Pada Sel, 31 Juli 2012, 13:36, Dai Heroes menulis:
> On 31/07/2012 9:28, Kamas Muhammad wrote:
>> On 07/30/2012 04:49 PM, Yahya Kurniawan wrote:
>>> Sebentar, setahu saya, direktori2 seperti /etc /var /home /usr boleh
>>> diletakkan di partisi2 beda.
>> Ini imajinasi saya. Ketika komputer saya booting, root filesystem (yang
>> infonya
>> disertakan sebagai parameter booting) bakal dimount oleh kernel.
>> Kemudian pada
>> suatu titik akan ada script yang membaca /etc/fstab dan me-mount
>> partisi-partisi
>> lain yang disebutkan di situ. Se-ngelamun saya begitu.
>>
>> Nah kalau isi etc ada di partisi lain (selain root), kira-kira proses
>> pembacaan
>> fstabnya bagaimana ya?
>>
> itu udah urusan linux pak :)

Linux (kernel) gak ada urusan dengan mount point. yang penting bagi kernel
adalah hirarki filesystem yang standard. terserah usernya (admin?) gimana
mewujudkan hirarki tersebut, dengan cara 'single partition', 'multi
partition', static, symbolic link, dll.

Nah, supaya lebih jelas sebaiknya kita merujuk pada FHS (Filesystem
Hierarchy Standard) yang berlaku (ver. 2.3)
http://refspecs.linuxfoundation.org/FHS_2.3

Dalam standar tsb dijelaskan segala sesuatu yang bekaitan dengan struktur
baku filesystem dan isinya namun tidak diatur implementasinya.

Misalnya, struktur yang HARUS ada adalah:
"/"  The Root Filesystem

[kutipan langsung Chapter 3. The Root Filesystem]
...

Requirements

The following directories, or symbolic links to directories, are required
in /.

Directory       Description
bin     Essential command binaries
boot    Static files of the boot loader
dev     Device files
etc     Host-specific system configuration
lib     Essential shared libraries and kernel modules
media   Mount point for removeable media
mnt     Mount point for mounting a filesystem temporarily
opt     Add-on application software packages
sbin    Essential system binaries
srv     Data for services provided by this system
tmp     Temporary files
usr     Secondary hierarchy
var     Variable data

...

Kalo kita mau eksperimen, semua direktori diatas bisa saja berupa
mount-point. gimana caranya? itu direalisasikan sebelum "/" di-mount dan
dengan demikian hanya bisa dilakukan oleh 'initrd'. repot kan?

Jadi, persoalanya bukanlah boleh ataw tidak boleh. Ketentuan yang
ditetapkan dalam FHS adalah untuk menjamin konsistensi. kalo kita mau
menciptakan struktur sendiri dan implemntasinya, silahken saja! Gak akan
ada "polisi filesystem" yang akan "menilang". Segala resiko tanggung
sendiri akibatnya!

salam
-- 
[     Yudhi Kusnanto      ]
[ STMIK Akakom Yogyakarta ]


-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [email protected]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke