Salam Agromania, Terimkasih atas sharing pengalaman yang sangat berharga dari Pak Rozi.
Saya juga sependapat dengan Pak Rozi. Sebuah perusahaan kapitalistik umumnya bercirikan otoritarian, Sedangkan koperasi bercirikan demokrasi. Kelebihan dari sistim kapitalistik adalah kemampuan pengambilan keputusan yang cepat karena kepemilikan perusahaannya hanya dipegang oleh beberapa orang saja. Sedangkan sistim koperasi yang karena semua anggotanya adalah pemilik dari koperasi maka pengambilan keputusannya "Agak Susah". Tetapi ciri-ciri koperasi yang yang demokratis ini bukanlah berarti "Evolusi Mundur" dari sistim perusahaan kapitalistik tetapi koperasi justru adalah "Evolusi Maju" yang lahir akibat kekurangan-kekurangan yang ada dalam sistim perusahan kapitalistik. Kekurangan yang paling nyata adalah adanya antagonisme kepentingan antara pemilik perusahaan dan pekerja/konsumen dan dalam banyak kasus pihak pekerja/konsumen adalah pihak yang paling dirugikan. Sistim koperasi menghilangkan antagonisme antara pemilik dan pekerja/konsumen ini. Tetapi bersamaan dengan itu pula timbul masalah baru yang memang intrinsik di dalam sebuah sistim yang demokratis: Semuanya merasa memiliki, semua merasa suaranya patut didengar. Tetapi walaupun demikian menurut pendapat saya hal ini lebih dikarenakan karena umumnya orang-orang sudah terbiasa bekerja dalam suatu bangunan perusahaan kapaitalistik yang otoriter di mana umumnya para pekerja hanya menerima perintah saja dari pemilik perusahaan sehingga kurang terlatih untuk bermusyawarah dalam kesederajatan atau bagi yang terbiasa menjadi seorang pemilik perusahaan maka ia hanya terbiasa untuk memerintah saja tanpa terlatih untuk menerima dan menghargai pendapat dari orang lain. Bersesuaian dengan pendapat Pak Rozi, Jika ekpresi rasa memiliki yang demokratis ini tidak dibarengi dengan dasar persamaan keahlian dan pengalaman yang sama maka rapat koperasi bisa seperti rapat semua binatang yang ada di kebon binatang. Semuanya mempunyai suaranya sendiri dan tidak nyambung dengan suara orang lain. Oleh karena itu saya berpendapat bahwa pertama-tama koperasi itu harus bersifat "Lokal". Mungkin bersifta Lokal dalam hal tempat tinggal, dalam hal ikatan sosial, ataupun dalam hal kesamaan profesi maupun persamaan dalam hal kepentingan ekonomi. Makin beragam latar belakang orang yang bergabung di dalam koperasi maka makin sulit sebuah keputusan untuk diambil di dalam sebuah koperasi. Satu hal lagi yang patut diperhatikan dalam pembentukan koperasi adalah bahwa koperasi itu bercirikan "one one vote" dan pembagian deviden yang lebih cenderung kepada anggota koperasi yang bekerja daripada anggota koperasi yang hanya menanamkan modalnya saja. "One man one vote" berarti tidak dimungkinkannya salah seorang ataupun sekelompok anggota koperasi untuk mengusasai jalannya koperasi karena hak suara tidak berbanding lurus dengan besar modal yang diinvestasikan di dalam saham koperasi sehingga politik korporasinya lebih ringan dibandingkan dengan yang ada di dalam sistim perusahaan kapitalistik. Selain itu pembagian devidennya yang walaupun awalnya mungkin adalah fifty-fifty antara investasi modal dengan investasi kerja. Lambat laun koperasi harus memberikan penghargaan yang lebih besar kepada mereka yang bekerja dibandingkan mereka yang hanya menanamkan modal saja sehingga ini memotivasi semua orang untuk bekerja di dalam koperasi. Setuju? Ada tambahan pendapat yang lain lagi dalam hal pendirian koperasi agromania ini? Salam, Dityo 2009/8/8 moh fakhrurozi <rozi_pkbt...@yahoo.co.id> > > > Kalo menurut saya, dari pengalaman mendirikan dan mengelola koperasi yang > menjadi kendala utama di perjalanannya adalah adanya konflik kepentingan di > pengurus ataupun sekelompok orang yang menjadi anggota. Kalo yang menjadi > pengurus hanya didasarkan suara terbanyak dalam pemilihan tanpa dasar > pengalaman maka koperasi bisa runyam. Apalagi kalo koperasi dijadikan ajang > "politik", dan kalo semuanya merasa pinter dan bener maka hanya muncul > perdebatan aja, program kerja bisa diatas kertas aja. > > ----------------------------------------- > |a|g|r|o|m|a|n|i|a > Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000 > MILIS: http://tiny.cc/milis > DIREKTORI: http://tiny.cc/direktori > BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa > KIOS PRODUK: http://tiny.cc/kios > KOPERASI: http://tiny.cc/agrokoperasi > INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only) > ----------------------------------------- > > --- Pada Kam, 6/8/09, Dityo Krisnugroho > <dity...@gmail.com<dityo32%40gmail.com>> > menulis: > > Dari: Dityo Krisnugroho <dity...@gmail.com <dityo32%40gmail.com>> > Judul: [agromania] Sistim KOPERASI > Kepada: agromania@yahoogroups.com <agromania%40yahoogroups.com> > Tanggal: Kamis, 6 Agustus, 2009, 3:40 PM > > > > Sistim koperasi > > *Oleh: P.R. Sarkar* > > Menurut teori ekonomi PROUT, sistim koperasi adalah sistim terbaik untuk > produksi dan distribusi komoditas. Koperasi yang dijalankan oleh para > moralis akan menjaga masyarakat terhadap berbagai bentuk eksploitasi > ekonomi. Agen atau perantara tidak akan mempunyai cakupan untuk mengganggu > di dalam sistim koperasi. > > Salah satu sebab utama dari kegagalan sistim koperasi di berbagai negara di > dunia adalah imoralitas yang merajalela yang disebarkan oleh eksploiter > kapitalis untuk memlanggengkan dominasinya. Koperasi dapat tumbuh di dalam > sebuah komunitas yang mempunyai lingkungan ekonomi yang terintegrasi, > kebutuhan ekonomi yang sama dan adanya pasar yang siap bagi barang-barang > yang diproduksi oleh koperasi. Semua faktor ini harus ada di dalam koperasi > agar koperasi dapat berkembang. Koperasi yang diatur dengan baik adalah > koperasi yang terbebas dari cacat yang biasanya terjadi pada kepemilikan > individual. Produksi di dalam koperasi dapat ditingkatkan sesuai dengan > kebutuhan karena sifatnya yang ilmiah. Untuk suksesnya perusahaan koperasi > bergantung dari moralitas, administrasi yang kuat dan keberterimaan yang > sepenuhnya oleh masyarakatnya terhadap sistim koperasi. Dimana tiga faktor > ini terlihat di dalam setiap tahapan maka koperasi akan mencapat sukses > yang > sebanding. Untuk mendorong masyarakat untuk membentuk koperasi, sebuah > model > koperasi yang sukses harus didirikan dan masyarakat harus diberikan > penerangan tentang manfaat dari sistim koperasi. > > Teknologi terbaru harus digunakan di dalam sistim koperasi baik di dalam > produksi maupun di dalam distribusi. Moderenisasi yang layak akan membawa > kepada produksi yang meningkat. > > Manager koperasi harus dipilih dari mereka yang mempunyai saham di dalam > koperasi. Para anggota koperasi akan mendapatkan deviden dengan dua cara -- > sesuai dengan besar tanah yang disumbangkan ke dalam koperasi dan sesuai > dengan besar kerja produktif manual atau intelektual. Untuk membayar > deviden > ini, pada awalnya total produksi harus dibagi pada basis fifty-fifty -- > limapuluh persen harus diberikan sebagai gaji dan limapuluh persen harus > dibayarkan kepada para pemegang saham yang sebanding dengan tanah yang > mereka donasikan. Masyarakat lokal harus mendapat prioritas pertama dalam > berperan di dalam perusahaan koperasi. Perencanaan developmental harus > dipakai untuk mengangkat pembangunan yang merata pada semua daerah dan > bukan > hanya satu daerah tertentu saja. Sumberdaya dan potensialitas lokal dan > lainnya harus dimanfaatkan di dalam rencana developmental ini. > > Problem kontroversial dalam kepemilikan tanah dapat dipecahkan dengan > sosialisasi tanah bertahap melalui koperasi pertanian. Kepemilikan tanah > koperasi harus diimplementasikan tahap demi tahap dengan penyesuaian > terhadap situasi ekonomi daerah lokal yang bersangkutan. Selama proses ini > kepemilikan tanah tidak boleh berada di tangan individual atau grup > tertentu. > > 1981, Calcutta > PROUT in a nutshell 13 > > Copyright Ananda Marga Publications 2001 > > /_____//____ ____//___ _______// _______/ > INGIN GABUNG DI KOPERASI AGROMANIA? > KLIK: http://tiny. cc/agrokoperasi > INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only) > /_____//____ ____//___ _______// _______/ > BURSA JUAL-BELI: http://tiny. cc/bursa > KIOS PRODUK: http://tiny. cc/kios > > The cooperative system > > *By P.R. Sarkar* > > According to Prout, the cooperative system is the best system for the > production and distribution of commodities. Cooperatives, run by moralists, > will safeguard people against different forms of economic exploitation. > Agents or intermediaries will have no scope to interfere in the cooperative > system. > > One of the main reasons for the failure of the cooperative system in > different countries of the world is the rampant immorality spread by > capitalist exploiters to perpetuate their domination. Cooperatives develop > in a community that has an integrated economic environment, common economic > needs and a ready market for its cooperatively produced goods. All these > factors must be present for cooperatives to evolve. Properly managed > cooperatives are free from the defects of individual ownership. Production > can be increased as required in cooperatives due to their scientific > nature.. > For their success, cooperative enterprises depend on morality, strong > administration and the wholehearted acceptance of the cooperative system by > the people. Wherever these three factors are evident in whatever measure, > cooperatives will achieve proportionate success. To encourage people to > form > cooperatives, successful cooperative models should be established and > people > should be educated about the benefits of the cooperative system. > > The latest technology should be used in the cooperative system, both in > production and distribution. Appropriate modernization will lead to > increased production. > > Cooperative managers should be elected from among those who have shares in > the cooperative. Members of agricultural cooperatives will get dividends in > two ways -- according to the amount of land they donated to the > cooperative, > and according to the amount of their productive manual or intellectual > labor. To pay this dividend, initially the total produce should be divided > on a fifty-fifty basis -- fifty percent should be disbursed as wages and > fifty percent should be paid to the shareholders in proportion to the land > they donated. Local people should get first preference in participating in > cooperative enterprises. Developmental planning should be adopted to bring > about equal development in all regions instead of just some particular > regions. Local wealth and other resources and potentialities should be > utilized in this developmental plan. > > The controversial problem of the ownership of land can be solved by the > phase-wise socialization of land through agricultural cooperatives. > Cooperative land ownership should be implemented step by step in adjustment > with the economic circumstances of the local area. During this process the > ownership of land should not be in the hands of any particular individual > or > group. > > 1981, Calcutta > Prout in a nutshell 13 > > Copyright Ananda Marga Publications 2001 > > [Non-text portions of this message have been removed] > > Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. > http://id.answers.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]