Cerita yang membangkitkan semangat hidup.. Salute!

@ItsJuliusSin
pm: [email protected]
pm: [email protected]
stay foolish, stay Hungry -SJ-

-----Original Message-----
From: Alit Suwirya <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 30 Jan 2011 16:09:48 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay 
PINK.

wow, luar biasa




________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Ming, 30 Januari, 2011 14:55:30
Judul: Re: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay 
PINK.

  
Ahhh honto ... 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  [email protected] 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 30 Jan 2011 07:49:16 +0000
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay 
PINK.
  
Om rapunzel OOT : Out Of Topic. 

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
________________________________

From:  [email protected] 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 30 Jan 2011 07:34:34 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay 
PINK.
  
OOT? What is it??
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  Jin Tomang <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 30 Jan 2011 14:33:24 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay 
PINK.
  
salah satu OOT terbaik selama saya join milis ini selama 2 tahun

thanks atas sharignya


2011/1/30 heru <[email protected]>

Nice sharing om, thanks
>
>Sent from my BlackBerry®
>powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
>
>-----Original Message-----
>From: [email protected]
>Sender: [email protected]
>Date: Sun, 30 Jan 2011 03:46:37
>To: <[email protected]>; <[email protected]>; Ugi bro 
>Setiadi<[email protected]>
>Reply-To: [email protected]
>Subject: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay 
PINK.
>
>
> Jalan hidup tak bisa ditebak. Sriyono, seorang mantan miliarder, kini 
> berjualan 
>siomay keliling. Namun, berkat penampilannya yang eksentrik, predikat 
>miliarder 
>itu tampaknya bakal kembali disandangnya.Menjadi penjual siomay keliling 
>dengan 
>pakaian dan aksesori serba pink membuat Sriyono terkenal, terutama di dunia 
>maya. Mantan miliarder itu juga pernah menjadi bintang tamu di sebuah stasiun 
>televisi. Bahkan, ada yang menawari bermain sinetron. Semua itu dia lakukan 
>demi 
>bisa bertemu anaknya.Minggu lalu (16/1) INDOPOS menelusuri rute jualan Sriyono 
>di kawasan kelas menengah ke atas di Jalan Gandaria Tengah, Jakarta Selatan, 
>tak 
>ada orang yang tahu namanya. Tapi, ketika disebut nama Siomay Pink (barang 
>dagangan Sriyono), kebanyakan warga yang ditemui mengenali. Mulai sopir bemo, 
>satpam, tukang ojek, hingga anak-anak.Siomay Pink juga menjadi identitas pria 
>asal Klaten, Jawa Tengah, itu di dunia maya. Mesin pencari Google menyebut 
>83.500 hasil yang merujuk pada usaha siomay yang dijalankan Sriyono sambil 
>berkeliling di atas sepeda pink.Sriyono menjadi topik hangat di kalangan 
>komunitas entrepreneur. Sebab, selain berjualan dengan kostum dan perlengkapan 
>mencolok serbapink, kegigihannya dalam berwirausaha menjadi inspirasi 
>tersendiri.’’Mungkin karena saya dianggap nyentrik. Itu saja. Tapi, entahlah, 
>saya nikmati saja momen-momen ini,’’ ujarnya sambil melayani pelanggan. Dia 
>pun 
>meracik bumbu siomay dari panci pink yang terikat di belakang sepeda pink yang 
>telah dimodifikasi dengan sejumlah kotak kayu yang juga berwarna pink. Di 
>depan 
>sepeda itu terdapat dua keranjang pink dengan dua teddy bear pink terduduk di 
>dalamnya.Sriyono juga mengenakan kaus pink, bercelana pendek pink, topi pink, 
>serta jam dan bahkan anting pink Namun, di balik penampilan nyentrik itu, 
>tersimpan kisah perjuangan hidup yang cukup berliku.Kisah sukses Sriyono 
>dimulai 
>pada 1969 ketika pria kelahiran Klaten, 21 Juli 1954, tersebut merantau ke 
>Jakarta untuk menjadi sales mobil. Ketika itu, tiba-tiba saja dia sangat gemar 
>pada siomay dan memutuskan untuk belajar cara membuat makanan itu. Dia lantas 
>berguru pada seorang keturunan Tiongkok asal Pulau Bangka.Dialah yang 
>mengajari 
>Sriyono membuat siomay. Setahun penuh Sriyono bekerja tanpa digaji untuk 
>mendapatkan resep rahasia sang penjual siomay itu. Beberapa tahun kemudian, 
>sang 
>guru meninggal dan mewariskan usaha Siomay kepada Sriyono. Pada 1980-an, 
>Sriyono 
>memberanikan diri memulai usaha siomay keliling di Jakarta dengan modal 
>patungan 
>dengan beberapa teman.Berbagai cara ditempuh untuk membesarkan usaha tersebut. 
>Mulai membikin armada siomay sepeda keliling sampai mendirikan warung-warung 
>kecil. Puncak sukses diraih pada 1996 ketika dirinya berhasil membuat outlet 
>di 
>salah satu mal elite di ibu kota, yakni Plaza Senayan.Sriyono adalah pendiri 
>dan 
>pemilik outlet Siomay Senayan dengan beberapa cabang. Pendapatan bisnisnya 
>ketika itu mencapai Rp 2 miliar per tahun. Dia menikmati sukses berjualan 
>siomay 
>dengan berstatus bujangan. Sriyono mengenang, tinggal di ibu kota dengan duit 
>melimpah ketika itu bagai hidup di surga.Bahkan, bisnisnya sangat kuat 
>sehingga 
>ketika krisis 1998 menerpa modalnya tidak berkurang. Tapi, dia justru masih 
>bisa 
>mendirikan outlet di beberapa tempat lain. April 1999, Sriyono memutuskan 
>untuk 
>mengakhiri masa lajang dan menikahi putri seorang polisi.Pernikahan yang tidak 
>direstui orang tua sang istri itu kemudian menjadi bom waktu bagi kehidupan 
>Sriyono. Pertengkaran demi pertengkaran pun terus muncul sehingga konsentrasi 
>Sriyono pada bisnisnya mulai berkurang.Ketika itu, dia menjadi satu-satunya 
>pengusaha siomay yang meneken kontrak dengan gerai waralaba Kentucky Fried 
>Chicken (KFC). Dia menyuplai siomay di puluhan gerai KFC di Jakarta yang 
>ketika 
>itu memiliki menu khusus siomay.Namun, persoalan rumah tangga yang tak kunjung 
>selesai pelan-pelan membuat manajemen bisnisnya kolaps. Akhirnya, Sriyono 
>terpaksa menjual hak paten Siomay Senayan dan usahanya pun gulung tikar. Awal 
>2004, setelah 4 tahun 7 bulan berumah tangga dan dikarunia dua anak, yakni 
>Peksi 
>Safira Miradalita (kini 11 tahun) dan Pramesti Dewi Angelita (kini 10 tahun), 
>sang istri menggugat cerai Sriyono. ’’Saya ingat. (Saat itu) hanya baju yang 
>melekat di badan yang saya miliki,’’ kenangnya sambil menerawang.Setelah 
>perceraian, sang istri kemudian mengasingkan diri dan membawa serta dua anak 
>Sriyono. Sejak itu dia pun tidak pernah lagi bertemu dua buah hatinya. Dalam 
>kondisi bangkrut, Sriyono sempat ditampung mantan rekan-rekan bisnisnya.Dia 
>pun 
>sempat mendapat bantuan modal dan berusaha merintis lagi usaha siomay 
>kelilingnya mulai nol dengan konsep awal, yakni belasan armada siomay 
>keliling. 
>Tapi, pada 2008, usaha itu lagi-lagi bangkrut. ’’Saya selalu ingat anak saya 
>dan 
>rindu yang tidak tertahan membuat saya sulit berkonsentrasi,’’ katanya. 
>Kegagalan kali ini membuat Sriyono tertekan.Dia pun memilih menjadi 
>gelandangan 
>dan tinggal di jalanan kotakota Jakarta. Tiap malam, dia tidur berpindah- 
>pindah, dari halte bus ke kolong jembatan dan dari pinggir jalan ke 
>masjidmasjid. Hingga 2009, Sriyono memilih menetap di Masjid Al Bina di 
>kawasan 
>Senayan.Setelah beberapa minggu tinggal di sana, tiba-tiba dia mendapat 
>bantuan 
>modal dari seorang jamaah pengajian yang mengetahui latar belakang dirinya 
>sebagai pengusaha siomay. ’’Waktu itu saya diberi modal Rp 1 juta untuk 
>memulai 
>bisnis lagi,’’ katanya.Awal 2010, Sriyono pun sudah memiliki gerai siomay di 
>mal 
>Pasaraya Blok M yang bernama Siomay Maestro. Namun, lagi-lagi karena tinggal 
>kesepian dan rindu kepada dua buah hatinya, konsentrasinya dalam berbisnis 
>terganggu. Dia pun kembali bangkrut. Sampai saat ini, Sriyono masih berutang 
>kepada manajemen Pasaraya Rp 13 juta.Di ambang keputusasaan, sebulan menjelang 
>bulan puasa 2010, dia memutar otak dan mendapat ide brilian. Yakni, kembali 
>memulai usaha siomay keliling, tapi dengan tampilan yang eksentrik.Diharapkan, 
>ketika dia menjadi eksentrik, sang anak akan mengetahui dan dirinya dapat 
>bersua 
>dua buah hatinya setelah lima tahun berpisah tanpa kabar itu. Sriyono pun 
>memutuskan mengenakan warna pink sebagai seragam berjualan. Pernak-pernik pink 
>pun dikenakan untuk berdagang keliling.Dia juga berusaha tampil di setiap 
>momentum di mana publik Jakarta banyak yang berkumpul. Sriyono akhirnya 
>dijuluki 
>’’maskot’’ dalam even Hari Bebas Kendaraan alias Car Free Day yang 
>diberlakukan 
>sebulan sekali di jalan protokol Jakarta. ’’Semakin banyak orang yang kenal 
>saya, kesempatan untuk bertemu kembali dengan anak saya semakin besar,’’ 
>katanya.Tapi, usaha tampil nyeleneh itu tidak semudah yang dia bayangkan. 
>Setiap 
>hari, bahkan sampai sekarang, Sriyono harus rela menjadi bahan ejekan 
>orang-orang yang lewat. Tak jarang perkataan mereka sangat pedas dan menusuk 
>hati. Tak sedikit yang mengira Sriyono adalah seorang waria yang nyambi 
>berjualan siomay saat siang dan ’’berpraktik’’ saat malam.Tapi, demi menemukan 
>sang anak, hinaan dan cacian itu ditanggapi dengan se-nyum dan hati ikhlas. 
>Bahkan, kini dia sudah memiliki 34 kaus pink, 18 pasang sandal pink, 12 topi 
>pink, 3 jam pink, 3 pasang kacamata pink, kalung pink braces, anting-anting 
>pink, dan tiga pasang sepatu pink.Upaya tampil eksentrik itu membuahkan hasil 
>ketika dirinya muncul sebagai topik di Twitter dan BlackBerry Messenger. 
>Popularitasnya menanjak ketika kisah usahanya dipublikasikan di situs 
>kaskus.us.Pertengahan Desember 2010, sebuah koran berbahasa Inggris di Jakarta 
>memuat foto Sriyono dengan full aksesori pink. Hasilnya, pekan lalu, awal 
>Januari 2010, sebuah televisi nasional berhasil mempertemukan Sriyono dengan 
>sang anak.’’Waktu itu, rasa senangnya tak terhingga. Saya bersyukur mereka 
>mengakui saya sebagai bapak, walaupun mereka memiliki ayah tiri warga Inggris 
>yang kaya,’’ ujarnya, kali ini sambil terisak.Tampil di televisi mendatangkan 
>keuntungan bagi usaha Sriyono. Dalam dua pekan terakhir, omzet berjualan 
>keliling yang biasanya hanya Rp 200 ribu per hari naik lima kali lipat menjadi 
>Rp 1 juta per hari. Banyak pesanan dalam jumlah besar sehingga pendapatan 
>berjualan berkeliling terdongkrak. Sejak pekan lalu, seorang pengusaha getol 
>menawari Sriyono untuk membuka franchise siomay Yo Pink di beberapa lokasi di 
>Jakarta.Dia juga mendapat tawaran untuk bermain sinetron. Rundown jadwal 
>casting 
>oleh sebuah rumah produksi juga sudah di tangannya. Lalu, apa yang akan 
>dilakukan sekarang? Sriyono menyatakan, dirinya masih berencana meneruskan 
>usaha 
>berjualan dan akan membuka warung kecil di Jalan Otto Iskandar Muda, Jakarta. 
>Dia fokus meraih sukses lagi dengan Siomay Yo Pink itu.’’Saya ingin anak saya 
>bangga dengan bapaknya si penjual siomay berkaus pink ini. Saya akan bangkit 
>demi putri-putri saya,’’ ujarnya lantas tersenyum.
>
>Nb:tadi pagi gowes dan nyoba siomaynya,iseng2 googling nemu artikelnya. Semoga 
>menginpirasi kita...
>
>Regards
>Powered by TK.Berry®
>
>------------------------------------
>
>Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
>SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN 
>MILIS. 
>SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
>SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
>PEMILIK MODAL.
>
>[email protected] untuk berhenti dari milis saham
>[email protected] untuk bergabung ke milis saham
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>------------------------------------
>
>Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
>SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN 
>MILIS. 
>SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
>SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
>PEMILIK MODAL.
>
>[email protected] untuk berhenti dari milis saham
>[email protected] untuk bergabung ke milis saham
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

 


Kirim email ke