2010/9/17 Hans Wiriya T <[email protected]>:

>>
>> kvm maupun xen bisa menjalankan OS selain Linux, misalnya Windows.
>> Kalau Mac saya belum coba tapi semestinya bisa juga.
>>
> ya maklumlah mata tua ini kdg sulit diajak kompromi :D
> xen/kvm lbh bagus dr vbox? sy perlu jalankan win dan mac di virtual, utk
> test sistem.

Ini ada penjelasan perbandingan full dan para virtualization dari
senior saya mas Adi Nugroho untuk case VirtualBox dan Xen, mungkin
bisa bermanfaat.

    Virtualbox itu full virtualization.
    Jadi, dia memvirtualisasi seluruh hardware untuk si guest.

    Kelebihannya:
    OS guest sama sekali tidak tahu kalau dia jalan di atas mesin
virtual. Dia kira dia jalan di atas hardware betulan.
    Alhasil, hampir semua OS bisa jalan di atas virtualisasi penuh ini.

    Kekurangannya:
    Karena semua divirtualisasi penuh, jadi siguest ngomong pake
bahasa hardware, diterjemahkan ke bahasa aplikasi sama virtualbox,
lalu diterjemahkan lagi ke bahasa hardware, maka full virtualization
macam virtualbox ini makan resource besar.

    Xen itu paravirtualization.
    Daripada guest ngomong dengan bahasa hardware, diterjemahkan
menjadi bahasa aplikasi, lalu diterjemahkan kembali ke bahasa
hardware, mending baik host maupun guest di-custom kernelnya agar
ngomong dengan bahasa yang sama, sehingga lebih cepat.

    Kelebihannya:
    Lebih cepat, hemat resource.
    Kekurangannya:
    Lebih sedikit OS yang disupport

    Ada lagi OS level virtualization, seperti openvz.
    Yang ini paling cepat dan paling hemat resource. Karena si guest
tidak perlu kernel. Dia jalan menggunakan kernelnya si host. Alhasil,
semua guest bisa saling sharing memory (kalau kita perbolehkan). Kalau
di full virtualization dan paravirtualization, ram host harus lebih
besar dari total alokasi ram guest, maka di os level virtualization
tidak.
    Jalankan 100 mesin virtual dengan RAM beberapa GB pun bisa.

    Kelebihan:
    amat sangat hemat resource.

    Kekurangan:
    Guest dan host harus OS yang sama, walaupun boleh beda distro.

    Kesimpulan:
    Use the right tools for the right job.
    * Kalau baik host maupun guest semuanya linux, gunakan os level
virtualization
    * kalau os mulai beragam (misalnya ada linux, ada windows),
gunakan paravirtualization.
    * kalau hanya untuk coba coba, atau hanya untuk
memamerkan/mempertunjukkan ke siswa, atau os guest tidak disupport
oleh paravirtualisasi, gunakan full virtualization.

    Kesimpulan dari kesimpulan:
    Yang bapak lakukan sudah benar.
    Pakai virtualbox sudah cukup.

Selengkapnya disini :

http://vavai.com/2010/01/25/teknologi-virtualisasi-virtualbox-xen-hypervisor-full-virtualization-paravirtualization/

-- 
Best Regards,

Masim "Vavai" Sugianto
/************************************************************/
Blog (ID)                                  : http://www.vavai.com
Excellent Infotama Kreasindo    : http://www.vavai.biz
Training Zimbra 02-10-2010       : http://bit.ly/cYhPkJ
/************************************************************/

--
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [email protected]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke