On 8/25/06, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On Thu, Aug 24, 2006 at 10:04:28AM +0700, agus wrote:
> kenapa terlalu memikirkan dukungan komersil kalau kita bisa lakukan
> sendiri..?
tidak semua bisa melakukan sendiri. selamat datang di dunia nyata.
saya setuju dengan mas adi, kebanyakan perusahaan (enteprise level)
perlu availability, nah untuk mendapatkan availability yang hampir 100
% otomatis butuh support komersil. Mungkin kita bisa melakukan nya
sendiri, tapi butuh berapa lama?
> jangan sampai timbul paradigma baru yang memunculkan pemikiran sempit
> terhadap OpenSource yg berarti gratis trus tidak perlu beli lisensi..?,
bila
> ada masalah tinggal panggil dukungan komersil? outsourcing..? lalu rakyat
> ini pun kembali menutup matanya dan tidur ...
opensource itu bukan berarti gratis, tapi source code yang terbuka
(bisa didownload dan dilihat). redhat contohnya.
> ..bahkan mereka tidak akan pernah peduli lagi bila seandainya suatu saat
> Linux dan FreeBSDpun berubah menjadi Closed Source.....
maaf semuanya, saya tidak membela siapa siapa. Tetapi ada
kecenderungan saya lihat, orang-orang linux itu cenderung lebih arogan
(sombong). banyak yang menganggap kalau dia sudah tau linux, dia
adalah yang terhebat. sering menganggap sepele terhadap admin windows
misalnya. (Ini pendapat pribadi, berdasarkan ke diri sendiri juga)
tapi kembali lagi ke masalah awal, bagusan mana freeBSD dan Linux.
jawaban saya hampir sama seperti teman2 lainnya. tergantung man behind
the machine. Windows juga bagus kalau kita pandai menggunakannya :)
--
Linux can help figure out stuff that make me feel like a complete IDIOT
--
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis