wah sentilan yang bagus pak,,sayang klo pejabat2 di atas sana ga baca..

benar sekali kata bapak,,meskipun harga-harga komoditi naik, tidak begitu 
berpengaruh pada petani mengingat adanya ketimpangan harga yang sangat 
berlebihan pada kalangan petani dan pedagang...

*****************************************
TEMU PEMINAT, PEMULA, DAN PELAKU BISNIS SIDAT
*****************************************
Jakarta (Griya Patria), 8 Agustus 2010
Jangan lewatkan kesempatan ini!
Pendaftaran di http://sidatmania.blogspot.com
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
*****************************************



--- On Sun, 7/11/10, yansyah...@yahoo.com <yansyah...@yahoo.com> wrote:

From: yansyah...@yahoo.com <yansyah...@yahoo.com>
Subject: [agromania] Kenaikan Harga Komoditi hasil Pertanian
To: "Agromania Group" <agromania@yahoogroups.com>
Date: Sunday, July 11, 2010, 7:22 AM

Dear Agromania,
Pemanasan global menyebab kan iklim yang tidak menentu sehingga berdampak pada 
hasil pertanian.  Sehingga end user sayur, buah dari kalangan ibu ibu maupun 
mbok mbok mengeluh setiap hari dengan kenaikan harga komoditi hasil pertanian.

Bulan Puasa masih jauh tapi harga sayur dan produk pertanian sdh melambung.

Harga produk-produk pertanian dan soal-soal lain yg berkaitan dengan hajat 
hidup orang banyak, seharusnya pemerintah ikut campur terutama harga ditingkat 
petani dan end user yg sangat timpang. Karena petani tidak memperoleh nilai 
tambah sebesar yg diperoleh pedagang.

Dengan kondisi harga produk pertanian saat ini seolah olah pemerintah itu gak 
ada, yang ada adalah pemungut pajak, pengklaim sbg pembina atas 
kesuksesan-kesuksesan warga negara yg sebenarnya tak pernah dibina dan 
sekelompok orang yg digaji hanya karena tidur dan jalan-jalan. Maaf ya, kalau 
statemen ini tampak terlalu kasar, karena memang itulah faktanya.

Ingat 'kan anekdot yg sering diposting di milist ini tentang seorang anak kecil 
yg bertanya pada ayahnya :"Yah, politik itu apaan, sih ?

"Karena bingung bagaimana menjelaskan pengertian politik kpd anak kecil yg 
masih klas 1 SD, maka ayahnya bilang begini :

"Nak, kalau di keluarga kita ini, ayah 'kan bagian cari nafkah (duit), nah itu 
namanya "kapitalisme".

Lalu ibumu itu bagian menyimpan dan membelanja kan duit itu, nah itu namanya 
"pemerintah". Kamu, kan yg dipelihara dan dibiayai oleh ayah dan ibu, itu 
namanya "rakyat".

Lalu adikmu yg masih kecil blm bisa jalan itu adalah "masa depan". Dan Mbak 
Inah (pembantu rumah tangganya) adalah "kaum pekerja"... faham ?

"Anak itu tentu tidak mudeng atas penjelasan ayahnya.

Pada suatu malam, ketika sedang tidur nyenyak, anak itu mendengar suara 
tangisan keras sekali. Ooo rupanya dari kamar adiknya tangisan itu berasal. Dia 
pun bergegas lari, ingin tahu apa yg terjadi. Ternyata adiknya pipis dan eek 
bersamaan. Krn masih kecil ia pun bingung bagaimana mengatasi persoalan itu.

Lalu ia berlari ke kamar ibunya, yg ternyata sedang tertidur nyenyak sendirian.

Gak enak mau mbangunin. Maka ia berlari ke kamar mbak Inah, eee...ternyata 
pintu kamarnya dikunci. Lalu ia ngintip dari lubang kunci...lho, kok ayahnya 
ada berdua dengan Mbak Inah....lalu ia balik ke kamarnya sendiri dan tidur lagi.

Pagi-pagi bangun, di meja makan, ia bilang ke ayahnya : "Yah, sekarang sy tahu, 
apa itu politik...""Nah...coba jelaskan ke ayah..." kata ayahnya.

Si anak menjelaskan "Politik itu ternyata, ketika "rakyat" sedang kebingungan, 
"pemerintah" malahan tidur nyenyak, dan "kapitalisme" dan "kaum pekerja" saling 
ngerjain, sehingga "masa depan" itu ya pipis dan eek..."

Dear Agromania coba  jelaskan fenomena ini betul apa betul ?


Yansyah
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kirim email ke