mantab juga sharingnya...
oia,jangankan dengan online, yang tatap muka langsung aja sering kejadian
menipu.
Saya mau share pengalaman dengan jualan online.
11 feb 2010, saya deal dengan customer untuk membuat GAZEBO. Lokasi kirim ke
jkt.
Customer ini secara meyakinkan mengajak saya kerjasama. Dia bilang kalau
perusahaan dia termasuk 10 besar kontraktor di Jakarta.
Seumur2 saya jualan [baik online maupun offline] belum pernah saya lepas barang
dengan hanya DP. Biasanya cash before delivery.
Tetapi karena mungkin saya terlalu terlena dengan "janji2 muluk" customer dan
secara pribadi saya menghormati beliau karena setelah telp dia langsung menuju
ke semarang untuk ngajakin ketemuan.

Akhirnya dari pembicaraan itu terjadilah kesepakatan dengan customer. 3 minggu
setelah DP barang dikirim ke lokasi [daerah Bintaro sektor IX]. Dia janji
pembayaran setelah barang nyampe. Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya
tercapai kesepakatan pembayaran paling lambat 3 minggu sejak pengiriman.
Ditunggu setelah 3 minggu, 1 bulan, 2 bulan bahkan sampai hari ini gak ada
kabar.
Awalnya setiap kali telpon dia selalu berkilah kalo dari customernya dia belum
ada pembayaran.
Masak sisa pembayaran yang kurang dari 5 juta saja hampir 4 bulan gak beres2?
Mengingat reputasi dia yang [katanya] termasuk kontraktor 10 besar di Jakarta?

Saya sudah mencoba telpon, sms, email semuanya gak ada respon. Apakah ini
termasuk modus penipuan? Wallahu a'lam.

Yang jelas, ditelpon terakhir dia janji paling lambat 10 agustus 2010.
Buat saya pribadi, sudah saya ikhlaskan seandainya dia keukeuh gak mau bayar.
Tetapi, karena ini menjadi hak saya maka sampai dimanapun akan saya kejar,
semata-mata untuk shock therapy.
Terakhir saya sudah warning, apabila sampai tgl 10 agustus 2010 ini gak ada
pembayaran maka akan saya share kejadian ini kepada seluruh milis yang saya
ikuti..
Dan pengalaman inipun menjadikan insting bisnis ini jalan. Semoga saja penipuan
online yang lagi marak tidak terjadi padaku...

thanks,


best regards,
________________________________

H|a|n|s|&|P|a|r|t|n|e|r|s
A Graphic's & Multi Trading CorpGo Green! Please consider the environment before
printing this e-mail.

***************************************
Sudahkah Anda mengisi data bisnis Anda
Sebagai syarat keanggotaan Anda di milis ini?
Jika belum, silahkan isi di http://tiny.cc/relasi
***************************************






________________________________
From: Han Da <handar...@yahoo.com>
To: agromania@yahoogroups.com
Sent: Fri, July 23, 2010 10:17:43 AM
Subject: [agromania] Beri Pelajaran u/ Penipu - Penipuan di Agromaret.com


Salam sukses..
Bukan bermaksud membela P. Armen..
Sejauh pengertian saya, tulisan P. Armen hanya membahas untuk berhati hati
anggota milis, khususnya perantara / mediator.
P. Armen juga tidak melarang peran mediator.
Menurut saya, dengan Penjual / Pembeli langsung saja kita harus hati hati,
apalagi dengan Perantara / Mediator. Kita harus pastikan bahwa dia benar benar
mediator yang profesional. Soalnya, banyak sekali Mediator yang instan. Saya
sering menemui mediator seperti ini.

Salah satunya sbb:
Saya pesan bibit Mangga Yu Wen kepada A, pesan 5 bibit dengan nilai 1 juta.
Setelah Deal harga dan free pengiriman, saya coba tanya untuk transfer 50% dulu
setelah saya dikirimi foto / mms dari 5 bibit yang siap dikirim dan dia
bersedia. Setelah 2 hari, tidak ada kelanjutan yang pasti, dia tidak bisa
menunjukkan gambar sesuai kesepakatan.
Alasannya: Stok sedang habis..??? Saya sedikit komplain, bukankah sejak awal
dibilang ada stok siap kirim? Kalo sudah deal, mengapa dijual ke pihak lain..?
Dia tidak bisa memberikan alasan. Kesimpulan saya: dia mediator yang mengenal
pihak Pembibit. Saat deal transaksi dengan saya, nampaknya dia tidak mengerti
bahwa stok siap kirim di Pembibit sedang habis. Setelah deal, nampaknya dia
kontak pembibit dan baru tahu kalo barang tidak ada, sehingga dia tidak bisa
memenuhi kesepakatan dengan saya.
Intinya, mediator instan seperti ini kurang mengenal kondisi barang dari
Produsen.
Berbeda dengan mediator yang profesional, dia akan selalu memantau dan memahami
produk yang dijualnya dan paham / mengenal baik Produsennya.

Sekali lagi, kepada siapa saja kita harus berhati hati. Perlu proses untuk
saling mengenal dan memahami antar pelaku bisnis di milis / dunia maya ini.
Banyak celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang bermaksud negatif.

Cara meminimalkan resiko transaksi di dunia internet / maya:
1. Buat minimal 2 rekening Bank. 1 rekening nomornya dapat disebarluaskan di
internet, 1 nomor rekening khusus untuk akumulasi. Misal, rekening A dan
rekening B.
Rekening A kita publish di Internet untuk transaksi. Setelah dana masuk, segera
transfer ke rekening B yang hanya kita saja yang tahu (tidak di publish di
Internet). Sisakan saldo secukupnya di rekening A. Jika akan melakukan transfer,
hindari menggunakan rekening B karena akan diketahui pihak penerima. Transfer
dulu dari rekening B ke rekening A, kemudian baru transfer dana dari rekening A.
2. Kenali sifat penipu, diantaranya: Cepat deal soal transaksi apapun (dalam
hitungan menis sudah deal) dan jarang tanya hal-hal detail soal produk yang akan
ditransaksikan; Nilai transaksi besar untuk memancing korban antusias terhadap
bisnis yang akan dilakukan; Memiliki rekening hampir semua macam Bank; dan
ujungnya seperti yang umum yaitu mengaku sudah transfer, telpon terus terusan
untuk kepastian uang dan PASTI ADA MASALAH TRANSFER sementara kita digiring
untuk dihubungkan ke "Operator Gadungan" pihak Bank yang dimaksud.
3. Jika Penipu sudah kita kenali, saya biasanya balik menipu sbb: Saya bilang
saldo di saya ada 100 juta lebih (dia lebih antusias telpon). Saya pernah ditipu
hal yang sama, kurang lebih percakapan sbb:
Saya: Saldo rekening saya saat ini 150 juta
Penipu: Ok, pak. Sudah saya transfer 15 juta.
Saya: (setelah 10an menit), ok, dana belum masuk.
Penipu: (berlagak gugup), Wah, pak. GImana ini? Saldo saya sudah berkurang 15
juta. Saya sambungkan customer service bank ya, mohon bantuannya agar dana saya
diproses ke rekening Bapak.
Saya: Ok, saya tunggu.
Customer Gadungan: Pak, ikuti intruksi saya.
Saya: Ok (tapi saya pura pura di ATM dan pura pura ikuti semua prosedur dia,
ujung ujungnya dana emang tidak masuk dan operator semakin kesan dengan
kebodohan saya).
Customer: Bagaimana pak, koq tidak berhasil. Apa sudah ikuti semua prosedurnya?
Saya: Sudah pak, sampe saya juga capek ikuti dari awal (pura pura mengulang
prosedur sampe 3 kali) dan pura pura mulai marah.
Penipu: Pak, ikuti yang benar dong. Dana saya sudah keluar neh. Ntar kalo Bapak
tidak kerjasama, saya lapor polisi karena Dana saya tidak Bapak kembalikan.
Saya: Tidak perlu pak. Saya saja yang melapor ke Bank / Polisi jika nanti benar
benar ada dana masuk yang tidak jelas sumbernya...
Akhirnya, dalam sehari si Penipu  biasanya akan telpon hampir 10 kali. Saya
tetap pura pura ikuti semua petunjuknya.

Dan saat penipu mulai LELAH, saya beri kejutan ke dia: Wah, Pak.., terima kasih.
Dana bapak sudah MASUK. Ada 15 juta baru saja masuk. Ok Pak, secepatnya barang
saya kirim. Tolong sms kan alamat lengkapnya...!!! Sejak saat itu Penipu tidak
berani telpon / sms lagi..!!

Singkatnya, jika dibilang bahwa Penipu sudah transfer, dan saat kita cek dana
belum masuk dalam beberapa jam; segera pura pura mengaku bahwa dana sudah masuk
dan barang akan dikirim. Segera minta alamat lengkap untuk pengiriman. Jika dia
penipu tidak akan berani telpon / sms lagi. Jika dia pembeli yang benar maka dia
akan berani memberikan alamat lengkap. Tapi, kita tidak perlu mengirim barang
sebelum dana benar benar masuk (mungkin masih proses di administrasi bank). Jika
pembeli terus telpon minta bukti pengiriman, kita ulur ulur saja menunggu dana
benar benar masuk. Yang penting, kita pasti MENGIRIM setelah ada kepastian dana
masuk.


Salam Hati-hati..

Handa S.
081 555 631 621
--- On Fri, 7/23/10, Theo SS <timurangi...@yahoo.com> wrote:

From: Theo SS <timurangi...@yahoo.com>
Subject: Re: Bls: [agromania] Penipuan di Agromaret.com
To: "Agromania Milis agromania" <agromania@yahoogroups.com>
Date: Friday, July 23, 2010, 8:41 AM



Dear,

Pak Armen yg bijaksana, saya setuju dgn tulisan bapak untuk berhati hati. Tapi
jgn terlalu melebar apalagi memvonis perantara. Ibarat pisau dapur kalau dipakai
sesuai pungsinya untuk memotong sayur mayur untuk memasak khan bagus dan
berguna, tapi kalau dipakai buat nodong dan membunuh gimana ? Apa harus divonis
pisau dapur harus dibasmi dan dilarang beredar.


Intinya kita semua harus hati hati. Tidak sedikit yg menipu kita adalah orang yg
sudah kita kenal dgn baik dan sudah berhungan lama.


Salam,

Theo

Powered by Telkomsel BlackBerry®

***************************************

Sudahkah Anda mengisi data bisnis Anda

Sebagai syarat keanggotaan Anda di milis ini?

Jika belum, silahkan isi di http://tiny.cc/relasi

***************************************

-----Original Message-----

From: Said Nizam Luthfi Luthfi <saidnizamluthfilut...@yahoo.com>

Sender: agromania@yahoogroups.com

Date: Thu, 22 Jul 2010 14:36:16

Reply-To: agromania@yahoogroups.com

Subject: Bls: [agromania] Penipuan di Agromaret.com

kepada ,

pak Armen

Sepanjang yang saya ketahui siapa saja boleh ikut di Agromania, baik dia seorang

penjual, pembeli maupun Mediator.

banyak sekali transaksi bisnis yang berhasil karena jasa seorang MEDIATOR.

dan sepanjang yang kami ketahui bhw Mediator di Agronursery maupun di Agromania

adalah mediator2 yang handal dan bertanggungjawab. Jadi jangan sekali-kali anda

melarang Mediator ikut serta di Mailing list ini, dmkn agar anda faham dan

memiliki perasaan yang positif.

SAID-NZL

________________________________

Dari: Armen <armen_...@yahoo.com>

Terkirim: Rab, 21 Juli, 2010 22:52:47

Judul: [agronursery] : Bls: [agromania] Penipuan di Agromaret.com



Powered by Telkomsel BlackBerry®

________________________________

From: "Armen" <armen_...@yahoo. com>

Date: Thu, 22 Jul 2010 04:30:33 +0000

To: <agroma...@yahoogrou ps.com>

ReplyTo: armen_...@yahoo. com

Subject: Re: Bls: [agromania] Penipuan di Agromaret.com

Mohon maaf,

Kalu saya hanya bisa menyarankan untuk berhati2. Semua yang ada di internet

termasuk yang di mailing list ini harus diwapadai. Dan semua yang ikut di

mailing list ini siap2 aja diwaspadai. Karena sebagian besar yang ikut mailing

list ini adalah perantara, yang bukan pemilik bisnis langsung.

Cara yang baik adalah bertemu langsung, pastikan partner kita adalah busyness

owner, dan barangnya memang ada dan benar2 milik si owner.

Maksud diadakannya internet ini adalah menghubungkan pembeli langsung dengan

penjual. Saat ini masih ada yang menawarkan jasa perantara. Ada lagi yang

nyebutin teman saya ada ini, saya punya koneksi langsung ke ini, dsb. Dengan

semakin berkembangnya internet, hal ini akan berkurang dan akan hilang.

Demikian,

Armen

Powered by Telkomsel BlackBerry®

________________________________

From: Aldo Pangestu <aldopangestu@ rocketmail. com>

Sender: agroma...@yahoogrou ps.com

Date: Wed, 21 Jul 2010 23:07:38 +0800 (SGT)

To: <agroma...@yahoogrou ps.com>

ReplyTo: agroma...@yahoogrou ps.com

Cc: <aldopangestu@ rocketmail. com>

Subject: Bls: [agromania] Penipuan di Agromaret.com



saya turut prihatin dengan yg dialami mas ali.. karna hal yg seperti yg membuat

citra kita kita yg ingin usaha sungguh sungguh kadang menjadi kendala akibat

ulah oknum oknum yg tidak bertanggung jawab.. dan ini menjadi pelajaran buat

kita kita untuk lebih hati hati dan waspada dalam usaha via on line

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke