Terima kasih ya ayahnya irfan....
Sepupu saya 14 tahun , jatuh dari motor , ada bengkak sebesar mangga di
belakang kepala , setelah di CT scan , gegar otak ringan dan ngga ada
pendarahan di otak..Sempat muntah darah juga..
kejadiannya hari senin, kondisi sekarang masih pusing dan leher sakit sekali
.
Kasian banget... mudah2 an ga ada keluhan yang lebih parah lagi..amin...

sekali lagi makasih ya..
salam
vera
----- Original Message -----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, November 11, 2005 12:32 PM
Subject: Re: [balita-anda] RE: balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn &
belakang sekaligus)


> ini ada bu..
>
> sumber :
> http://www.medicastore.com/cybermed/detail_pyk.php?idktg=4&iddtl=687
> (aslinya ada gambar2nya segala)
>
> rgrd
>
>       Informasi tentang..
>      NAMA
>             cedera kepala
>             DEFINISI
>             tulang tengkorak yang tebal dan keras membantu melindungi
otak.
>             tetapi meskipun memiliki helm alami, otak sangat peka terhadap
> berbagai jenis cedera.
>
>             cedera kepala telah menyebabkan kematian dan cacat pada usia
> kurang dari 50 tahun, dan luka tembak pada kepala merupakan penyebab
> kematian nomor 2 pada usisa dibawah 35 tahun.
>             hampir separuh penderita yang mengalami cedera kepala
meninggal.
>
>             otak bisa terluka meskipun tidak terdapat luka yang menembus
> tengkorak.
>             berbagai cedera bisa disebabkan oleh percepatan mendadak yang
> memungkinkan terjadinya benturan atau karena perlambatan mendadak yang
> terjadi jika kepala membentur objek yang tidak bergerak.
>
>             kerusakan otak bisa terjadi pada titik benturan dan pada sisi
> yang berlawanan.
>             cedera percepatan-perlambatan kadang disebut coup contrecoup
> (bahasa perancis untuk hit-counterhit)
>
>             cedera kepala yang berat dapat merobek, meremukkan atau
> menghancurkan saraf, pembuluh darah dan jaringan di dalam atau di
sekeliling
> otak.
>             bisa terjadi kerusakan pada jalur saraf, perdarahan atau
> pembengkakan hebat.
>
>             perdarahan, pembengkakan dan penimbunan cairan (edema)
memiliki
> efek yang sama yang ditimbulkan oleh pertumbuhan massa di dalam tengkorak.
>             karena tengkorak tidak dapat bertambah luas, maka peningkatan
> tekanan bisa merusak atau menghancurkan jaringan otak.
>
>             karena posisinya di dalam tengkorak, maka tekanan cenderung
> mendorong otak ke bawah.
>             otak sebelah atas bisa terdorong ke dalam lubang yang
> menghubungkan otak dengan batang otak, keadaan ini disebut herniasi.
>
>             sejenis herniasi serupa bisa mendorong otak kecil dan batang
> otak melalui lubang di dasar tengkorak (foramen magnum) ke dalam medula
> spinalis.
>             herniasi ini bisa berakibat fatal karena batang otak
> mengendalikan fungsi vital (denyut jantung dan pernafasan).
>
>             cedera kepala yang tampaknya ringan kadang bisa menyebabkan
> kerusakan otak yang hebat.
>             usia lanjut dan orang yang mengkonsumsi antikoagulan (obat
untuk
> mencegah pembekuan darah), sangat peka terhadap terjadinya perdarahan
> disekeliling otak (hematoma subdural).
>
>
>
>             kerusakan otak seringkali menyebabkan kelainan fungsi yang
> menetap, yang bervariasi tergantung kepada kerusakan yang terjadi, apakah
> terbatas (terlokalisir) atau lebih menyebar (difus).
>             kelainan fungsi yang terjadi juga tergantung kepada bagian
otak
> mana yang terkena.
>             gejala yang terlokalisir bisa berupa perubahan dalam gerakan,
> sensasi, berbicara, penglihatan dan pendengaran.
>             kelainan fungsi otak yang difus bisa mempengaruhi ingatan dan
> pola tidur penderita, dan bisa menyebabkan kebingungan dan koma.
>
>
>             cedera kepala khusus
>
>             patah tulang tengkorak
>
>             patah tulang tengkorak merupakan suatu retakan pada tulang
> tengkorak.
>
>             patah tulang tengkorak bisa melukai arteri dan vena, yang
> kemudian mengalirkan darahnya ke dalam rongga di sekeliling jaringan otak.
>             patah tulang di dasar tengkorak bisa merobek meningens
(selaput
> otak).
>             cairan serebrospinal (cairan yang beredar diantara otak dan
> meningens) bisa merembes ke hidung atau telinga.
>
>             bakteri kadang memasuki tulang tengkorak melalui patah tulang
> tersebut, dan menyebabkan infeksi serta kerusakan hebat pada otak.
>
>             sebagian besar patah tulang tengkorak tidak memerlukan
> pembedahan, kecuali jika pecahan tulang menekan otak atau posisinya
> bergeser.
>
>
>
>             konkusio
>
>             konkusio adalah hilangnya kesadaran (dan kadang ingatan)
> sekejap, setelah terajdinya cedera pada otak yang tidak menyebabkan
> kerusakan fisik yang nyata.
>
>             konkusio menyebabkan kelainan fungsi otak tetapi tidak
> menyebabkan kerusakan struktural yang nyata.
>             hal ini bahkan bisa terjadi setelah cedera kepala yang ringan,
> tergantung kepada goncangan yang menimpa otak di dalam tulang tengkorak.
>
>             konkusio bisa menyebabkan kebingungan, sakit kepala dan rasa
> mengantuk yang abnormal; sebagian besar penderita mengalami penyembuhan
> total dalam beberapa jam atau hari.
>
>             beberapa penderita merasakan pusing, kesulitan dalam
> berkonsentrasi, menjadi pelupa, depresi, emosi atau perasaannya berkurang
> dan kecemasan.
>             gejala-gejala ini bisa berlangsung selama beberapa hari sampai
> beberapa minggu, jarang lebih dari beberapa minggu. penderita bisa
mengalami
> kesulitan dalam bekerja, belajar dan bersosialisasi. keadaan ini disebut
> sindroma pasca konkusio.
>
>             sindroma pasca konkusio masih merupakan suatu teka-teki; tidak
> diketahui mengapa sindroma ini biasanya terjadi setelah suatu cedera
kepala
> yang ringan.
>             para ahli belum sepakat, apakah penyebabkan adalah cedera
> mikroskopi atau faktor psikis.
>             pemberian obat-obatan dan terapi psikis bisa membantu beberapa
> penderita sindroma ini.
>
>             yang lebih perlu dikhawatirkan selain sindroma pasca konkusio
> adalah gejala-gejala yang lebih serius yang bisa timbul dalam beberapa jam
> atau kadang beberapa hari setelah terjadinya cedera.
>             jika sakit kepala, kebingungan dan rasa mengantuk bertambah
> parah, sebainya segera mencari pertolongan medis.
>
>             biasanya, jika terbukti tidak terdapat kerusakan yang lebih
> berat, maka tidak diperlukan pengobatan.
>             setiap orang yang mengalami cedera kepala diberitahu mengenai
> pertanda memburuknya fungsi otak.
>             selama gejalanya tidak semakin parah, biasanya untuk meredakan
> nyeri diberikan asetaminofen.
>             jika cederanya tidak parah, aspirin bisa digunakan setelah 3-4
> hari pertama.
>
>
>
>             gegar otak & robekan otak
>
>             gegar otak (kontusio serebri) merupakan memar pada otak, yang
> biasanya disebabkan oleh pukulan langsung dan kuat ke kepala.
>             robekan otak adalah robekan pada jaringan otak, yang
seringkali
> disertai oleh luka di kepala yang nyata dan patah tulang tengkorak.
>
>             gegar otak dan robekan otak lebih serius daripada konkusio.
>             mri menunjukkan kerusakan fisik pada otak yang bisa ringan
atau
> bisa menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh yang diserati dengan
> kebingungan atau bahkan koma.
>
>             jika otak membengkak, maka bisa terjadi kerusakan lebih lanjut
> pada jaringan otak; pembengkakan yang sangat hebat bisa menyebabkan
herniasi
> otak.
>             pengobatan akan lebih rumit jika cedera otak disertai oleh
> cedera lainnya, terutama cedera dada.
>
>             perdarahan intrakranial
>
>             perdarahan intrakranial (hematoma intrakranial) adalah
> penimbunan darah di dalam otak atau diantara otak dengan tulang tengkorak.
>
>             hematoma intrakranial bisa terjadi karena cedera atau stroke.
>             perdarahan karena cedera biasanya terbentuk di dalam
pembungkus
> otak sebelah luar (hematoma subdural) atau diantara pembungkus otak
sebelah
> luar dengan tulang tengkorak (hematoma epidural).
>             kedua jenis perdarahan diatas biasanya bisa terlihat pada ct
> scan atau mri.
>             sebagian besar perdarahan terjadi dengan cepat dan menimbulkan
> gejal adalam beberapa menit.
>             perdarahan menahun (hematoma kronis) lebih sering terjadi pada
> usia lanjut dan membesar secara perlahan serta menimbulkan gejala setelah
> beberapa jam atau hari.
>
>             hematoma yang luas akan menekan otak, menyebabkan pembengkakan
> dan pada akhirnya menghancurkan jaringan otak.
>             hematoma yang luas juga akan menyebabkan otak bagian atas atau
> batang otak mengalami herniasi.
>             pada perdarahan intrakranial bisa terjadi penurunan kesadaran
> sampai koma, kelumpuhan pada salah satu atau kedua sisi tubuh, gangguan
> pernafasan atau gangguan jantung, atau bahkan kematian.
>             bisa juga terjadi kebingungan dan hilang ingatan, terutama
pada
>
> usia lanjut.
>
>             hematoma epidural berasal dari perdarahan di arteri yang
> terletak diantara meningens dan tulang tengkorak.
>             hal ini terjadi karena patah tulang tengkorak telah merobek
> arteri. darah di dalam arteri memiliki tekanan lebih tinggi sehingga lebih
> cepat memancar.
>
>             gejala berupa sakit kepala hebat bisa segera timbul tetapi
bisa
> juga baru muncul beberapa jam kemudian. sakit kepala kadang menghilang,
> tetapi beberapa jam kemudian muncul lagi dan lebih parah dari sebelumnya.
>             selanjutnya bisa terjadi peningkatan kebingungan, rasa
ngantuk,
> kelumpuhan, pingsan dan koma.
>
>             diagnosis dini sangat penting dan biasanya tergantung kepada
ct
> scan darurat.
>             hematoma epidural diatasi sesegera mungkin dengan membuat
lubang
> di dalam tulang tengkorak untuk mengalirkan kelebihan darah, juga
dilakukan
> pencarian dan penyumbatan sumber perdarahan.
>
>             hematoma subdural berasal dari perdarahan pada vena di
> sekeliling otak.
>             perdarahan bisa terjadi segera setelah terjadinya cedera
kepala
> berat atau beberapa saat kemudian setelah terjadinya cedera kepala yang
> lebih ringan.
>
>             hematoma subdural yang bertambah luast secara perlahan paling
> sering terjadi pada usia lanjut (karena venanya rapuh) dan pada alkoholik.
>             pada kedua keadaan ini, cedera tampaknya ringan; selama
beberapa
> minggu gejalanya tidak dihiraukan. hasil pemeriksaan ct scan dan mri bisa
> menunjukkan adanya genangan darah.
>
>             hematoma subdural pada bayi bisa menyebabkan kepala bertambah
> besar karena tulang tengkoraknya masih lembut dan lunak.
>
>             hematoma subdural yang kecil pada dewasa seringkali diserap
> secara spontan.
>             hematoma subdural yang besar, yang menyebabkan gejala-gejala
> neurologis biasanya dikeluarkan melalui pembedahan. petunjuk dilakukannya
> pengaliran perdarahan ini adalah:
>             - sakit kepala yang menetap
>             - rasa mengantuk yang hilang-timbul
>             - linglung
>             - perubahan ingatan
>             - kelumpuhan ringan pada sisi tubuh yang berlawanan.
>
>
>
>
>             kerusakan pada bagian otak tertentu
>
>             kerusakan pada lapisan otak paling atas (korteks serebri
> biasanya akan mempengaruhi kemampuan berfikir, emosi dan perilaku
seseorang.
>             daerah tertentu pada korteks serebri biasanya bertanggungjawab
> atas perilaku tertentu, lokasi yang pasti dan beratnya cedera menentukan
> jenis kelainan yang terjadi.
>
>
>
>             kerusakan lobus frontalis
>
>             lobus frontalis pada korteks serebri terutama mengendalikan
> keahlian motorik (misalnya menulis, memainkan alat musik atau mengikat
tali
> sepatu).
>             lobus frontalis juga mengatur ekspresi wajah dan isyarat
tangan.
>
>             daerah tertentu pada lobus frontalis bertanggungjawab terhadap
> aktivitas motor tertentu pada sisi tubuh yang berlawanan.
>
>             efek perilaku dari kerusakan lobus frontalis bervariasi,
> tergantung kepada ukuran dan lokasi kerusakan fisik yang terjadi.
>             kerusakan yang kecil, jika hanya mengelai satu sisi otak,
> biasanya tidak menyebabkan perubahan perilaku yang nyata, meskipun kadang
> menyebabkan kejang.
>
>             kerusakan luas yang mengarah ke bagian belakang lobus
frontalis
> bisa menyebabkan apati, ceroboh, lalai dan kadang inkontinensia.
>             kerusakan luas yang mengarah ke bagian depan atau samping
lobus
> frontalis menyebabkan perhatian penderita mudah teralihkan, kegembiraan
yang
> berlebihan, suka menentang, kasar dan kejam; penderita mengabaikan akibat
> yang terjadi akibat perilakunya.
>
>             kerusakan lobus parietalis
>
>             lobus parietalis pada korteks serebri menggabungkan kesan dari
> bentuk, tekstur dan berat badan ke dalam persepsi umum.
>             sejumlah kecil kemampuan matematikan dan bahasa berasal dari
> daerah ini.
>
>             lobus parietalis juga membantu mengarahkan posisi pada ruang
di
> sekitarnya dan merasakan posisi dari bagian tubuhnya.
>
>             kerusakan kecil di bagian depan lobus parietalis menyebabkan
> mati rasa pada sisi tubuh yang berlawanan.
>             kerusakan yang agak luas bisa menyebabkan hilangnya kemampuan
> untuk melakukan serangkaian pekerjaan (keadaan ini disebut apraksia) dan
> untuk menentukan arah kiri-kanan.
>
>             kerusakan yang luas bisa mempengaruhi kemampuan penderita
dalam
> mengenali bagian tubuhnya atau ruang di sekitarnya atau bahkan bisa
> mempengaruhi ingatan akan bentuk yang sebelumnya dikenal dengan baik
> (misalnya bentuk kubus atau jam dinding).
>             penderita bisa menjadi linglung atau mengigau dan tidak mampu
> berpakaian maupun melakukan pekerjaan sehari-hari lainnya.
>
>             kerusakan lobus temporalis
>
>             lobus temporalis mengolah kejadian yang baru saja terjadi
> menjadi dan mengingatnya sebagai memori jangka panjang.
>             lobus temporalis juga memahami suara dan gambaran, menyimpan
> memori dan mengingatnya kembali serta menghasilkan jalur emosional.
>
>             kerusakan pada lobus temporalis sebelah kanan menyebabkan
> terganggunya ingatan akan suara dan bentuk.
>             kerusakan pada lobus temporalis sebelah kiri menyebabkan
> gangguan pemahaman bahasa yang berasal dari luar maupun dari dalam dan
> menghambat penderita dalam mengekspresikan bahasanya.
>
>             penderita dengan lobus temporalis sebelah kanan yang
> non-dominan, akan mengalami perubahan kepribadian seperti tidak suka
> bercanda, tingkat kefanatikan agama yang tidak biasa, obsesif dan
kehilangan
> gairah seksual.
>
>
>             kelainan-kelainan akibat cedera kepala
>
>             epilepsi pasca trauma
>
>             epilepsi pasca trauma adalah suatu kelainan dimana kejang
> terjadi beberapa waktu setelah otak mengalami cedera karena benturan di
> kepala.
>
>             kejang merupakan respon terhadap muatan listrik abnormal di
> dalam otak.
>             kejang terjadi padda sekitar 10% penderita yang mengalami
cedera
> kepala hebat tanpa adanya luka tembus di kepala dan pada sekitar 40%
> penderita yang memiliki luka tembus di kepala.
>
>             kejang bisa saja baru terjadi beberapa tahun kemudian setelah
> terjadinya cedera.
>
>             obat-obat anti-kejang (misalnya fenitoin, karbamazepin atau
> valproat) biasanya dapat mengatasi kejang pasca trauma.
>             obat-obat tersebut sering diberikan kepada seseorang yang
> mengalami cedera kepala yang serius, untuk mencegah terjadinya kejang.
>             pengobatan ini seringkali berlanjut selama beberapa tahun atau
> sampai waktu yang tak terhingga.
>
>             afasia
>
>             afasia adalah hilangnya kemampuan untuk menggunakan bahasa
> karena terjadinya cedera pada area bahasa di otak.
>
>             penderita tidak mampu memahami atau mengekspresikan kata-kata.
>             bagian otak yang mengendalikan fungsi bahasa adalah lobus
> temporalis sebelah kiri dan bagian lobus frontalis di sebelahnya.
kerusakan
> pada bagian manapun dari area tersebut karena stroke, tumor, cedera kepala
> atau infeksi, akan mempengaruhi beberapa aspek dari fungsi bahasa.
>
>             gangguan bahasa bisa berupa:
>             - aleksia, hilangnya kemampuan untuk memahami kata-kata yang
> tertulis
>             - anomia, hilangnya kemampuan untuk mengingat atau mengucapkan
> nama-nama benda. beberapa penderita anomia tidak dapat mengingat kata-kata
> yang tepat, sedangkan penderita yang lainnya dapat mengingat kata-kata
dalam
> fikirannya, tetapi tidak mampu mengucapkannya.
>
>             disartria merupakan ketidakmampuan untuk mengartikulasikan
> kata-kata dengan tepat.
>             penyebabnya adalah kerusakan pada bagian otak yang
mengendalikan
> otot-otot yang digunakan untuk menghasilkan suara atau mengatur gerakan
dari
> alat-alat vokal.
>
>             afasia wernicke merupakan suatu keadaan yang terjadi setelah
> adanya kerusakan pada lobus temporalis.
>             penderita tampaknya lancar berbicara, tetapi kalimat yang
keluar
> kacau (disebut juga gado-gado kata).
>
>             penderita menjawab pertanyaan dengan ragu-ragu tetapi masuk
> akal.
>             pertanyaan : ini gambar apa? (anjing mengonggong)
>             jawaban : a-a-an-j-j-, eh bukan, a-a..aduh..b-b-bin, ya
> binatang, binatang..b-b..berisik
>
>             pada afasia broca (afasi ekspresif), penderita memahami arti
> kata-kata dan mengetahui bagaimana mereka ingin memberikan jawaban, tetapi
> mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata-kata.
>             kata-kata keluar dengan perlahan dan diucapkan sekuat tenaga,
> seringkali diselingi oleh ungkapan yang tidak memiliki arti.
>
>             penderita menjawab pertanyaan dengan lancar, tetapi tidak
masuk
> akal.
>             pertanyaan : bagaimana kabarmu hari ini?
>             jawaban : kapan? mudah sekali untuk melakukannya tapi semua
> tidak terjadi ketika matahari terbenam.
>
>
>
>             apraksia
>
>             apraksia adalah ketidakmampuan untuk melakukan tugas yang
> memerlukan ingatan atau serangkaian gerakan.
>
>             kelainan ini jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh
> kerusakan pada lobus parietalis atau lobus frontalis.
>             ingatan akan serangkaian gerakan yang diperlukan untuk
melakukan
> tugas yang rumit hilang; lengan atau tungkai tidak memiliki kelainan fisik
> yang bisa menjelaskan mengapa tugas tersebut tidak dapat dilakukan.
>
>             pengobatan ditujukan kepada penyakit yang mendasarinya, yang
> telah menyebabkan kelainan fungsi otak.
>
>             agnosia
>
>             agnosia merupakan suatu kelainan dimana penderita dapat
melihat
> dan merasakan sebuah benda tetapi tidak dapat menghubungkannya dengan
peran
> atau fungsi normal dari benda tersebut.
>
>             penderita tidak dapat mengenali wajah-wajah yang dulu
dikenalnya
> dengan baik atau benda-benda umum (misalnya sendok atau pensil), meskipun
> mereka dapat melihat dan menggambarkan benda-benda tersebut.
>
>             penyebabnya adalah kelainan fungsi pada lobus parietalis dan
> temporalis, dimana ingatan akan benda-benda penting dan fungsinya
disimpan.
>             agnosia seringkali terjadi segera setelah terjadinya cedera
> kepala atau stroke.
>
>             tidak ada pengobatan khusus, beberapa penderita mengalami
> perbaikan secara spontan.
>
>             amnesia
>
>             amnesia adalah hilangnya sebagian atau seluruh kemampuan untuk
> mengingat peristiwa yang baru saja terjadi atau peristiwa yang sudah lama
> berlalu.
>
>             penyebabnya masih belum dapat sepenuhnya dimengerti.
>             cedera pada otak bisa menyebabkan hilangnya ingatan akan
> peristiwa yang terjadi sesaat sebelum terjadinya kecelakaan (amnesi
> retrograd) atau peristiwa yang terjadi segera setelah terjadinya
kecelakaan
> (amnesia pasca trauma).
>             amnesia hanya berlangsung selama beberapa menit sampai
beberapa
> jam (tergantung kepada beratnya cedera) dan akan menghilang dengan
> sendirinya. pada cedera otak yang hebat, amnesi bisa bersifat menetap.
>
>             jenis ingatan yang bisa terkena amnesia:
>             - ingatan segera : ingatan akan peristiwa yang terjadi
beberapa
> detik sebelumnya
>             - ingatan menengah : ingatan akan peristiwa yang terjadi
> beberapa detik sampai beberapa hari sebelumnya
>             - ingatan jangka panjang : ingatan akan peristiwa di masa
lalu.
>
>             mekanisme otak untuk menerima informasi dan mengingatnya
kembali
> dari memori terutama terletak di dalam lobus oksipitalis, lobus parietalis
> dan lobus temporalis.
>
>             amnesia menyeluruh sekejap merupakan serangan lupa akan waktu,
> tempat dan orang, yang terjadi secara mendadak dan berat.
>             serangan bisa hanya terjadi satu kali seumur hidup, atau bisa
> juga berulang.
>             serangan berlangsung selama 30 menit sampai 12 jam atau lebih.
>             arteri kecil di otak mungkin mengalami penyumbatan sementara
> sebagai akibat dari aterosklerosis. pada penderita muda, sakit kepala
migren
> (yang untuk sementara waktu menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak)
> bisa menyebabkan anemia menyeluruh sekejap. peminum alkohol atau pemakai
> obat penenang dalam jumlah yang berlebihan (misalnya barbiturat dan
> benzodiazepin), juga bisa mengalami serangan ini.
>             penderita bisa mengalami kehilangan orientasi ruang dan waktu
> secara total serta ingatan akan peristiwa yang terjadi beberapa tahun
> sebelumnya.
>             setelah suatu serangan, kebingungan biasanya akan segera
> menghilang dan penderita sembuh total.
>
>             alkoholik dan penderita kekurangan gizi lainnya bisa mengalami
> amnesia yang disebut sindroma wernicke-korsakoff.
>             sindroma ini terdiri dari kebingungan akut (sejenis
> ensefalopati) dan amnesia yang berlangsung lama.
>             kedua hal tersebut terjadi karena kelainan fungsi otak akibat
> kekurang vitamin b1 (tiamin). mengkonsumsi sejumlah besar alkohol tanpa
> memakan makanan yang mengandung tiamin menyebabkan berkurangnya pasokan
> vitamin ini ke otak. penderita kekurangan gizi yang mengkonsumsi sejumlah
> besar cairan lainnya atau sejumlah besar cairan infus setelah pembedahan,
> juga bisa mengalami ensefalopati wernicke.
>             penderita ensefalopai wernicke akut mengalami kelainan mata
> (misalnya kelumpuhan pergerakan mata, penglihatan ganda atau nistagmus),
> tatapan matanya kosong, linglung dan mengantuk.
>             untuk mengatasi masalah ini biasanya diberikan infus tiamin.
>             jika tidak diobati bisa berakibat fatal.
>
>             amnesia korsakoff terjadi bersamaan dengan ensefalopati
> wernicke.
>             jika serangan ensefalopati terjadi berulang dan berat atau
jika
> terjadi gejala putus alkohol, maka amnesia korsakoff bisa bersifat
menetap.
>             hilangnya ingatan yang berat disertai dengan agitasi dan
> delirium.
>             penderita mampu mengadakan interaksi sosial dan mengadakan
> perbincangan yang masuk akal meskipun tidak mampu mengingat peristiwa yang
> terjadi beberapa hari, bulan atau tahun, bahkan beberapa menit sebelumnya.
>
>             amnesia korsakoff juga bisa terjadi setelah cedera kepala yang
> hebat, cardiac arrest atau ensefalitis akut.
>             pemberian tiamin kepada alkoholik kadang bisa memperbaiki
> ensefalopati wernicke, tetapi tidak selalu dapat memperbaiki amnesi
> korsakoff.
>             jika pemakaian alkohol dihentikan atau penyakit yang
> mendasarinya diobati, kadang kelainan ini menghilang dengan sendirinya.
>
>
>             prognosis
>
>             cedera kepala bisa menyebabkan kematian atau penderita bisa
> mengalami penyembuhan total.
>             jenis dan beratnya kelainan tergantung kepada lokasi dan
> beratnya kerusakan otak yang terjadi.
>
>             berbagai fungsi otak dapat dijalankan oleh beberapa area,
> sehinnga area yang tidak mengalami kerusakan bisa menggantikan fungsi dari
> area lainnya yang mengalami kerusakan.
>             tetapi semakin tua umur penderita, maka kemampuan otak untuk
> menggantikan fungsi satu sama lainnya, semakin berkurang.
>             kemampuan berbahasa pada anak kecil dijalankan oleh beberapa
> area di otak, sedangkan pada dewasa sudah dipusatkan pada satu area. jika
> hemisfer kiri mengalami kerusakan hebat sebelum usia 8 tahun, maka
hemisfer
> kanan bisa mengambil alih fungsi bahasa. kerusakan area bahasa pada masa
> dewasa lebih cenderung menyebabkan kelainan yang menetap.
>
>             beberapa fungsi (misalnya penglihatan serta pergerakan lengan
> dan tungkai) dikendalikan oleh area khusus pada salah satu sisi otak.
>             kerusakan pada area ini biasanya menyebabkan kelainan yang
> menetap.
>             dampak dari kerusakan ini bisa diminimalkan dengan menjalani
> terapi rehabilitasi.
>
>             penderita cedera kepala berat kadang mengalami amnesia dan
tidak
> dapat mengingat peristiwa sesaat sebelum dan sesudah terjadinya penurunan
> kesadaran.
>             jika kesadaran telah kembali pada minggu pertama, maka
biasanya
> ingatan penderita akan pulih kembali.
>
>             penderita bisa mengalami sindroma pasca konkusio, dimana sakit
> kepala terus menerus dirasakan dan terjadi gangguan ingatan.
>
>             status vegetatif kronis merupakan keadaan tak sadarkan diri
> dalam waktu yang lama, yang disertai dengan siklus bangun dan tidur yang
> mendekati normal.
>             keadaan ini merupakan akibat yang paling serius dari cedera
> kepala yang non-fatal.
>             penyebabnya adalah kerusakan pada bagian atas dari otak (yang
> mengendalikan fungsi mental), sedangkan talamus dan batang otak (yang
> mengatur siklus tidur, suhu tubuh, pernafasan dan denyut jantung) tetap
> ututh.
>             jika status vegetatif terus berlangsung selama lebih dari
> beberapa bulan, maka kemungkinan untuk sadar kembali sangat kecil.
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Verawaty" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Friday, November 11, 2005 12:26 AM
> Subject: Re: [balita-anda] RE: balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn
&
> belakang sekaligus)
>
>
> > Dear Mbak Uci......
> >
> > Punya artikel yang lain ngga ttg trauma kepala..?
> > atao ttg gegar otak ringan..? saya butuh banget mbak..
> > ato parents yang lain....
> >
> > makasih ya sebelumnya.
> > Salam
> > Vera
> > ----- Original Message -----
> > From: "Mama Kavindra" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[email protected]>
> > Sent: Friday, November 11, 2005 11:34 AM
> > Subject: [balita-anda] RE: balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn &
> > belakang sekaligus)
> >
> >
> > > Duhhhh Bam2 kasian bgt yah..
> > > But puji Yuhan masih ceria yah.
> > >
> > > Emang sih benturan kepala kalo terlalu keras n
> > > jatuhnya dr tempat tinggi lebih dr 1, meter cukup
> > > berbahaya.. pa lagi kalo anak sampe kehilangan
> > > kesadaran..duhhhh ngeri bgt.. (artikel lebih lanjut
> > > ada di bwh ini ya.)
> > > Sebaiknya juga diobservasi dulu yah .. krn kadang gak
> > > lsg reaksinya
> > >
> > > Kalo memar sih artinya ada trauma di bawah kulit.
> > > semacam pendarahan lah di bawah kulit.. lama2 juga
> > > bisa ilang sih. pake minyak tawon juga bisa dikit
> > > Bantu ngurangin
> > >
> > > Kalo ttg Bam2 yg suka bentur2in kepala kalo jengkel
> > > tuh namanya Temper Tantrum.. sering terjadi pd 4 tahun
> > > pertama usia anak.
> > > Bisa ilang sih dengan cara mengalihkan perhatian anak
> > > .. .. artikelnya ada nih ntar tak kirim terpisah.
> > >
> > > Ok, moga2 dikit Bantu yah.. salam to Bam2
> > >  Uci mamaKavin
> > >
> > > Trauma kepala Ringan
> > >
> > > Pengirim : Irawan Mangunatmadja
> > >  IDAI Cabang : DKI Jakarta
> > >
> > > Jatuh adalah satu kejadian yang sering terjadi pada
> > > anak baik di dalam
> > > maupun di luar rumah. Orangtua tentunya sangat
> > > khawatir akan akibat
> > > yang terjadi, banyak pertanyaan yang timbul pada saat
> > > orangtua mengetahui
> > > anaknya jatuh, terutama bila kepla terbentur lantai.
> > > Beberapa
> > > pertanyaan yang timbul adalah: apa yang harus orangtua
> > > lakukan, haruskah segera
> > > dibawa ke Rumah Sakit. apakah perlu di lakukan
> > > pemeriksaan CT Scan
> > > kepala, apa yang harus diperhatikan setelah jatuh,
> > > apakah akan berpengaruh
> > > di kemudian hari, bagaimanakah mencegah anak jatuh?
> > >
> > >     Trauma kepala dengan luka di sekitar kepala, tidak
> > > selalu
> > > menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan di daerah
> > > samping kepala akibat jatuh
> > > ternyata dapat menimbulkan kegawatan. Oleh karenanya,
> > > diperlukan
> > > pengetahuan yang benar tentang trauma kepala ringan.
> > > Menurut American Academy
> > > of Pediatrics (1999) trauma kepala ringan
> > > didefinisikan sebagai trauma
> > > kepala dengan status mental dan neurologis pada
> > > pemeriksaan awal
> > > normal, dan tidak adanya fraktur tulang kepala pada
> > > pemeriksaan fisis. Pada
> > > keadaan ini dapat disertai kehilangan kesadaran < 1
> > > menit, kejang
> > > singkat setelah trauma, muntah, sakit kepala dan lesu.
> > >
> > > Problem anak jatuh
> > >
> > > Tidak semua orangtua mengetahui apa yang harus
> > > dilakukan saat melihat
> > > anaknya jatuh. Sebenarnya informasi yang perlu
> > > diketahui tentang anak
> > > jatuh adalah:
> > >    Posisi anak jatuh, bagian yang terbentur lantai:
> > > muka, kepala, atau
> > > bagian tubuh lainnya
> > >    Apakah anak pingsan, berapa lama - Adakah benjolan
> > > di daerah kepala
> > >    Adakah patah tulang: leher, bahu, lengan, atau
> > > tungkai
> > >    Adakah sakit kepala atau muntah
> > >
> > > Untuk mengetahui akibat jatuh, orangtua seharusnya
> > > perlu melakukan
> > > pemeriksaan:
> > >
> > >    Yakinkan apakah anak sadar atau tidak: panggil
> > > namanya, goyangkan
> > > badannya.
> > >    Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit
> > > penekanan, sehingga
> > > memastikan adakah benjolan (hematom), nyeri, atau
> > > "dekok" (fraktur
> > > kompresi) di kepala.
> > >    Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun
> > > apakah membonjol
> > > atau tidak. Ubun-ubun membonjol tanda adanya
> > > peningkatan tekanan dalam
> > > otak, dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.
> > >
> > >    Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk
> > > memastikan tidak ada patah
> > > tulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas.
> > >    Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut
> > > wajah atau
> > > senyumnya adakah perubahan?.
> > >    Pastikan penglihatannya tidak terganggu.
> > >
> > > Pada anak jatuh terutama dengan kepala terbentur
> > > lantai, beberapa
> > > keadaan darurat dapat terjadi:
> > >
> > >    Anak tidak sadar, dapat disebabkan perdarahan dalam
> > > rongga kepala
> > > (perdarahan epidural, subdural), atau akibat
> > > pembengkakan (edema) otak,
> > > terkenanya pusat kesadaran saat kepala terbentur.
> > >    Benjolan (hematom) di kepala terutama bila terdapat
> > > di daerah
> > > samping kepala (temporal), karena fraktur/retak tulang
> > > di daerah tersebut
> > > dapat merobek pembuluh darah di dinding tulang kepala.
> > >
> > >    Terbenturnya kepala bagian belakang (oksipital)
> > > dengan keras dapat
> > > menyebabkan pembengkakan otak sehingga penglihatan
> > > menjadi terganggu
> > > atau buta dalam beberapa hari.
> > >    Terbenturnya bagian depan kepala (frontal) dapat
> > > menyebabkan hematom
> > > di pelipis awalnya. Kadang hematom ini akan turun
> > > sehingga kedua
> > > kelopak mata atas menjadi bengkak.
> > >    Kekakuan di leher dapat disebabkan perdarahan
> > > subdural yang pada
> > > pemeriksaan funduskopi didapatkan papil edema atau
> > > perdarahan subhialoid.
> > >    Keluar cairan atau darah dari hidung dan lubang
> > > telinga.
> > >
> > >     Bawalah segera anak ke rumah sakit bila didapatkan
> > > kelainan di
> > > atas. Tetapi bila tidak, anak dapat diobsevasi di
> > > rumah. Pengawasan
> > > dilakukan dengan melakukan pemeriksaan setiap 2 -3 jam
> > > perhari sampai 3 hari
> > > setelah anak jatuh. Selama observasi anak tidak
> > > diberikan obat muntah,
> > > karena dapat menghilangkan gejala muntah yang
> > > bertambah.
> > >
> > > Bawalah anak segera ke rumah sakit bila selama
> > > observasi didapatkan:
> > >
> > >    Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
> > >    Anak menjadi delirium, bingung, dan iritabel.
> > >    Kejang/kelumpuhan pada wajah atau ekstremitas.
> > >    Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin
> > > bertambah.
> > >    Adanya kekakuan di leher.
> > >    Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah
> > > samping kepala
> > > (temporal).
> > >
> > >     Di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan
> > > kepala untuk
> > > melihat adakah fraktur tulang kepala atau perdarahan
> > > otak. Rontgen kepala
> > > saat ini tidak dianjurkan lagi. Pemeriksaan kepala
> > > dilakukan atas
> > > indikasi bila dicurigai adanya perdarahan otak dan
> > > tidak harus segera
> > > setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat
> > > berlangsung sedikit demi
> > > sedikit. Anak yang mengalami perdarahan otak ringan
> > > umumnya tidak akan
> > > mengalami gangguan perkembangan di kemudian hari.
> > >
> > > Pencegahan
> > >
> > > Pencegahan sebaiknya dilakukan untuk menghindari anak
> > > jatuh atau
> > > terbentur kepalanya. Pencegahan dapat dilakukan:
> > >
> > >    Pada bayi <6 bulan, apabila sudah dapat berguling,
> > > taruhlah kasur di
> > > samping tempat tidur.
> > >    Bila bayi sudah dapat berdiri berikan pelindung di
> > > tempat tidurnya.
> > >    Bila anak sudah dapat berlari awasi dengan ketat,
> > > jangan sampai
> > > menarik taplak meja atau pintu rak lemari.
> > >    Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan.
> > >    Jangan biarkan air seni berserakan di lantai.
> > >    Kakak jangan nakal terhadap adik, misalnya: main
> > > dorong dorongan
> > >
> > > Kesimpulan
> > >
> > > Dari uraian di atas, beberapa hal penting pada
> > > kedaruratan anak jatuh
> > > terutama bila kepala terbentur lantai:
> > >
> > >    Lakukan tindakan pencegahan anak agar tidak jatuh.
> > >    Periksalah dengan teliti bila anak jatuh, terutama
> > > bila kepala
> > > terbentur lantai.
> > >    Observasi klinis anak jatuh di lakukan selama 3
> > > hari setelah anak
> > > jatuh.
> > >    Bawalah ke rumah sakit bila dicurigai adanya
> > > perdarahan otak.
> > >    Pemeriksaan CT Scan kepala dilakukan sesuai
> > > indikasi, tidak selalu
> > > dilakukan segera setelah anak jatuh.
> > >
> > > Daftar Pustaka
> > >
> > >    AAP. Pediatrics 1999;104:1407-15.
> > >    Palchak MJ. Am Emerg Med 2003;42:492-506.
> > >
> > > -------------
> > >
> > > balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn & belakang
> > > sekaligus)
> > > Ira Rahmawati
> > > Thu, 10 Nov 2005 20:01:30 -080
> > >
> > > Siang Smart Parents,
> > >
> > > Mo konsultasi nih ke parents sekalian, tadi malam Bram
> > > (14 bln) jatuh nggeblak
> > > kebelakang dan kepalanya bentur lantai (cukup keras)
> > > dan saat mo bangun dahi
> > > nonongnya kebentur lagi dipan kayu krn saat jatuh
> > > posisi kepala langsung
> > > dikolong tempat tidur......
> > >
> > > Jadi kepala depan & belakang terbentur dua2nya. Hal
> > > ini diakibatkan krn saat
> > > Bram joged2 sambil lepas tangan hanya bertumpu pada
> > > dengkulnya saja, sehingga
> > > keseimbangannya kurang terjaga......
> > >
> > > Sebelumnya juga sdh pernah jatuh nggeblak kebelakang
> > > dan dia menangis cukup
> > > keras....
> > >
> > > Yang ingin saya tanyakan fatalkah jika anak jatuh
> > > mengenai kepala belakang /
> > > otak belakang??? krn kejadian ini bukan yg
> > > pertama....Setelah jatuh tadi malam,
> > > lgs digendong yangtinya dan kepalanya saya olesin
> > > minyak tawon sambil dipijat
> > > perlahan......sempet ada memar merah dikepala
> > > belakangnya...tapi ga sampai 5
> > > menit dah ceria lagi dan niat mo joged lagiii.....pagi
> > > ini agak sumer dahinya
> > > tapi aktivitas masih spt biasa.......
> > >
> > > Sbg ortu saya kasihan bgt liat dia krn saya yakin
> > > sakit sekali saat kepalanya
> > > membentur lantai & dipan kayu.....Memang saat itu kami
> > > sedang lengah juga ga
> > > terlalu ngawasi posisi Bram.....
> > >
> > > Satu lagi, Bram jika kesal/jengkel selalu memukul
> > > kepalanya dgn kedua tangannya
> > > dan suka bentur2in kepala ke tembok juga...walo udah
> > > dikelilingi dgn bantal
> > > guling, tapi msh aja tuh anak nyari bid. keras spt
> > > tembok or lantai utk
> > > bentur2in kepalanya.....Normal ga ya sikap bram ini??
> > > apakah ada parents yg
> > > punya pengalaman serupa dgn anak saya??
> > >
> > > Sebaiknya saya memeriksakan ke dokter atau tidak
> > > karena kejadian jatuhnya tadi
> > > malam??
> > >
> > > Tengkiu so much utk advice dari parents
> > > sebelumnya......en maap kalo
> > > kepanjangan nanya & curhatnya....
> > >
> > > Salam,
> > > Ira
> > > Ibune Abraham
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
> > >
> > >
> > > ================
> > > Kirim bunga, http://www.indokado.com
> > > Info balita: http://www.balita-anda.com
> > > Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke:
> > [EMAIL PROTECTED]
> > > Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > ================
> > Kirim bunga, http://www.indokado.com
> > Info balita: http://www.balita-anda.com
> > Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> > Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> >
>
>
>
>
>
> ================
> Kirim bunga, http://www.indokado.com
> Info balita: http://www.balita-anda.com
> Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
> Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>



================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke