Sebetulnya saya sudah berhasil me-route koneksi internet dengan
menggunakan serangkaian perintah iptables, tetapi semua alamat client
di subnet mengalami nat menjadi alamat gateway/router. Ini sangat
disayangkan mengingat kita sudah memiliki jatah IP kelas B yang
walaupun di-firewall, sangat berguna jika akan digunakan untuk membuat
server.

Informasi di internet mengenai pembuatan router jenis ini (mohon maaf
saya tidak tahu namanya) boleh dibilang hampir tidak ada, tetapi saya
menemukan gambaran solusi alternatif yaitu dengan menggunakan routing
daemon. Saya memilih Bird karena sudah memiliki support ipv6 (walaupun
harus di-build menjadi dua program terpisah untuk support ipv4 dan
ipv6).

Saya menggunakan konfigurasi default seperti contoh, dengan route
mengimpor dari kernel. Tetapi hal ini gagal, data terus masuk dari
interface input, dan tidak diteruskan ke jaringan luar, tidak ada
balasan dari inang luar yang dikontak.


NB:
Sebagai 'pseudo-gateway-gagal' saya menggunakan laptop yang terkoneksi
dengan jaringan lokal melalui eth0, dan jaringan kampus melalui wlan0.
Saya juga men-set dhcpd dan dhcp6d. Saya berharap bisa mendapat
jawaban secepatnya, karena kesempatan saya menjadi maintainer gateway
hanya datang pada saat server gateway yang sebenarnya rusak :p.


Regards,

Helmi FN
[email protected]


-- 
Kekejamanmu menjadikanmu tampak indah di mataku, Ryougi Shiki...

-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [email protected]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke