Terima kasih ya ayahnya irfan.... Sepupu saya 14 tahun , jatuh dari motor , ada bengkak sebesar mangga di belakang kepala , setelah di CT scan , gegar otak ringan dan ngga ada pendarahan di otak..Sempat muntah darah juga.. kejadiannya hari senin, kondisi sekarang masih pusing dan leher sakit sekali . Kasian banget... mudah2 an ga ada keluhan yang lebih parah lagi..amin...
sekali lagi makasih ya.. salam vera ----- Original Message ----- From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, November 11, 2005 12:32 PM Subject: Re: [balita-anda] RE: balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn & belakang sekaligus) > ini ada bu.. > > sumber : > http://www.medicastore.com/cybermed/detail_pyk.php?idktg=4&iddtl=687 > (aslinya ada gambar2nya segala) > > rgrd > > Informasi tentang.. > NAMA > cedera kepala > DEFINISI > tulang tengkorak yang tebal dan keras membantu melindungi otak. > tetapi meskipun memiliki helm alami, otak sangat peka terhadap > berbagai jenis cedera. > > cedera kepala telah menyebabkan kematian dan cacat pada usia > kurang dari 50 tahun, dan luka tembak pada kepala merupakan penyebab > kematian nomor 2 pada usisa dibawah 35 tahun. > hampir separuh penderita yang mengalami cedera kepala meninggal. > > otak bisa terluka meskipun tidak terdapat luka yang menembus > tengkorak. > berbagai cedera bisa disebabkan oleh percepatan mendadak yang > memungkinkan terjadinya benturan atau karena perlambatan mendadak yang > terjadi jika kepala membentur objek yang tidak bergerak. > > kerusakan otak bisa terjadi pada titik benturan dan pada sisi > yang berlawanan. > cedera percepatan-perlambatan kadang disebut coup contrecoup > (bahasa perancis untuk hit-counterhit) > > cedera kepala yang berat dapat merobek, meremukkan atau > menghancurkan saraf, pembuluh darah dan jaringan di dalam atau di sekeliling > otak. > bisa terjadi kerusakan pada jalur saraf, perdarahan atau > pembengkakan hebat. > > perdarahan, pembengkakan dan penimbunan cairan (edema) memiliki > efek yang sama yang ditimbulkan oleh pertumbuhan massa di dalam tengkorak. > karena tengkorak tidak dapat bertambah luas, maka peningkatan > tekanan bisa merusak atau menghancurkan jaringan otak. > > karena posisinya di dalam tengkorak, maka tekanan cenderung > mendorong otak ke bawah. > otak sebelah atas bisa terdorong ke dalam lubang yang > menghubungkan otak dengan batang otak, keadaan ini disebut herniasi. > > sejenis herniasi serupa bisa mendorong otak kecil dan batang > otak melalui lubang di dasar tengkorak (foramen magnum) ke dalam medula > spinalis. > herniasi ini bisa berakibat fatal karena batang otak > mengendalikan fungsi vital (denyut jantung dan pernafasan). > > cedera kepala yang tampaknya ringan kadang bisa menyebabkan > kerusakan otak yang hebat. > usia lanjut dan orang yang mengkonsumsi antikoagulan (obat untuk > mencegah pembekuan darah), sangat peka terhadap terjadinya perdarahan > disekeliling otak (hematoma subdural). > > > > kerusakan otak seringkali menyebabkan kelainan fungsi yang > menetap, yang bervariasi tergantung kepada kerusakan yang terjadi, apakah > terbatas (terlokalisir) atau lebih menyebar (difus). > kelainan fungsi yang terjadi juga tergantung kepada bagian otak > mana yang terkena. > gejala yang terlokalisir bisa berupa perubahan dalam gerakan, > sensasi, berbicara, penglihatan dan pendengaran. > kelainan fungsi otak yang difus bisa mempengaruhi ingatan dan > pola tidur penderita, dan bisa menyebabkan kebingungan dan koma. > > > cedera kepala khusus > > patah tulang tengkorak > > patah tulang tengkorak merupakan suatu retakan pada tulang > tengkorak. > > patah tulang tengkorak bisa melukai arteri dan vena, yang > kemudian mengalirkan darahnya ke dalam rongga di sekeliling jaringan otak. > patah tulang di dasar tengkorak bisa merobek meningens (selaput > otak). > cairan serebrospinal (cairan yang beredar diantara otak dan > meningens) bisa merembes ke hidung atau telinga. > > bakteri kadang memasuki tulang tengkorak melalui patah tulang > tersebut, dan menyebabkan infeksi serta kerusakan hebat pada otak. > > sebagian besar patah tulang tengkorak tidak memerlukan > pembedahan, kecuali jika pecahan tulang menekan otak atau posisinya > bergeser. > > > > konkusio > > konkusio adalah hilangnya kesadaran (dan kadang ingatan) > sekejap, setelah terajdinya cedera pada otak yang tidak menyebabkan > kerusakan fisik yang nyata. > > konkusio menyebabkan kelainan fungsi otak tetapi tidak > menyebabkan kerusakan struktural yang nyata. > hal ini bahkan bisa terjadi setelah cedera kepala yang ringan, > tergantung kepada goncangan yang menimpa otak di dalam tulang tengkorak. > > konkusio bisa menyebabkan kebingungan, sakit kepala dan rasa > mengantuk yang abnormal; sebagian besar penderita mengalami penyembuhan > total dalam beberapa jam atau hari. > > beberapa penderita merasakan pusing, kesulitan dalam > berkonsentrasi, menjadi pelupa, depresi, emosi atau perasaannya berkurang > dan kecemasan. > gejala-gejala ini bisa berlangsung selama beberapa hari sampai > beberapa minggu, jarang lebih dari beberapa minggu. penderita bisa mengalami > kesulitan dalam bekerja, belajar dan bersosialisasi. keadaan ini disebut > sindroma pasca konkusio. > > sindroma pasca konkusio masih merupakan suatu teka-teki; tidak > diketahui mengapa sindroma ini biasanya terjadi setelah suatu cedera kepala > yang ringan. > para ahli belum sepakat, apakah penyebabkan adalah cedera > mikroskopi atau faktor psikis. > pemberian obat-obatan dan terapi psikis bisa membantu beberapa > penderita sindroma ini. > > yang lebih perlu dikhawatirkan selain sindroma pasca konkusio > adalah gejala-gejala yang lebih serius yang bisa timbul dalam beberapa jam > atau kadang beberapa hari setelah terjadinya cedera. > jika sakit kepala, kebingungan dan rasa mengantuk bertambah > parah, sebainya segera mencari pertolongan medis. > > biasanya, jika terbukti tidak terdapat kerusakan yang lebih > berat, maka tidak diperlukan pengobatan. > setiap orang yang mengalami cedera kepala diberitahu mengenai > pertanda memburuknya fungsi otak. > selama gejalanya tidak semakin parah, biasanya untuk meredakan > nyeri diberikan asetaminofen. > jika cederanya tidak parah, aspirin bisa digunakan setelah 3-4 > hari pertama. > > > > gegar otak & robekan otak > > gegar otak (kontusio serebri) merupakan memar pada otak, yang > biasanya disebabkan oleh pukulan langsung dan kuat ke kepala. > robekan otak adalah robekan pada jaringan otak, yang seringkali > disertai oleh luka di kepala yang nyata dan patah tulang tengkorak. > > gegar otak dan robekan otak lebih serius daripada konkusio. > mri menunjukkan kerusakan fisik pada otak yang bisa ringan atau > bisa menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh yang diserati dengan > kebingungan atau bahkan koma. > > jika otak membengkak, maka bisa terjadi kerusakan lebih lanjut > pada jaringan otak; pembengkakan yang sangat hebat bisa menyebabkan herniasi > otak. > pengobatan akan lebih rumit jika cedera otak disertai oleh > cedera lainnya, terutama cedera dada. > > perdarahan intrakranial > > perdarahan intrakranial (hematoma intrakranial) adalah > penimbunan darah di dalam otak atau diantara otak dengan tulang tengkorak. > > hematoma intrakranial bisa terjadi karena cedera atau stroke. > perdarahan karena cedera biasanya terbentuk di dalam pembungkus > otak sebelah luar (hematoma subdural) atau diantara pembungkus otak sebelah > luar dengan tulang tengkorak (hematoma epidural). > kedua jenis perdarahan diatas biasanya bisa terlihat pada ct > scan atau mri. > sebagian besar perdarahan terjadi dengan cepat dan menimbulkan > gejal adalam beberapa menit. > perdarahan menahun (hematoma kronis) lebih sering terjadi pada > usia lanjut dan membesar secara perlahan serta menimbulkan gejala setelah > beberapa jam atau hari. > > hematoma yang luas akan menekan otak, menyebabkan pembengkakan > dan pada akhirnya menghancurkan jaringan otak. > hematoma yang luas juga akan menyebabkan otak bagian atas atau > batang otak mengalami herniasi. > pada perdarahan intrakranial bisa terjadi penurunan kesadaran > sampai koma, kelumpuhan pada salah satu atau kedua sisi tubuh, gangguan > pernafasan atau gangguan jantung, atau bahkan kematian. > bisa juga terjadi kebingungan dan hilang ingatan, terutama pada > > usia lanjut. > > hematoma epidural berasal dari perdarahan di arteri yang > terletak diantara meningens dan tulang tengkorak. > hal ini terjadi karena patah tulang tengkorak telah merobek > arteri. darah di dalam arteri memiliki tekanan lebih tinggi sehingga lebih > cepat memancar. > > gejala berupa sakit kepala hebat bisa segera timbul tetapi bisa > juga baru muncul beberapa jam kemudian. sakit kepala kadang menghilang, > tetapi beberapa jam kemudian muncul lagi dan lebih parah dari sebelumnya. > selanjutnya bisa terjadi peningkatan kebingungan, rasa ngantuk, > kelumpuhan, pingsan dan koma. > > diagnosis dini sangat penting dan biasanya tergantung kepada ct > scan darurat. > hematoma epidural diatasi sesegera mungkin dengan membuat lubang > di dalam tulang tengkorak untuk mengalirkan kelebihan darah, juga dilakukan > pencarian dan penyumbatan sumber perdarahan. > > hematoma subdural berasal dari perdarahan pada vena di > sekeliling otak. > perdarahan bisa terjadi segera setelah terjadinya cedera kepala > berat atau beberapa saat kemudian setelah terjadinya cedera kepala yang > lebih ringan. > > hematoma subdural yang bertambah luast secara perlahan paling > sering terjadi pada usia lanjut (karena venanya rapuh) dan pada alkoholik. > pada kedua keadaan ini, cedera tampaknya ringan; selama beberapa > minggu gejalanya tidak dihiraukan. hasil pemeriksaan ct scan dan mri bisa > menunjukkan adanya genangan darah. > > hematoma subdural pada bayi bisa menyebabkan kepala bertambah > besar karena tulang tengkoraknya masih lembut dan lunak. > > hematoma subdural yang kecil pada dewasa seringkali diserap > secara spontan. > hematoma subdural yang besar, yang menyebabkan gejala-gejala > neurologis biasanya dikeluarkan melalui pembedahan. petunjuk dilakukannya > pengaliran perdarahan ini adalah: > - sakit kepala yang menetap > - rasa mengantuk yang hilang-timbul > - linglung > - perubahan ingatan > - kelumpuhan ringan pada sisi tubuh yang berlawanan. > > > > > kerusakan pada bagian otak tertentu > > kerusakan pada lapisan otak paling atas (korteks serebri > biasanya akan mempengaruhi kemampuan berfikir, emosi dan perilaku seseorang. > daerah tertentu pada korteks serebri biasanya bertanggungjawab > atas perilaku tertentu, lokasi yang pasti dan beratnya cedera menentukan > jenis kelainan yang terjadi. > > > > kerusakan lobus frontalis > > lobus frontalis pada korteks serebri terutama mengendalikan > keahlian motorik (misalnya menulis, memainkan alat musik atau mengikat tali > sepatu). > lobus frontalis juga mengatur ekspresi wajah dan isyarat tangan. > > daerah tertentu pada lobus frontalis bertanggungjawab terhadap > aktivitas motor tertentu pada sisi tubuh yang berlawanan. > > efek perilaku dari kerusakan lobus frontalis bervariasi, > tergantung kepada ukuran dan lokasi kerusakan fisik yang terjadi. > kerusakan yang kecil, jika hanya mengelai satu sisi otak, > biasanya tidak menyebabkan perubahan perilaku yang nyata, meskipun kadang > menyebabkan kejang. > > kerusakan luas yang mengarah ke bagian belakang lobus frontalis > bisa menyebabkan apati, ceroboh, lalai dan kadang inkontinensia. > kerusakan luas yang mengarah ke bagian depan atau samping lobus > frontalis menyebabkan perhatian penderita mudah teralihkan, kegembiraan yang > berlebihan, suka menentang, kasar dan kejam; penderita mengabaikan akibat > yang terjadi akibat perilakunya. > > kerusakan lobus parietalis > > lobus parietalis pada korteks serebri menggabungkan kesan dari > bentuk, tekstur dan berat badan ke dalam persepsi umum. > sejumlah kecil kemampuan matematikan dan bahasa berasal dari > daerah ini. > > lobus parietalis juga membantu mengarahkan posisi pada ruang di > sekitarnya dan merasakan posisi dari bagian tubuhnya. > > kerusakan kecil di bagian depan lobus parietalis menyebabkan > mati rasa pada sisi tubuh yang berlawanan. > kerusakan yang agak luas bisa menyebabkan hilangnya kemampuan > untuk melakukan serangkaian pekerjaan (keadaan ini disebut apraksia) dan > untuk menentukan arah kiri-kanan. > > kerusakan yang luas bisa mempengaruhi kemampuan penderita dalam > mengenali bagian tubuhnya atau ruang di sekitarnya atau bahkan bisa > mempengaruhi ingatan akan bentuk yang sebelumnya dikenal dengan baik > (misalnya bentuk kubus atau jam dinding). > penderita bisa menjadi linglung atau mengigau dan tidak mampu > berpakaian maupun melakukan pekerjaan sehari-hari lainnya. > > kerusakan lobus temporalis > > lobus temporalis mengolah kejadian yang baru saja terjadi > menjadi dan mengingatnya sebagai memori jangka panjang. > lobus temporalis juga memahami suara dan gambaran, menyimpan > memori dan mengingatnya kembali serta menghasilkan jalur emosional. > > kerusakan pada lobus temporalis sebelah kanan menyebabkan > terganggunya ingatan akan suara dan bentuk. > kerusakan pada lobus temporalis sebelah kiri menyebabkan > gangguan pemahaman bahasa yang berasal dari luar maupun dari dalam dan > menghambat penderita dalam mengekspresikan bahasanya. > > penderita dengan lobus temporalis sebelah kanan yang > non-dominan, akan mengalami perubahan kepribadian seperti tidak suka > bercanda, tingkat kefanatikan agama yang tidak biasa, obsesif dan kehilangan > gairah seksual. > > > kelainan-kelainan akibat cedera kepala > > epilepsi pasca trauma > > epilepsi pasca trauma adalah suatu kelainan dimana kejang > terjadi beberapa waktu setelah otak mengalami cedera karena benturan di > kepala. > > kejang merupakan respon terhadap muatan listrik abnormal di > dalam otak. > kejang terjadi padda sekitar 10% penderita yang mengalami cedera > kepala hebat tanpa adanya luka tembus di kepala dan pada sekitar 40% > penderita yang memiliki luka tembus di kepala. > > kejang bisa saja baru terjadi beberapa tahun kemudian setelah > terjadinya cedera. > > obat-obat anti-kejang (misalnya fenitoin, karbamazepin atau > valproat) biasanya dapat mengatasi kejang pasca trauma. > obat-obat tersebut sering diberikan kepada seseorang yang > mengalami cedera kepala yang serius, untuk mencegah terjadinya kejang. > pengobatan ini seringkali berlanjut selama beberapa tahun atau > sampai waktu yang tak terhingga. > > afasia > > afasia adalah hilangnya kemampuan untuk menggunakan bahasa > karena terjadinya cedera pada area bahasa di otak. > > penderita tidak mampu memahami atau mengekspresikan kata-kata. > bagian otak yang mengendalikan fungsi bahasa adalah lobus > temporalis sebelah kiri dan bagian lobus frontalis di sebelahnya. kerusakan > pada bagian manapun dari area tersebut karena stroke, tumor, cedera kepala > atau infeksi, akan mempengaruhi beberapa aspek dari fungsi bahasa. > > gangguan bahasa bisa berupa: > - aleksia, hilangnya kemampuan untuk memahami kata-kata yang > tertulis > - anomia, hilangnya kemampuan untuk mengingat atau mengucapkan > nama-nama benda. beberapa penderita anomia tidak dapat mengingat kata-kata > yang tepat, sedangkan penderita yang lainnya dapat mengingat kata-kata dalam > fikirannya, tetapi tidak mampu mengucapkannya. > > disartria merupakan ketidakmampuan untuk mengartikulasikan > kata-kata dengan tepat. > penyebabnya adalah kerusakan pada bagian otak yang mengendalikan > otot-otot yang digunakan untuk menghasilkan suara atau mengatur gerakan dari > alat-alat vokal. > > afasia wernicke merupakan suatu keadaan yang terjadi setelah > adanya kerusakan pada lobus temporalis. > penderita tampaknya lancar berbicara, tetapi kalimat yang keluar > kacau (disebut juga gado-gado kata). > > penderita menjawab pertanyaan dengan ragu-ragu tetapi masuk > akal. > pertanyaan : ini gambar apa? (anjing mengonggong) > jawaban : a-a-an-j-j-, eh bukan, a-a..aduh..b-b-bin, ya > binatang, binatang..b-b..berisik > > pada afasia broca (afasi ekspresif), penderita memahami arti > kata-kata dan mengetahui bagaimana mereka ingin memberikan jawaban, tetapi > mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata-kata. > kata-kata keluar dengan perlahan dan diucapkan sekuat tenaga, > seringkali diselingi oleh ungkapan yang tidak memiliki arti. > > penderita menjawab pertanyaan dengan lancar, tetapi tidak masuk > akal. > pertanyaan : bagaimana kabarmu hari ini? > jawaban : kapan? mudah sekali untuk melakukannya tapi semua > tidak terjadi ketika matahari terbenam. > > > > apraksia > > apraksia adalah ketidakmampuan untuk melakukan tugas yang > memerlukan ingatan atau serangkaian gerakan. > > kelainan ini jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh > kerusakan pada lobus parietalis atau lobus frontalis. > ingatan akan serangkaian gerakan yang diperlukan untuk melakukan > tugas yang rumit hilang; lengan atau tungkai tidak memiliki kelainan fisik > yang bisa menjelaskan mengapa tugas tersebut tidak dapat dilakukan. > > pengobatan ditujukan kepada penyakit yang mendasarinya, yang > telah menyebabkan kelainan fungsi otak. > > agnosia > > agnosia merupakan suatu kelainan dimana penderita dapat melihat > dan merasakan sebuah benda tetapi tidak dapat menghubungkannya dengan peran > atau fungsi normal dari benda tersebut. > > penderita tidak dapat mengenali wajah-wajah yang dulu dikenalnya > dengan baik atau benda-benda umum (misalnya sendok atau pensil), meskipun > mereka dapat melihat dan menggambarkan benda-benda tersebut. > > penyebabnya adalah kelainan fungsi pada lobus parietalis dan > temporalis, dimana ingatan akan benda-benda penting dan fungsinya disimpan. > agnosia seringkali terjadi segera setelah terjadinya cedera > kepala atau stroke. > > tidak ada pengobatan khusus, beberapa penderita mengalami > perbaikan secara spontan. > > amnesia > > amnesia adalah hilangnya sebagian atau seluruh kemampuan untuk > mengingat peristiwa yang baru saja terjadi atau peristiwa yang sudah lama > berlalu. > > penyebabnya masih belum dapat sepenuhnya dimengerti. > cedera pada otak bisa menyebabkan hilangnya ingatan akan > peristiwa yang terjadi sesaat sebelum terjadinya kecelakaan (amnesi > retrograd) atau peristiwa yang terjadi segera setelah terjadinya kecelakaan > (amnesia pasca trauma). > amnesia hanya berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa > jam (tergantung kepada beratnya cedera) dan akan menghilang dengan > sendirinya. pada cedera otak yang hebat, amnesi bisa bersifat menetap. > > jenis ingatan yang bisa terkena amnesia: > - ingatan segera : ingatan akan peristiwa yang terjadi beberapa > detik sebelumnya > - ingatan menengah : ingatan akan peristiwa yang terjadi > beberapa detik sampai beberapa hari sebelumnya > - ingatan jangka panjang : ingatan akan peristiwa di masa lalu. > > mekanisme otak untuk menerima informasi dan mengingatnya kembali > dari memori terutama terletak di dalam lobus oksipitalis, lobus parietalis > dan lobus temporalis. > > amnesia menyeluruh sekejap merupakan serangan lupa akan waktu, > tempat dan orang, yang terjadi secara mendadak dan berat. > serangan bisa hanya terjadi satu kali seumur hidup, atau bisa > juga berulang. > serangan berlangsung selama 30 menit sampai 12 jam atau lebih. > arteri kecil di otak mungkin mengalami penyumbatan sementara > sebagai akibat dari aterosklerosis. pada penderita muda, sakit kepala migren > (yang untuk sementara waktu menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak) > bisa menyebabkan anemia menyeluruh sekejap. peminum alkohol atau pemakai > obat penenang dalam jumlah yang berlebihan (misalnya barbiturat dan > benzodiazepin), juga bisa mengalami serangan ini. > penderita bisa mengalami kehilangan orientasi ruang dan waktu > secara total serta ingatan akan peristiwa yang terjadi beberapa tahun > sebelumnya. > setelah suatu serangan, kebingungan biasanya akan segera > menghilang dan penderita sembuh total. > > alkoholik dan penderita kekurangan gizi lainnya bisa mengalami > amnesia yang disebut sindroma wernicke-korsakoff. > sindroma ini terdiri dari kebingungan akut (sejenis > ensefalopati) dan amnesia yang berlangsung lama. > kedua hal tersebut terjadi karena kelainan fungsi otak akibat > kekurang vitamin b1 (tiamin). mengkonsumsi sejumlah besar alkohol tanpa > memakan makanan yang mengandung tiamin menyebabkan berkurangnya pasokan > vitamin ini ke otak. penderita kekurangan gizi yang mengkonsumsi sejumlah > besar cairan lainnya atau sejumlah besar cairan infus setelah pembedahan, > juga bisa mengalami ensefalopati wernicke. > penderita ensefalopai wernicke akut mengalami kelainan mata > (misalnya kelumpuhan pergerakan mata, penglihatan ganda atau nistagmus), > tatapan matanya kosong, linglung dan mengantuk. > untuk mengatasi masalah ini biasanya diberikan infus tiamin. > jika tidak diobati bisa berakibat fatal. > > amnesia korsakoff terjadi bersamaan dengan ensefalopati > wernicke. > jika serangan ensefalopati terjadi berulang dan berat atau jika > terjadi gejala putus alkohol, maka amnesia korsakoff bisa bersifat menetap. > hilangnya ingatan yang berat disertai dengan agitasi dan > delirium. > penderita mampu mengadakan interaksi sosial dan mengadakan > perbincangan yang masuk akal meskipun tidak mampu mengingat peristiwa yang > terjadi beberapa hari, bulan atau tahun, bahkan beberapa menit sebelumnya. > > amnesia korsakoff juga bisa terjadi setelah cedera kepala yang > hebat, cardiac arrest atau ensefalitis akut. > pemberian tiamin kepada alkoholik kadang bisa memperbaiki > ensefalopati wernicke, tetapi tidak selalu dapat memperbaiki amnesi > korsakoff. > jika pemakaian alkohol dihentikan atau penyakit yang > mendasarinya diobati, kadang kelainan ini menghilang dengan sendirinya. > > > prognosis > > cedera kepala bisa menyebabkan kematian atau penderita bisa > mengalami penyembuhan total. > jenis dan beratnya kelainan tergantung kepada lokasi dan > beratnya kerusakan otak yang terjadi. > > berbagai fungsi otak dapat dijalankan oleh beberapa area, > sehinnga area yang tidak mengalami kerusakan bisa menggantikan fungsi dari > area lainnya yang mengalami kerusakan. > tetapi semakin tua umur penderita, maka kemampuan otak untuk > menggantikan fungsi satu sama lainnya, semakin berkurang. > kemampuan berbahasa pada anak kecil dijalankan oleh beberapa > area di otak, sedangkan pada dewasa sudah dipusatkan pada satu area. jika > hemisfer kiri mengalami kerusakan hebat sebelum usia 8 tahun, maka hemisfer > kanan bisa mengambil alih fungsi bahasa. kerusakan area bahasa pada masa > dewasa lebih cenderung menyebabkan kelainan yang menetap. > > beberapa fungsi (misalnya penglihatan serta pergerakan lengan > dan tungkai) dikendalikan oleh area khusus pada salah satu sisi otak. > kerusakan pada area ini biasanya menyebabkan kelainan yang > menetap. > dampak dari kerusakan ini bisa diminimalkan dengan menjalani > terapi rehabilitasi. > > penderita cedera kepala berat kadang mengalami amnesia dan tidak > dapat mengingat peristiwa sesaat sebelum dan sesudah terjadinya penurunan > kesadaran. > jika kesadaran telah kembali pada minggu pertama, maka biasanya > ingatan penderita akan pulih kembali. > > penderita bisa mengalami sindroma pasca konkusio, dimana sakit > kepala terus menerus dirasakan dan terjadi gangguan ingatan. > > status vegetatif kronis merupakan keadaan tak sadarkan diri > dalam waktu yang lama, yang disertai dengan siklus bangun dan tidur yang > mendekati normal. > keadaan ini merupakan akibat yang paling serius dari cedera > kepala yang non-fatal. > penyebabnya adalah kerusakan pada bagian atas dari otak (yang > mengendalikan fungsi mental), sedangkan talamus dan batang otak (yang > mengatur siklus tidur, suhu tubuh, pernafasan dan denyut jantung) tetap > ututh. > jika status vegetatif terus berlangsung selama lebih dari > beberapa bulan, maka kemungkinan untuk sadar kembali sangat kecil. > > > > > ----- Original Message ----- > From: "Verawaty" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Friday, November 11, 2005 12:26 AM > Subject: Re: [balita-anda] RE: balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn & > belakang sekaligus) > > > > Dear Mbak Uci...... > > > > Punya artikel yang lain ngga ttg trauma kepala..? > > atao ttg gegar otak ringan..? saya butuh banget mbak.. > > ato parents yang lain.... > > > > makasih ya sebelumnya. > > Salam > > Vera > > ----- Original Message ----- > > From: "Mama Kavindra" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[email protected]> > > Sent: Friday, November 11, 2005 11:34 AM > > Subject: [balita-anda] RE: balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn & > > belakang sekaligus) > > > > > > > Duhhhh Bam2 kasian bgt yah.. > > > But puji Yuhan masih ceria yah. > > > > > > Emang sih benturan kepala kalo terlalu keras n > > > jatuhnya dr tempat tinggi lebih dr 1, meter cukup > > > berbahaya.. pa lagi kalo anak sampe kehilangan > > > kesadaran..duhhhh ngeri bgt.. (artikel lebih lanjut > > > ada di bwh ini ya.) > > > Sebaiknya juga diobservasi dulu yah .. krn kadang gak > > > lsg reaksinya > > > > > > Kalo memar sih artinya ada trauma di bawah kulit. > > > semacam pendarahan lah di bawah kulit.. lama2 juga > > > bisa ilang sih. pake minyak tawon juga bisa dikit > > > Bantu ngurangin > > > > > > Kalo ttg Bam2 yg suka bentur2in kepala kalo jengkel > > > tuh namanya Temper Tantrum.. sering terjadi pd 4 tahun > > > pertama usia anak. > > > Bisa ilang sih dengan cara mengalihkan perhatian anak > > > .. .. artikelnya ada nih ntar tak kirim terpisah. > > > > > > Ok, moga2 dikit Bantu yah.. salam to Bam2 > > > Uci mamaKavin > > > > > > Trauma kepala Ringan > > > > > > Pengirim : Irawan Mangunatmadja > > > IDAI Cabang : DKI Jakarta > > > > > > Jatuh adalah satu kejadian yang sering terjadi pada > > > anak baik di dalam > > > maupun di luar rumah. Orangtua tentunya sangat > > > khawatir akan akibat > > > yang terjadi, banyak pertanyaan yang timbul pada saat > > > orangtua mengetahui > > > anaknya jatuh, terutama bila kepla terbentur lantai. > > > Beberapa > > > pertanyaan yang timbul adalah: apa yang harus orangtua > > > lakukan, haruskah segera > > > dibawa ke Rumah Sakit. apakah perlu di lakukan > > > pemeriksaan CT Scan > > > kepala, apa yang harus diperhatikan setelah jatuh, > > > apakah akan berpengaruh > > > di kemudian hari, bagaimanakah mencegah anak jatuh? > > > > > > Trauma kepala dengan luka di sekitar kepala, tidak > > > selalu > > > menimbulkan kegawatan. Sebaliknya benjolan di daerah > > > samping kepala akibat jatuh > > > ternyata dapat menimbulkan kegawatan. Oleh karenanya, > > > diperlukan > > > pengetahuan yang benar tentang trauma kepala ringan. > > > Menurut American Academy > > > of Pediatrics (1999) trauma kepala ringan > > > didefinisikan sebagai trauma > > > kepala dengan status mental dan neurologis pada > > > pemeriksaan awal > > > normal, dan tidak adanya fraktur tulang kepala pada > > > pemeriksaan fisis. Pada > > > keadaan ini dapat disertai kehilangan kesadaran < 1 > > > menit, kejang > > > singkat setelah trauma, muntah, sakit kepala dan lesu. > > > > > > Problem anak jatuh > > > > > > Tidak semua orangtua mengetahui apa yang harus > > > dilakukan saat melihat > > > anaknya jatuh. Sebenarnya informasi yang perlu > > > diketahui tentang anak > > > jatuh adalah: > > > Posisi anak jatuh, bagian yang terbentur lantai: > > > muka, kepala, atau > > > bagian tubuh lainnya > > > Apakah anak pingsan, berapa lama - Adakah benjolan > > > di daerah kepala > > > Adakah patah tulang: leher, bahu, lengan, atau > > > tungkai > > > Adakah sakit kepala atau muntah > > > > > > Untuk mengetahui akibat jatuh, orangtua seharusnya > > > perlu melakukan > > > pemeriksaan: > > > > > > Yakinkan apakah anak sadar atau tidak: panggil > > > namanya, goyangkan > > > badannya. > > > Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit > > > penekanan, sehingga > > > memastikan adakah benjolan (hematom), nyeri, atau > > > "dekok" (fraktur > > > kompresi) di kepala. > > > Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun > > > apakah membonjol > > > atau tidak. Ubun-ubun membonjol tanda adanya > > > peningkatan tekanan dalam > > > otak, dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan. > > > > > > Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk > > > memastikan tidak ada patah > > > tulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas. > > > Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut > > > wajah atau > > > senyumnya adakah perubahan?. > > > Pastikan penglihatannya tidak terganggu. > > > > > > Pada anak jatuh terutama dengan kepala terbentur > > > lantai, beberapa > > > keadaan darurat dapat terjadi: > > > > > > Anak tidak sadar, dapat disebabkan perdarahan dalam > > > rongga kepala > > > (perdarahan epidural, subdural), atau akibat > > > pembengkakan (edema) otak, > > > terkenanya pusat kesadaran saat kepala terbentur. > > > Benjolan (hematom) di kepala terutama bila terdapat > > > di daerah > > > samping kepala (temporal), karena fraktur/retak tulang > > > di daerah tersebut > > > dapat merobek pembuluh darah di dinding tulang kepala. > > > > > > Terbenturnya kepala bagian belakang (oksipital) > > > dengan keras dapat > > > menyebabkan pembengkakan otak sehingga penglihatan > > > menjadi terganggu > > > atau buta dalam beberapa hari. > > > Terbenturnya bagian depan kepala (frontal) dapat > > > menyebabkan hematom > > > di pelipis awalnya. Kadang hematom ini akan turun > > > sehingga kedua > > > kelopak mata atas menjadi bengkak. > > > Kekakuan di leher dapat disebabkan perdarahan > > > subdural yang pada > > > pemeriksaan funduskopi didapatkan papil edema atau > > > perdarahan subhialoid. > > > Keluar cairan atau darah dari hidung dan lubang > > > telinga. > > > > > > Bawalah segera anak ke rumah sakit bila didapatkan > > > kelainan di > > > atas. Tetapi bila tidak, anak dapat diobsevasi di > > > rumah. Pengawasan > > > dilakukan dengan melakukan pemeriksaan setiap 2 -3 jam > > > perhari sampai 3 hari > > > setelah anak jatuh. Selama observasi anak tidak > > > diberikan obat muntah, > > > karena dapat menghilangkan gejala muntah yang > > > bertambah. > > > > > > Bawalah anak segera ke rumah sakit bila selama > > > observasi didapatkan: > > > > > > Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus. > > > Anak menjadi delirium, bingung, dan iritabel. > > > Kejang/kelumpuhan pada wajah atau ekstremitas. > > > Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin > > > bertambah. > > > Adanya kekakuan di leher. > > > Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah > > > samping kepala > > > (temporal). > > > > > > Di rumah sakit perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan > > > kepala untuk > > > melihat adakah fraktur tulang kepala atau perdarahan > > > otak. Rontgen kepala > > > saat ini tidak dianjurkan lagi. Pemeriksaan kepala > > > dilakukan atas > > > indikasi bila dicurigai adanya perdarahan otak dan > > > tidak harus segera > > > setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat > > > berlangsung sedikit demi > > > sedikit. Anak yang mengalami perdarahan otak ringan > > > umumnya tidak akan > > > mengalami gangguan perkembangan di kemudian hari. > > > > > > Pencegahan > > > > > > Pencegahan sebaiknya dilakukan untuk menghindari anak > > > jatuh atau > > > terbentur kepalanya. Pencegahan dapat dilakukan: > > > > > > Pada bayi <6 bulan, apabila sudah dapat berguling, > > > taruhlah kasur di > > > samping tempat tidur. > > > Bila bayi sudah dapat berdiri berikan pelindung di > > > tempat tidurnya. > > > Bila anak sudah dapat berlari awasi dengan ketat, > > > jangan sampai > > > menarik taplak meja atau pintu rak lemari. > > > Hindari pemakaian baby walker tanpa pengawasan. > > > Jangan biarkan air seni berserakan di lantai. > > > Kakak jangan nakal terhadap adik, misalnya: main > > > dorong dorongan > > > > > > Kesimpulan > > > > > > Dari uraian di atas, beberapa hal penting pada > > > kedaruratan anak jatuh > > > terutama bila kepala terbentur lantai: > > > > > > Lakukan tindakan pencegahan anak agar tidak jatuh. > > > Periksalah dengan teliti bila anak jatuh, terutama > > > bila kepala > > > terbentur lantai. > > > Observasi klinis anak jatuh di lakukan selama 3 > > > hari setelah anak > > > jatuh. > > > Bawalah ke rumah sakit bila dicurigai adanya > > > perdarahan otak. > > > Pemeriksaan CT Scan kepala dilakukan sesuai > > > indikasi, tidak selalu > > > dilakukan segera setelah anak jatuh. > > > > > > Daftar Pustaka > > > > > > AAP. Pediatrics 1999;104:1407-15. > > > Palchak MJ. Am Emerg Med 2003;42:492-506. > > > > > > ------------- > > > > > > balita-anda] Q: Bayi terbentur kepala (dpn & belakang > > > sekaligus) > > > Ira Rahmawati > > > Thu, 10 Nov 2005 20:01:30 -080 > > > > > > Siang Smart Parents, > > > > > > Mo konsultasi nih ke parents sekalian, tadi malam Bram > > > (14 bln) jatuh nggeblak > > > kebelakang dan kepalanya bentur lantai (cukup keras) > > > dan saat mo bangun dahi > > > nonongnya kebentur lagi dipan kayu krn saat jatuh > > > posisi kepala langsung > > > dikolong tempat tidur...... > > > > > > Jadi kepala depan & belakang terbentur dua2nya. Hal > > > ini diakibatkan krn saat > > > Bram joged2 sambil lepas tangan hanya bertumpu pada > > > dengkulnya saja, sehingga > > > keseimbangannya kurang terjaga...... > > > > > > Sebelumnya juga sdh pernah jatuh nggeblak kebelakang > > > dan dia menangis cukup > > > keras.... > > > > > > Yang ingin saya tanyakan fatalkah jika anak jatuh > > > mengenai kepala belakang / > > > otak belakang??? krn kejadian ini bukan yg > > > pertama....Setelah jatuh tadi malam, > > > lgs digendong yangtinya dan kepalanya saya olesin > > > minyak tawon sambil dipijat > > > perlahan......sempet ada memar merah dikepala > > > belakangnya...tapi ga sampai 5 > > > menit dah ceria lagi dan niat mo joged lagiii.....pagi > > > ini agak sumer dahinya > > > tapi aktivitas masih spt biasa....... > > > > > > Sbg ortu saya kasihan bgt liat dia krn saya yakin > > > sakit sekali saat kepalanya > > > membentur lantai & dipan kayu.....Memang saat itu kami > > > sedang lengah juga ga > > > terlalu ngawasi posisi Bram..... > > > > > > Satu lagi, Bram jika kesal/jengkel selalu memukul > > > kepalanya dgn kedua tangannya > > > dan suka bentur2in kepala ke tembok juga...walo udah > > > dikelilingi dgn bantal > > > guling, tapi msh aja tuh anak nyari bid. keras spt > > > tembok or lantai utk > > > bentur2in kepalanya.....Normal ga ya sikap bram ini?? > > > apakah ada parents yg > > > punya pengalaman serupa dgn anak saya?? > > > > > > Sebaiknya saya memeriksakan ke dokter atau tidak > > > karena kejadian jatuhnya tadi > > > malam?? > > > > > > Tengkiu so much utk advice dari parents > > > sebelumnya......en maap kalo > > > kepanjangan nanya & curhatnya.... > > > > > > Salam, > > > Ira > > > Ibune Abraham > > > > > > > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > > > > > > > > > ================ > > > Kirim bunga, http://www.indokado.com > > > Info balita: http://www.balita-anda.com > > > Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: > > [EMAIL PROTECTED] > > > Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > > > > > > > > ================ > > Kirim bunga, http://www.indokado.com > > Info balita: http://www.balita-anda.com > > Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: > [EMAIL PROTECTED] > > Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > ================ > Kirim bunga, http://www.indokado.com > Info balita: http://www.balita-anda.com > Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] > Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED] > > > ================ Kirim bunga, http://www.indokado.com Info balita: http://www.balita-anda.com Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

