Maaf, bukan nya membela diri. Hanya saja kembali ke tujuan semula.
Kalo ingin memasyarakat, ya pake-lah format CD (walau repot ganti CD
saat install... seberapa repot ya ?8*. Saya sendiri pake slackware 10
dgn 2 CD ga repot tuh, apalagi bisa install via network)
Sepertinya sih penggunaan DVD balik ke masalah ekonomis
Ya memang jadi ada yg harus dikorbankan, yaitu yang belum pada pakai
DVD-rom :)
DVD secara ekonomis dan secara teknologis memang tepat. Tetapi sdr Hari
bahkan memilih install lewat network? Apakah malah tidak lebih mahal dan
tidak lebih merakyat? Setiap mo install linux saya harus ke rumah Hadi
untuk install lewat network karena saya ngga punya DVD rom? Ingat
pengguna telepon celuller di Indonesia sudah bejibun, apakah harga drive
DVD lebih mahal dari sebuah telepon celuller?
Saya rasa orang Indonesia itu memang arogan, selalu merasa ekonominya
lemah. Kalo negara-negara Asia pada arogan dengan kelemahan ekonominya
maka bangsa asia tinggal kenangan, tidak akan seperti saat ini RISING ASIA.
Rudy.
--
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis