Tapi jangan jangan ini Cuma kampanye.... tolong donk dibedain mana List politik sama kita disini ...
Kirain kliping tentang kisah bayi ;-p Papanya arra -----Original Message----- From: Syah, Tengku Abdilah [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, March 16, 2004 9:20 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [balita-anda] FW: OOT: Kliping Kisah (2) fyi kalau isi parlemen orang2 seperti mereka, mantep kali ya ? thanks abdillah -----Original Message----- Sent: Monday, March 15, 2004 5:49 PM Subject: [] Kliping Kisah (150304) Langka Tapi Nyata Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Ke'adilan Sejahtera (PIPPKS) ANZ (Australia dan New Zealand) _____ Kisah 5: Subuh gate !! Setelah dibuka pendaftaraan bakal calon Bupati dan wakilnya, ada perkembangan yang bernuansa baru, yaitu banyaknya kawan baru yang ramah, menyenangkan, dan akrab, dimana tercipta suatu kondisi yang kondusif untuk dakwah (naluri da'i bicara). Walaupun sedikit kaget dan kagok dengan perubahan ini, sebagai realita, tetap dijalani. Berikutnya, dapat diketahui bahwa kawan baru tersebut merupakan para bakal calon dan segenap pendampingnya, baik dalam dewan maupun di luarnya. Semakin dekat waktu penutupan pendaftaran, semakin bertambah jumlah kawan baru. Sehingga, sulit untuk merekam semua data mereka. Setelah resmi ditutup, kemudian diseleksi administrasinya, selanjutnya ditetapkan sebagai bakal calon. Pada tahap ini, tingkat pendekatan semakin terasa dan variasi dari satu orang bakal calon semakin bertambah, baik pendamping maupun calon. Hal yang paling menarik dan mengagetkan adalah (sebagaimana biasa sebagai aktifis untuk membina dan memelihara ruhiah secara bersama-sama melakukan mabit dan saat itu dilakukan di masjid) setelah sholat subuh, saat mau pulang, di pintu keluar telah ada yang menunggu yaitu seorang bakal calon wakil Bupati dan mengajak pulang. Terbayang dalam pikiran bahwa balon ini baik juga, ada saat sholat subuh berjama'ah di masjid. Seberkas titik cerah hadir dalam hati, apalagi setelah bercerita bahwa diapun pernah dibesarkan dilingkungan pesantren Muhammadiyah pada waktu kecil sehingga dikatakan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan suatu hal yang tidak bisa lepas dari dirinya. Namun, pada saat berpisah dia bertanya dan seakan-akan ingin menegaskan informasi sebelumnya bahwa "benarkah saya akan berangkat ke Padang?" Karena ini sudah menjadi rencana sebelumnya dan ada beberapa kawan saya yang tahu, maka tanpa beban dan prasangka saya jawab "ya". Dengan serta merta dia mengeluarkan amplop dari kantongnya dan menyelipkan pada kantong saya sambil berkata, "Ini adalah bantuan untuk ongkos ! Sebatas ongkos dan tidak ada kaitannya dengan posisi saya sebagai bakal calon. Kalau Pak Suharman melihat saya cocok untuk posisi itu, silahkan pilih saya dan kalau tidak jangan pilih. Itu tidak masalah" (sebuah ungkapan yang tampaknya tidak mengikat). Belum habis kekagetan saya, secara reflek saya tolak, namun dia tetap memaksa dan setelah itu langsung pergi. Selanjutnya, dengan pikiran yang tidak terkonsentrasi, saya pulang. Timbul berbagai pertanyaan sebagai upaya penyelesaian. Malahan, saya sempat menghubungi ketua DPW dan Dewan Syari'ah, meminta nasehat dan dukungan do'a untuk kemudahan penyelesaian masalah ini. 'Musibah ba'da mabit dan subuh'. Akhirnya, dengan kemantapan hati, diputuskan untuk mengembalikan, walaupun pada saat itu, biaya untuk pulang sangat terbatas dan butuh pinjaman untuk tambahan. Hal ini menjadi kendala internal yang cukup berat dalam pengambilan keputusan. Awalnya, saya antarkan sendiri ke rumahnya. Ternyata, dia belum pulang. Setelah dua kali , saya amanahkan teman saya, yang satu daerah asal dengan saya, untuk mengembalikan amplop itu. Saya juga melengkapi pengembalian amplop itu dengan surat nasehat. Intinya, sekarang saya menjadi orang yang tidak tepat menerima kebaikan. Bukan karena saya tidak butuh uang, tapi karena saya berada pada posisi yang tidak tepat. Mari kita bangun kerjasama yang baik, menurut aturan yang Allah gariskan. Akhirnya, setelah dia membaca surat saya dan menerima kembali amplop tersebut secara utuh, dia langsung menelepon saya dan mengucapkan terima kasih atas nasehat, serta salut dan kagum atas sikap saya. Dengan rasa syukur, dia juga menyatakan tidak kecewa atas penolakan tersebut. Selanjutnya, hubungan baik tetap berlanjut. Dikisahkan kembali oleh SHM, Anggota Legislatif Partai Keadilan, DPRD Kabupaten Di Bengkulu. _____ Kisah 6: Parlemen dan Pasar Jabatan sebagai Anggota Legislatif merupakan suatu jabatan yang penuh dengan godaan untuk memperoleh materi dengan jalan singkat, baik dari cara yang sedikit kasar sampai kepada cara yang sedikit halus, serta tawaran-tawaran materi dari berbagai jalan oleh berbagai golongan yang mempunyai kepentingan. Berikut merupakan beberapa pengalaman singkat yang terjadi dari jabatan tersebut. Selain amanah di DPRD, saya juga dagang di pasar. Ketika saya akan membuat kotak untuk tempat barang dagangan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku, saya minta izin kepada Kadis pasar ketika itu. Setelah saya sampaikan maksud saya, beliau mengizinkannya. Namun, ketika akan meninggalkan ruangan Kadis, beliau mengeluarkan dompet dan memberikan sejumlah uang dengan alasan sebagai seorang teman. Setelah berulangkali beliau memaksa maka saya katakan, "Kita tidak berteman pun tidak apa-apa kalau dengan cara begini. Namun, yang perlu saya tegaskan adalah di pasar saya dibawah aturan-aturan dinas pasar. Jabatan itu adalah soal lain!." Dan akhirnya beliau memahaminya. Ketika menjadi ketua komisi B, saya menemui berbagai permasalahan, di antaranya proyek kebun rakyat daerah untuk masyarakat, daerah di sekitar kebun, ternyata diperjualbelikan kepada masyarakat kota dengan harga yang telah ditentukan. Untuk memastikan hal tersebut, saya menelepon Kadis yang bersangkutan dan saya menggunakan nama samaran. Kadis tersebut membenarkan, dan jika saya berminat maka akan diusahakan. Beberapa hari kemudian saya mengadakan dengar pendapat dengan Mitra, termasuk dengan Kadis tersebut. Ketika permasalahan kebun rakyat itu saya sampaikan, Kadis tersebut gugup dan gelisah. Setelah pertemuan selesai, Kadis menawarkan 2 paket lahan cuma-cuma. Lalu saya katakan, "Kebun tersebut adalah milik rakyat dan untuk rakyat di sekitar kebun, sehingga rakyat merasakan betul manfaat dari proyek perkebunan kita. Saya mengangkat permasalahan ini bukan karena saya ingin paket itu, tetapi kerja yang ini adalah salah dan anda meletakkan bom waktu bagi rakyat, yang sewaktu-waktu dapat menjadi masalah daerah di kemudian hari". Kepala dinas tersebut memahami maksud saya dan kemudian tidak lagi terdengar kabar bahwa proyek tersebut diperjualbelikan. Image bahwa Anggota Legislatif dapat jatah proyek ternyata tidak bisa dihilangkan. Begitu banyak kalangan pemborong baik teman dekat maupun yang mendekatkan diri kepada saya atau yang pura-pura akrab. Ujung muaranya adalah agar saya meminta proyek ke dinas atau Bupati. Dengan kata lain, saya tidak usah mengerjakannya, tetapi diserahkan kepada mereka dan saya dapat 10% dari proyek tersebut. Lalu saya katakan, "Bagi saya peraturan sudah jelas. Anggota Legislatif tidak boleh terlibat di dalam proyek yang menggunakan anggaran dana negara maupun daerah. Saya berpegang pada aturan itu. Lagi pula jika itupun ada, saya tidak ingin melakukan itu, sebab jika proyek itu dikerjakan asal-asalan maka itu akan merusak citra saya dan Partai yang mengamanahkan saya". Pemborong itu tidak lagi membicarakan hal tersebut, walaupun kenyataannya image Anggota Legislatif dapat proyek masih berlaku, karena masih ada Anggota Legislatif yang melakukannya dan menyerahkan kepada orang lain untuk mengerjakannya. Tetapi, bagi saya, aturan-aturan inilah yang harus dijalankan dan bukan dijadikan hiasan. Demikianlah sekelumit perjalanan singkat di antara banyak perjalanan ke-legislatif-an saya. Wallahu a'lam. Dikisahkan kembali oleh ARS, Anggota Legislatif Partai Keadilan DPRD Kabupaten di Sumatera Selatan. _____ Kisah 7: Sang Ustadz, akhirnya ................ Suap adalah suatu fenomena yang marak dewasa ini. Suap dianggap hal yang biasa, sehingga jika tidak menerimanya dianggap suatu hal yang aneh. Ini pengalaman menarik. Suatu saat, di fraksi Madani ada dua orang ustadz dan kami berbincang-bincang tentang masalah tersebut. Kesimpulannya, kami bersepakat untuk tidak menerima suap apapun bentuknya. Selang beberapa hari, ada amplop dari salah satu pimpinan BUMD yang isinya, kalau tidak salah, berjumlah 150 ribu rupiah, kami pun sepakat untuk tidak menerima dan dikembalikan kepada si empunya. Alhamdulillah tegar. Selang beberapa bulan kemudian ada lagi amplop yang datang, tapi jumlahnya lebih besar yaitu 12 juta rupiah per-orang. Saya berharap fraksi kami bersepakat untuk tidak menerima amplop suap tesebut. Apa mau dikata, ternyata kedua ustadz itu yang paling awal menerima amplop itu. Ada satu hal yang menjadi pelajaran bagi kita adalah ternyata gelar ustadz atau kiyai dan lain sebagainya tidak menjamin seserang taat kepada Allah SWT. Pada saat jumlah suap sedikit masih kuat untuk menahan diri dan taat kepada Allah. Tatkala jumlah uangnya bertambah hingga angka yang disebutkan, ketinggian ilmu pengetahuan agama tidak menjamin dapat melaksanakan apa-apa yang telah disyariatkan oleh Islam. Dikisahkan kembali oleh ADY, Anggota Legislatif Partai Keadilan, DPRD Kabupaten di Kalimantan Selatan _____ Kisah 8: 'Kunjungan Kerja' Ketika pemilihan utusan daerah/ pergantian antarwaktu anggota MPR utusan daerah dari salah satu provinsi Sumatera, salah satu kandidat calon pengurus Kadin Daerah menelepon saya beberapa kali untuk bertemu walaupun sebentar. Karena terus mendesak akhirnya bertemulah saya dengannya. Dalam pertemuan tersebut ia menyampaikan maksud untuk mencalonkan diri menjadi anggota MPR utusan daerah. Umurnya mungkin 10 tahun lebih tua dari saya. Dalam dialog itu, saya tanyakan visi dan misinya. Jawabannya 'ngambang' dan kurang jelas. Setelah beberapa lama mengobrol, kemudian ia mengeluarkan amplop dan mencoba menyogok saya. Lalu saya tolak usahanya itu, alhamdulillah, saya nasehati dia. Saya katakan " Bapakkan tahu Partai saya dan prinsip kami. Akhirnya, ia menyadari dan meminta maaf." Pada saat pemilihan yang terpilih dari calon Partai B padahal yang lebih banyak anggotanya dari Partai A. Kader Partai A yang mencalonkan diri justru kalah. Kemudia ia menyampaikan di media massa bahwa "anggota Partai A itu pelacur" dan ungkapan ini pun disebarkan lewat SMS ke seluruh Anggota Legislatif Partai A. Dari pangalaman kunjungan kerja ini kita dapat menemukan bermacam-macam perilaku Anggota Legislatif. Mengenai sholat saja kita cukup prihatin karena hampir 80% Anggota Legislatif di sini tidak sholat lima waktu secara penuh. Belum lagi acara keluar malam, ke diskotik dan panti pijat. Inilah wajah wakil rakyat. Dan, alhamdulillah untuk acara-acara seperti itu mereka tidak berani mengajak saya karena mereka tahu sikap kita. Kita berusaha menarik dan mengajak dengan sikap dan ketauladanan, insya Allah. Alhamdulillah, kita dikenal sebagai da'i muda di Dewan. Sering dalam pandangan umum kita ditempatkan di akhir saat penyampaian pendapat akhir fraksi, selama ini untuk menutupi pendapat akhir fraksi yang kadang memalukan dewan karena susunan laporan (konsep laporan) dan cara penyampaian yang kurang menarik. Hal ini memalukan Dewan di hadapan Eksekutif. Dikisahkan kembali oleh RHH, Anggota Legislatif Partai Keadilan, DPRD di Sumatera. --------------------------------------------------------------------- >> Kirim bunga, buket balon atau cake, klik,http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.com >> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]

