Pak Aryo, karena saya juga praktisi di dunia kebun saya juga mau ikutan kasih 
nasehat ya heheh..
  Simpelnya kalo mau berkebun, jadilah yg profesional..artinya memang sediakan 
waktu untuk memantau perkembangan tanaman kita waktu ke waktu, sembari 
menyiapkan 1 orang kepercayaan, sehingga pada saatnya tiba orang itu bisa 
menjadi kepanjangan tangan kita..
  Kalo hasil itu pasti akan ngikut, andai tanaman di rawat, kakao pasti akan 
memberi kontribusi yg tidak kecil dalam ekonomi kita...dan perawatan juga tidak 
rewel...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Cara Mendaftar di Agromania Business Club (ABC)
(1) Buka: http://www.formulirabc.co.cc
(2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar
(3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar
(4) Klik Continue. Anda akan langsung terdaftar
(5) Tunggu berita dari pengelola.
AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000)
INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


aryo seto <respatia...@yahoo.co.id> wrote:
          dear all,

kebetulan saya pernah tinggal di bali. sekitar tahun 2007. di daerah kabupaten 
Jembrana. sekedar sharing aja kok. disana juga banyak perkebunan kakao yang 
sudah ditanami oleh pemilik lahan. hanya saja, karakter masyarakat sana yang 
kurang memiliki daya juang untuk maju ( karena mayoritas laki-laki disana lebih 
menyukai seni ), kebanyakan kebun tidak produktif. saya dulu di halaman rumah 
seluas 1500m ada kurang lebih 40 pohon coklat dari beragam varietas ( saya ga 
tau jenis2nya), dikasih pupuk sama om saya yang jualan pupuk di bandung.ga tau 
namanya pupuk apa, cuma katanya dia juga supply ke perkebunan di sumatera. luar 
biasa hasilnya. setiap hari saya memanen coklat basah tanpa kulit sekitar 20-25 
kg dari semua pohon. itu setiap hari loh. sampai kadang-kadang saya males untuk 
metiknya karena bukan kerjaan saya. trus saya jemur, kl ud kering dikit, saya 
jual 15rb/kg ke penadah. om saya bilang, itu hasil segitu masih kurang banyak, 
soalnya tuh pohon semua ga ada yang saya
rawat. ( enakan terima duitnya...hehe..) ternyata bener, efek dari pupuknya 
cuma bisa buat panen banyak selama 6 bulan. abis itu ngedrop.
nah, semua tetangga dari yang cuma punya pohon satu dua, sampai punya kebun 
berhektar2 heran dengan hasil dari pohon2 dirumah saya. kok, banyak banget 
panennya. 
dari situ, saya coba untuk merawat semua pohon coklat dirumah. simple aja,cuma 
dibuangin dahan&ranting yang ga sehat, disiram air yang banyak. kebetulan 
karena ga punya modal, saya ga beli pupuk dari om saya itu. lumayan, tanpa 
pupuk aja, saya bisa dapet 10-12kg basah setiap harinya.
jadi kesimpulannya, tanaman coklat itu bisa jadi andalan kita untuk investasi 
di bidang agrobisnis. kalo minimal sebulan dari 1 hektar kita bisa dapet 1-1,1 
ton biji kering, berarti dengan harga minimal 15rb, bisa dapet 15-16 
juta/bulan. gede kan?. cuma duit segitu bisa dapet kalo ngerawatnya telaten 
banget, trus sdm yang diserahin untuk ngerawat juga bener. sering kejadian di 
bali ( saya dapet cerita dari pemilik2 kebun), orang yang ngerawat itu 
mengelabui pemilik dengan cara :
1. mencuri buah yang sudah siap panen di malam hari.
2. mengurangi timbangan pada saat laporan penjualan ke bosnya.
3. memanipulasi jumlah pupuk yang dibeli. beli 10 bilangnya 20, sisanya dijual 
ke orang.
4. memberi pupuk tidak sesuai porsinya.
makanya banyak pemilik kebun yang stress, gara2 udah keluar modal gede, tapi 
hasilnya bodong. karena ya itu, mau enaknya aja, tapi ga mau mengawasi dan 
menjalankan usahanya dengan manajemen yang benar.
makanya,buat para investor, kalau anda mau investasi, harus mau mengorbankan 
waktu, tenaga dan pikiran untuk usaha ini. saya setuju dengan program2 usaha 
agrobisnis. tapi kebanyakan investor, apalagi yang pemula, denger tawaran yang 
menggiurkan dikit, apalagi denger cerita sukses orang langsung hilang akal 
sehatnya, seolah2 semua hal menjadi logis. tapi pas giliran colaps, nyalahin 
yang nawarin usaha trus minta ganti. enak bener yak.. 
seperti cerita saya tadi, saya terjun langsung, baru dapat hasilnya. tapi kalo 
malas kotor dan belepotan kena getah coklat, ya terima aja apapun hasilnya.
nah, coba deh yang mau ikutan bisnis ini, ke bali,( sekalian liburan) keliling 
di daerah jembrana, sama tabanan. disana banyak perkebunan coklat. coba kalo 
bisa sharing sama yang punya atau dengan warga sekitar, tanya gimana seluk 
beluknya bisnis ini. jadi ini semua untuk second opinion aja, supaya anda gak 
kaget, dan bisa prepare mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. 
sama halnya seperti saya dulu, saya buka usaha budidaya jamur tiram disana. 
tanpa ilmu, tanpa business plan, tanpa riset apapun, cuma modal duit. 100% 
jamur saya diserap pasar. tapi, begitu jamur saya kena virus dan hama kecoa, 
habis semua... tinggal kumbungnya aja. kalo udah gitu mau apa?. 
lebih baik berkorban waktu dan sedikit uang untuk menguasai ilmunya, baru 
terjun. daripada langsung terjun tapi cuma bertahan beberapa bulan.
selamat berjuang semua. thanks. 

===============> KERJASAMA <===============
Agromania dapat membantu memasarkan apapun
komoditi atau produk agrobisnis Anda dengan
sistem TITIP JUAL atau KOMISI. Silahkan isi
form kerjasama di: http://www.agromall.co.cc
AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000)
MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc
INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
===============> KERJASAMA <===============



                           


   Ir.Arief Andriyanto Msc
  Jl Simpang RSUD Mukomuko
   Kab Mukomuko
  

 
















       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke