Bung Aryo yang baik:
Cerita dan cara anda menyampaikannya sangat "membumi" dan apa adanya. Inilah
problem para calon investor kita (kalau sudah bergelar "investor" biasanya
sudah bisa menyiasatinya) maunya  "high return" tapi lupa  adanya "high
risk" apalagi  memulainya tanpa "preparation" yang cukup.
Ditunggu lagi tulisan anda tentang "Bagaimana seharusnya berinvestasi kebun
coklat di Bali", pasti akan lebih asyik membacanya dan sekalian dipikirkan
pola kemitrausahaan di sana.

Salam,
D. Hadi

-----------------------------------------------------
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
INFORMASI: http://www.agromania.co.cc
DAFTAR: http://www.formulirabc.co.cc
DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc
MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc
PUSAT DATA: http://www.agrodata.co.cc
-----------------------------------------------------


2008/12/30 aryo seto <respatia...@yahoo.co.id>

>   dear all,
>
> kebetulan saya pernah tinggal di bali. sekitar tahun 2007. di daerah
> kabupaten Jembrana. sekedar sharing aja kok. disana juga banyak perkebunan
> kakao yang sudah ditanami oleh pemilik lahan. hanya saja, karakter
> masyarakat sana yang kurang memiliki daya juang untuk maju ( karena
> mayoritas laki-laki disana lebih menyukai seni ), kebanyakan kebun tidak
> produktif. saya dulu di halaman rumah seluas 1500m ada kurang lebih 40 pohon
> coklat dari beragam varietas ( saya ga tau jenis2nya), dikasih pupuk sama om
> saya yang jualan pupuk di bandung.ga tau namanya pupuk apa, cuma katanya
> dia juga supply ke perkebunan di sumatera. luar biasa hasilnya. setiap hari
> saya memanen coklat basah tanpa kulit sekitar 20-25 kg dari semua pohon. itu
> setiap hari loh. sampai kadang-kadang saya males untuk metiknya karena bukan
> kerjaan saya. trus saya jemur, kl ud kering dikit, saya jual 15rb/kg ke
> penadah. om saya bilang, itu hasil segitu masih kurang banyak, soalnya tuh
> pohon semua ga ada yang saya
> rawat. ( enakan terima duitnya...hehe..) ternyata bener, efek dari pupuknya
> cuma bisa buat panen banyak selama 6 bulan. abis itu ngedrop.
> nah, semua tetangga dari yang cuma punya pohon satu dua, sampai punya kebun
> berhektar2 heran dengan hasil dari pohon2 dirumah saya. kok, banyak banget
> panennya.
> dari situ, saya coba untuk merawat semua pohon coklat dirumah. simple
> aja,cuma dibuangin dahan&ranting yang ga sehat, disiram air yang banyak.
> kebetulan karena ga punya modal, saya ga beli pupuk dari om saya itu.
> lumayan, tanpa pupuk aja, saya bisa dapet 10-12kg basah setiap harinya.
> jadi kesimpulannya, tanaman coklat itu bisa jadi andalan kita untuk
> investasi di bidang agrobisnis. kalo minimal sebulan dari 1 hektar kita bisa
> dapet 1-1,1 ton biji kering, berarti dengan harga minimal 15rb, bisa dapet
> 15-16 juta/bulan. gede kan?. cuma duit segitu bisa dapet kalo ngerawatnya
> telaten banget, trus sdm yang diserahin untuk ngerawat juga bener. sering
> kejadian di bali ( saya dapet cerita dari pemilik2 kebun), orang yang
> ngerawat itu mengelabui pemilik dengan cara :
> 1. mencuri buah yang sudah siap panen di malam hari.
> 2. mengurangi timbangan pada saat laporan penjualan ke bosnya.
> 3. memanipulasi jumlah pupuk yang dibeli. beli 10 bilangnya 20, sisanya
> dijual ke orang.
> 4. memberi pupuk tidak sesuai porsinya.
> makanya banyak pemilik kebun yang stress, gara2 udah keluar modal gede,
> tapi hasilnya bodong. karena ya itu, mau enaknya aja, tapi ga mau mengawasi
> dan menjalankan usahanya dengan manajemen yang benar.
> makanya,buat para investor, kalau anda mau investasi, harus mau
> mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk usaha ini. saya setuju dengan
> program2 usaha agrobisnis. tapi kebanyakan investor, apalagi yang pemula,
> denger tawaran yang menggiurkan dikit, apalagi denger cerita sukses orang
> langsung hilang akal sehatnya, seolah2 semua hal menjadi logis. tapi pas
> giliran colaps, nyalahin yang nawarin usaha trus minta ganti. enak bener
> yak..
> seperti cerita saya tadi, saya terjun langsung, baru dapat hasilnya. tapi
> kalo malas kotor dan belepotan kena getah coklat, ya terima aja apapun
> hasilnya.
> nah, coba deh yang mau ikutan bisnis ini, ke bali,( sekalian liburan)
> keliling di daerah jembrana, sama tabanan. disana banyak perkebunan coklat.
> coba kalo bisa sharing sama yang punya atau dengan warga sekitar, tanya
> gimana seluk beluknya bisnis ini. jadi ini semua untuk second opinion aja,
> supaya anda gak kaget, dan bisa prepare mengantisipasi segala kemungkinan
> yang terjadi.
> sama halnya seperti saya dulu, saya buka usaha budidaya jamur tiram disana.
> tanpa ilmu, tanpa business plan, tanpa riset apapun, cuma modal duit. 100%
> jamur saya diserap pasar. tapi, begitu jamur saya kena virus dan hama kecoa,
> habis semua... tinggal kumbungnya aja. kalo udah gitu mau apa?.
> lebih baik berkorban waktu dan sedikit uang untuk menguasai ilmunya, baru
> terjun. daripada langsung terjun tapi cuma bertahan beberapa bulan.
> selamat berjuang semua. thanks.
>
> ===============> KERJASAMA <===============
> Agromania dapat membantu memasarkan apapun
> komoditi atau produk agrobisnis Anda dengan
> sistem TITIP JUAL atau KOMISI. Silahkan isi
> form kerjasama di: http://www.agromall.co.cc
> AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000)
> MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc
> INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
> ===============> KERJASAMA <===============
>
>  
>



-- 
Salam,
D. Hadi
www.thepowermax.com
www.danilhadi.blogspot.com


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke