On Tue, 26 Oct 2010, Ronny Haryanto wrote:

> 2010/10/26
Ronny Haryanto <[email protected]>:
> > Koreksi sedikit,
itu di atas yg saya bilang salah. Jadi masalahnya pada waktu SOURCES
dipake di rsync tanpa tanda kutip:
> >
> > rsync -a
$SOURCE $DST
> >
> > ketika dijalankan oleh bash
(karena scriptnya pake bash) si bash akan mengexpand isi $SOURCES dan $DST
jadi:
> >
> >  rsync -a
/mnt/SOURCES/file 1 /mnt/SOURCES/foo /var/BACKUP/whatever
>
>
> > Sedangkan kalo pake quotes:
> >
>
>  rsync -a "$SOURCE" "$DST"
>
>  rsync -a "/mnt/SOURCES/file 1"
"/mnt/SOURCES/foo" /var/BACKUP/whatever
>
> Wah
ternyata masih salah juga, hahaha, maklum masih belajar. Mohon diignore
aja yang saya tulis di atas.

glob expansion dilakukan bash saat
assignment (VAR=PARAM). oleh karena saat itu lokasi tersebut sudah menjadi
mount point remote filesystem, maka isi variabel SOURCE sesuai isi
direktori saat itu.

ini membuat argumen untuk rsync jadi tidak
seperti yang diinginkan, seperti bang ronny tulis diatas. kalo pake quote
variabel-nya maka oleh shell dianggap satu token (invalid source).

coba skripnya diubah sedikit (tanpa variabel $SOURCE):

rsync -vaHi --partial /mnt/SOURCES/ "$DST"/

salam
-- 
|===[ Yudhi Kusnanto ]=============|
|===[
STMIK Akakom ]===============|



-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [email protected]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke