bisa aja ne gan...

tapi ada lagi ga?? he..he.. lumayan untuk hiburan stress.

Salam, Agus P. Mulyo

*****************************************
TEMU PEMINAT, PEMULA, DAN PELAKU BISNIS SIDAT
*****************************************
Jakarta (Griya Patria), 8 Agustus 2010
Jangan lewatkan kesempatan ini!
Pendaftaran di http://sidatmania.blogspot.com
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
*****************************************


________________________________
Dari: "yansyah...@yahoo.com" <yansyah...@yahoo.com>
Kepada: Agromania Group <agromania@yahoogroups.com>
Terkirim: Ming, 11 Juli, 2010 21:22:54
Judul: [agromania] Kenaikan Harga Komoditi hasil Pertanian

Dear Agromania,
Pemanasan global menyebab kan iklim yang tidak menentu sehingga berdampak pada
hasil pertanian.  Sehingga end user sayur, buah dari kalangan ibu ibu maupun
mbok mbok mengeluh setiap hari dengan kenaikan harga komoditi hasil pertanian.

Bulan Puasa masih jauh tapi harga sayur dan produk pertanian sdh melambung.

Harga produk-produk pertanian dan soal-soal lain yg berkaitan dengan hajat hidup
orang banyak, seharusnya pemerintah ikut campur terutama harga ditingkat petani
dan end user yg sangat timpang. Karena petani tidak memperoleh nilai tambah
sebesar yg diperoleh pedagang.


Dengan kondisi harga produk pertanian saat ini seolah olah pemerintah itu gak
ada, yang ada adalah pemungut pajak, pengklaim sbg pembina atas
kesuksesan-kesuksesan warga negara yg sebenarnya tak pernah dibina dan
sekelompok orang yg digaji hanya karena tidur dan jalan-jalan. Maaf ya, kalau
statemen ini tampak terlalu kasar, karena memang itulah faktanya.

Ingat 'kan anekdot yg sering diposting di milist ini tentang seorang anak kecil
yg bertanya pada ayahnya :"Yah, politik itu apaan, sih ?

"Karena bingung bagaimana menjelaskan pengertian politik kpd anak kecil yg masih
klas 1 SD, maka ayahnya bilang begini :

"Nak, kalau di keluarga kita ini, ayah 'kan bagian cari nafkah (duit), nah itu
namanya "kapitalisme".


Lalu ibumu itu bagian menyimpan dan membelanja kan duit itu, nah itu namanya
"pemerintah". Kamu, kan yg dipelihara dan dibiayai oleh ayah dan ibu, itu
namanya "rakyat".


Lalu adikmu yg masih kecil blm bisa jalan itu adalah "masa depan". Dan Mbak Inah
(pembantu rumah tangganya) adalah "kaum pekerja"... faham ?

"Anak itu tentu tidak mudeng atas penjelasan ayahnya.

Pada suatu malam, ketika sedang tidur nyenyak, anak itu mendengar suara tangisan
keras sekali. Ooo rupanya dari kamar adiknya tangisan itu berasal. Dia pun
bergegas lari, ingin tahu apa yg terjadi. Ternyata adiknya pipis dan eek
bersamaan. Krn masih kecil ia pun bingung bagaimana mengatasi persoalan itu.


Lalu ia berlari ke kamar ibunya, yg ternyata sedang tertidur nyenyak sendirian.

Gak enak mau mbangunin. Maka ia berlari ke kamar mbak Inah, eee...ternyata pintu
kamarnya dikunci. Lalu ia ngintip dari lubang kunci...lho, kok ayahnya ada
berdua dengan Mbak Inah....lalu ia balik ke kamarnya sendiri dan tidur lagi.

Pagi-pagi bangun, di meja makan, ia bilang ke ayahnya : "Yah, sekarang sy tahu,
apa itu politik...""Nah...coba jelaskan ke ayah..." kata ayahnya.

Si anak menjelaskan "Politik itu ternyata, ketika "rakyat" sedang kebingungan,
"pemerintah" malahan tidur nyenyak, dan "kapitalisme" dan "kaum pekerja" saling
ngerjain, sehingga "masa depan" itu ya pipis dan eek..."

Dear Agromania coba  jelaskan fenomena ini betul apa betul ?


Yansyah
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kirim email ke