selama lebih dari
beberapa bulan, maka kemungkinan untuk sadar kembali sangat kecil.




----- Original Message -----
From: "Verawaty" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, November 11, 2005 12:26 AM
Subject: Re: [balita-anda] RE: balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn &
belakang sekaligus)


> Dear Mbak Uci......
>
> Punya artikel yang lain ngga ttg trauma kepala..?
> atao ttg gegar otak ringan..? saya butuh banget mbak..
> ato parents yang lain....
>
> makasih ya sebelumnya.
> Salam
> Vera
> ----- Original Message -----
> From: "Mama Kavindra" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Friday, November 11, 2005 11:34 AM
> Subject: [balita-anda] RE: balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn &
> belakang sekaligus)
>
>
> > Duhhhh Bam2 kasian bgt yah..
> > But puji Yuhan masih ceria yah.
> >
> > Emang sih benturan kepala kalo terlalu keras n
> > jatuhnya dr tempat tinggi lebih dr 1, meter cukup
> > berbahaya.. pa lagi kalo anak sampe kehilangan
> > kesadaran..duhhhh ngeri bgt.. (artikel lebih lanjut
> > ada di bwh ini ya.)
> > Sebaiknya juga diobservasi dulu yah .. krn kadang gak
> > lsg reaksinya
> >
> > Kalo memar sih artinya ada trauma di bawah kulit.
> > semacam pendarahan lah di bawah kulit.. lama2 juga
> > bisa ilang sih. pake minyak tawon juga bisa dikit
> > Bantu ngurangin
> >
> > Kalo ttg Bam2 yg suka bentur2in kepala kalo jengkel
> > tuh namanya Temper Tantrum.. sering terjadi pd 4 tahun
> > pertama usia anak.
> > Bisa ilang sih dengan cara mengalihkan perhatian anak
> > .. .. artikelnya ada nih ntar tak kirim terpisah.
> >
> > Ok, moga2 dikit Bantu yah.. salam to Bam2
> >  Uci mamaKavin
> >
> > Trauma kepala Ringan
> >
> > Pengirim : Irawan Mangunatmadja
> >  IDAI Cabang : DKI Jakarta
> >
> > Jatuh adalah satu kejadian yang sering terjadi pada
> > anak baik di dalam
> > maupun di luar rumah. Orangtua tentunya sangat
> > khawatir akan akibat
> > yang terjadi, banyak pertanyaan yang timbul pada saat
> > orangtua mengetahui
> > anaknya jatuh, terutama bila kepla terbentur lantai.
> > Beberapa
> > pertanyaan yang timbul adalah: apa yang harus orangtua
> > lakukan, haruskah segera
> > dibawa ke Rumah Sakit. apakah perlu di lakukan
> > pemeriksaan CT Scan
> > kepala, apa yang harus diperhatikan setelah jatuh,
> > apakah akan berpengaruh
> > di kemudian hari, bagaimanakah mencegah anak jatuh?
> >
> >     Trauma kepala dengan luka di sekitar kepala, tidak
> > selalu
> > menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan di daerah
> > samping kepala akibat jatuh
> > ternyata dapat menimbulkan kegawatan. Oleh karenanya,
> > diperlukan
> > pengetahuan yang benar tentang trauma kepala ringan.
> > Menurut American Academy
> > of Pediatrics (1999) trauma kepala ringan
> > didefinisikan sebagai trauma
> > kepala dengan status mental dan neurologis pada
> > pemeriksaan awal
> > normal, dan tidak adanya fraktur tulang kepala pada
> > pemeriksaan fisis. Pada
> > keadaan ini dapat disertai kehilangan kesadaran < 1
> > menit, kejang
> > singkat setelah trauma, muntah, sakit kepala dan lesu.
> >
> > Problem anak jatuh
> >
> > Tidak semua orangtua mengetahui apa yang harus
> > dilakukan saat melihat
> > anaknya jatuh. Sebenarnya informasi yang perlu
> > diketahui tentang anak
> > jatuh adalah:
> >    Posisi anak jatuh, bagian yang terbentur lantai:
> > muka, kepala, atau
> > bagian tubuh lainnya
> >    Apakah anak pingsan, berapa lama - Adakah benjolan
> > di daerah kepala
> >    Adakah patah tulang: leher, bahu, lengan, atau
> > tungkai
> >    Adakah sakit kepala atau muntah
> >
> > Untuk mengetahui akibat jatuh, orangtua seharusnya
> > perlu melakukan
> > pemeriksaan:
> >
> >    Yakinkan apakah anak sadar atau tidak: panggil
> > namanya, goyangkan
> > badannya.
> >    Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit
> > penekanan, sehingga
> > memastikan adakah benjolan (hematom), nyeri, atau
> > "dekok" (fraktur
> > kompresi) di kepala.
> >    Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun
> > apakah membonjol
> > atau tidak. Ubun-ubun membonjol tanda adanya
> > peningkatan tekanan dalam
> > otak, dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.
> >
> >    Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk
> > memastikan tidak ada patah
> > tulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas.
> >    Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut
> > wajah atau
> > senyumnya adakah perubahan?.
> >    Pastikan penglihatannya tidak terganggu.
> >
> > Pada anak jatuh terutama dengan kepala terbentur
> > lantai, beberapa
> > keadaan darurat dapat terjadi:
> >
> >    Anak tidak sadar, dapat disebabkan perdarahan dalam
> > rongga kepala
> > (perdarahan epidural, subdural), atau akibat
> > pembengkakan (edema) otak,
> > terkenanya pusat kesadaran saat kepala terbentur.
> >    Benjolan (hematom) di kepala terutama bila terdapat
> > di daerah
> > samping kepala (temporal), karena fraktur/retak tulang
> > di daerah tersebut
> > dapat merobek pembuluh darah di dinding tulang kepala.
> >
> >    Terbenturnya kepala bagian belakang (oksipital)
> > dengan keras dapat
> > menyebabkan pembengkakan otak sehingga penglihatan
> > menjadi terganggu
> > atau buta dalam beberapa hari.
> >    Terbenturnya bagian depan kepala (frontal) dapat
> > menyebabkan hematom
> > di pelipis awalnya. Kadang hematom ini akan turun
> > sehingga kedua
> > kelopak mata atas menjadi bengkak.
> >    Kekakuan di leher dapat disebabkan perdarahan
> > subdural yang pada
> > pemeriksaan funduskopi didapatkan papil edema atau
> > perdarahan subhialoid.
> >    Keluar cairan atau darah dari hidung dan lubang
> > telinga.
> >
> >     Bawalah segera anak ke rumah sakit bila didapatkan
> > kelainan di
> > atas. Tetapi bila tidak, anak dapat diobsevasi di
> > rumah. Pengawasan
> > dilakukan dengan melakukan pemeriksaan setiap 2 -3 jam
> > perhari sampai 3 hari
> > setelah anak jatuh. Selama observasi anak tidak
> > diberikan obat muntah,
> > karena dapat menghilangkan gejala muntah yang
> > bertambah.
> >
> > Bawalah anak segera ke rumah sakit bila selama
> > observasi didapatkan:
> >
> >    Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
> >    Anak menjadi delirium, bingung, dan iritabel.
> >    Kejang/kelumpuhan pada wajah atau ekstremitas.
> >    Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin
> > bertambah.
> >    Adanya kekakuan di leher.
> >    Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah
> > samping kepala
> > (temporal).
> >
> >     Di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan
> > kepala untuk
> > melihat adakah fraktur tulang kepala atau perdarahan
> > otak. Rontgen kepala
> > saat ini tidak dianjurkan lagi. Pemeriksaan kepala
> > dilakukan atas
> > indikasi bila dicurigai adanya perdarahan otak dan
> > tidak harus segera
> > setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat
> > berlangsung sedikit demi
> > sedikit. Anak yang mengalami perdarahan otak ringan
> > umumnya tidak akan
> > mengalami gangguan perkembangan di kemudian hari.
> >
> > Pencegahan
> >
> > Pencegahan sebaiknya dilakukan untuk menghindari anak
> > jatuh atau
> > terbentur kepalanya. Pencegahan dapat dilakukan:
> >
> >    Pada bayi <6 bulan, apabila sudah dapat berguling,
> > taruhlah kasur di
> > samping tempat tidur.
> >    Bila bayi sudah dapat berdiri berikan pelindung di
> > tempat tidurnya.
> >    Bila anak sudah dapat berlari awasi dengan ketat,
> > jangan sampai
> > menarik taplak meja atau pintu rak lemari.
> >    Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan.
> >    Jangan biarkan air seni berserakan di lantai.
> >    Kakak jangan nakal terhadap adik, misalnya: main
> > dorong dorongan
> >
> > Kesimpulan
> >
> > Dari uraian di atas, beberapa hal penting pada
> > kedaruratan anak jatuh
> > terutama bila kepala terbentur lantai:
> >
> >    Lakukan tindakan pencegahan anak agar tidak jatuh.
> >    Periksalah dengan teliti bila anak jatuh, terutama
> > bila kepala
> > terbentur lantai.
> >    Observasi klinis anak jatuh di lakukan selama 3
> > hari setelah anak
> > jatuh.
> >    Bawalah ke rumah sakit bila dicurigai adanya
> > perdarahan otak.
> >    Pemeriksaan CT Scan kepala dilakukan sesuai
> > indikasi, tidak selalu
> > dilakukan segera setelah anak jatuh.
> >
> > Daftar Pustaka
> >
> >    AAP. Pediatrics 1999;104:1407-15.
> >    Palchak MJ. Am Emerg Med 2003;42:492-506.
> >
> > -------------
> >
> > balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn & belakang
> > sekaligus)
> > Ira Rahmawati
> > Thu, 10 Nov 2005 20:01:30 -080
> >
> > Siang Smart Parents,
> >
> > Mo konsultasi nih ke parents sekalian, tadi malam Bram
> > (14 bln) jatuh nggeblak
> > kebelakang dan kepalanya bentur lantai (cukup keras)
> > dan saat mo bangun dahi
> > nonongnya kebentur lagi dipan kayu krn saat jatuh
> > posisi kepala langsung
> > dikolong tempat tidur......
> >
> > Jadi kepala depan & belakang terbentur dua2nya. Hal
> > ini diakibatkan krn saat
> > Bram joged2 sambil lepas tangan hanya bertumpu pada
> > dengkulnya saja, sehingga
> > keseimbangannya kurang terjaga......
> >
> > Sebelumnya juga sdh pernah jatuh nggeblak kebelakang
> > dan dia menangis cukup
> > keras....
> >
> > Yang ingin saya tanyakan fatalkah jika anak jatuh
> > mengenai kepala belakang /
> > otak belakang??? krn kejadian ini bukan yg
> > pertama....Setelah jatuh tadi malam,
> > lgs digendong yangtinya dan kepalanya saya olesin
> > minyak tawon sambil dipijat
> > perlahan......sempet ada memar merah dikepala
> > belakangnya...tapi ga sampai 5
> > menit dah ceria lagi dan niat mo joged lagiii.....pagi
> > ini agak sumer dahinya
> > tapi aktivitas masih spt biasa.......
> >
> > Sbg ortu saya kasihan bgt liat dia krn saya yakin
> > sakit sekali saat kepalanya
> > membentur lantai & dipan kayu.....Memang saat itu kami
> > sedang lengah juga ga
> > terlalu ngawasi posisi Bram.....
> >
> > Satu lagi, Bram jika kesal/jengkel selalu memukul
> > kepalanya dgn kedua tangannya
> > dan suka bentur2in kepala ke tembok juga...walo udah
> > dikelilingi dgn bantal
> > guling, tapi msh aja tuh anak nyari bid. keras spt
> > tembok or lantai utk
> > bentur2in kepalanya.....Normal ga ya sikap bram ini??
> > apakah ada parents yg
> > punya pengalaman serupa dgn anak saya??
> >
> > Sebaiknya saya memeriksakan ke dokter atau tidak
> > karena kejadian jatuhnya tadi
> > malam??
> >
> > Tengkiu so much utk advice dari parents
> > sebelumnya......en maap kalo
> > kepanjangan nanya & curhatnya....
> >
> > Salam,
> > Ira
> > Ibune Abraham
> >
> >
> >
> >
> >
> > Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
> >
> >
> > ================
> > Kirim bunga, http://www.indokado.com
> > Info balita: http://www.balita-anda.com
> > Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> > Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >
>
>
>
> ================
> Kirim bunga, http://www.indokado.com
> Info balita: http://www.balita-anda.com
> Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
> Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
>





================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke