On Wed, Oct 18, 2006 at 09:50:57PM +0700, pinguin wrote:
> On 10/18/06, Ronny Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> >Kemungkinan besar root filesystemnya yg dimount adalah yg disediakan
> >oleh CD, bukan dari live system anda yg ada di harddisk.
> >Anda mount dulu filesystem di mana /etc/passwd berada. Misalnya kalo
> >ada di root filesystem (/) dan root filesystemnya ada di partition
> >/dev/hda3 ya mount lah /dev/hda3 itu ke suatu tempat dulu, katakanlah
> >/mnt/tmp. Abis itu 'chroot /mnt/tmp /bin/bash', lalu 'passwd', kalo
> >sukses lalu 'exit', 'umount /mnt/tmp', 'reboot', keluarin CD-nya.
> >
> 
> Makasih atas panduannya, Skr udah sukses. Thanks.
> Tapi aku ingin tahu perintah2 tadi :
> chroot /mnt/tmp  /bin/bash itu teh apa tujuannya? kalo aku baca
> manualnya berarti kita  jadiin /mnt/tmp ini jadi / ya? kmudian
> ngejalanin /bin/bash. Bisa dijelaskan lagi?

Betul, butuhnya menjadikan /mnt/tmp sebagai / adalah (1) hanya
sementara aja (waktu singkat) dan/atau (2) utk program tertentu saja
dalam lingkungan terbatas.

Dalam kasus ini alasannya terutama adalah (1), untuk menjalankan
passwd dengan situasi seakan2 /mnt/tmp adalah /, supaya gak repot2
ngedit /etc/shadow secara manual jadi "bohongin" aja si bash/passwd
(dan program2 lain yg dijalankan dr bash session itu).

Banyak contoh kasus lain di mana chroot lebih umum digunakan untuk (2)
ketimbang (1) untuk keperluan security, silakan google dengan
keywords: chroot jail.

Ronny

Attachment: signature.asc
Description: Digital signature

Kirim email ke