Tukang Internet wrote: > Zaki Akhmad wrote: >> Wah jangankan ke format .doc! Saya yang bekerja dengan Open Office di >> Linux pun kesusahan mengenai tampilan ketika rekan kerja seaya >> menggunakan Open Office yang berjalan di Windows. Dari sisi tampilan >> memang akan berbeda! Apalagi apabila huruf yang digunakan tidak >> tersedia di Open Office Linux. >> > Mengenai font, sebenarnya bukan menjadi masalah. > Silahkan install font-font windows pada Linux kamu. > si OOffice otomatis akan mengenal font windows pada linux. > Usahakan jangan menggunakan Times New Roman. Kalau boleh gunakanlah yang memang disediakan oleh distro tersebut sebagai font standarnya. Sebagai penyesuaian, di Windows harus menyesuaikan hurufnya dengan yang di Linux. Jadi, bukan linux yang menyesuaikan tapi yang di windows. CMIIW. O-ya, jangan gunakan fitur-fitur yang hanya tersedia di Word untuk digunakan di Writer. Pasti gak akan sesuai. Kalau cuman untuk didistribusikan, bukan untuk diedit lagi, sebaiknya langsung dieksport ke PDF dari writer yang di linux. Oke?
-- Indra Sutriadi Pipii Masjid Darul Abrar Jl. Panjaitan, samping DPW PAN, Limba UI Kota Selatan Gorontalo 96000 HP. +6285256042604 Homepage: http://indraxyz.info Blog: http://blog.indraxyz.info -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
