Peraturan ini tetap saja memberi persepsi yang aneh. Semestinya untuk melindungi konsumen, bukan konsumennya yang dipersulit, tetapi penjualnya yang diawasi dan diatur dengan baik. Dengan demikian, siapapun konsumennya akan mendapatkan bibit yang baik. Untuk konsumen, tidak ada alasan untuk meminta keterangan apapun dari mereka. Kalapun pembeli adalah ternyata pedagang/penyalur bibit, atau secara ekstrimnya pembeli nantinya akan membuang bibit ini, itu adalah hak mereka dan tidak perlu diregulasi. Ini sangat mengherankan.
Belum lagi masalah bibit import, dimana soal Bio Security dibuat menjadi alasan untuk benar2 mempersulit masalah impor bibit. Yang menderita adalah petani. Salam, Omri ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Mengapa mereka bersedia membayar lebih Bersedia antri bersama calon-calon lainnya Rela menunggu seminggu bahkan bisa lebih Untuk menjadi anggota dan bagian dari: AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC) ???? Kenal dan ikuti langkah sukses mereka di: DIREKTORI: http://tiny.cc/direktori BERGABUNG: http://tiny.cc/formulir ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ KIOS PRODUK: http://tiny.cc/kios BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa --- In agromania@yahoogroups.com, Hendra Sipayung <hendrasipay...@...> wrote: > > Saya rasa prosedur berlaku tidak terlalu sulit, pak. Hanya saja persoalannya > adalah masalah ketidaktahuan saja Pak. Dan aturan dibuat, seperti keharusan > rekomendasi Dinas dan berbagai persyaratan, sesungguhnya untuk melindungi > konsumen. Karena sebelum aturan itu diberlakukan lebih banyak konsumen yang > akhirnya membeli benih asalan. Terbukti sebagian besar sawit di indonesia > memiliki produksi yang rendah. >  > Seperti sawit misalnya, saya rasa juga nggak sulit, Bapak cukup mendapatkan > SP2 BKS dari Disbun, Bapak sudah bisa memilih sumber benih yang Bapak > inginkan. Pertanyaan mengapa SP2BKS? tujuannya agar pembeli yang ingin > mendapatkan benih adalah pengguna langsung, yang benar-benar memiliki lahan > dan ingin menanam. Dan bukan "calo", karena untuk mendapatkan SP2BKS calon > pembeli harus melampirkan legalitas kepemilikan lahan, usaha dan rencana > penanaman dsb. >  > Coba Bapak bayangkan seandainya benih dari sumber benih tidak dikontrol > sedemikian rupa sehingga seluruhnya bisa berpindah ke tangan calo kemudian > dijual kembali. Selain harganya lebih malah dipastikan konsumen tidak tahu > apakah seluruh benih yang dijual tersebut adalah bermutu dan tidak dicampur > dengan benih asalan. >  > Pengurusan SP2BKS saya rasa tidak terlalu lama, paling lama mungkin seminggu. > Dan dengan membawa SP2BKS Bapak sudah bisa mendatangi sumber benih, dan kalau > ada stok bisa langsung diambil. atau bisa juga dengan pemesanan secara > tertulis. Malah kalau lahan Bapak kurang dari 20 ha, Bapak tidak perlu > mengurus SP2BKS cukup meminta surat keterangan lurah bahwa Bapak benar akan > menanam sawit di lahan yang Bapak milik. >  > Saya pikir persoalan terbesar dari tata niaga benih sawit saya rasa bukan > pada prosedur tapi pada lamanya realisasi dari sumber benih, khususnya pada > saat pesanan tinggi. Sampai akhir tahun 2008, permintaan benih unggul masih > sangat tinggi hingga sumber benih kewalahan, bahkan ketika impor dibuka > permintaan benih belum seluruhnya bisa tercover. Sehingga tidak heran ada > konsumen yang harus menunggu hingga 1,2 tahun bahkan setahun untuk > mendapatkan benih. >  > Nilai tambahnya saya rasa ada di konsumen, bahwa pemerintah ingin menjamin > agar benih yang sampai pada konsumen adalah yang bermutu. Karena jika yang > digunakan adalah bibit asalan potensi yang dicapai kurang dari 20 ton bahkan > ada yang hanya 10 ton/TBS/ha/tahun. Dan ini banyak terjadi, dan mereka > umumnya menggunakna bibit asalan dengan pertimbangan seperti yang Bapak > sampaikan, ingin cepat mendapatkan benih dan dengan harga murah. >  > Jadi karena investasi sawit itu adalah investasi besar dan jangka > panjang saya pikir tidak apa sedikit memusingkan untuk mendapatkan benih > bermutu dan mengeluarkan biaya agak besar (yang sesunggunya hanya 10 persen > dari total investasi awal), tapi  