1. BBM murah memicu orang untuk membeli kendaraan semakin banyak. Efeknya jalan semakin macet, udara semakin terpolusi. Jalan yang semakin macet malah membuat ekonomi melambat karena biaya transportasi menjadi tinggi ditambah biaya waktu.
2. Saat ini APBN sudah defisit sehingga pemerintah rajin bikin lelang SUN. Jika subsidi dicabut maka bisa mengurangi beban APBN. 3. Sudah beberapa tahun harga premium tidak naik-naik, sedangkan harga minyak dunia saat ini sudah hampir 100 USD. Saat ini Indonesia bukanlah negara eksportir minyak tetapi importir minyak. Posisi seperti inilah yang membuat Indonesia keluar dari OPEC (kalau tidak salah tahun lalu atau 2 tahun lalu). 4. Menurut hitung-hitungan para ahli, subsidi BBM sebagian besar dinikmati oleh golongan ekonomi menengah ke atas yang mampu memiliki kendaraan pribadi. Golongan ekonomi ini jumlahnya jauh lebih kecil dibanding golongan ekonomi menengah ke bawah. Jika subsidi BBM digantikan dengan subsidi lain yang lebih berpihak kepada golongan ekonomi menengah ke bawah maka akan lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan juga pemerataan ekonomi. Saya terpikirnya jenis subsidi seperti subsidi pertanian, subsidi transportasi, subsidi peternakan, asuransi kesehatan. 5. Korupsi sedang diusahakan untuk dikurangi, paling tidak yang saya lihat sedang dikerjakan oleh Kementrian Keuangan dan KPK. Kementrian Keuangan ini juga yang mengusahakan supaya belanja pemerintah menjadi efektif. Saat ini yang terjadi adalah belanja pemerintah yang terlalu kecil sehingga anggarannya menjadi mubazir alias tidak terpakai dan muncul fenomena lucu yaitu pemerintah daerah membungakan uang anggaran di SBI yang hampir sama artinya dengan pemerintah membungakan uangnya sendiri di bank miliknya sendiri dengan beban bunga yang ditanggung sendiri. Uang anggaran tidak akan berguna jika tidak terpakai. Untuk negara berkembang seperti Indonesia justru belanja pemerintah harus ditingkatkan terutama untuk membangun infrastruktur seperti jalan, pembangkit listrik, jembatan, dan sarana transportasi. 6. Cetak uang akan mengakibatkan banyak masalah yaitu inflasi dan pelemahan nilai tukar. Bagi beberapa ekonom, kebijakan QE1 dan QE2 yang dilakukan di USA tidak memecahkan masalah ekonomi di sana karena pertumbuhan ekonomi masih rendah dengan tingkat pengangguran yang tinggi. Efeknya malah menimbulkan masalah baru yaitu inflasi karena harga pangan dan komoditas (termasuk minyak) yang naik karena menyesuaikan dengan nilai tukar USD yang melemah. --- In [email protected], Susanto Salim <susanto.salim@...> wrote: > > Pak, bisa diberi gambaran gak buat newbie seperti ane, tentang mengapa > mencabut subsidi itu baik? > > Kalo menurut saya cabut subsidi kan artinya pemerintah punya duit lebih > untuk dibelanjakan, bisa bangun macem2 yang diharapkan bermanfaat buat > rakyat. Kalau subsidi tidak dicabut, bukankah si duit itu sudah dirasakan > langsung manfaatnya buat rakyat. Rakyat yang menerima subsidi bisa > memutuskan sendiri duit lebih (Akibat hemat beli bensin) itu mau > dimanfaatkan untuk apa, bisa buat belanja,yang akhirnya meningkatkan ekonomi > dan membuka lapangan kerja karena si pabrik cuan jadi bisa ekspansi, atau > ditabung yang pada akhirnya bisa juga disalurkan oleh bank ke yang > membutuhkan. Dalam hal subsidi dicabut kita menyerahkan kepada pemerintah > bagaimana sebaiknya uang ini dibelanjakan, nah apakah pemerintah tau mana > yang lebih baik buat rakyatnya dibanding rakyat sendiri? > > Kalau dianggap tidak tepat sasaran karena hanya dinikmati orang kaya, apakah > ada hitung2an nya? Dengan logika yang sama dengan di atas bukankah subsidi > terhadap wong sugih pun akhirnya akan membuat doi belanja lebih banyak > (karena punya duit lebih) dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi > juga. > > kalo alasannya sekedar biar apbn sehat mah mengapa gak belanjanya pemerintah > atau korupsi nya aja yang dikurangin. Kalo cetak duit terus kayak america > termasuk subsidi juga kali ya...minimal subsidi bunga, biar bunga rendah. ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
