Tapi terus terang, terima kasih untuk jawaban yg panjang, sejak gabung pertengahan juli 2011, saya belum kontribusi nnjawab apapun. Kalopun menjawab, sepertinya agak malas untuk menjawab sepanjang itu.
Thanks 2011/8/6 ahmad faya <[email protected]>: > Pak Ronny, > Terima kasih atas jawabannya :) > Ada comment di bawah. > > 2011/8/6 Ronny Haryanto <[email protected]>: >> On Sat, Aug 6, 2011 at 10:01 AM, ahmad faya <[email protected]> wrote: > . These servers then perform an >>> HTTP 301 redirect to the URL you specify in the address field. You can >>> specify only the domain name to go to, or a full path to a specific >>> file." > > Sepertinya saya melewatkan penjelasan yg ini. Entah kenapa tidak terbaca. > >> >> Ini contoh mencampuradukkan konsep DNS dan HTTP. Kayaknya akan lebih >> mudah dipahami cara kerjanya kalo pemisahan konsepnya jelas. > > Komentar diatas adalah contoh cara menjawab yg tidak baik, terlalu > cepat menilai kapabilitas seseorang terlalu rendah. > Maaf ya pak, demi kebaikan kita juga.. > >> >> DNS itu urusan utamanya adalah utk mapping antara nama dan IP >> address*. Jadi cuma dari "linux.or.id" ke "67.19.121.27". Perhatikan >> bahwa saya menulisnya "linux.or.id", bukan "http://linux.or.id". DNS >> record ini bisa digunakan untuk macam2, gak cuma HTTP aja. Kalo saya >> pasang FTP server di sana dan saya jalanin ftp client trus open >> connection ke "linux.or.id" dia bisa cari tau bahwa IP addressnya >> "67.19.121.27". Begitu juga SMTP (anggap dia gak punya MX records, >> biar simple), dan berbagai protocol lainnya. Merekalah yang >> menggunakan DNS, bukan bagian dari DNS itu sendiri. > > Wew, minimal sudah 10 tahun saya tau hal ini. Tapi memang saya baru > coba bikin DNS sendiri kemaren. > >> >> Nah, lalu kalo "http://linux.or.id" itu siapa yang menjawab? Ya web >> server yang listening di "67.19.121.27" port 80. Begitu web browser >> dapet jawaban dari DNS server mengenai IP addressnya "linux.or.id" >> berapa, dia udah selesai urusannya ama DNS (sampe ada yg perlu >> diresolve lagi ntar, e.g. images), dan dia udah mulai buka koneksi >> langsung ke 67.19.121.27 port 80 dan berbicara dengan bahasa HTTP, > > Yoi, saya 100% paham ttg hal ini. > >> bukan DNS lagi. Nah HTTP redirection itu adalah bagian dari HTTP, gak >> ada urusan sama DNS, jadi terjadinya ya waktu ada HTTP client (e.g. >> web browser) yang ngirim request ke web server, trus dijawab pake >> response code 3xx redirection, trus diberi URL lain utk si browser >> bisa mulai request lagi ke sono. > > Terima kasih untuk penjelasannnya > >> >> Mengenai caranya configure si web server bisa mengirim response >> redirection ini ada macam2, bisa diconfigure langsung dr web servernya >> (caranya ya tergantung pake web server apa), atau pake script atau app >> yang menghandle domain/virtual host tsb dan memberi response secara >> programmatic (misalnya cuma redirect pada jam2 tertentu atau apa lah). > > Thanks. > Sebelum ini saya cuman tau redirect dengan java script. > > Tapi http redirection itu kan cara yang dipakai fast2host.com, > sedangkan yg saya tanyakan adalah cara yg dipakai oleh > freedns.afraid.org. Apakah mereka juga pake http redirection? > > Saya bertannya seperti ini karena freedns adalah layanan DNS, jadi > saya ga kepikiran kalo forwarding yg mereka sediakan hanyalah trik > http saja. > > Dan btw, sekali lagi, saya 100% paham kalo http dan dns adalah barang > yg berbeda. > >> >> *) DNS bisa sih buat yg laen, seperti SPF di TXT record, tapi >> disederhanakan biar lebih jelas. >> >> Ronny >> >> -- >> FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab >> Unsubscribe: kirim email ke [email protected] >> Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis >> >> > -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [email protected] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
