Singkong terasa pahit karena mengandung glukosida dan glukosida tersebut sangat 
berpotensi berubah menjadi asam sianida. Glukosida terdapat tidak hanya pada 
singkong pahit tetapi juga pada singkong manis hanya saja pada singkong pahit 
mengandung setidaknya 50 kali lebih besar daripada singkong manis yang umumnya 
mengandung 20 mg HCN per kilo umbi.

Menghilangkan HCN tersebut tidak sulit, cukup dipanaskan sebentar ia akan 
menguap. Singkong pahit juga menjadi indikator bila kadar karbohidratnya tinggi 
karena itu glukosidanya juga tinggi. Karenanya untuk industri yang mengolah 
singkong untuk mengambil karbohidratnya (amylum/pati/aci) singkong ini lebih 
menguntungkan. Dengan ekstraksi pati maka HCN dengan sendirinya sudah terbuang. 
Jadi tidak berdasar bila sagu singkong menjadi racun bila diambil dari singkong 
pahit.

Soal mocaf saya sangat tertarik akan tetapi saya perlu penjelasan ke mana 
pasarnya dan berapa besar serapannya untuk satu penampung tanpa pembuat 
(mocaf)nya mencari penerima produknya. Kalau tapioka kami sehari menghasilkan 
1-3 ton tidak memiliki kendala penjualannya karena diterima semua oleh pabrik 
yang jaraknya juga tidak jauh. Sebab sangat merepotkan bila telah membuat 
produk tapi juga harus mencari pasar lagi. Selain itu berapa rendemen yg 
diperlukan untuk menghasilkan 1 kg mocaf dan berapa besar komponen biaya yang 
dibutuhkan sampai jadi mocaf siap jual?

Mungkin kalau analisis ini dijabarkan akan banyak rekan2 kita yang tertarik. 
Saya pun sangat tertarik dan akan membuatnya bila memang menguntungkan.

Kalau soal penurunan produktifitas hasil panen singkong menurut saya bukan pada 
varietasnya melainkan lebih kepada metode budidayanya. Petani kita umumnya 
memahami yang namanya pupuk adalah sejenis urea dsb (pupuk kimia) tanpa perlu 
tahu subtansi dari hara yang sebenarnya. Belum lagi penghitungan residu dari 
pupuk tersebut. Kemudian soal kohe juga hanya memahami kohe dari kandang 
langsung dipakai tanpa memahami perlunya dekomposisi hara yang terikat di 
dalamnya. Karena saya sendiri mencoba menanam 4 varietas yang masyarakat hanya 
menghasilkan 7-25 ton /ha tapi bisa meningkat hingga 60-100 ton per ha di tanah 
yang sama digunakan petani sebelumnya.

Salam.

Ali

****************************************
SEGALANYA TENTANG IKAN SIDAT
Ebook, Video, Foto, Slide, Info Terbaru
Download Gratis di: http://tiny.cc/sidat
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
****************************************
GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis



 powered by Re-Publik Cassava

-----Original Message-----
From: adi sampurno <d_sampu...@yahoo.com>
Sender: agromania@yahoogroups.com
Date: Sat, 15 May 2010 10:01:35
To: <agromania@yahoogroups.com>
Reply-To: agromania@yahoogroups.com
Cc: <yuf...@yahoo.com>
Subject: Subject: Re: [agromania] jual Ubi Kayu/Singkong...langka singkong?

Kang yufri,

Terima kasih sudah memberi info tentang kondisi per-singkongan di Lampung
Kelangkaan bahan baku singkong di lapangan sudah saya prediksikan, karena 
singkong yang ditanam varietasnya itu2 juga yang hasil produksinya relatif 
rendah, karena para petani singkong menanam varietas singkong yang untuk bahan 
pangan (tidak pahit). Coba seperti di kaltim, menanam singkong Gajah misalnya, 
yang konon hasil produksinya tinggi banget. Sekarang ini antara pengolah 
singkong untuk pangan dan non pangan sama2 memakai bahan baku singkong yang 
sama, yaitu singkong untuk pangan, varietas yang tidak pahit. Mestinya bahan 
baku singkong harus dibedakan, antara yang tidak pahit untuk pangan (untuk 
tepung tapioka, gaplek, kasava) dengan yang pahit untuk bioetanol dan yang 
lainnya. kalau untuk mocal kedua jenis bisa dipakai karena dg proses fermentasi 
kadar HCN bisa diturunkan (berdasar hasil penelitian kami bisa turun sampai 
60%). Jadi pemikiran tentang singkong pahit tidak bisa diolah jadi tepung harus 
dirubah. Juga mulai sekarang para petani singkong
 harusnya mulai dilatih/dikursus agar bisa mengolah sendiri singkongnya menjadi 
tepung mocal. Metoda yang saya tawarkan (metoda RD#-USM) bisa diterapkan untuk 
sentra-sentra mocal ditingkat petani/ukm karena rendah biaya, rendah teknologi 
dan tidak membebani petani karena tidakmemakai enzim, bioaktivator, starter 
yang harganya relatif mahal dan sulit didapatkan. Bagaimana kang Yufri?

========> ********** <========
BURSA JUAL-BELI AGROMANIA
Jaminan Kepastian & Keamanan Bertransaksi
Isi Formulir di: http://tiny.cc/bursa
SMS INFO: 0813-9832-9632
========> ********** <========
GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis



--- On Fri, 5/14/10, yufri ahmadi <yuf...@yahoo.com> wrote:

From: yufri ahmadi <yuf...@yahoo.com>
Subject: Fw: Re: [agromania] jual Ubi Kayu/Singkong
To: "adi sampurno" <d_sampu...@yahoo.com>
Date: Friday, May 14, 2010, 6:19 PM


dear mas adi
aku baru seminggu ini keliling lampung
singkong kosong, pabrik tapioka bkebingunan mencari bahan baku
harga singkong sudah melonjak rp 800 s/d rp 900
kalo sudah begini, berapa harga jual mokal/mocaf
 
di lampung berebut bahan baku singkong antara pabrik tapioka, bioetanol dan 
casava chip/gaplek
 
mungkin perlu dipikirkan keseimbangan antara pasukan bahanbaku dengan kapasitas 
industri yang meenggunakan bahan baku tersebut.
yang jadi masalah siapa yang mengurusi, pemerintah? saat ini beberapa kabupaten 
di lampung sedang sibuk sosialisasi pilkada.
 
jadi akan jadi solusi yang baik jika petani bisa mengolah lamgsung menjadi 
mokal, sehingga jelas siapa yang dapat nilai tambahnya
 
thanks ,
yufri
0062816723677
--- On Thu, 5/13/10, adi sampurno <d_sampu...@yahoo.com> wrote:


From: adi sampurno <d_sampu...@yahoo.com>
Subject: Re: [agromania] jual Ubi Kayu/Singkong
To: agromania@yahoogroups.com
Date: Thursday, May 13, 2010, 12:18 PM



kesulitan jual ubi singkong segar/basah? mengapa tidak diolah menjadi tepung 
Mocal saja? Salah satu kelemahan petani/agrobis kita adalah selalu menjual 
produknya masih berupa bahan mentah/segar, sehingga harga jualnya rendah dan 
kesulitan menjual dalamjumlah banyak. Padahal hanya dengan metoda dan teknologi 
yang sederhana, mudah, murah dan alamiah, ubi singkong dapat diolah menjadi 
tepung Mocal yang harga jualnya 10x lipat harga singkong basah/segar. Saat ini 
harga jual tepung Mocal eceran adalah 4.500-5.000,- per kilo dengan daya serap 
industri olahan pangan yang cukup baik, karena kedepan dikonsepkan sebagai 
pengganti/subtitusi tepung terigu. Saat ini tepung mocal dapat menggantikan 
terigu s/d 70%, bahkan untuk mie basah/kering bisa 100%. Tertarik? Silahkan 
hubungi kami BKPA-USM telp. 0815750750xx



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke