Market global kembali disuguhkan volatilitas perdagangan yang tinggi sejak
sebulan kemarin. Sebagian traders merasa kewalahan menghadapi volatilitas
dengan pendekatan 'risk on, risk off' yang demikian cepat, sebagian traders
yang lain justru mendapatkan kesempatan profit perdagangan yang paling mudah
dan konsisten dengan mengikuti irama 'fear gauge' atau level kekhawatiran
investor yang bergerak bak roller coster dari satu hari ke hari yang lain,
dari satu tempat ke tempat yang lain.

Satu hal yang menjadi pegangan mengelola 'fear gauge' dan memanfaatkan
volatilitas perdagangan global/regional dan imbasnya secara lokal adalah
menyadari untuk persepsi pasar yang lebih panjang 1 minggu atau 1 bulan ke
depan, bahwa pasar disadari atau tidak telah bergerak secara psikologis
mengantisipasi hal-hal buruk jauh lebih dulu melampaui kejadian buruk yang
'technically speaking' probabilitas terjadinya justru semakin kecil. Kenapa?
Alasan paling simpelnya, sebab sudah terlalu sering dibicarakan! :d Yang
terjadi adalah pre-kondisi untuk kondisi yang sudah bisa disaksikan jika
mental block volatilitas dapat dikelola lebih baik. Ekses dari phobia krisis
global 2008 memainkan peran yang signfikan kepada psikologis market yang
kini selalu mendiskon peristiwa buruk jauh lebih dahulu melampaui kejadian
dengan kecenderungan out-of-proportion.

Uniknya, implikasi volatilitas yang negatif dalam satu hari perdagangan,
justru dihasilkan dari hal-hal yang tidak banyak dibicarakan, seperti
'misleading reaction' terhadap Italia yang tiba-tiba muncul ke permukaan.

Apapun ceritanya, yield obligasi tenor 10 tahun AS tidak sekalipun jatuh ke
bawah 2,5% dan 'fear gauge' indikator volatilitas option (VIX) tidak pernah
beranjak jauh dari angka 20, di mana level 30-40 seharusnya ditembus, bahkan
dengan bayangan kondisi yang menakutkan karena dowgrading credit rating AS
dan debt-ceiling deadlock, bukan?

Lebih menggelitik lagi, fakta bahwa:

Why Wall Street doesn't seem worried about default As US default nears, Wall
Street shrugs: What's the logic behind the response?
http://finance.yahoo.com/news/Why-Wall-Street-doesnt-seem-apf-374691165.html?x=0&sec=topStories&pos=main&asset=&ccode=

Satu langkah yang paling logis di tengah volatilitas semacam ini adalah,
men-set timing the market yang tepat, dan memanfaatkan setiap price weakness
sebagai buying opportunity.

'+'

Kirim email ke