Sorry baru nongol lagi, tapi saya ikutin kok perkembangan,.. ttg isu UKM tutup, saya banyak membaca dari tulisan2 teman2 dan dosen kayaknya dimilis in banyak dedongkotnya aktifis UKM,..(buktinya smpe 30 reply ttg topik ini) hayoo teman2 dr UKM Jurnalistik buat suatu tulisan ttg topik ini...
sy mau komen aja: 1) bahwa tdk semua mahasiswa mau ber UKM, dan sebagai aktif UKM, kita tdk perlu memaksa mereka juga berUKM.(yah kata pak wing, kl dipaksakan kan kita berdosa sama eyang almarhum Soeharto. hehe..he, mungkin tantangannya kita harus me-desain ulang, kalo mau seminar kira-kira judulnya seperti ini, (sedikit keren dan ilmiah begitu loh) "Reinventing Unit Kegiatan Mahasiswa in globalization era) 2) tulisan pak rudy badrudin tentang bagaimana mengubah paradigma lulusan STIE YKPN menjadi pencipta lapangan kerja, setuju bangeet,..biar alumni STIE YKPN yang tidak berorganisasi (alias ber UKM) bisa bekerja di perusahaan alumni yang ber UKM. karena pasti yg sdh ber UKM punya keberanian, talenta, pengetahuan, untuk membuka pekerjaan bagi teman-teman kuliahnya. Masalah modal, yah STIE YKPN bs membuka BPMA (Badan perkreditan mahasiswa & alumni) COntohnya nyata ada mas oqez dgn OWN cafe, trus teman2 UKM Fotografi kl tdk salah punya studi foto, UKM jurnalistik dengan free magazinenya (walupun belum berhasil), kalo di UGM ada radio SWARA GAMA, masa di STIE YKPN gak... 3)sebagai alumni, sy yakin dosen jg tdk ada maksud anti terhadap UKM, tdk semua dosen "melarang" mahasiswa ber UKM, karena menganggap ukm hanya "wasting time", kl ada dosen yg anti dgn ukm itu sy pikir mungkin dulu waktu menjadi mahasiswa dosen itu adalah tipe mahasiswa "bureng" --. buru IPK tinggi, krn memang orientasinya adalah lulus dengan nilai baik, cari kerja atau kalo tidak keterima kerja yang kuliah lagi (heheh seperti saya),..tapi sst, sy dulu begini2 mantan ketua UKM loh..cuman nasib hidup aja sekolah terus,.. jadi tdk usahlah semua mahasiswa di "suruh" ber UKM, karena setiap individu berbeda-beda orientasinya. biar lah yg tdk ber UKM kita rekruit menjadi karyawan :) dan kita gaji h..he..he so..kl mau adain diskusi dikampus, yah sy cuman diskusi dr jarak jauh hehhe walau kadang kangen juga ke STIE YKPN,..( tdk sombong, dari sekian kali berkeliling ke kampus2 di seluruh indonesia, tdk ada kok yg kalahkan ke-kerenan kampus kita,..dan kecanggihan yg dimilikinya,. tp sayang kl di wawancara sama HRD, begitu ditanya lulusan dr mana STIE YKPN, kok masih pada tdk kenal yah,..kiranya itu sekolah yg dihotel-hotel itu lohhh,...dianya aja kali yg kurang gaul,..:P) andi nur bm quezon city, metro manila, PH On Nov 17, 7:06 pm, [EMAIL PROTECTED] wrote: > Sebenernya kampus pingin gak sih kalo UKM pada hidup ?? Kalo pingin ya tolong > donk jangan cuman para pengurus ukm-nya aja yg berjuang utk menghidupkan dan > mencari regenerasi.. > Dosen2 Semua kalo bisa terlibat secara tidak langsung..pada saat mengajar kan > bisa saja semua dosen memberikan ceramah tentang sekilas manfaat UKM kepada > mahasiswanya..pastinya secara otomatis mereka mendengarkan .. sesering > mungkin para dosen memberikan informasi ttg sekilas UKM kepada mahasiswa > dikelas saya yakin itu akan sangat membantu proses regenerasi UKM2 yang ada > dikampus kita..dan tentu saja para pengurus UKM harus serius dalam > menjalankan UKM2-nya masing2.. > > Hayoo buruan bergerak...sebelum ruang2 UKM itu dialih-fungsikan oleh pihak > kampus untuk disewakan kepada pihak2 luar..mungkin bisa dijadikan kios > voucher..toko handpone..travel agent..atau pusat perkantoran :D > hehehehehe..kan lumayan tuh buat tambah2 pemasukan KAmpus kita > tercinta..bayangkan saja kalo per-UKM disewakan pertahun 15juta kepada pihak > luar..hmmm...dikalikan berapa ruangan tuh terus berapa > tahun..wahh...menyenangkan sekali..bener2 SEKUL OF BISNIS..hehehehehehe > > Sepertinya kalo UKM berprestasi pihak kampus bangga dan bertepuk tangan > gembira..tapi kalo UKM pada sekarat..ya kaya gini nih...basa basi ini dan itu > ..ntah itu beneran atau sekedar berpura2 peduli.. > > Pingin rasanya membandingkan antara pengurus2 STIEYKPN yang dulu dan yang > sekarang...khusus tentang perhatiannya terhadap UKM..yah,,,dulu > menyenangkan..menyenangkan sekali.. > Tahun 1997 kalo tidak salah pernah saya ingin maju kepengurus STIE YKPN utk > usul bagaimana jika Kopma dinon-aktifkan.. dikarenakan sepi regenerasi ...Mas > Seno gondrong dan Heri Olin dengan santai menjawab...kowe ora isin gek nek > misale sesok2 ditahun 2000-an ada mahasiswa yg bertanya.."kok kopma gak ada > sih dikampus ini?" terus pada dijawab sama para dosen...oh iya..tutup pada > saat kepengurusannya oghex...intinya yang saya tangkap adalah...berjuanglah > gek..selesaikan dan cari solusi yg terbaik utk membangun ukm-mu jangan pernah > menyerah..Alhasil...berkat kerjasama dengan para pendahulu2 atau senior2 > kopma dan PK III (Mr.WWW and sekretarisnya Mr.Efer...oh iya..pak efer gimana > kabarnya pak wing ??? duh kangen..dulu sering gak sepaham sama beliau..tapi > kangen aku sekarang) serta team kopma yg penuh semangat kami dapat hidup > kembali ..setidaknya jalan dengan lebih baik.. > > Hubungan mahasiswa dengan para dosen sekarang terasa sangat jauh...(tapi gak > tau deh kalo hubungan mahasiswi dengan para dosen..heheheheh..) sehingga > akhirnya komunikasi diluar kelas jadi pasif..Kalo para senior atau alumnus2 > ukm turun utk membantu apakah para dosen2 juga akan ikut membantu ???? atau > mereka para dosen sibuk dengan urusannya masing2..karena masih banyak hal2 yg > lebih penting utk dibahas dan dilakukan...coba aja kita liat...rasa2nya > masalah ini hanya sekedar pembquezqu3ahasan dimilis.. "Talk Only No Action" --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
