Meskipun harga jatuh jadi Rp.50, saya masih tetap akan memilih emiten mana yang 
akan saya borong, takutnya sahamnya tidak pernah naik selama beberapa bulan, ya 
lebih baik uangnya utk deposito aja. Kalau saya sih pasti tidak akan panik jual 
kalau saham sedang turun, saya  baru panik kalau hari ini naik  hanya  satu 
hari tetapi besok dan lusanya turun lagi Sampai sekarang meskipun sudah rugi 
80% saham masih sy tahan apalagi kalau jatuh Rp.50, buat apa dijual? sebab 
dijual juga tidak ada harganya, lebih baik  menunggu rebound, untung dikit aja 
ya dilepas.
Saya tetap mendukung AR tanpa batas biar turunnya cepat, dan naiknya juga 
cepat, supaya badai cepat berlalu. Kebijakn AR -10% hanya berlaku dipasar 
reguler, tetapi tidak berlaku dipasar nego (saya punya buktinya snapshot 
transaksi  bumi di pasar nego), Kebijakan yg sangat tidak ADIL karena hanya 
menguntungkan pasar nego, dan sangat merugikan pasar reguler.
  ----- Original Message ----- 
  From: Gambler.BEJ 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, November 07, 2008 2:51 PM
  Subject: Re: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection


  Kalau belum kejadian memang bisa mengatakan demikian pak, tapi kalau 
  benar2 kejadian pasti semua panik jual, lihat saja ada berapa banyak 
  emiten yg harga sahamnya mentok di Rp 50 saat ini apa pada ramai2 
  memborong? Herd mentality masih mayoritas di pasar.

  Kalau mau bicara efeknya terhadap dunia luar pasar wah lebih rumit lagi 
  konsekwensinya, apa pada tidak pada panik buang rupiah tuh? Yang kemarin 
  saja sudah panik borong USD sampai Rp 12 rb/1. Belum lagi yg lain2nya.

  stock trader wrote:
  > Bukankah sekarang jika semua saham menjadi Rp. 50 semua ya bagus 
  > sekali? Kita bisa ramai2 borong barang murah dan tinggal tunggu kapan 
  > waktu rebound aja tidak usah tiap hari kuatir saham akan turun lagi 
  > -10% per hari seperti sekarang ini.
  >


   

Kirim email ke