BlackRock salah satu 'fund manager' terkemuka di dunia yang menepatkan $35
miliar atau Rp350 triliun dananya di saham-saham 'mining' mengatakan Selasa
kemarin bahwa mereka 'bullish' untuk 'hard commodities' khususnya 'coal.
BlackRock juga di antaranya memegang porto 'free float' saham ELSA yang
masuk kategori LQ-45.

Catherine Raw, 'fund manager' BlackRock Investment Management UK
menyampaikan pandangan institusinya pada konferensi di Jenewa kemarin yang
menggambarkan secara umum hambatan suplai 'hard commodities' dan
'rebound'-nya permintaan pasar. Catherine menyatakan, "Our view as a
commodities team is that this is a sustainable structural change in
commodity demand and one which will require higher prices to incentivise new
supply."

Meski BlackRock meyakini 'upside risk' atau potensi kenaikan untuk tembaga
('copper'), BlackRock memandang nikel dan aluminium akan mengalami tekanan
('downside risk) ke depan. BlackRock juga 'confident' terhadap India sebagai
konsumer 'thermal coal' dan menyatakan bahwa instalasi produksi tambang di
seluruh dunia masih berjuang untuk dapat memenuhi permintaan pasar atas
sejumlah 'hard commodities'. Selain itu tindakan OPEC untuk menjaga harga
minyak di level $70-80 akan menjaga kesinambungan ('sustainability') harga
komoditas untuk jangka waktu yang lebih panjang dari volatilitas yang
terjadi pada tahun 2008.

http://www.blackrock.co.uk/AboutUs/Overview/index.htm?

'+'

Kirim email ke