keuntungan yang bisa diperloleh jelas. >  > Kecuali Bapak menanam tanaman semusim seperti nilam, kenaf, serai wangi, > kalau ternyata hasil tidak baik, Bapak bisa langsung ganti tanaman dalam > waktu kurang dari 1 tahun. Tapi untuk sawit Bapak harus menunggu 3 tahun > untuk tahu apakah tanaman yang Bapak tanam baik atau tidak. tapi kalaupun > ternyata tanaman bermutu kebanyakan petani enggan untuk menebang, alhasil > kebun dibiarkan dengan tanaman yang tidak bermutu.. >  > Untungnya saat ini, ketika permintaan lagi rendah, umumnya sumber benih > memiliki stok benih. jadi tidak perlu tunggu lama untuk bisa mendapatkan > benih. >  > Dan prosedurnya dengan rantai yang agak panjang ini sesungguhnya hanya > berlaku umumnhya berlaku untuk tanaman tahunan potensial seperti sawit, > karet dan kakao. Kalau untuk tanaman semusim rasanya bisa dibeli dengan mudah. > > ************************************************* > Diupdate Terus!! > DAFTAR PERMINTAAN & PENAWARAN > Berisi permintaan & penawaran terbaru di bidang > agrobisnis (pertanian, perkebunan, perikanan, > peternakan, dan agroindustri). > Dapatkan di Kios Agromania: http://tiny.cc/kios > Kontak Info: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only) > ************************************************* > GABUNG DI ABC: http://tiny.cc/formulir > BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa > KOPERASI: http://tiny.cc/agrokoperasi > > > > > > --- On Tue, 9/1/09, arianro pantun daud <arianro...@...> wrote: > > > From: arianro pantun daud <arianro...@...> > Subject: Re: [agromania] mendapatkan bibit SECARA ONLINE > To: agromania@yahoogroups.com > Date: Tuesday, September 1, 2009, 2:57 AM > > > Maraknya kecambah/bibit yang âillegalâ karena untuk memperoleh > kecambah/bibit dari produsen yang legal prosedurnya merepotkan. Mengapa > tidak dibuat saja prosedur yang mudah untuk mendapatkan kecambah/bibit > kelapa sawit semudah membeli mie instant di warung? Apa nilai tambahnya > dengan adanya prosedur yang berbelit-belit itu? > > > > Rgds, > > Arianro > > ====================================== > SEMUANYA ADA DI: http://tiny.cc/kios > Bekal Sukses Anda Berbisnis Agro > INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only) > ====================================== > |a|g|r|o|m|a|n|i|a > Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000 > GABUNG DI ABC: http://tiny.cc/formulir > BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa > KOPERASI: http://tiny.cc/agrokoperasi > > > > > MENDAPATKAN BIBIT SECARA ONLINE > > > > Pemasaran bibit tanaman perkebunan melalui internet adalah strategi maju > dalam penjualan bibit . Hanya saja konsumen perlu lebih awas terhadap > legalitas bibit tersebut. > > > > Keberadaan jaringan internet pada dasarnya dapat mendukung upaya > penyebaranan bibit unggul bermutu. Melalui "jaringan tanpa batas tersebut" > calon pembeli bibit dapat memperoleh informasi tentang lokasi, ketersediaan > dan harga bibit langsung dari penjual benih. Menariknya banyak sarana yang > dapat digunakan untuk berpromisi oleh antara lain milis, blog, website > penyedia iklan online, facebook, dsb. > > > > Namun penjualan bibit melalui internet ini tentu bukan tanpa resiko, > khususnya bagi konsumen. Calon pembeli awam yang tidak paham tentang > kriteria dan syarat legalitas bibit, berpeluang berhubungan dengan oknum > yang menjual benih atau bibit asalan. > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------------------------------ > > ----------------------------------------------------- > CARA PASTI Mendaftar di Agromania Business Club (ABC) > (1) Buka: http://www.formulirabc.co.cc > (2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar > (3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar > (4) Klik Continue. Data Anda akan langsung masuk > (5) Segera lakukan Pembayaran Iuran dan Infokan > melalui SMS ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only) > (6) Data keanggotaan Anda akan langsung diproses. > ----------------------------------------------------- > BERGABUNG: http://www.milisabc.co.ccYahoo! Groups Links > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >